Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 34


__ADS_3

Setelah membawa dea bertemu dengan dokter untuk mendonorkan darahnya. Kini operasi fasyin berjalan dengan baik. Semua menunggu dengan harap harap cemas dan mendoakan agar operasi ini berjalan dengan jalan.


Hal yang serupa pun dapat dea rasakan. Arya menepati janjinya untuk membantu dea membayarkan seluruh biaya operasinya. Dan kini dirinya sudah berada di ruangan milik ibunya, menanti agar ibunya itu tersadar.


**


**


"Mas, kamu nggak ada niatan cari kerja lainkah? " Tanya ziah pada Diki.


Semenjak suaminya itu mengalami bangkrut. Karna Arya mencabut seluruh dana nya, dan juga membuat para pengusaha lain tak ingin bekerja sama lagi diperusahaan miliknya. Kini mereka semua hanya tinggal dirumah kecil yang sederhana. Karna hanya itu yang mampu mereka tinggali saat ini.


Tapi beruntung nya rumah itu adalah peninggalan m8lik kedua orang tua ziah dulu. Jadi mereka tak perlu repot menyewa dan juga membayar uang kontrakan setiap bulannya.


"Tidak ada yang akan mau menerima ki bekerja mah. Jika Arya sialan itu udah bertindak. Maka tidak akan ada satu perusahaan pun yang bersedia menerima ki bekerja, meski pun hanya sebagai office boy! " Umpat Diki kesal


Bagaimana tidak kesal. Setiap hari selalu ini yang ditanyakan ziah padanya. Dirinya pusing harus mencari pekerjaan kemana lagi. Mana dirinya juga terlilit hutang, akibat kalah dari main judi.


Dulu Diki tidak pernah sama sekali menyentuh dunia perjudian. Namun semenjak dirinya jatuh miskin, Diki jadi tercandu main judi dan juga mabok mabokan. Kegiatan itu terus ia lakukan setiap malamnya. Bahkan dirinya juga harus jarang pulang karna kegiatannya yang sama sekali tidak memiliki hasil itu.

__ADS_1


"Kok malah kesal, sama mama sih pah? Seharusnya papa itu mulai cari kerja buat butuhin kehidupan kita sehari sehari. Bukan lah mabokan nggak jelas, yang akhirnya membuat kita jadi berhutang kesana kemari. " Jawab ziah tak Terima.


Dirinya yang tidak tau apa apa tentu kesal karna menjadi lampiasan kekesal Diki padanya. "Bisa nggak, sih jangan cerewet! Ini juga gara gara Arya sialan itu. Dia bahkan menarik semua dana nya, tanpa persetujuan dari papa dulu. Kamu juga ikut salah tau nggak sih mah. Seharusnya sebagai istri kamu itu bantu aku buat cari uang, bukan malah berdiam diri dan ngomel nggak jelas aja. "Ucapnya pada panjang lebar.


" Papa kira mama diam aja dirumah? Nggak sama sekali! Mama juga lagi nyari kerjaan kesana kemari buat makan kita sehari hari. Meski belum dapat, tapi mama bersyukur banget ada tetangga yang mau ngasih kerjaan, walaupun upahnya nggak seberapa. "Bela ziah.


Ziah memang bekerja pada tetangga sebelah rumahnya, sebagai buruh cuci dan juga setrika. Itupun hanya digajih dengan tiga puluh ribu setiap telah selesai dengan pekerjaan nya. tapi setidaknya dengan gajih seperti itu dirinya masih bisa makan meski dengan lauk yang seadanya.


"Gajih segitu dapat apa sih mah? Makan juga cuma tahu tempe goreng. Sama terong rebus. Itu aja tiap hari. Ck! Kenapa mama nggak kerja di bar aja kaya sesil. Kan kalo ada yang booking mama, lumayan uangnya untuk papa main judi lagi. " Terang Diki yang membuat ziah tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu


Ya.. Diki memang sudah mengetahui pekerjaan sesil setiap pulang sekolah. Dan Diki mendukungnya karna berkat sesil yang bekerja diduni malam membuat Diki kejatuhan lembara merah nya untuk bermain judi.


