
"Wah, enak banget ya pagi pagi udah pada ngumpul begini. " Tiba tiba terdengar suara seseorang yang membuat semua yang berada di taman itu menoleh.
"Iya dong! Mumpung hari ini, mommy dan daddy nggak sibuk. Jadi mommy mau main sama cucu mommy, " Jawab mega yang masih setia menggendong baby balqis
Arya mendekat dan ikut gabung bersama mereka semua."kenapa? Biasa mommy dan daddy selalu sibuk, "tanya Arya sambil mengambil alih baby balqis dari tangan mommy nya
" Nggak papa, lagian mommy dan daddy selalu sibuk dengan bekerja. Jadi kita memutuskan untuk libur beberapa hari dulu, toh bukannya itu memang sudah seharusnya bukan? Berdiam diri dirumah menikmati sisa umur, sambil bermain dengan cucu pertama. "Ujar daddy bramantyo yang menimpali
" Bagaimana dengan para bodyguard baru itu Arya? Apa kamu sudah memberi taukan mereka dengan semua peraturan yang ada, termasuk mengingatkan mereka agar lebih bekerja extra lagi supaya kita tidak kecolongan untuk yang ketiga kalinya. "Tanya mommy mega menatap sang putra
Arya mengangguk sebagai jawabannya. " Sudah. Kali ini Arya langsung yang turun dan mengatakan semuanya pada mereka mom, Arya hanya ingin memastikan agar mereka bekerja dengan baik dan lebih waspada lagi. Arya hanya tidak ingin jika kita akan kembali mengalami kejadian yang serupa, "jawab Arya mantap
Karna mau bagaimana pun keselamatan fasyin dan juga putri kecilnya harus terjaga dengan baik. Tentunya dengan pengawasan dari para bodyguard. Kali Ini memang Arya sendiri yang mencarinya dan memberi tau segalanya. Sebelum nya Arya hanya memerintahkan Edwin. Namun mengingat mereka telah kecolongan hingga dua kali membuat Arya harus berhati hati dalam memilih bodyguard.
"Baguslah kalo begitu. Meski sekarang kedua kakak tirinya nia sudah mendekam didalam penjara, tak menutup kemungkinan jika bahaya akan selalu datang dari mana saja. Entah itu dari orang terdekat kita ataupun dari orang lain yang kita kenal atau tidak. " Celetuk daddy bramantyo
"Ya dad, daddy memang benar. Itulah mengapa aku mendatangkan bodyguard langsung dari luar negeri yang sudah pasti sangat terlatih. Dan aku percaya jika mereka kali ini akan menjaga nia dan juga baby balqis dengan baik, ketika sedang berada diluar. " Ucap Arya membenarkan kalimat sang daddy
Sementara fasyin hanya diam saja menyimak obrolan mereka. Sejujurnya ini semua merasa berlebihan menurut fasyin, karna apa? Karna harus dijaga oleh para bodyguard yang sudah pasti akan sangat mencolok, namun mengingat kejadian yang menimpa dirinya membuat fasyin juga harus menyetujui semua yang keluarga Arya berikan padanya. Toh ini juga demi kebaikan nya dan juga sang putri tercinta.
***
Sementara dirumah yang terlihat sederhana dan bertingkat itu tengah kedatangan beberapa anggota kepolisian.
Tok!
Tok!
__ADS_1
Tok!
Ceklek!
"Selamat siang nyonya! Apa benar ini adalah kediamannya keluarga Diki Saputra? " Ucap seorang pria paruh baya dengan seragam berwarna coklat dan memiliki perut yang buncit
Wanita yang membukakan pintu tadi mengkerutkan alis pertanda bingung dan heran. Mengapa seorang anggota kepolisian datang kerumah miliknya? Mendadak perasaan'nya menjadi tidak enak
"Iya Pak benar, saya istrinya. Ada apa ya pak? " Tanya wanita itu yang tak lain adalah Ziah
"Kami hanya ingin memberikan surat ini kepada Anda, " Jawab seorang polisi yang Ziah lihat dari namanya tertera Antonnio
Ziah menerima surat itu, "surat apa ini pak? " Tanyanya masih tak paham
"Itu adalah surat penangkapan atas nama saudara Rehan dan juga sang adik bernama Bayu. Mereka telah melakukan penculikan Anak dan juga terkena kasus atas pemerkosaan berencana. " Jelas polisi yang bernama Anntonio itu
Jantung Ziah seolah berhenti berdetak saat itu juga saat mendengar pesan yang disampaikan para polisi itu padanya. "Ma-maksud bapak bagaimana? Ti-tidak mu-mungkin anak saya Melakukan hal seperti itu pak. Anak siapa yang telah mereka culik? Lalu siapa yang telah menjadi korban pemerkosaan yang bapak maksud. " Lirih Ziah dengan air mata yang sudah tumpah membasahi pipinya
"Anak dari nona Fasyin Syafania. Dan nona Fasyin Syafania juga yang telah menjadi korban pemerkosaan berencana ini nyonya. Bahkan dalang dibalik kasus pemerkosaan ini adalah ketiga anak anda. Namun tuan Arya Dwipangga, calon suami dari nona Fasyin Syafania mengatakan dengan kami. Cukup kedua anak lelaki anda saja yang kami tahan sebab telah melakukan penculikan pada anaknya kemarin sore. Dan untuk anak perempuan anda tidak kami tahan karna masih dibawah umur, dan sudah pastinya ini atas perintah dari mereka. Kalo begitu saya pamit undur diri, "jawab polisi tersebut panjang lebar
Ya, polisi yang bernama Anntonio itu memang sengaja menyebutkan itu semua tanpa ada yang ia tutup tutupi sedikit pun. Itu semua adalah perintah dari arya, agar Ziah tau seperti apa kejahatan anak anaknya itu.
