Aku Hanyalah Janda Biasa

Aku Hanyalah Janda Biasa
Anak haram


__ADS_3

Ray, gue udah nanya sama Mikha. Dia bilang kedatangannya ke Indonesia itu cuma liburan.


Raihan menghela nafas lega setelah ia membaca pesan dari Illona. Raihan langsung menekan tombol back kemudian menulis pesan untuk seseorang.


Assalamualaikum, istriku.


Maaf akhir-akhir ini mas kurang memperhatikan kamu. Sore nanti mas jemput ya, hari ini banyak pekerjaan yang harus mas selesaikan.


Jangan lupa makan, jaga diri baik-baik.


Salam sayang untuk anak-anak kita ❤


Raihan bergegas mandi usai mengirim pesan tersebut mengingat waktu sudah bukan pagi lagi. Bhumi tiba di ruangan Raihan, memberi tahu bahwa James sedang menuju KJ Group.


"Tunggu di ruang meeting Bhum, gue rapi-rapi bentar"


kata Raihan sambil mengancing kemejanya kemudian ia memasang dasinya sendiri.


Erin dan Bhumi duduk berdampingan di ruang meeting di sampingnya tentu saja ada Jerry dan Kemala, hanya kursi Raihan yang masih kosong. James dan beberapa orang-orangnya sudah duduk menunggu kedatangan CEO KJ Group itu.


"Maaf saya terlambat" ucap Raihan yang baru saja tiba


James hanya menarik sudut bibirnya sedikit. "Langsung saja, kedatangan saya kesini sebenarnya..." James menggantung kalimatnya membuat Raihan mendongak


"Saya akan mengakhiri kerja sama antara perusahaan saya dan anda mr.Raihan" James menampakan seringai liciknya. Seketika kecemasan melanda Raihan dan semua bawahannya. Hanya Jerry yang paling tenang duduk di kursinya bersama Kemala.


"Maaf, bisa anda perjelas penyebab anda ingin mengakhiri kerjasama ini?" tanya Raihan pura-pura tenang


"Alasannya sederhana. Hanya ingin saja" James menautkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya, sikunya ia letakan di meja. Jerry yang melihat wajah khawatir Raihan, mendadak geram.


"Beri alasan yang lebih masuk akal!!!! Kau jangan main-main James!" Jerry menggebrak meja dengan mata melotot


"Jaga sopan santunmu anak muda!" ucap pria berusia 40han yang duduk di samping James


"Lakukan sesuatu yang berkesan untukku Ray" ejek James melirik Raihan yang masih diam terpaku


"Bisa tinggalkan kami berdua?" James melirik semua orang dalam ruangan secara bergantian. Detik kemudian para bawahan itu bangun dan meninggalkan ruangan, kecuali Jerry. Sebelum ia pergi dari ruang meeting itu, Jerry terlebih dahulu meletakan bolpoint yang masih dalam penelitiannya. Yaitu bolpoint perekam yang sama seperti yang Raihan miliki. Ia sengaja menyelipkannya kedalam map miliknya. James tak curiga sama sekali.


Kini tinggal James dan Raihan yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Putriku sakit Ray" James memejamkan matanya, ia terlihat putus asa saat mengatakan itu. Raihan hanya menatap datar ke arah James. Dia masih belum paham kemana arah pembicaraan pria keturunan Inggris itu.


"Dia sakit-sakitan sejak lahir" James menarik nafasnya pelan-pelan "Acute Lymphoctic Leukimia dan banyak komplikasi lainnya akibat kemoterapi yang dia lakukan" tambahnya


Raihan masih diam mendengarkan penuturan James "Dia harus segera mendapatkan donor sumsum tulang belakang Ray. Saya dan Mikha tidak bisa menjadi pendonornya" lirih James namun masih terdengar di telinga Raihan


"Saya turut prihatin, dan sepertinya saya hanya bisa mendoakan kesembuhan untuk anakmu dan Mikha" Ucap Raihan tulus


"Kau bisa membantuku Ray!" kata James dengan tatapan teduh. Raihan menautkan kedua alisnya


"Kau bersedia kan?"

__ADS_1


"Saya akan membantu semampu saya, jika itu bukan hal yang sulit. Tapi dengan apa? apa yang bisa saya lakukan untuk putri anda?"


*********


Di kediaman Rus dan keluarganya, Jingga baru saja selesai beribadah. Saat ini dia sedang berbincang kecil dengan Adam dan Ayu istrinya.


"Bunda kupasin" rengek Kinanti membawa satu buah jeruk di tangannya, Jingga dengan sigap mengupas buah jeruk itu untuk putrinya.


