Aku Hanyalah Janda Biasa

Aku Hanyalah Janda Biasa
Wanita masalalu


__ADS_3

"Airin kamu jangan kerja lagi ya, mas nggak tega lihat kamu begini di kantor, apalagi kalo sambil kerja" ucap Raihan mengusap sayang puncak kepala Jingga yang sedang sibuk dengan ponselnya. Raihan melirik layar ponsel Jingga "Pejuang receh? apa itu rin" Jingga tidak merespons pertanyaan suaminya. Dia mulai terbiasa dengan sikapnya yang selalu mengacuhakan Raihan.


"Han udah belum?" suara Bhumi dari balik pintu kamar


"Masuk aja ,nggak dikunci" sahut Raihan membuat Bhumi melangkahkan kakinya kedalam kamar pasangan suami istri itu


"Eh ada nona ya? saya keluar dulu" kata Bhumi membalik tubuhnya namun Jingga mencegahnya


"Bhum sini deh" ucap Jingga mengisyaratkan tangannya membuat Bhumi mendekat


"Bhum kata suami saya, sekarang saya nggak boleh kerja. Berarti sekarang sudah ada sekertaris baru ya Bhum?" tanya Jingga menatap Bhumi dengan tatapan penasaran


"Sudah nona" jawab Bhumi tersenyum


"Pria, wanita, waria, mana diantaranya Bhum?" tanya Jingga membuat Raihan geleng-geleng kepala memperhatikan istrinya


"Sepertinya wanita" jawab Bhumi jujur


"Kok sepertinya? terus kayak apa Bhum orangnya?" Jingga bertanya dan menatap Bhumi penuh selidik


"Saya bilang sepertinya, karena saya juga belum lihat orangnya, kayak apanya saya juga nggak tahu yang jelas Jerry yang memilihnya" sahut Bhumi membuat Jingga membulatkan mulutnya dan ber oh ria.


"Ooooh, nanti fotoin ya Bhum kaya apa orangnya. Oh iya sebelum sekertaris baru itu bekerja saya minta tolong ya Bhum, barang-barang saya disimpen di ruangan suami saya dulu" kata Jingga datar


"Bhum , bilangin sama bini gue dong. Boleh nggak gue meluk sebentaaaaaaar aja" kata Raihan pada Bhumi


"Jawabin Bhum, maaf banget nggak bisa. Soalnya saya lagi alergi sama orang jahat" ucap Jingga sambil keluar kamar membuat Raihan mencebikan bibirnya, sedangkan Bhumi tertawa terpingkal-pingkal.


*******


Raihan dan Bhumi tiba di KJ Group, hari ini Raihan sudah terlihat lebih fresh, tidak seperti sebelumnya. Raihan sudah kembali merapikan penampilannya, membuktikan bahwa suasana hatinya sudah membaik. Para karyawan yang memperhatikan Raihan pun jadi senyum-senyum sendiri. Sudah tidak akan ada drama marah-marah lagi, pikir mereka.


Raihan dan Bhumi melihat punggung wanita yang membelakanginya, dia berada di jendela besar di lantai 59 dekat dengan ruangan Jerry.


Bhumi terkejut melihat dua wanita itu, sedangkan Raihan tidak perduli karena dia memang tidak mau tahu siapa kedua wanita itu.


Raihan dan Bhumi masuk kedalam ruangannya. Sesampainya didalam, Bhumi menghubungi Jerry melalui telepon kabel di mejanya.


"Bawa kesini Jer" ucap Bhumi kemudian menutup telfonnya. Tak lama kemudian Jerry membawa dua wanita kedalam ruangan Raihan.


Raihan masih sibuk dengan ponselnya


"Istriku, jangan lupa makan. Bilang sama mas kalau kamu pengin makan sesuatu" Bunyi pesan yang ia kirimkan pada Jingga.


"Man, ini dia man" Jerry mengalihkan fokus Raihan dari ponselnya


"Giman.." ucapan Raihan terhenti ketika ia melihat wanita yang dibawa Jerry ke ruangannya. Bhumi hanya diam mematung melihat reaksi bosnya itu.