Setelah kepergian para anggota kepolisian tadi. Ziah langsung luruh dan terduduk lemas dilantai ketika mendengar penuturan polisi tadi yang mengatakan bahwa, anak anaknyalah dalang dibalik derita yang Fasyin alami selama ini, lagi lagi ia harus dibuat terkejut mendengar berita ini.
Sungguh ziah benar benar tidak tau dengan semua kejadian ini. Jika saja dirinya tau mungkin dirinya tidak akan membiarkan Fasyin diperlakukan seperti ini oleh anak anaknya. Ziah merasa kecewa dan juga marah kepada anak anaknya itu. Mengapa tega melakukan ini semua kepada Fasyin yang sudah jelas adalah saudara tirinya.
Ziah menghapus air matanya dengan kasar lalu bangkit dari duduknya. Ziah harus segera menemui anaknya dipenjara dan menanyakan alasan mengapa mereka melakukan hal seperti itu. Sedangkan sesil? Itu biarlah menjadi urusan nanti saja. Ziah mengambil tas miliknya lalu mengunci pintu dan dengan segera menaiki angkot menuju kantor polisi.
__ADS_1
Sementara saat ini. Didalam sel penjara ada dua orang pria dengan seragam berwarna orangenya tengah duduk meratapi nasibnya. Baru satu malam mereka merasakan dinginnya ruangan penjara sudah membuat mereka tersiksa.
Belum lagi dengan senior senior yang berada satu sel dengan mereka membuat kedua kakak beradik itu tak bisa tidur dengan nyenyak. Bahkan mata mereka terjaga hingga matahari terbit seperti ini.
Bagaimana tidak. Para senior disana yang berjumlah lima orang dengan badan kekar dan besar, jangan lupakan warna kulit yang hitam, rambut gondrong, dan juga tatto yang memenuhi tubuh mereka membuat semakin seram jika dipandang.
Itulah yang membuat kedua kakak beradik itu menjadi takut sekaligus ngeri. Belum lagi tatapan mereka yang tajam dan juga ancaman-ancaman mereka yang membuat rehan maupun bayu hanya mampu menurutinya saja.
Sepanjang malam. Bayu dan rehan disibukan dengan memijiti mereka satu persatu. Jika ada yang tidak becus maka mereka akan berkata. "Pijit dengan benar,jika leher kalian tidak ingin patah hari ini juga! " Begitulah kira kira ancaman yang mereka dengar
Beberapa menit diperjalanan. Ziah pun tiba dan langsung saja masuk. "Saudara rehan dan bayu. Ada seseorang yang ingin menemui kalian. " Ucap penjaga wanita membukakan pintu
Rehan dan bayu yang mendengar itu sontak tersenyum bahagia. Mereka mengira jika orang yang datang ini akan membebaskan mereka dari dalam penjara yang sangat memuakkan bagi keduanya.
Dengan hati yang bersorak sorai kedua kakak beradik itu keluar dan menghampiri orang yang datang membesuk. "Mama, " Ucap rehan dan bayu dengan wajahnya yang sumringah
Mereka langsung saja memeluk Ziah dengan erat sementara Ziah hanya memandang mereka dengan pandangan datar. Meski sebenarnya ada rasa sedih melihat putra kesayangan nya harus mendekam didalam penjara seperti ini.
"Rehan seneng mama datang kesini. Mama pasti mau bebaskan kita dari sini kan. " Ucap rehan dengan gembira yang diangguki oleh bayu
Ziah berusaha menahan air matanya agar tidak keluar dan menangis melihat betapa berharapnya kedua putranya ini. "Maaf nak, mama datang kesini bukan untuk membebaskan kalian. Tapi mama hanya ingin memastikan apakah kalian memang ditahan seperti yang polisi katakan. Tapi ternyata itu memang benar adanya, " Jawab ziah lirih menahan tangis
Wajah yang semula bahagia itupun langsung berubah menjadi sedih. "Kenapa mama tidak membebaskan kami dari sini mah, dan dari mana mama tau kalo kami berada di sini. " Ucap bayu dengan nada yang tersirat kecewa
Ya kecewa. Kecewa karna tujuan mamanya datang bukanlah untuk membebaskan nya, melainkan hanya untuk memastikan apakah benar mereka masuk penjara atau tidak.
"Tadi saat dirumah. Beberapa anggota kepolisian datang dan memberikan mama surat penangkapan kalian berdua. Mama kecewa dengan kalian, mama kira anak yang mama banggakan bisa mama andalkan. Tapi apa? Kalian justru membuat mama harus kembali menelan kekecewaan! Yang semula kalian bekerja sebagai pria bayaran, lalu sekarang kalian harus melakukan kasus penculikan anak. Bukan hanya itu saja. Ternyata dibalik kesengsaraan yang nia hadapi selama ini, itu adalah ulah kalian. Kalian dengan sengaja menjebak nia hingga nia hamil dan diusir oleh papanya sendiri dari rumah. Dan itu semua gara gara rencana kalian, apa yang sebenarnya kalian inginkan? Dan mengapa kalian melakukan Ini. "Lirih ziah panjang lebar dengan air mata yang sudah tak tahan lagi ia bendung.
__ADS_1
Mendengar kalimat yang diucapkan oleh ziah tentu membuat rehan dan juga bayu terkejut bukan main. Dari mana mamanya ini tau tentang masalah yang mereka lakukan selama ini.