Aku Hanyalah Janda Biasa

Aku Hanyalah Janda Biasa
Rumah sakit


__ADS_3

"Sayang, hari sabtu ini semoga kamu udah nggak mabok berat lagi ya" ujar Raihan dalam sambungan telepon


"Emangnya kenapa mas?" tanya Jingga


"Peluncuran resmi parfum kita yang sempat tertunda, akhirnya baru bisa dilaksanakan hari sabtu. Mas ingin kamu datang yank"


"Oke, Insha Allah dateng mas" sahut Jingga dengan hati berbunga di ujung sana


"Ya sudah, kalo gitu mas tutup dulu ya telfonnya"


"Assalamualaikum mas"


"Waalaikumsalam sayangku"


Bhumi memberi kode pada Raihan bahwa semua orang sudah menunggu di ruang X untuk rapat. Raihan langsung keluar dari ruangannya setelah bertelfon ria dengan istrinya. Mungkin rasa cinta sudah benar-benar tumbuh di hatinya. Tapi Raihan belum pernah mengutarakannya secara langsung, padahal Jingga tentu akan senang mendengar pernyataan cinta dari suaminya.


Meja ruang meeting berbentuk oval, Raihan selalu duduk di ujung meja dekat layar monitor. Di sebelah kanannya biasanya ada Jingga dan Bhumi. Kali ini sudah berbeda, karena bukan Jingga lagi yang berada di sisi Raihan tapi Erin. Sedangkan di sebelah kirinya persis ada Kemala setelah itu Jerry


Raihan mengeraskan rahangnya begitu tahu Kemala memilih duduk dekat dengannya. Sebelum memulai rapat, raihan memejamkan matanya beberapa detik dengan posisi berdiri. Dia tak mungkin menegur Kemala, lebih baik memindah seseorang untuk duduk di kursinya pikir Raihan.


"Erin, bangun" ucap Raihan datar


"Saya pak?" sahut Erin gugup


"Ya kamu, bangun" Erin langsung berdiri menuruti titah bosnya "Duduk disini" ucap Raihan menepuk kursi kebesarannya. Erin membulatkan matanya penuh, bagaimana mungkin dia duduk di kursi bosnya. Apa kata orang lain yang melihat?


"Saya tidak suka dibantah" tuturnya lagi


Detik kemudian Erin langsung melewati Bhumi kemudian duduk di kursi bosnya.


"Bhumi geser" pinta Raihan supaya dia tetap berada dekat layar monitor. Bhumi kemudian berpindah ke kursi Erin yang tadi sambil memperhatikan laptopnya. Wajah Kemala menjadi masam seketika melihat tingkah Raihan yang sebegitu terlihat benci padanya.


*******


"Assalamualaikum" suara bariton menyadarkan lamunan Jingga di tengah waktu menontonnya.


Jingga, Delisa dan Maryam berbarengan melihat siapa yang baru saja datang.


"Danieeeeeeel" tegur Jingga melihat Daniel yang sedang melihat-lihat isi ruang tamu dari ambang pintu. Dia masih gagah menggunakan seragam pilotnya, di sisi kirinya ada koper kecil miliknya. Sepertinya Daniel akan menginap.


Daniel langsung berjalan masuk menghampiri Jingga dan dua wanita disebelahnya.


"Mi mi kenalin ini anaknya tanteku di Yogya. Namanya Daniel" kata Jingga memeluk lengan Maryam. Daniel langsung mencium punggung tangan Maryam, kemudian menyalami Delisa.


"Ini adik iparmu yang sering kamu ceritain ya?" ucap Daniel, membuat Jingga mengangguk


"Niel mau nginep ya? kok bawa koper?" tanya Jingga


"Mami siapin makan dulu ya buat sepupu kamu, pasti belum makan. Kelihatan banget lemesnya hehehe" ucap Maryam


"Tante bisa aja, pas banget nih lagi laper hehe" Kekeh Daniel , Maryam tersenyum kemudian pergi ke ruang makan bersama Delisa.


