
Sayang? mas tau kamu masih marah sama mas. Tapi mas minta tolong kamu harus dateng ke acara nanti malem. Nanti mas minta Bhumi buat jemput kamu yaaaa ❤
Ditengah makan siangnya Jingga membaca pesan dari suaminya yang tentunya permintaan itu akan di abaikannya. Jingga tidak akan mendatanginya, dia belum siap bertemu keluarga Raihan. Masih terlalu sakit mengingat kebohongan yang mereka lakukan pada Jingga. Seandainya keluarganya sendiri tak ikut andil dalam menyembunyikan hal itu, mungkin saat ini Jingga akan kabur kesana.
Maaf mas, terlalu sakit untuk lihat wajah kamu sekarang ini. Batin Jingga sambil mengusap sayang perutnya, Jingga mendadak kehilangan nafsu makannya. Mata indah itu meneteskan bulir kristal kembali.
******
Maryam terlihat murung setelah kejadian kemarin, bahkan Sulaiman yang melihatnya pun menjadi tak tega. Akhirnya mereka putuskan untuk mendiskusikannya pada besan mereka. Sulaiman menelfon Rus , memberitahukan bahwa kemarin Raihan mempertemukan Jingga dan Ryu.
Rus yang mendengarnya mendadak merasa bersalah pada putrinya itu. Sulaiman meminta Rus membujuk putrinya agar mau mendengar penjelasannya. Sayangnya Rus menolak karena dia paham betul disaat seperti ini Jingga lebih membutuhkan waktu untuk sendiri.
Maaf mas, saya juga bersalah dalam hal ini. Maka dari itu saya juga nggak bisa melakukan apapun selain memberi Jingga ruang untuk sendiri dan merenung. Tapi saya akan mengirim Dimas kalau di izinkan mas. Kata Rus dalam sambungan telefon
"Siapa Dimas Rus?" tanya Sulaiman
Sahabat Jingga sejak kecil. Hanya dia yang mungkin bisa membujuk Jingga untuk memaafkan kita semua mas.
"Baiklah, kalau itu yang terbaik. Atur saja ya Rus, semoga masalah ini segera usai"
Aamiin, kita doakan saja ya mas.
******
Di tempat lain, seorang wanita sedang sibuk memilih gaun sexy untuk menghadiri acara besar KJ Group nanti malam. Hanya orang-orang berkelas, memiliki undangan , dan relasi yang bisa menghadiri acara launching produk baru tersebut. Sisanya mungkin hanya dapat menontonnya di televisi secara live
"Saya mau ini ukuran S !!" ketusnya pada seorang pelayan butik
"Ini paling kecil size M nyonya" jawab pelayan tersebut
"Kamu pikir saya gendut? pake kamu tawarin ukuran M !!!! Terus siapa yang kamu panggil nyonya ???? saya belum menikah, mana cocok dipanggil nyonya !" ketusnya lagi
"Ma.. maaf . Maksud saya bukan i.." ucapan pelayan terhenti karena wanita sombong dan tidak sabaran itu menyela
"Sudah sudah ! Ambil yang ini saja ukuran S" katanya menunjuk gaun lain
"Baik nona tunggu sebentar" pelayan itu mengambilkan pesanannya
Aku akan menggodamu nanti malam Raihan . Lihat saja, kau akan bertekuk lutut dan memohon kembali padaku !!!! kata wanita itu dalam hatinya sambil tersenyum licik
*******
Malam pukul 18.45 Bhumi tiba di depan rumah, Jingga yang kebetulan sedang duduk ditaman setelah sholat maghrib, ditemani Ujang , Ari dan Sifa, sambil menikmati secangkir teh hangat buatan Rinah. Bhumi menekan klakson mobilnya beberapa kali, sampai akhirnya Anto menyerah dan membukakan grebangnya. Jingga terbelalak melihat mobil yang Bhumi kendarai masuk sampai ke pekarangan rumah. Ini memang salahnya, kemarin sewaktu pulang, Jingga hanya mengatakan untuk melarang Raihan masuk. Tapi tidak dengan Bhumi.
Cepat-cepat Jingga masuk ke dalam rumah demi menghindari Bhumi.
"Nona tunggu !!" teriak Bhumi sambil mengejar Jingga yang berjalan tergesa-gesa.
