
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kini usia baby balqis sudah memasuki usia 5 bulan. dan selama itu pula kehidupan arya,fasyin dan keluarga bahagia serta damai
contohnya pagi ini,semua keluarga tengah berkumpul diruang keluarga untuk bermain bersama baby balqis. semua duduk di karpet bulu sambil bersenda gurau bersama baby balqis.
apa lagi bayi itu sudah bisa tengkurap,dan mengerti jika diajak berbicara. meski tidak tau apa yang dibicarakan, namun bayi itu tetap merespon dengan ciri khas gayanya,
"bu, bibi. hari ini nia ingin pergi ktaman boleh ya? udah lama banget nia nggak kesana, sekalian ajak baby balqis juga." ucap fasyin membuka suara
"taman dimana sayang? kalo deket boleh kok, asal janganjauh jauh. kesian cucu oma yang cantik ini!" ucap mommy mega yang membuat baby balqis tersenyum kecil memperlihat gusinya yang belum ditumbuhi gigi.
"dekat kok bu, taman dekat komplek kita aja." jawab fasyin sekenanya
"ohh,boleh! tapi ditemani bibi ya, jangan pergi sendiri. mommy ngga bisa nemennin kamu, karna hari ini mommy ada urusan sama teman teman arisan," jawab mommy mega
"oke bu," ucap fasyin tersenyum
***
berbeda dengan kediaman rumah arya tadi, dikantor arya saat ini tengah mengalami ketegangan. tomi yang akhir akhir ini berdiam diri dan tanpa kabar justru tengah bermain api dibelakang arya.
ya, semenjak kejadian malam tepung tawarnya balgis waktu itu. tomi tak pernah lagi terlihat batang hidungnya, arya sempat mengira jika tomi fokus mengurus anak perusahaannya.
akan tetapi itu semua salah. tomi dan juga indri justru kabur dengan membawa uang milyaran rupiah, bukan hanya ittu saja tomi juga menjual beberapa aset perusaha'an dan membocorkan semua info info penting kepada para musuh ke dunia perbisnisan lain, dan menjualnya dengan harga yang lumayan tinggi.
tentu para musuh tidak masalah dengan harga yang tinggi itu, karna yang terpenting bagi mereka adalah berkas penting dimana disitu isinya adalah rencana rencana untuk membuat perusahan arya semakinn pesat.
"bangsat! bajingan! Manusia sialan itu dengan beraninya dia menjual berkas penting kepada musuh, dan mengambil seluruh uang perusahan!" arya mengumpat dengan emosi memuncah
"apa kau sudah dapat info kemana bedebah sialan itu kabur?" tanya arya dingin pada edwin.
"belum, tapi beberapa anak buahku sudah berpencar untuk mencarinya." jawab edwin mantap
"suruh para anak buah mu untuk mencari dan menemukannya dengan cepat! aku tidak suka jika harus menunggu lama" ucap arya tegas
"baik. "jawab edwin dan langsung keluar dari ruangan arya, namun sebelum itu tak lupa edwin membungkuk hormat.
"Aaaarrrghhh! keparat! tomi situa bangka itu, berani sekali dia bermain api dibelakang ku. lihat saja, ketika aku menemukanmu, maka aku akan menguliti tubuh mu itu dengan hidup hidup,"desis arya tajam.
***
"om," panggil sesil pelan dengan nada yang manja
"yes honey, ada apa hmm." tanya om burhan lelaki yang saat ini sudah terkulai lemas diatas ranjangnya.
ya, malam tadi adalah malam yang indah yang telah ia lewati bersama sesil. karna malam tadi adalah malam minggu jadi ia mengajak seseil untuk ke bar dan minum barsama.
ketika mereka sudah hampir tepar, burhan langsung saja membawa sesil kehotel yang letaknya tak jauh dari bar tesebut. meski sudah memakai sesil untuk menjadi pemuas nafsunya, tak membuat burhan bosan sama sekali.
banyak wanita yang sudah ia pakai, namun hanya sesilah yang mampu membuatnya mabuk kepayang ingga merem melek, kepuasan yang belum pernah ia dapatkan dari santi istri sahnya.
sesil mampu membuatnya seperti muda lagi, dengan service yang sesil berikan padanya. tentunya dengan service sesil yang oke dan indihoy, burhan tak segan mengeluarkan ang banyak agar hasratnya terpenuhi
"apa, om puas dengan permainanku?" tanya sesil
"tentu saja. lama tidak bertemu, ternyata kau min ahli dan pintar ya ketika diatas. om sangat puas sekali."pujinya sambil mencium puncak kepala sesil dengan lembut.
