
Alarm ponsel Jingga berbunyi nyaring, Jingga memang sengaja memasang alarmnya di waktu-waktu ibadahnya. Jingga meraba nakas untuk meraih ponselnya lalu dimatikannya alarm itu.
Jingga amat sangat terkejut setelah melihat jam yang tertera pada ponsel.
"Apa ? sudah dzuhur ? astaghfirullah" ucapnya dengan nada terkejut membuat Raihan merapatkan matanya lebih dalam. Dengan tergesa-gesa Jingga memakai sandalnya kemudian melaksanakan ibadahnya setelah mandi. Jingga baru menyadari sosok laki-laki yang ditunggunya sudah tidur di ranjang entah sejak kapan. Jingga segera menggunakan pakaian kerjanya namun sebelum dia mengancing kemejanya Raihan terlebih dahulu membalik badannya.
"Kamu mau kemana Rin?" tanya Raihan dengan suara parau
"Kerja" sahut Jingga singkat padat dan jelas tanpa menatap mata suaminya
"Libur aja, bosnya nggak berangkat kok" ucap Raihan membuat Jingga menghentikan aktivitasnya
"Emangnya boleh begitu?" tanya Jingga polos
"Bos kamu siapa Rin?" tidak menjawab Raihan malah memberikan pertanyaan lagi pada Jingga
"Pak Raihan" ketusnya
"Ya sudah, pak Raihan itu bilang sekertarisnya boleh libur hari ini dan juga boleh melanjutkan tidurnya sampai sore" ucap Raihan dengan mata terpejam dan senyum kecilnya
"Alhamdulillah" ucap Jingga tiba-tiba. Dia langsung melepas kemejanya lagi lalu menggantungnya, dia kembali mengenakan piyamanya. Tak lama setelah itu Jingga yang keluar kamar langsung saja menuju tempat dimana kulkas berada.
Dia mengeluarkan beberapa buah-buahan. Melon, apel, pear, anggur, dan kiwi. Dia mengeluarkan dua buah tupp*r wa*e berukuran 15x20 lalu diletakannya di meja. Lalu memotong kecil-kecil buah-buahan tersebut dan dimasukannya ke dalam dua wadah yang disediakannya. Bi Rinah yang melihat nonanya kerepotan itu segera menawarkan bantuan namun Jingga menolaknya halus. "Saya aja bi. Kalo bibi mau bantu, tolong ambilin yoghurt sama mayonaise aja bi di kulkas"
Bi Rinah yang mendapat perintah Jingga langsung dengan sigap meraih pesanan nonanya dalam kulkas.
Menit kemudian Jingga menyelesaikan aktivitasnya membuat salad buah. Satu wadah utuh dia masukan ke dalam kulkas, yang satunya lagi dia bawa ke ruang keluarga.
Entah apa yang terjadi sejak semalam, rasanya Jingga jadi tidak mengenali dirinya sendiri. Dia menjadi orang yang berbeda. Jingga menyalakan tv besar yang ada dalam ruang keluarga, kemudian memilih film yang akan di tontonnya.
Dia memilih sebuah film bergenre action untuk menemaninya bermalas-malasan hari ini. Sebelum memutar filmnya, Jingga berencana menelfon Ibu atau mba Ayu untuk sekedar melihat si gembil yang di rindukannya.
__ADS_1
"Bunda kalau pulang jangan lupa bawa boneka yang besaaaaaaaar sekali" dia mengingat-ingat pesan Kinanti yang sebenarnya memang berasal dari janjinya sendiri.
Jingga langsung membuka sebuah aplikasi belanja online di ponselnya. Dia mencari sebuah boneka berukuran besar. Setelah di dapat, dia memesannya segera. Jingga menyimpan kembali ponselnya di meja lalu mulai memutar filmnya.
******
Sudah sekitar satu setengah jam film itu diputar, bukannya menonton film. Malah filmnya yang menonton Jingga tertidur.
Jingga tidur sambil memegangi wadah salad dan sendok. Dia tidur pulas sekali, bahkan suara tembakan yang begitu kencang dari film pun sama sekali tidak mengganggu tidurnya.
