
Malam yang indah mereka lalui, telah berganti menjadi siang. Mentari pagi masuk ke celah celah lubang rumah kayu tersebut. Kicauan burung mengusik tidur nyenyak nya kedua sejoli yang baru beberapa jam sudah menjadi sepasang tunangan itu.
"Eung! "Suara lenguhan lolos keluar dari bibir kecil wanita cantik yang tengah tertidur itu.
Siapa lagi jika bukan fasyin syafania. Fasyin membuka matanya dengan perlahan, menyesuaikan cahaya yang menyinari matanya. Dengan perlahan fasyin membuka mata dan pandangannya pun mulai terlihat jelas.
Namun! Saat ia hendak bangun. Tiba tiba saja tubuhnya terasa berat karna ada sebuah tangan kekar yang memeluk pinggangnya.
Fasyin menatap Arya dengan seksama. Sungguh! Dalam keadaan tidur saja, aura ketampanan nya masih begitu sempurna. Tanpa sadar tangannya membelai wajah Arya yang ditumbuhi bulu bulu halus. Fasyin tidak tau saja. Jika Arya saat ini tengah menikmati sentuhan demi sentuhan dari fasyin.
Arya sudah bangun sejak satu jam yang lalu. Namun Arya memilih untuk berpura pura tidur saat fasyin mulai terbangun.
"Lagi tidur saja tampannya seperti ini, apalagi jika dia terbangun. Aku yakin! Diluar sana banyak perempuan yang tergila gila dengannya. " Gumam fasyin tanpa sadar
Arya yang memang tidak tertidur sama sekali, tentu tertawa puas dalam hatinya. Sebab fasyin memuji dirinya tampan.
"Aku tau, aku tampan. Jadi, kau tak perlu mengagumi ku sampai seperti itu. " Gumam Arya dengan suara seraknya
Fasyin tersentak dan dengan segera menjauhkan tangannya dari wajah arya. Sumpah Demi apapun wajah fasyin saat ini sudah merah seperti kepiting rebus.
Dirinya malu akibat ketauan oleh Arya karna telah mengaguminya. Arya bangun dan menatap fasyin dengan lekat. Lucu sekali calon istrinya ini. Bisa bisanya dia malu dan menutupi wajahnya hanya karna ketauan telah memuji Arya.
"Kenapa kau menutup wajah mu hmm. " Ucap Arya menjauhkan tangan fasyin
"Aku malu mas! " Cicit fasyin dengan pelan namun Arya masih dapat dengan jelas mendengarkan nya.
Arya menangkup wajah fasyin seraya berkata. " Apa yang perlu kamu malukan? Bukankah kita ini sepasang tunangan? Jadi menurut ku wajar saja jika kau memuji ku. Aku juga ingin memuji mu. Bahwa kau itu cantik! Cantik sekali. Oh bukan sekali! Tapi sangat, sangat, sangat cantiiiikkkkk. " Kata Arya pada fasyin yang membuat fasyin menjadi salah tingkah.
"Berhenti menggodaku! Ayo pulang! Aku lapar. " Ucap fasyin menyampaikan keinginan nya. Dirinya sudah lapar sekali karna tidak makan apapun selain di restoran tempat dimana Arya melamarnya
"Kau lapar? Ingin pesan apa? Gunakan saja ponselku, kau bisa memesan apapun yang kau inginkan. " Kata Arya memberikan ponselnya.
__ADS_1
Fasyin menerima ponsel itu dan menatap Arya. "Sungguh? Apapun itu? "
"Ya. Apapun itu." Jawab Arya santai
Fasyin melirik ponsel Arya. Dan membukanya, sungguh fasyin dibuat terkejut oleh ponsel milik Arya. Yang pertama ponselnya tidak menggunakan sandi apapun itu. Dan yang kedua adalah foto fasyin.
"Mas! Kapan kamu mengambil foto ini? " Tanya fasyin tak percaya
Arya nyengir dengan tampang bodohnya. " Kemarin. Hehehe maaf. Aku telah mengambil fotomu secara diam diam. "
Fasyin hanya memasang wajah cemberut. Bagaimana tidak? Jika foto yang dijadikan Arya sebagai wallpaper nya adalah. Foto fasyin berjongkok sambil menanam bunga dikebun rumah milik Arya. Tapi bukan itu yang membuat fasyin menjadi cemberut. Melainkan wajahnya yang amat sangat memalukan.