"Kali ini, aku ingin bayarannya bukan uang om, aku ingin mobil mercy pengeluaran terbaru. " Jawab sesil lembut selembut lembutnya.
"Mercy? Tentu boleh, tapi dengan syarat kau harus melayani aku lagi, " Ucap burhan dengan tatapan mesum miliknya.
"Beneran om? Om bakal beliin aku mobil mercy keliatan terbaru, " Tanya sesil memastikan.
"Iya. Om akan belikan apapun untukmu asalkan siang hingga esok pagi menjelang, kau siap melayaniku. "
__ADS_1
Sesil terdiam. Jika seperti itu, maka dapat dipastikan jika tubuhnya akan remuk tak bertulang, tapi biarlah yang terpenting ia mendapatkan mobil mercy yang sudah menjadi impian nya sejak lama.
"Oke, aku akan melayani om hingga besok. Asalkan esok pagi mobil itu sudah dihadapanku, gimana? " Ucap sesil memberi syarat
"Gampang kalo perihal itu, sekarang ayo puaskan om. " Jawab burhan
Mereka pun akhirnya mengulang kembali permainan panas tersebut. Dan sesil tak mempermasalahkan asalkan mobil yang ia inginkan berada digenggannya.
Untuk uang? Sesil tidak memikirkan akan hal itu. Karna uang pemberian dari om Abraham masih banyak, hasil dari pergelutan panasnya beberapa tempo lalu.
***
Bi, bibi. Ayo bi mumpun cuaca hari ini cerah, "panggil fasyin dari arah luar.
Sore ini fasyin dan bi surti berniat untuk berkeliling taman yang letaknya tak jauh dari kediaman rumah keluarga Dwipangga.
" Iya nduk, sebentaaar. "Teriak bik surti dari dalam
" Nah, sudah. Ayo nduk, "ajaknya lagi
"Bibi ngapain? " Tanya fasyin
"Oh, ini bibi ambilin topi sama roti untuk cemilan baby balqis nduk. Sekalian bibi juga bawa cemilan dan minuman untuk kita. Biar nggak harus, lagian ini sudah pasti sehat kalo kita beli ditaman takut nggak sehat untuk kita ataupun baby balqis. " Jawab bik surti menenteng tas kecil
"Oh yaudah, ayo bik. " Ucap fasyin bersemangat
Mereka pun akhirnya berjalan menuju taman komplek dengan jalan kaki bersama sama. Dengan fasyin yang menenteng tas kecil dan bIk surti yang membawa baby stroller.
Tak butuh waktu lama, fasyin dan juga bik surti tiba di taman komplek sungguh, begitu ramai sekali yang datang untuk bersantai. Ada yang datang bersama keluarga lengkap dan membentang tikar direrumput yang hijau, ada juga yang datang hanya bersama anak anak saja. Bahkan pasangan muda yang hanya berpacaran juga turut hadir meramaikan taman tersebut.
Setiap pinggir taman di penuhi dengan orang yang berjualan bermacam macam aneka. Fasyin sangat senang melihatnya, meski ini adalah taman khusus komplek namun mereka tak segan untuk menyuruh beberapa pedagang kaki lima untuk berjualan disana.
Meski hanya seminggu sekali, atau tepatnya setiap hari minggu saja tapi mereka tetap hadir dan berjualan. Karna bagi mereka hanya ditaman komplek itu yang bisa menghasilkan uang lebih banyak ketimbang hari viasa, dimana mereka berjualan ditepi jalanan.
Mereka pun duduk di bangku sana, dengan baby balqis yang menghadap kearah mereka. "Rame banget ya bik. Nia belum pernah kesini sebelumnya. " Ucap nia mengedarkan pandangan
"Iya nduk, bibi juga baru ini datang kemari. Ternyata kalo komplek rumah orang kaya, tamannya kaya gini ya, berbeda dengan taman yang ada dikomplek tuan Diki du. " Ujar bik surti
"Lah? Emang ada taman juga bik, didekat rumah papa? " Tanya fasyin dengan alis berkerut
"Ada non, bibi pernah kesana sekali. Waktu itu nyonya ziah nyuruh bibi ikut bantu nyariin non sesil, karna waktu non sesil kecil suka banget kabur kaburan. " Jawabnya
"Kok nia nggak tau ya bi? Memangnya waktu itu nia kemana? " Tanya nya lagi
"Kamu tidur nduk, ingat nggak waktu bibi lagi ajarin kamu belajar eh kamu malah ketiduran dimeja bejalarmu. " Ucap bik surti terkekeh kecil mengingat kejadian beberapa tahun silam.
