Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 54


__ADS_3

"Mengatakan? Mengatakan apa Arya? " Tanya Tomi


"Apa saja. Apa kau yakin tak ingin mengatakan sesuatu? Atau harus aku yang mengatakan nya, " Ucap Arya datar


Tomi dan indri terdiam, Dengan pikiran yang berkecamuk. Melihat mereka yang terdiam membuat Arya serta Edwin berdecih sebal.


"Oke baiklah! Lebih baik aku saja yang mengatakan nya. Karna aku tidak suka basa basi, jadi langsung keintinya saja. " Ucap Arya berdiri dan berjalan mendekati Tomi dan indri


Arya menelisik setiap inci tubuh Tomi dan memutari nya. "Kedatangan ku kemari hanya ingin meminta hak ku kembali. " Lanjut Arya


"Hak? Hak apa Arya? Hak apa yang kau bicarakan, " Tanya Tomi dengan keringat yang mengucur deras


"Dasar! Kau ini sebenarnya bodoh, atau pura pura bodoh ha. " Sarkas Arya


"Apa maksudmu! " Ucap Tomi dengan lantang


"Cih, hal begini saja kau tidak paham! Aku ingin kau mengembalikan seluruh uang perusahaan milikku, detik ini juga. " Ucap Arya dingin dengan sorotan mata yang mengintimidasi.


Deg!


Tomi dan indri semakin menegang dibuatnya. Apalagi dengan sorot mata Arya yang seakan akan ingin menguliti mereka hidup hidup.


"A-apa maksudmu Arya, uang perusahaan apa yang kau katakan? Bukankah perusahaan berjalan dengan baik? Yakan mas, " Tanya indri yang dibalas anggukan kepala oleh Tomi


"Iya Arya. Memangnya kenapa dengan uang perusahaan, " Ucap Tomi masih dengan sandiwaranya


"Apa kalian kira aku ini bodoh? Aku sudah mengetahui semuanya, kalian membawa kabur uang perusahaan cabang dan membocorkan segala rahasia kepada musuh. Dan dengan tidak tau dirinya kalian menggunakan sebagian besar dari hasil uang yang kalian dapatkan untuk jalan jalan, heh. Lalu apa kau pikir aku tidak akan mengetahui kemana kalian kabur, begitu? Cih sayangnya dugaan kalian itu salah. Lihat, tidak perlu menunggu berbulan bulan aku sudah menemukan dimana kalian berada, dan betapa bodohnya kalian justru malah kabur ke Bangkok. Oh ayolah paman! Apa kau lupa jika sebagian negara ini adalah milikku? Kemanapun kalian kabur maka aku akan dengan mudah menemukan kalian. "Ucap Arya


" Sial! Bagaimana mungkin aku bisa lupa akan hal ini. Ah, dasar bodoh. Jika sudah seperti ini mau tidak mau aku sudah tidak dapat mengelak lagi. "Batin Tomi merutuki kebodohan nya sendiri


" Hahaha! Oke baiklah baik, aku tidak akan berpura pura bodoh lagi pada keponakan ku yang tampan ini. Ternyata kau cukup pintar dari yang aku bayangkan, ya aku memang membocorkan rahasia kantor cabang dan mengambil uang dengan nominal yang cukup banyak. Tapi menurut ku uang yang telah aku ambil itu masih belum cukup untuk menebus segalanya, "ujar Tomi tertawa sumbang

__ADS_1


Edwin dan Arya mengkerutkan alis pertanda bingung. Maksudnya kesalahan apa yang saat ini tengah dibahas oleh Tomi.


" Maksud mu? "Tanya Edwin penasaran


" Oh kukira kalian pintar, ternyataa tidaklah lebih bodoh dariku. Bahkan kesalahan yang kalian lakukan saja tidak ingat. "Ledek Tomi


Brak!


" Kesalahan apa yang kau maksud, sialan! " Ucap Arya mengebrak meja dengan kuat


Tomi tersenyum sinis melihat Arya yang terlihatnya mulai terpancing. "Hei Arya. Apa kau lupa? Aku memang mencuri uang perusahaan milikmu itu, karna apa? Itu aku lakukan atas ganti rugi kepergian nya anak yang aku banggakan. Apa kau tau? Gevandra itu adalah putra kesayangan ku yang seharusnya akan menjadi saingan mu dalam dunia perbisnisan. Tapi gara gara wanita ****** mu itu, putra ku memilih untuk mengakhiri hidupnya. Dan Kepergiannya adalah suatu hal yang amat sangat kehilangan bagiku. "


"Karna wanita ****** mu itu. Putra ku harus pergi, dan karna anak dari wanita ****** itu telah lahir. Kau dengan teganya mempermalukan aku sebagai paman mu ini dihadapan banyak orang. Lalu apa salahnya jika aku mengambil beberapa uangmu saja Arya? Hitung hitung itu semua bayaran atas kerja kerasku selama ini dan atas ganti ruginya kehilangan putraku. Karna dengan perginya putra ku, aku jadi tidak memiliki seseorang lagi yang bisa aku andalkan, dan itu semua ulah dari_"


Pyaar!