Dengan posisi jongkok, muka yang penuh dengan kotoran tanah. Belum lagi dengan mulut yang menguap lebar. Benar benar memalukan.
"Ganti mas! Itu sangat memalukan. " Ucap fasyin merengek
"Kenapa? Foto ini bagus kok. " Jahil Arya
"Aku bilang ganti mas. Aku malu" Kata fasyin dengan mata yang berkaca kaca. Entahlah dirinya juga tidak tau, kenapa hanya masalah foto saja ia hampir menangis seperti itu.
Arya panik dan dengan segera merebut ponsel itu. "Eh iya iya. Aku ganti! Jangan nangis dong. " Ucap Arya yang langsung mengganti wallpaper hp tersebut dengan foto fasyin yang lebih cantik lagi.
Dengan gaya duduk yang anggun. Pandangan kesamping, foto itu Arya ambil secara diam diam saat membawa fasyin makan direstoran Jepang malam itu. Fasyin yang memang tengah sibuk mengagumi restoran itu, tentu tidak sadar jika Arya telah mengambil gambar dirinya.
"Nih sudah. " Ucap Arya menyodorkan ponsel itu kembali
Fasyin menerima nya. Dan tersenyum senang, awalnya sempat heran dengan wallpaper yang baru, kapan Arya mengambil foto dirinya? Kenapa ia bisa tidak sadar? Namun karna fasyin yang memang sudah kelaparan akhirnya memilih cuek, dan fokus memesan makanan..
**
**
__ADS_1
Tok!
Tok!
Tok!
Ceklek!
"Selamat pagi tante! " Ucap Naura dengan wajah sumringah nya
Yang bertamu ke rumah Arya adalah Naura. Entah angin apa yang membawanya hingga pagi pagi buta sudah bertamu ke kediaman milik keluarga Arya.
"Akh! Gadis ini. Kenapa pagi pagi buta seperti ini sudah bertamu kerumah orang? Apakah dia tidak memiliki pekerjaan? Sehingga bertamu di jam yang tidak seharusnya. " Batin mega.
Namun mega tetap melayani dengan wajah yang seperti biasanya. "Pagi Naura! Ada apa? Tumben pagi pagi sekali sudah datang kesini. " Ucap mega seramah mungkin
"Hehehe! Nggak ada apa apa kok tan. Saya kesini cuma mau ketemu sama Arya! Arya nya ada tan? " Tanya Naura memberi tau maksud dan tujuannya.
Mega sudah dapat menebak jika yang dicari oleh Naura adalah Arya. Namun mega tetap bersikap seolah tidak tau apa apa.
"Oh Arya! Arya nya lagi nggak ada. Kebetulan dia belum pulang dari kemarin sama calon istrinya. " Ucap mega menekankan kata calon dikalimat akhirnya
"Ap-apa tante? Calon istri? Naura nggak salah denger tan? Maksud tante calon istri siapa! " Tanya Naura tidak mengerti
"Nggak kamu nggak salah denger. Arya belum pulang dari kemarin sama calon istrinya. " Ulang mega lagi dengan pembicaraan gaya lambat, agar Naura semakin jelas mendengarnya.
Jujur saja! Mega melakukan ini semua karna sejujurnya mega tidak suka, dengan Naura. Baginya Naura ini hanya benalu untuk putranya. Dan lebih lebih lagi sekarang Arya dan fasyin sudah bertunangan.
Mega sebisa mungkin akan menjauhkan Naura dari Arya dan juga fasyin. Agar tidak terjadi sesuatu dengan hubungan mereka nanti.
"Lho? Jadi Naura bener nggak salah denger? Kapan Arya tunangan nya tante? Kok Naura nggak tau sama sekali ya? Terus terus, kok Arya juga nggak ngasih tau ke Naura dulu, kalo mau tunangan? Kalo boleh tau, siapa calon istrinya Arya tan? Apakah cantik? Apakah kaya raya? Apakah seksi? Atau justru lebih cantikan Naura? " Cecar Naura dengan beberapa pertanyaan yang membuat mega semakin pusing.
__ADS_1
"Duh stop? Pertanyaan kamu ini ya, benar benar membuat saya pusing. Oke saya akan jawab dengan satu persatu dulu. Mohon kamu dengarkan ini baik baik ya..