"Jadi, mas Adam berapa lama di Dubai?" tanya Jingga


"Cuma satu minggu kok, lagian mas juga pengin ndampingin mbak mu di usia kandungannya yang sudah nggak muda lagi" kata Adam memainkan ponselnya


"Jangan kelamaan, nanti Ayu lahiran nggak ada mas, repot dong" kata Ayu cemberut


"Nggak sayang, mas cuma seminggu. Kalo boleh milih sih mending biar Nora aja yang berangkat. Tapi bos maunya mas yang ngehandle dokumentasi prewedding anaknya itu" Adam menyibak rambut istrinya ke belakang telinganya


"Lagian kenapa harus Dubai sih mas? kan Indonesia juga banyak tempat-tempat keren" celetuk Jingga tak kalah sebalnya


"Gimana sih kamu, namanya juga orang kaya dek. Gengsi dong prewedding cuma di dalam negeri" sahut Adam


"Kamu nggak mungkin sendiri kan mas? Ayu nggak suka loh kalo kamu berduaan sama Nora" ucap Ayu masih melipat wajahnya


"Kan tadi mas bilang, kalo bisa milih mending mas minta Nora yang berangkat. Itu artinya Nora nggak ikut yu. Mas berangkat sama Fadli dan Ojik kok.. tenang aja" Adam mengusap sayang perut Ayu yang sudah besar itu


"Nora itu yang blasteran Ausie kan mba?" tanya Jingga sambil mengingat-ingat wajah Nora. Ayu mengangguk dengan wajah masam


"Pantes aja sih kalo mba Ayu cemburu, aku juga bakal nglakuin hal yang sama. Hahaha cantik banget gitu" Jingga terbahak membuat Ayu semakin kesal dibuatnya


"Kamu sih" bisik Adam menatap kesal adiknya, Jingga hanya memainkan kedua bahunya.


"Kan emang Nora cantik mas, pake banget lagi. Pantes aja lah mba Ayu cemburu, lagian mas Adam pake acara chat-chatan segala" Jingga merasa benar dan tak mau disalahkan


"Chatnya itu cuma nanya sampe mana, kadang ngirim lokasi, ya pokoknya nggak jauh-jauh urusan pekerjaan lah. Tapi mbak kamu tuh, nanggepinnya berlebihan"


"Bukan berlebihan mas, ibu hamil emang gitu. Nggak peka banget sih?" Jingga hendak bangun dari duduknya


"Ngomong-ngomong soal itu, kok kayaknya kamu nggak gampang badmood kaya Ayu yah dek? padahal kamu hamil kembar, tiga lagi" Tanya Adam membuat Jingga menoleh menampilkan senyum kecilnya.


Sebenernya aku juga sama mas. Tapi kalau aku menuruti emosiku seperti mba Ayu, mungkin aku hanya mendapat kesedihan. Karena suamiku tidak seperti mas Adam yang selalu perduli pada istrinya.


Jawaban yang sebenarnya hanya Jingga ucapkan dalam hatinya. Sementara dari bibirnya, ia hanya mampu berucap "Alhamdulillah mas, si kembar nggak menyusahkanku. Aku selalu happy pada kehamilanku kali ini" kemudian Jingga berbalik meninggalkan Adam usai menjawab pertanyaannya.


.


.


.


Raihan mengemudi sendirian kali ini, ia akan menjemput istri cantiknya tanpa Bhumi ataupun bantuan supir. Meski hatinya sedang dilanda kecemasan, namun ia berusaha untuk tidak menunjukannya pada Jingga. Ya, istrinya itu tidak perlu tahu. Raihan tidak ingin menambah beban pikiran untuk Jingga, baginya sudah cukup ia memberi luka terus menerus di hati Jingga. Jadi ia memutuskan untuk menyembunyikan masalah apapun itu untuk kedepannya. Jingga hanya boleh mengetahui semua hal baik, tidak dengan hal buruk.


Berikan anak haram itu padaku!

__ADS_1


Aku sudah mengetahui semua bangkai yang kau simpan bersama istriku!


Aku akan memaafkanmu juga Mikha, asalkan kau merelakan bocah haram itu.


Dia harus mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk putriku! bila perlu semua organnya! organ yang putriku butuhkan!


Bocah haram itu tidak pantas untuk hidup!


Jika kau menolaknya, bukan hanya perusahaanmu yang akan ku hancurkan. Tapi seluruh keluargamu!


Apa kau bisa membayangkan? jutaan karyawanmu di seluruh cabang akan kehilangan pekerjaannya. Kalau aku benar-benar menghancurkanmu Ray!


Aku sengaja tidak memberitahu Mikha bahwa aku sudah mengetahui kebusukan yang kalian sembunyikan. Aku hanya ingin memberinya kejutan! bocah yang sudah ia anggap mati, akhirnya akan benar-benar mati ditanganku!


Sepanjang jalan, Raihan terngiang kalimat-kalimat yang James ucapkan padanya. Sungguh keji! Orang tua macam apa yang rela mengorbankan putranya demi kepentingannya sendiri. Tidak! ini bukan hanya kepentingannya, tapi juga menyangkut kelangsungan hidup seluruh karyawan yang bergantung pada KJ Group.


Ya Allah, selamatkanlah keluargaku. Berikanlah aku petunjuk. Batin Raihan penuh keputus asaan.


Baiklah, aku menerima tawaranmu. Dalam waktu dua minggu kau harus mencarikan pendonor yang benar-benar cocok. Apakah kau mampu? hahaha


Selama ini aku sudah mencarinya! ke seluruh penjuru dunia, hasilnya nihil. Dokter bilang, hanya saudara sekandung yang memungkinkan memiliki tingkat kecocokan lebih besar daripada orang lain!


Kau harus menepati janjimu Ray! jika tidak...


Serahkan anak itu padaku!


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like nya ya readers, vote juga boleh.


Author hanya minta dukungan yang baik dari kalian, supaya author lebih semangat nulisnya 💕


Ini belum di cek ada typonya atau enggak ya!


Yang penting up dulu, besok baru revisi.


Udah ngantuk banget besok harus kerja lagi 😍

__ADS_1


__ADS_2