Kalimat Tomi terhenti saat Arya menembakkan pistol kearah televisi yang menyala. Hal itu mampu membuat Tomi serta indri terkejut bukan main.


"Jadi apa kau menyalahkan putra ku, begitukah? Semua itu pasti tidak akan terjadi jika saja wanita ****** itu tidak meng_"


Bught!


"Papaa! " Teriak indri menghampiri suaminya


Arya telah memberikan satu pukulan mentah pada Tomi. Arya paling tidak suka jika ada orang lain yang mengatakan fasyin adalah wanita murahan. Arya benci dengan kalimat itu. Bukankah sudah jelas bahwa yang bersalah itu adalah gevandra sedangkan fasyin hanyalah korban. Lagipun jika gevandra ingin bertanggung jawab Tomi serta indri tidak akan memberikan restu. Seandainya Tomi memberikan restu Arya tidak akan menerima nya.


Karna apa? Karna Arya tidak akan ikhlas jika wanita nya, cinta pertamanya menjadi milik orang lain. Terlebih lagi gevandra yang hanyalah bocah ingusan, yang bertindak tanpa memikirkan bagaimana kedepannya.


"Arya! Apa yang kau lakukan ha. Mengapa kau memukul suami ku, " Teriak indri


"Hanya satu pukulan saja. Dan itu pantas dia dapatkan karna telah dengan beraninya menghina wanitaku. " Ucap Arya santai

__ADS_1


Sementara Tomi meringis sambil menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. "Sialan! Kau berani memukul pamanmu hanya karna membela wanita murahan itu. "


"Aku bilang tutup mulut busuk mu itu, bangsat! Sekali lagi kau katakan wanitaku yang bukan bukan maka akan kupastikan kau akan mati ditanganku, " Ucap Arya dengan darah yang semakin mendidih


"Kenapa? Bukankah aku berbicara kenyataan. Bahwa wanita kau itu memang murahan. Lihatlah dia hamil bersama pria lain dan ia justru meminta kau yang bertanggung jawab. Apa_"


Dor!


Pyaar!


Bught!


Krek!


Arya menghajar Tomi tanpa henti hingga membuat tulang tulang Tomi remuk dan mrngeluarkan bunyi yang begitu nyaring.


"Apa kau bosan hidup! Sudah aku katakan jaga bicaramu. Edwin bawa dia ke markas. Rasanya aku ingin menghajarnya hingga ia tewas. Tapi tidak di sini. Karna tempat ini amat sangat tidak layak untuk menjemput ajal kedua manusia yang tidak tau diuntung ini. " Perintah Arya yang yang langsung dilaksanakan oleh Edwin


Dua orang pengawal masuk dan menyeret Tomi dan indri dengan kasar. Indri terus saja memberontak minta dilepaskan. Sementara Tomi tak mampu lagi bersuara ataupun memberontak akibat satu buah anak peluru yang masuk kebahunya akibat ulah Arya yang menembaknya


"Arya lepaskan aku. Apa begini caramu kepada orang yang lebih tua dari mu, " Teriak indri


Arya hanya diam sambil terus berjalan menuju mobilnya diikuti oleh Edwin


"Diam! Atau aku akan langsung membunuhmu, " Desis pengawal yang memegang indri dengan kuat.


Mau bagaimana pun indri memberontak tentu tenaganya tidak akan kuat dan sebanding oleh mafios yang tengah memeganginya saat ini.


Ketika sudah sampai dimobil. Mereka mendorong Tomi dan indri dengan kasar hingga membuat mereka mengaduh kesakitan. "Kenapa kau kurang ajar sekali. " Ucap indri tak Terima karna diperlakukan kasar oleh para pengawal yang menurut Indri tidak sebanding dengan nya


Para pengawal hanya diam tak menanggapi setiap ucapan yang keluar dari mulut Indri. Mereka langsung saja membawa mobil dengan laju mengejar mobil Arya yang sudah jalan terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2