Jauh sebelum mereka jatuh miskin. Sesil sudah berbuat hal seperti ini. Namun bedanya, waktu itu masih sembunyi sembunyi, dan sekarang terang terangan. Karna ada alasan untuk dirinya. Selain menunjang gaya hidupnya yang super woow. Dirinya juga harus mencari uang lebih banyak lagi agar semua kebutuhannya Terkecukupi.


Dengan hidup yang serba sederhana Seperti ini, tentu membuat dirinya menjadi tak sebebas dan seboros seperti dulu lagi. Itulah kenapa dirinya mencari jalur cepat untuk mendapatkan uang!!


"Tega ya kamu mas. Kamu malah nyuruh aku bekerja ditempat haram itu, hanya demi uang? Aku ini istri kamu loh mas. Bukan pelac*ur kamu yang bisa kamu suruh suruh buat terjun ke dunia malam seperti itu? Lagian sudah untung aku bantu cari uang, dengan cara menjadi babu agar kita semua bisa makan. Meski hanya seadanya setidaknya kita masih bisa makan. Malah, diluaran sana masih banyak lagi orang yang tidak dapat makan. Seharunya kamu itu bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan. Kamu juga sebagai kepala rumah tangga seharusnya bantu aku buat nyari uang, Bukan malah ngongkang kaki dirumah seperti ini! Inisiatif kek lamar kerja dimana. Mungkin kalo kantoran memang nggak akan ada yang nerima kamu, tapi kan ada banyak pekerjaan lain selain kantoran diluar sana. Aku tuh capek mas! Capeek! Tiap hari aku kerja, kamu enak enakan siang tidur seharian, malam kamu pergi main judi yang nggak ada manfaatnya sama sekali! Pergi malam pulang subuh, dengan keadaan mabok. Sadar mas sadar! Ingat umur. Seharusnya kamu itu bisa berubah lebih baik lagi dengan kejadian yang menimpa kamu saat ini. Mungkin saja ini adalah teguran Tuhan sama kamu, karna kamu selalu memiliki sifat angkuh. Kamu itu__"


"Stooppp! Cukuup! Berhenti berbicara lagi ziah! Kuping ku panas mendengar celotehan kau itu. Dari pada mendengar celotehan nggak jelas kamu itu, lebih baik aku tidur agar nanti malam tubuhku segar, saat bermain judi. " Potong Diki kemotong cepat kalimat ziah. Klau dirinya pun melengos pergi menuju kamarnya begitu saja

__ADS_1


Meninggalkan ziah yang menatap nya dengan pandangan nanar. "Astaghfirullahalazim! Ya allah, lelah sudah aku memberi taunya. Entah harus cara seperti apa lagi, agar mas Diki bisa sadar. " Gumam ziah mengelus dadanya.


**


**


Ceklek!


Lampu ruangan operasi mati dan pintu pun terbuka. Seorang dokter cantik keluar dengan masker diwajahnya. Namun tak dapat dipungkiri jika tersorot dari matanya kebahagiaan.


"Bagaimana dok? Apa operasi nya lancar? Gimana keadaan calon istri saya. " Ucap Arya langsung berdiri dan mencecar pertanyaan pada sang dokter paruh baya namun masih terlihat cantik diusianya yang sudah memasuki kepala tiga.


"Alhamdulillah. Operasi berjalan dengan lancar tuan dan nyonya. Keadaan nona fasyin dan bayi nya selamat. Namun karna terlahir prematur jadi kita harus memindahkan nya keruangan NICU terlebih dahulu. " Terang dokter tersebut


Arya dan yang lainnya ikut tersenyum. "Alhamdulillah. Apa kita sudah boleh untuk menjenguk nya dok? " Tanya Arya yang sudah tidak sabaran


"Boleh. Tapi dimohon untuk tidak menggangunya terlebih dahulu tuan. Karna kondisi nona fasyin saat ini masih dalam keadaan tertidur akibat suntikan bius yang kami berikan. " Jawab dokter itu.


"Baiklah. Terimakasih sebelum nya dokter. " Ucap Arya dan dokter hanya mengangguk saja sebagai jawabannya.

__ADS_1


Sepeninggal nya dokter itu. Arya dan yang lainnya masuk kedalam ruangan dimana fasyin dirawat. Namun sebelum itu fasyin sudah terlebih dahulu dipindahkan keruangan lain agar bisa dengan leluasa untuk menjenguk nya.


__ADS_2