Sedangkan fasyin hanya manggut-manggut saja, dengan bibir yang membentuk huruf O. "Bi tunggu disini ya, nia pengen ke toilet dulu sebentar. "
"Mau bibi temenin? " Tawar bik surti
"Nggak usah bi, orang deket kok. Tu toilet nya ada di ujung sana, " Tunjuk fasyin yang memang jarak mereka duduk tidaklah jauh dari toilet.
"Yaudah, hati hati ya nduk. " Jawab bik surti
Fasyin pun mengangguk lalu dengan berlari kecil menuju toilet untuk menuntaskan hajatnya. Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang terus saja memperhatikan kegiatan fasyin sedari tadi.
Mereka tersenyum smirk lalu dengan mendekat ke arah bik surti. Bik surti yang tengah bergurau pada baby balqis dikejutkan dengan pisau kecil yang sudah Ditodongkan ke lehernya.
"Tu-tuan muda. Ka-kalian ngapain disini. " Ujar bik surti takut takut
"Kami ingin menculik anak ini. Seperti nya lama tidak bertemu, hidup kalian semakin enak ya. Dengan anak pembawa sial itu yang menjadi tunangannya seorang Arya Dwipangga. " Rehan berujar dengan nada rendah namun mengerikan ditelinga bik surti
Baby balqis sudah menangis sedari tadi, karna digendong dengan kasar oleh rehan. Beberapa orang yang berada di taman itu hanya mampu melihat saja tanpa berniat ingin membantu. Karna mereka takut jika mereka mendekat maka mereka lah yang akan menjadi sasaran nya.
__ADS_1
Masih ingat dengan rehan dan bayu? Kedua kakak tiri fasyin. Mereka tanpa sengaja melihat bik surti dan juga fasyin yang berada di taman. Kebetulan rehan dan juga bayu yang menjadi simpanan para wanita kurang belaian juga berada dilungkungan komplek itu.
Untuk mengusir rasa jenuh mereka, kedua kakak beradik itu memutuskan untuk pergi ke taman, dengan maksud siapa tau mereka akan menemukan wanita lain yang bisa mereka jadikan mainan.
Alih alih bertemu dengan mangsa baru, mereka justru malah bertemu dengan fasyin dan juga bik surti yang membawa baby balqis untuk bersantai. Kabar pertunangan Arya dan juga fasyin tentu sudah beredar kemana mana. Termasuk kepada Diki dan keluarganya.
Maka dari itu, rehan dan juga bayu memanfaatkan keadaan ini dengan cara menyandera anak fasyin. Tentu bukan hanya menyandera saja, mereka akan meminta tebusan uang yang besar kepada fasyin.
Fasyin yang sudah selesai dengan membuang hajatnya keluar dari dalam toilet. Namun matanya langsung tertuju pada keramaian dimana bik surti dan anaknya berada.
Fasyin melangkah kan kaki dengan cepat dan semakin dekat. Betapa terkejutnya ia melihat bik surti yang sudah ditodong dengan pisau, dan baby balqis yang menangis ditangan pria yang amat ia kenali
"Ka-kakak. Apa yang kalian lakukan pada anak ku dan juga bik surti, " Ucap fasyin hendak mendekat
"Jangan mendekat. Satu langkah saja kau maju, maka pembantu dan anak mu ini akan mati sekarang juga, " Gertak rehan
"Kak, tolong lepaskan bibi dan juga balqis kak. Mereka salah apa hingga kalian memperlakukan nya seperti itu. " Ujar fasyin dengan air mata yang deras
"Kenapa kalian semua diam! Ayo tolong anak dan juga bibiku. " Jerit fasyin pada para pengunjung
Tak ada yang berani mengeluarkan suara dan juga menolong. Mereka ingin membantu namun takut keluarga mereka lah yang akan terkena imbasnya.