"Jadi kamu mau nginep?" tanya Jingga lagi


"Nanti cari hotel deket sini aja, nggak enak sama suamimu"


"Kan nanti aku bisa bilang sama mas Raihan, lagian cuma sebentar paling kan?" kata Jingga sedikit cemberut

__ADS_1


"Liat nanti aja ya, masalahnya aku off 3 harian. Nggak enak, kalo cuma semalem sih oke" tolak Daniel halus


"Eh nggak enak gimana sih, kan kita juga keluarga" ucap Maryam tiba-tiba "Sudah nginep disini saja, banyak kamar kosong kok. Yuk Daniel, sudah siap nih spesial buat yang laper" goda Maryam pada saudara yang baru ditemuinya. Daniel nunut mengikuti Maryam juga Jingga dibelakangnya.


"Keluarga Jingga ganteng-ganteng semua ya ternyata" celetuk Maryam sambil mengupas apel. Daniel hanya menanggapi ucapan Maryam dengan senyuman


"Bibit unggul mi" sahut Delisa datar membuat Jingga dan Daniel terkekeh


"Oh iya, saya bawa oleh-oleh. Tapi nggak banyak, kemarin ke Shanghai beberapa hari" kata Daniel menatap tiga wanita itu bergantian


"Wah, baik banget ni orang tumben" kata Jingga menggoda


*******


"Pak Jerry tolong lanjutkan, saya ada urusan sebentar" kata Raihan kemudian menepuk pundak Bhumi untuk mengikutinya


"Erin, perhatikan ya" kata Bhumi memaksudkan Jerry untuk diperhatikan, kemudian keluar mengikuti bosnya


Raihan berjalan tergesa-gesa, dia seperti hendak mengejar maling saat ini. Bhumi terus bertanya ada hal apa sehingga harus meninggalkan rapat. Tapi Raihan tak menggubris pertanyaan Bhumi. Raihan terus jalan menuju lift kemudian turun ke lobi. Terjadi sedikit keributan disana, ada beberapa bagian keamanan dan resepsionis yang sepertinya sedang mencegah seseorang masuk ke dalam.


"Beb ?" Sapa Felicia dengan wajah memohon supaya orang-orang yang menghalanginya masuk segera pergi.


"Beb apa? siapa yang kamu panggil beb?" Bhumi langsung terpancing emosi. Felicia mendekati Raihan dan bergelayut di lengan Raihan seperti biasanya. Raihan diam tak bergeming, dia tak bergerak bakan bicara pun tidak.


"Kalian lihat kan? Raihan masih bersamaku! jadi kalian jangan macam-macam padaku!" ucap Felicia dengan sombongnya


"Lepas" kata Raihan datar, membuat Felicia menatap nanar ke arah Raihan "Saya bilang lepas !!!!" bentak Raihan dengan suara kencang, hampir semua orang di lobi mendengarnya


"Keluarkan dia dari sini, jangan biarkan dia melangkahkan kakinya meski hanya se centi !" perintah Raihan pada kepala keamanan


"Saya minta tolong sama kamu, jaga sikap. Saya pria beristri, saya masih menghargai kamu sebagai anak dari partner bisnis saya. Jangan paksa saya berlaku kasar !" sengaja Raihan mengeraskan suaranya supaya semua orang mendengar. Menurut Raihan semua orang harus tahu bahwa kedepannya dia hanya akan setia pada satu wanita, yaitu Jingga, istrinya sendiri.


Raihan meninggalkan Felicia di lobi yang sedang diseret oleh beberapa orang untuk segera meninggalkan gedung KJ Group.


Awas kamu, janda gatel ! kamu sudah merebut apa yang harusnya jadi milikku. Lihat saja, apa yang akan ku lakukan. Batin Felicia dengan rasa kesalnya


******


"Ray, tadi ada Felicia ya katanya" tanya Kemala sok akrab


"Apa urusannya sama kamu ha?" ketus Raihan sambil masuk ke ruangannya, Kemala pun mengekorinya


"Kemala ! kamu itu sekertaris Jerry. Sana kembali ke tempatmu." kata Bhumi setengah mengusir


"Pak Jerrynya lagi keluar kantor, dan saya lagi nggak punya kerjaan. Jadi main kesini nggak apa-apa kan?" kata Kemala percaya diri


Raihan tak mendengar ocehan kedua manusia lain dalam ruangannya itu, dia benar-benar fokus pada rencana peluncuran parfumnya Sabtu nanti. Raihan terlihat menghubungi beberapa kolega bisnisnya, sambil menulis sesuatu di kertas.