"Ray?" sapa salah satu wanita yang berdiri di sisi Jerry


Kemala? Beneran itu dia? gumam Bhumi memperhatikan wanita tersebut


"Yang mana?" tanya Raihan mengacuhkan sapaan wanita itu.


"Mana deh bebas, terserah lo man. Sexy dan cantik semua.. gue mah ini oke, itu juga oke" sahut Jerry sumringah


"Kamu, kemari" kata Raihan menunjuk wanita di sebelahnya lagi, wanita itu menurut maju beberapa langkah hingga mendekat ke meja Raihan.


"Siapa nama kamu?" Raihan bertanya dengan wajah dinginnya


"Erina Anggita Sari pak" jawab wanita tersebut


"Kamu jadi sekertaris saya mulai hari ini" ucap Raihan membuat Jerry sedikit terkejut


"Lo nggak mau dia man?" tanya Jerry menunjuk wanita satunya lagi


"Nona Kemala Anggraeni ? silahkan.. mulai hari ini anda bekerja dengan wakil saya, Jerry" kata Raihan membuat Kemala sedikit sedih.


"Baik pak, saya permisi" Kemala keluar ruangan dengan wajah sendu


Syukurlah Ray, kamu sehat dan semakin sukses. Benar apa kata Felicia, jika saja dulu aku terus bertahan disisimu. Mungkin kamu akan kesusahan, karena aku memang wanita pembawa sial. Kemala membatin dengan perasaan sedihnya.


"Ayolah man, gue suka yang ini" rengek Jerry pada Raihan


"Nggak bisa, lo keluar sana. Ngrusak pemandangan aja" gerutu Raihan sambil menyalakan laptopnya, dengan langkah gontai Jerry akhirnya keluar dari ruangan Raihan


"Bhum, ajak dia beli rok yang lebih panjang. Kayak Airin gitu anggun-anggun sopan. Lo tau lah selera bini gue" ucap Raihan


"Lah, kok disamain sama bini lo?" Bhumi tergelak

__ADS_1


"Roknya doang Bhum, itu lagian dia pake apaan sih kependekan. Nggak suka gue !" ucap Raihan menatap Erin sinis


"Saya bisa sendiri pak, saya tahu jelas selera istri bapak karena kebetulan saya sahabatnya waktu kuliah" ucap Erin


"Eh , apa kamu bilang barusan?" Raihan mengernyitkan dahinya


"Saya dan istri bapak berteman baik hingga sekarang, bahkan kemarin waktu istri bapak liburan di bogor, saya juga menginap disana" jawab Erin jujur


"Eh ya ampun, bagus lah kalau gitu. Saya jadi bisa nanya-nanya tentang istri saya waktu kuliah dulu ya, sama kamu" seulas senyuman terbit dari wajah tampan Raihan


"Sudah sana kamu belanja, pakai ini" Raihan mengeluarkan sebuah kartu berwarna silver


"Pakai sesuai kebutuhanmu, kalau sudah berikan kartunya pada Bhumi" tambahnya lagi


"Baik pak" Erin pamit undur diri dan langsung pergj menuju mall dekat KJ Group


"Lo nggak papa? ada Kemala di kantor kita" ucap Bhumi tiba-tiba sambil melirik Raihan


"Apa-apa sih sebenernya, tapi bukan perasaan dulu yang gue rasain. Cuma canggung aja kerja sekantor bahkan satu lantai sama dia. Tapi nggak mungkin gue pecat dia kan?" jawab Raihan kemudian menggigit bibir bawahnya


"Iya sih, kerja juga belum masa iya di pecat. Yang penting dia nggak ganggu lo aja" sahut Bhumi


"Kalo Airin tau gimana ya Bhum? gue males kalo harus ribut lagi" Raihan sedikit cemas bilamana istrinya mengetahui ada seorang wanita di masalalunya yang tiba-tiba muncul di kehidupannya sekarang


"Gue rasa dia pinter kok, dia tahu mana masalah yang berkualitas dan yang enggak perlu diributin" kata Bhumi tersenyum kecil


********


Di kediaman Sulaiman, Jingga sedang berbaring di ranjang tidurnya setelah menghabiskan 3 buah pear segar yang kemudian dimuntahkan kembali.