"Percuma saja kau teriak. Tidak akan ada diantara mereka yang berani menolongmu. Jika kau ingin bayi dan juga pembantu ini selamat, maka kau harus menyiapkan uang untuk menebusnya. Temui aku nanti malam di jalan x, jangan lupakan uang untuk menjadi tebusannya. Dan gue peringatkan sekali lagi. Datang lah dengan uang, bukan polisi. Cam kan itu! "Ujar rehan dan langsung pergi dari sana disusul oleh bayu membawa bik surti
Fasyin histeris sejadi jadinya. Ingin mengejar, namun rehan dan bayu sudah menjauh. Ingin menelpon dirinya baru ingat jika ponselnya tertinggal.
Mau tak mau fasyin pun membereskan barangnya dan pergi meninggalkan taman dengan air mata mengalir deras. Fasyin menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian ini. Andai saja ia tidak pergi ketaman, sudah pasti kejadian ini tidak akan terjadi.
"Pak, pak rahmat. " Teriak fasyin ketika sudah sampai
Pak rahmat yang namanya dipanggil langsung saja keluar menemani calon nonanya itu. "Iya neng. Ada apa, kenapa neng nia menangis kemana surti dan baby balqis. " Ucap pak rahmat bingung
Pasalnya tadi nona nya ini pergi bersama bik surti dan juga anaknya. Lalu kenapa pulang pulang sendiri dan dalam keadaan menangis pula.
"Nanti saja pak saya jelaskan. Sekarang tolong bapak telpon polisi, biar nia telpon mas Arya. " Ucap fasyin lalu meninggalkan pak rahmat yang kebingungan.
Meski bingung, pak rahmat tetap melakukan tugas yang diperintahkan oleh nonanya itu. Pak rahmat yakin jika sudah berurusan dengan polisi pasti masalah ini sangat lah urgent..
Tring! Tring! Tring!
Arya yang tengah pusing dengan urusan kantor, dibuat kesal dengan suara ponsel nya yang berdering ia kendesah kasar seraya melihat ponselnya. Namun ketika melihat nama yang tertera Arya berusaha sebisa mungkin untuk menahan emosinya dan berbicara dengan lembut.
"Ekhem! Ya sayang, ada apa? " Tanya Arya
"Mas, hiks, hiks, cepatlah pulang sekarang juga mas. Bibi dan baby balqis, diculik. " Ucap fasyin sesenggukan
Deg!!
Jantung Arya berdegup dengan kencang saat mendengar suara fasyin yang menangis sesenggukan. Belum lagi dengan kalimat yang fasyin lontarkan. Yaitu malaikat cantiknya dan juga wanita paruh baya yang sudah merawat dan membesarkan calon ibu dari anak anaknya itu diculik. Tapi.. Bagaimana bisa?
"Sayang, aku mohon tenang lah. Aku akan dengan segera sampai dirumah. Kamu tolong hubungi polisi, tunggu aku dirumah dan jangan kemana mana. Oke. " Ucap Arya yang langsung mematikan sambungan tersebut
Secepat kilat Arya berlari keluar hingga hampir saja menabrak edwin. "Anda ingin kemana tuan? Bukankah sebentar lagi kita akan ada meeting? " Ucap edwin sopan
Karna masih dilingkungan kantor. Edwin akan bersikap profesional sebagai bawahan nya Arya. "Batalkan semua meeting kita kali ini. Meeting tidaklah penting, yang penting saat ini keadaan malaikat kecil gue, tadi nia nelfon dan bilang kalo balqis diculik. " Ucap Arya dengan satu tarikan nafas
"Apa?? Ponakan gue diculik. Ayo kita harus segera pulang sekarang. "Ucap edwin yang sudah lupa dengan posisi nya
Beberapa karyawan yang tak jauh dari keberadaan mereka tentu mendengar musibah yang menimpa atasan mereka itu. Mereka semua memberikan do'a yang terbaik agar baby balqis ditemukan.
" Sayang! Gimana ceritanya sampai bibi dan dan juga baby balqis diculik. "Ujar mommy mega yang baru sampai
Setelah menghubungi Arya tadi. Fasyin langsung saja menghubungi mega dan menceritakan semua kejadiannya. Mega yang tengah bersama teman teman arisannya tentu terkejut dan bergegas untuk pulang, begitupun dengan bramantyo yang juga mendapat kabar dari istri.
__ADS_1
Mereka begitu khawatir dengan cucunya itu. Belum sempat fasyin membuka suaranya, Arya dan juga edwin sudah tiba terlebih dahulu berbarengan dengan bramantyo