Aku hanya ingin bicara denganmu Ray, apa kamu benar-benar tidak bisa meluangkan waktu meski hanya 5 menit untukku? batin Kemala menatap Raihan sedih


"Bhum? gue cabut dulu. Airin masuk rs, handle kerjaan gue" kata Raihan meraih kunci mobilnya tergesa


"Hati-hati nggak usah ngebut" seru Bhumi melihat bosnya semakin jauh.


Dengan kecepatan penuh Raihan melajukan mobilnya, betapa paniknya ia mendengar Istrinya yang tiba-tiba berada di rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit dia langsung menuju ruang rawat Jingga karena sebelumnya sudah diberi tahu oleh Maryam.

__ADS_1


"Elo?" ucap Bhumi mengernyitkan dahi saat dia melihat Daniel duduk di kursi tunggu


"Eh bro" Daniel tersenyum ramah "Masuk dulu gih" tambahnya. Raihan langsung masuk ke dalam ruangan, dia melihat Jingga tengah berbaring membelakangi pintu.


"Sayang?" panggil Raihan


"Ehhh sttttt, baru tidur dia jangan diganggu" ucap Maryam melotot


"Sebenernya ada apa mi? kenapa sampai begini?" tanya Raihan dengan wajah sukar


"Kepleset deket kolam renang, tapi nggak apa-apa soalnya jatuhnya langsung ke kolam. Cuma syok aja kata dokter" jawab Maryam jujur


"Ya nggak bisa gitu lah mi, bilang sama semua art dirumah. Jangan sampai kejadian ini terulang ! Raihan nggak mau terjadi sesuatu yang nggak diinginkan sama Airin dan calon anak Raihan mi"


"Iya nak, mami udah bilang sama bibi dirumah untuk lebih rajin bersihin area yang rawan licin" kata Maryam menenangkan putranya "Jaga istrimu ya, mami mau ke kantin sebentar" Maryam menepuk pundak Raihan kemudian keluar dan mengajak Daniel untuk makan siang sambil membiarkan Raihan berdua dengan istrinya.


Raihan menaiki ranjang yang Jingga tiduri, lalu memeluk Jingga posesif seperti biasanya.


"Assalamualaikum anak ayah? kalian baik-baik aja kan? yang sehat ya sayang, ayah sedih kalau kamu dan bundamu kenapa-napa" ucap Raihan setengah berbisik


"Kami baik-baik saja Ayah, terimakasih sudah khawatir pada kami dan bunda" sahut Jingga menirukan suara anak kecil. Raihan mengernyitkan dahinya selain dia terkejut rupanya istrinya terbangun, dia merasa mendengar sesuatu yang membuatnya penasaran.


"Apa maksudmu tadi kami dan bunda?" Raihan bangun dari tidurnya, dia menopang tubuhnya dengan sebelah tangannya.


"Kami" kata Airin mengarahkan tangan Raihan ke perutnya


"Apakah disini ada lebih dari satu?" tanya Raihan ragu


"Kami bertiga Ayah" ucap Jingga lagi membuat Raihan membelalakan matanya penuh


"Apa !!!!!?????? kamu nggak bercanda kan rin? mereka bertiga ? kamu serius? nggak papa ? rin jangan prank mas ya ! nggak lucu" kata Raihan sedikit kesal


"Mas kamu nggak seneng ya?" Jingga cemberut


"A.. aku seneng rin . Mas seneng, seneng banget, tapi mas nggak tega , gimana mungkin kamu mengandung 3 anak sekaligus" jawab Raihan merangkum wajah istrinya, menatapnya dengan tatapan iba


"Ini bukan kehendak kita mas, Allah yang kasih. Kalo Allah udah kasih, itu tandanya Allah yakin kita mampu. Aku dan kamu mampu menjaga, mendidik dan membesarkan anak ini" ucap Jingga mengusap perutnya dengan mata berkaca-kaca


"Terimakasih ya sayang, kamu memang istri yang baik. Cup " Satu kecupan mesra mendarat di kening Jingga


Sebenarnya Jingga juga terkejut ketika dokter kandungan mengatakan bahwa bayinya ada tiga. Dia benar-benar langsung memikirkan bagaimana ketika ia melahirkan nanti. Apakah dia mampu?


Tapi mami Maryam dan Daniel memberi semangat pada Jingga, hingga akhirnya Jingga merasa yakin atas karunia yang Allah berikan untuk keluarga kecilnya.


.


.


.


.


.


Maafin ya guys, baru senggang.


Biar semangat minta like dan vote nya 😁

__ADS_1


__ADS_2