Drrrtttt drrrtttt , ponsel Jingga bergetar tanda pesan masuk


Beb, gue mau cerita sama lo tapi jangan kaget ya?


Jingga mengernyitkan dahi mendapat sebuah pesan dari salah satu sahabatnya, kemudian dia membalasnya


Apaan deh?


detik kemudian Erin menjawab pesan Jingga


Gue udah kerja, gue diterima di KJ Group gantiin lo jadi sekertaris suami lo. hehehehe jangan kaget yaaa


Oke , jangan lupa awasin suami gue ! selamat ya, kita harus rayain. Kata Jingga kemudian meletakan ponselnya di atas nakas


********


Tok.. tok..


"Masuk" ucap Raihan mendengar ketukan pintu ruangannya


"Pak saya diminta pak Jerry memberikan dokumen ini pada bapak" kata Kemala menjelaskan


"Oh , taruh disitu" Raihan menunjuk meja pendek didepan sofa ruang kerjanya tanpa menatap Kemala. Kemala pun keluar dari ruangan Raihan setelah membungkuk berpamitan


Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Raihan langsung bergegas melaksanakan ibadah setelah tadi sempat menundanya karena meeting dadakan. Kemudian Raihan masuk ke ruangannya


"Bhum gue duluan balik ya, kangen Airin" Raihan menyengir seperti kuda membuat Bhumi hanya geleng kepala kemudian melempar kunci mobil Raihan


"Gue pake yang ini ya" kata Bhumi menunjukan kunci mobil pajero milik Raihan. Raihan mengangguk kemudian meninggalkan ruangannya


"Erin? kamu kalo bingung , apa mau tanya sesuatu sama Bhumi aja. Selain Sholeh dia juga baik hati loh" katanya sumringah , Erin hanya tersenyum melihat bosnya yang sedang ceria sore ini.


Raihan menuju lift khusus presiden direktur, sesaat setelah dia masuk. Tiba-tiba Kemala menyusulnya.


Raihan mengacuhkannya, menekan tombol B yang artinya dia akan menuju ke basement tempat dimana mobilnya terparkir.


"Ray?" panggil Kemala gugup


"Kamu yang sopan, saya bos kamu disini" ucap Raihan dengan nada kesal


"Tapi nggak ada siapapun disini" Kemala menjawab dengan percaya diri


"Tapi ada cctv , jangan macam-macam kamu sama saya ya ! saya bisa pecat kamu sekarang juga" Raihan memelototi mata indah Kemala, tubuh Kemala jadi sedikit bergetar karena baru pertama kali ia dikasari oleh Raihan selama ia mengenalnya.


"Saya nggak minta macem-macem. Saya pengin ngobrol aja sebentar, bisa kan?" ucap Kemala dengan nada bergetar


"Maaf, istri saya sedang menunggu dirumah" jawab Raihan datar


"Lain waktu bisa ?" tanya Kemala

__ADS_1


"Saya nggak janji. Karena saya nggak akan pernah ada waktu untuk kamu diluar jam kerja" jawab Raihan kemudian mereka tiba di basement. Kemala mengikuti Raihan seakan ingin mengantar Raihan sampai naik ke mobilnya. Raihan hanya mengacuhkan wanita itu, Raihan benar-benar tidak perduli.


Dasar tak tahu malu ! gerutu Raihan dalam hati.


Dalam perjalanan Raihan menghubungi Jingga beberapa kali namun istri cantiknya itu tak kunjung menjawab panggilannya. Kemudian Raihan menghubungi nomor Maryam


"Assalamualaikum mi"


.....