Raihan yang mendengar kegaduhan di dalam ruang keluarga langsung masuk saja. Niatnya yang ingin memarahi si penonton film yang berisik itu malah jadi sebaliknya. Dia tidak jadi memarahinya, bagaimana mungkin dia memarahi istri cantiknya yang sedang tidur sepulas itu?
Raihan mematikan tvnya kemudian menutup wadah saladnya rapat-rapat. Bi Iin yang berada di belakangnya langsung sigap meraih wadah salad tersebut dan menyimpannya di kulkas. Raihan membenarkan posisi tidur istrinya di sofa empuk itu. Detik setelahnya dia keluar menuju meja makan.
"Bi? apa istri saya sudah makan?" tanya Raihan sambil menuang air
"Belum tuan" sahut bi Rinah
"No.. nona tidak mau dipanggil nyonya" jawab sifa hati-hati
"Saya akan membangunkan Airin. Dia harus makan sesuatu" Raihan bicara sendiri lalu masuk kembali ke dalam ruang keluarga.
Dia menggoncang tubuh istrinya pelan. Jingga langsung mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Hey tukang tidur" kata Raihan sambil mencubit hidung mancung Jingga. Jingga mengernyitkan dahinya lalu melihat sekitar. Dia baru menyadari bahwa dirinya tertidur di ruang keluarga lagi.
"Apa perut kamu nggak sakit Rin? kata bibi kamu cuma makan buah dari semalem? apa kamu lagi diet? kamu itu nggak perlu diet, walaupun tubuh kamu tidak terlalu tinggi tapi menurut mas itu sudah pas. Proporsional, seksi, mas suka. Nggak usah diet, kalau nanti kamu jadi gendut juga mas nggak masalah, jangan ada diet-diet di antara kita. Ta..." Jingga menutup mulut Raihan yang terus menyerocos itu dengan telunjuknya
"Berisik, siapa yang lagi diet?" jawab Jingga ketus
"Loh nggak diet?" tanya Raihan menaikan kedua alisnya. Jingga menggeleng lalu pergi meninggalkan Raihan yang masih setengah jongkok di depan sofa.
__ADS_1
Raihan mengikuti istrinya, dilihatnya Bhumi sedang mengambil beberapa lauk ke dalam piringnya.
"Makan dulu, isi tenaga buat nanti sore" ucap Bhumi ditujukan untuk Raihan
"Sebentar, gue panggil Airin dulu"
Tak lama kemudian Raihan datang kembali ke meja makan sambil menarik lengan Jingga yang sedang berusaha menahan kantuknya.
Jingga yang melihat Bhumi makan dengan lahapnya hanya geleng-geleng kepala lalu merebahkan kepalanya di meja makan sambil terpejam.
"Ya ampun Airin, kamu mau tidur sampai jam berapa? seenggaknya makan dulu" ucap Raihan sambil menyendok nasi dalam piring. Jingga tetap tak bergeming, Bhumi yang melihat tingkah aneh pasangan suami istri tersebut hanya mengernyitkan dahinya kemudian melanjutkan makan pagi yang dilakukan disiang hari.
"Rin mau ayam atau ikan?" tanya Raihan menggoyang bahu istrinya pelan. Jingga langsung bangun
"Roti aja ya, jangan maksa. Aku lagi nggak pengen makan berat. Please" ucap Jingga dengan wajah memelas. Raihan hanya menghela nafas kemudian mengambil roti gandum tanpa selai di pantry.
"Nih, tapi abisin semua" ketus Raihan. Jingga tidak memperdulikannya, dia hanya memakan dua lembar roti gandum itu kemudian menyimpannya lagi.
"Udah, udah selesai. Aku ngantuk banget ngga bisa melek nih" kata Jingga sambil menunjukan matanya yang terasa berat.
Dia kenapa sih? batin Raihan mengangkat sebelah alisnya setelah melihat Jingga kembali masuk ke kamar.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote biar author semangat nulisnya. Ngantuk-ngantuk di paksa nih 🤣 cuma demi readers.