"Kalau nona mau tanya sesuatu, sama saya . Saya siap jawab semua pertanyaan nona" ucap Bhumi membuat Jingga mengehentikan langkahnya tanpa membalik badan
"Pak Bhumi? saya punya peraturan ! pertama jangan panggil saya nona. Nama saya Jingga. Yang kedua, saya nggak suka orang yang berbohong untuk alasan apapun" Jingga menegaskan
"Tapi non, eh Jing.. Jingga" ucap Bhumi terbata "Saya nggak pernah bohong, apalagi dengan kamu" tambahnya lagi
"Kamu nutup-nutupin soal Ryu sama saya. Apa itu namanya bukan bohong?" Jingga masih enggan membalikan badannya
"Saya nggak ada niat untuk itu, karena saya kira setelah Raihan menikahi kamu. Raihan udah jujur tentang semua masa lalunya, lagi pula kamu nggak pernah nanya sama saya, mana mungkin saya tiba-tiba cerita?" kilah Bhumi mencoba menarik simpati Jingga
"Jadi mau apa kamu kesini?" ketus Jingga berkecak pinggang
"Saya diminta Raihan jemput kamu ke acara" jujur Bhumi
"Saya nggak bisa dateng kesana Bhum. Maaf !" Jingga hendak melangkah namun dengan cepat Bhumi menarik tangannya
"Maaf, bukan saya lancang. Kalau kamu tau cerita tentang Ryu , saya yakin kamu nggak akan se marah ini Jingga" ujar Bhumi
"Ya ! memang itu masalahnya ! saya nggak pernah keberatan soal masalalu mas Raihan asalkan dia jujur. Tapi semua terlambat kalo mas Raihan minta kamu kesini cuma buat jelasin soal Ryu. Saya nggak mau denger Bhum. Udah cukup lagi-lagi saya nangis gara-gara mas Raihan ! Saya ngerasa udah nggak punya siapa-siapa lagi yang bisa saya percaya, bahkan keluarga saya sendiri tega nutupin hal sebesar ini. Biarin saya pergi dari sini Bhum, saya harap kedepannya kamu bisa jaga mas Raihan !" tak terasa manik cokelat itu menitihkan air mata kembali. Jingga segera lari dan masuk ke dalam kamarnya. Dia terisak lagi untuk yang kesekian kalinya.
Maafkan bunda nak, bunda menyayangi kalian lebih dari apapun. Bunda hanya sedang kecewa pada ayahmu ! lirihnya sambil mendekap erat perutnya sendiri.
"Oke , nggak papa kamu nggak dateng !! tapi saya harap , kamu nggak keberatan buat nonton Raihan di tv !" ucap Bhumi, membuat sesuatu dalam diri Jingga tergerak. Seolah ingin membuka pintu dan mengikuti Bhumi ke acara. Namun Jingga menepis rasa itu, membiarkan Bhumi pergi dari rumahnya.
*********
__ADS_1
"Parfume ini saya beri nama, Orange Sky . Inspirasinya adalah nama istri saya sendiri" ucap Raihan menjelaskan di podium. Banyak wanita yang merasa iri pada sosok Jingga, bahkan mereka bertanya-tanya seperti apa sosok istri seorang Tengku Raihan Khairi. Para wartawan tak mengabadikan momen itu.
Beberapa menit kemudian sesi tanya jawab dibuka.
"Apa keistimewaan parfum yang di launchingkan Kembar Jaya kali ini pak?" tanya salah satu wartawan
"Keistimewaannya adalah, karena saya yang turun tangan sendiri memilih bahan baku hingga pemilihan kemasan, dan parfum ini adalah parfum unisex.. pria bahkan wanita bisa pakai, dengan bahan-bahan berkualitas sehingga tidak meninggalkan noda di pakaian putih sekalipun kalian menuangnya satu botol habis"
"Kenapa harus orange sky pak? Kenapa terinspirasi dari nama istri pak Raihan sendiri?"
Raihan terkekeh mendengar pertanyaan salah satu wartawan yang menurutnya lucu. Detik kemudian dia kembali mendekatkan bibirnya pada microphone
"Entahlah, saya sudah lupa bagaimana alasan saya menggunakan nama itu" Raihan menjeda ucapannya sambil tersenyum miring
"Yang saya tahu, saya terlalu mencintai wanita cantik itu sampai-sampai saya ingin sekali dunia tau bahwa saya memilikinya, orange sky adalah milik saya, cinta saya dari sekarang hingga akhir"
prok prok prok prok..
Riuh tepuk tangan hadirin terdengar ramai, bahkan Maryam, Sulaiman dan beberapa sahabat Jingga sampai terharu hingga matanya berkaca-kaca. Tak menyangka rupanya Raihan sudah mencintai Jingga sedalam itu.
"Untuk harga bagaimana pak?"
"Masalah harga, ini adalah kali pertamanya KJ Group mengeluarkan parfum dengan harga cukup rendah. Hanya 159.900 rupiah, sehingga saya kira dari kalangan manapun bisa membelinya"
"Satu pertanyaan lagi ya" tambah Raihan
"Apakah benar yang dikatakan orang-orang? istri bapak itu seorang janda dulunya?"