"Mi tanyain Airin pengin makan apa, Raihan lagi jalan pulang"


.....


"Cakwe mi? belinya dimana cakwe itu?"


.....


"Oh oke mi, ada lagi?"


.....


"Roti buaya? oke oke siap mi. Bilangin sama Airin ya mi, Raihan kangen. Hehehehe" kemudian Raihan mematikan ponselnya sambil tersenyum membayangkan wajah istri cantiknya.


*******


Setibanya di rumah , Raihan langsung masuk ke kamarnya setelah meletakan makanan pesanan Jingga. Raihan datang berhamburan memeluk Jingga secara tiba-tiba. Jingga langsung melepas paksa pelukan Raihan dan lari ke kamar mandi.


"Hoeeekkk.. hoeeekkk" Jingga memuntahkan isi perutnya lagi untuk yang ke sekian kalinya. Raihan bermaksud membantu Jingga dengan memijit tengkuknya seperti biasa namun dengan cepat Jingga mencegah langkah suaminya.


"Kamu mandi dulu, tolong jangan sampai bau wangi. Aku udah cape muntah seharian ini" katanya sambil menutup lubang hidungnya kemudian lari keluar kamar meninggalkan Raihan yang masih diam mematung.


Jingga menuju dapur, dilihatnya seorang maid sedang memotong roti buaya berukuran besar. Seketika mata Jingga membulat penuh, dan mulai berkaca-kaca. "Huaaaaaa hiks.. hikss.. huuu huu" tangis Jingga pecah membuat seisi rumah berkumpul di meja makan tempat Jingga berdiri.


"Kenapa sayang kenapa?" tanya Maryam pada menantu kesayangannya. Delisa mengernyitkan dahinya melihat iparnya yang menangis seperti anak kecil.


"Hikss.. mi.. huuuu huu.." Jingga tak sanggup menjelaskan alasannya menangis, dia terlalu malu.


Setelah beberapa saat Jingga menyelesaikan drama tangisnya, Raihan keluar masih menggunakan bathrobe sepertinya ia baru usai mandi kilat.


"Kenapa ?" tanya Raihan menatap Jingga heran


"Iya kenapa non?" tanya maid yang tadi memotong roti pesanan Jingga.


"Bibi kenapa rotinya di potong-potong Huaaaa... hiks hiks.. aku pengen makannya utuh. Hiks.. hiks" kata Jingga masih tersedu. Raihan menepuk jidatnya


"Ya Allah, maafin mas rin. Mas nggak tahu kalo kamu mau makannya utuh , tadi mas yang nyuruh bibi motong rotinya karena terlalu besar kalo menurut mas" sesal Raihan kemudian memeluk Jingga. Bukannya membaik mendengar penjelasan suaminya, Jingga malah makin mengencangkan suara tangisnya. Benar-benar hobi baru yang aneh . Batin Raihan


"Sudah-sudah, kita beli lagi ya. Mas ganti baju dulu" Raihan masuk ke kamarnya, beberapa menit kemudian Raihan sudah rapi dengan baju santainya. Celana berwarna cream selutut dengan kaos hitam polos sedikit mencetak bentuk tubuh kekarnya.


"Mau ikut atau dirumah aja rin?" tanya Raihan memain kan kedua alisnya. Tanpa menjawab, Jingga langsung keluar dan masuk ke dalam mobil Raihan tak lupa ia membawa cakwe yang dipesannya pada Raihan sebelum pulang kerja.


"Sana pumpung mau, sekalian dirayu biar nggak marah lagi sama kamu" ucap Maryam pada Raihan, detik selanjutnya Raihan mengecup pipi kiri Maryam.


"Doain ya mi" katanya membuat Maryam mengangguk sambil tersenyum


.


.


.


.


.


.


.


.


Hari ini author lagi free, besok ngejob lagi


Tapi Insha Allah tetep up buat besok


Jangan lupa like dan vote nya dong 🥰🥰


Terimakasih readers setia ku

__ADS_1


__ADS_2