Raihan terdiam sejenak, mengangkat sebelah alisnya heran. Kenapa bisa ada pertanyaan seperti itu ! Ia mengepalkan tangannya di balik podium, Bhumi yang berada di sisinya langsung melirik ke arah Raihan tanpa melepas kacamata hitamnya.
Beberapa detik Raihan terdiam, sebelum akhirnya bicara lagi.
""Benar, Istri saya seorang janda dulunya. Dia memiliki satu anak perempuan yang lucu dan cantiknya sama seperti dirinya. Tapi ngomong-ngomong , apa masalahnya menikahi seorang janda? terlepas dari apapun statusnya, yang jelas saya sangat mencintai istri saya."
"Airin Langit Jingga, I Love You"
Prok prok prok, semua orang tepuk tangan lagi, bahkan lebih ramai dari sebelumnya.
Raihan turun dari podium, kembali berbaur dengan kolega bisnisnya. Malam ini tinggal sesi hiburan, seorang pianist pria memainkan pianonya di atas panggung. Beberapa orang terlihat berdansa dengan pasangannya, Bhumi dan Raihan hanya berdiri melihat kebahagiaan para tamu undangan yang di jamunya.
"Sorry gue nggak berhasil bawa Jingga kesini" bisik Bhumi
"It's ok Bhum ! gue cuma berharap semoga Jingga liat gue di tv. Gue beneran udah jatuh cinta sama dia" jawab Raihan sendu
"Pak Raihan , selamat ya atas launching parfumnya" Giska mengulurkan tangannya kemudian bergantian dengan Erin dan Luna. Raihan tersenyum menjabat tangan mereka.
"Kenapa Jingganya nggak dateng?" tanya Luna
"Lagi agak kurang sehat katanya" jawab Raihan bohong. Luna ,Giska , dan Erin manggut-manggut seakan percaya pada jawaban Raihan.
Tak berselang lama, Jerry membawa seorang wanita yang melingkarkan tangannya di lengan Jerry mesra. Jerry mendekat ke arah Raihan, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menunjukan kemarahan kala melihat Jerry dengan wanita yang dibawanya.
"Gi.. gi. Giska ??!!!!!" Jerry begitu terkejut melihat Giska yang ternyata hadir di pesta besar KJ Group itu. Jerry segera melepas rangkulan tangan wanita di sampingnya. Detik kemudian Giska lari meninggalkan mereka, dan memilih pergi dari acara tersebut.
Luna dan Erin saling pandang, seolah mereka menangkap sesuatu kali ini. Pria yang selama ini Giska rahasiakan identitasnya, seolah baru saja Tuhan tunjukan lewat acara besar ini , lewat pertemuan yang tak disengaja dan tanpa diduga.
********
Di rumah, di dalam kamar. Jingga menangis tersedu-sedu usai menyaksikan ungkapan cinta suaminya yang di tonton banyak orang pastinya. Jingga benar-benar terharu, bahkan ia ingin sekali memeluk Raihan untuk saat ini. Entah ini keinginannya , atau keinginan tiga bayi dalam perutnya.
Jingga keluar kamar setelah menghapus air matanya, dia menuju perpustakaan yang biasa ia datangi ketika sedang bersedih.
********
Di lobi hotel , Giska masih berjalan cepat sambil menyembunyikan tangisnya. Dia menundukan pandangannya ke bawah karena lobi sangat ramai malam itu dan
Brugghhhh
Giska menabrak tubuh seseorang, hingga orang di hadapannya tersebut menjatuhkan ponselnya. Saat mengambil ponsel yang terjatuh, dia memandang wajah Giska, dilihatnya pipi Giska sudah basah akibat air mata yang berjatuhan itu.
"Hey girl? Are u ok?" tanya pria gagah nan tampan di hadapan Giska
"Maaf nggak sengaja yang tadi, saya permisi, saya lagi Buru-buru" ucap Giska meninggalkan pria tersebut di lobi.
__ADS_1
*
*
Di tengah pesta KJ Group, Jerry diam mematung setelah kepergian Giska. Raihan dan yang lain menatap Jerry dengan tatapan curiga, seolah butuh penjelasan tentang kejadian barusan.
"Eh kenalin, ini Grace cewek gue" ucap Jerry merangkul wanita yang dibawanya. Semuanya diam tanpa ekspresi, apalagi Erin dan Luna. Bukan itu yang ingin di dengarnya , dia butuh penjelasan soal Giska.
Jerry mengajak Grace pergi dari hadapan Raihan dan teman-temannya. Dia tidak ingin Grace merasa tidak nyaman berada di hadapan sepupu dan beberapa temannya itu.
Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan pada Jerry dan Giska. Namun mereka mengurungkannya, antara Erin dan Luna pun memilih diam tak membahasnya. Karena masih saling diam akhirnya Luna memberanikan diri membuka suara.
"Pak? ada kerjaan nggak? saya pengen keluar dari kerjaan yang sekarang nih" tanya Luna menatap Bhumi
"Belum ada sih, tapi nanti kalo ada saya bilang ke Erin biar infoin ke kamu ya" jawab Bhumi, Luna pun mengangguk
"Bhum, minum nggak?" tanya Raihan
"Lo mau? bentar gue ambilin" membuat Raihan mengangguk, Bhumi langsung berjalan ke stand minuman. Dia melihat Felicia yang baru saja pergi dari stand minuman. Bhumi ngernyitkan dahinya bingung.
Ngapain wanita ular itu? Batinnya kemudian langsung mendekati stand minuman.
"Mba maaf, perempuan yang tadi ngapain ke sini?" tanya Bhumi menyelidik
"Nga..ngapain apa pak? ya ambil minum" jawab pelayan wanita tersebut gugup
"Oh , saya mau lemon tea sama jus strawberry" Bhumi memesan
"Tu.. tunggu sebentar ya pak" lagi-lagi pelayan itu tergagap membuat Bhumi semakin keheranan.
Menit kemudian Bhumi mendapatkan minumannya, satu lemon tea untuk Raihan dan jus trawberry untuknya.
"Kok kita nggak di bawain pak?" celetuk Erin
"Tangan saya cuma dua rin, kalo kamu mau ini pegang dulu punya saya. Saya pesenin lagi" sahut Bhumi ramah
"Boleh pak, saya lemon tea kaya punya pak Raihan aja" jawab Erin
"Saya mineral aja pak" Luna menimpali
Bhumi segera beranjak ke stand minuman lagi.
Raihan masih berdiri bersama kedua teman Jingga yang salah satunya adalah sekertarisnya sendiri. Raihan segera menengguk habis lemon tea yang dipesannya tadi karena memang ia sangat haus.
Beberapa saat kemudian Raihan tiba-tiba saja merasa gelisah, tubuhnya terasa panas, dia mengenali rasa ini. Dia butuh mangsa segera, karena adik kecilnya dibawah sana bereaksi mengejutkan. Dia membesar dan mengeras tanpa perintah. Dia yakin ada yang salah dengan minumannya.
"Erin, Luna. Saya harus pergi sekarang juga !!!" Raihan berlari keluar ball room dengan langkah tak biasa. Ditengah perasaan aneh yang mengganggunya , dari sisi kiri seorang wanita menarik lengan Raihan dan menempelkan Raihan di dinding. Dia mengunci tubuh Raihan supaya tak bisa bergerak kemanapun.
"Felicia??? Udah gila ya kamu !!!!" bentak Raihan melirik penampilan Felicia dari atas hingga bawah, Felicia sengaja menggunakan pakaian yang bagian dadanya terlihat rendah, dengan panjang dress sebatas betis namun ada belahan panjang sampai ke paha. Raihan langsung mendorong tubuh Felicia membuatnya terhempas ke lantai
Raihan membalik tubuhnya namun bukan Felicia namanya jika ia menyerah begitu saja, Felicia memeluk tubuh kekar Raihan dari belakang. Raihan merasa nafsu birahinya kian memuncak, apalagi ada wanita yang pernah dicintainya dulu.
Tanpa berkata-kata, Felicia meraba perut sicpack Raihan. Raihan nyaris terbuai, karena Raihan tak bereaksi Felicia jadi semakin berano dan jemarinya dengan lihai semakin turun kebawah. Dia meraba dan memegangi sesuatu yang mengeras disana.
"Gimana sayang? enak?" ucap Felicia tanpa rasa malu "Kok diem? enak ya?" kata Felicia lagi
*
*
"Pak Raihan kemana?" Bhumi menanyai Erin dan Luna
"Dia langsung pergi setelah minum lemon tea tadi pak, sikapnya tiba-tiba jadi aneh" jawab Erin jujur
Bhumi langsung meraih gelas bekas minum Raihan dan menciumnya. Bhumi kembali ke stand minuman, menatap pelayan wanita tersebut dengan tatapan membunuh.
"Obat apa yang kamu masukan !!!!!! jawab jujur kalau kamu masih mau hidup tenang sepulang dari sini!!!!!" bentak Bhumi
"Sa..saya nggak tau pak, nona yang tadi yang memasukannya" ucap pelayan tadi gugup
Felicia !!!! Bhumi langsung keluar mencari keberadaan Raihan.
Bersambung...
__ADS_1