Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 50


__ADS_3

Sementara para wanita sedari tadi hanya diam menyimak semua pembicaraan lelaki yang berbeda usia itu. "Tunggu dulu, mommy tidak paham dengan apa yang kalian bicarakan. Apa maksud mu Arya? Lalu bangkok? Maksud nya bagaimana. " Tanya mommy mega membuat Arya dan bramantyo tersenyum penuh arti


"Kenapa senyum senyum? Mommy benar benar nggak ngerti maksud dari kalian Arya, " Ucap mommy mega


"Ini masalah kantor mom, paman Tomi sudah membawa kabur uang perusahaan dan juga membocorkan rahasia perusahaan kita kepada musuh. Jadi untuk itu malam ini aku akan berangkat ke bangkok untuk menemui dirinya dan juga istrinya. " Arya berujar dengan penuh penekanan yang membuat mommy mega dan juga fasyin merinding seketika.


Bahkan mereka juga terkejut dengan apa yang Arya katakan. Tomi dan Indri kabur setelah mencuri uang perusahaan dan berhasil membocorkan rahasia pada musuh. Ini benar benar tidak bisa dibiarkan. Mommy mega yakin setelah ini pasti mereka tidak akan selamat.


"Tapi apa kau yakin berangkat sekarang nak? Kenapa kau tidak menugaskan Edwin saja dalam hal ini. Mommy takut terjadi sesuatu pada mu, dan kau juga harus ingat kalo hari pernikahan mu dengan nia tidak lama lagi. " Khawatir mommy mega


Mendengar penuturan yang keluar dari sang mommy membuat Arya menatap fasyin yang juga tengah menatapnya penuh kelembutan. Bibir Arya melengkung mengulas senyum lembut.


"Arya akan pulang dengan selamat. Setelah urusan Arya selesai baru kita akan melangsungkan resepsi pernikahan mom. " Ucap Arya pada mommy mega


"Mommy tidak tau harus bagaimana, semua keputusan itu ada pada nia. Yang mommy inginkan hanya kamu pulang dengan selamat nak. Karna mommy yakin Tomi pasti tidak pergi hanya berdua, pasti akan ada yang menjaga mereka mengingat kamu bukanlah orang biasa dan mereka juga pasti akan tau dengan benar bahwa kamu bukanlah tandingan mereka. "Ucap mommy mega


" Arya tau itu mom, bagaimana sayang. Apa kau mengizinkan ku untuk pergi?" Tanya arya menatap fasyin


Fasyin menatap kedua orang tua Arya secara bergantian. Jujur saja saat ini fasyin benar benar bingung. Fasyin takut terjadi sesuatu pada arya namun kembali lagi ini adalah urusan bisnisnya, Mau tak mau fasyin harus mengizinkannya bukan?


"Aku terserah dengan mu saja mas, yang terpenting kau harus pulang dengan selamat." Ucap fasyin setelah lama berpikir


Melihat itu Arya tersenyum senang lantas memeluk fasyin dengan sangat erat. Hal itu justru membuat fasyin terkejut sekaligus bercampur rasa malu, meski sudah terbiasa dipeluk oleh Arya tetap saja membuat nya malu terlebih lagi Arya memeluknya tanpa melihat situasi terlebih dahulu, dimana kedua orang tua Arya berada di dekat mereka


"Em ma- mas, bisa dilepas? Ak- aku sulit untuk bernafas, " Ucap fasyin tergagap


Mendengar itu sontak Arya langsung melepaskan pelukannya seraya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang tertata rapi.


"Hehe maaf, aku janji akan pulang dengan selamat. " Ucap Arya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


Sementara fasyin hanya tersenyum canggung sambil melirik kedua orang tua Arya sekilas. Mereka yang melihat tingkah laku anaknya hanya mampu geleng - geleng kepala.


"Baiklah kalo begitu. Pergilah mandi setelahnya kembalilah saat makan malam tiba sebelum dirimu berangkat boy, " Titah sang daddy pada putra sulungnya


"Baik dad, " Ucap Arya berdiri setelah mencium kening babby balqis


"Semoga Arya pulang dengan selamat dad, mommy khawatir padanya. Meski ini bukan yang pertama kalinya, tapi mommy tetap khawatir dad, " Ujar mommy mega


"Tenang lah mom. Arya kali ini pasti akan baik baik aja, daddy yakin Arya akan menepati janjinya. Daddy juga yakin Arya tidak akan kenapa kenapa seperti dulu. " Jawab daddy bramantyo menenangkan sang istri


"Memangnya dulu mas Arya kenapa bu, tuan? " Tanya fasyin yang mendengar percakapan mereka. Bukan bermaksud tidak sopan karna telah nimbrung percakapan antara orang tua, tapi fasyin benar benar penasaran dan tak tahan ingin bertanya

__ADS_1


"Bukan apa apa nia, mommy hanya khawatir kejadian beberapa tahun lalu kembali lagi. " Ucap mommy mega tersenyum getir


"Maksudnya bu? " Fasyin bertanya dengan alis yang bertaut dalam


Mommy mega menghela nafas pelan sebelum berkata. "Jadi beberapa tahun yang lalu, saat itu Arya pulang dari kantor larut malam nak. Saat di perjalanan tiba tiba mobil Arya dicegat oleh beberapa orang berbadan besar dan juga bertopeng. Mereka menghadang Arya di tengah jalan. Dan saat itu memang kondisinya Arya hanya sendiri tanpa adanya penjaga disisinya. Mereka ada sekitar 10 orang dan mengeroyok Arya hingga Arya kualahan. Mereka semua memanfaatkan kesempatan itu dan memukul kepala Arya dengan balok hingga Arya tidak sadarkan diri. Setelah berhasil membuat Arya terkapar mereka semua pergi meninggalkan tempat kejadian dengan kondisi Arya yang sedang tidak baik baik saja. "


Flashback on


"Dad, kenapa sudah selarut ini tapi Arya belum juga pulang. " Ucap mommy mega gelisah


Jam sudah menunjukan pukul stengah dua belas malam namun Arya tak juga kunjung kembali. Arya memang sudah menelpon dirinya bahwa akan pulang terlambat. Namun Arya tidak pernah pulang selarut seperti saat ini.


Drrt!


Drrt!


Drrt!


Tiba tiba ponsel sang daddy berdering menandakan ada panggilan masuk. Mendengar itu mega dengan cepat mendekat kearah bramantyo.


"Siapa yang menelpon dad? Apa itu Arya? " Tanya mommy mega


"Bukan, ini dari tarjo pengawal yang daddy perintahkan untuk menyusul Arya. " Jawab bramantyo


Tanpa menjawab lagi daddy bramantyo segera menekan tombol hijau dan mengaktifkan loudspeaker agar istrinya juga ikut mendengarkan.


"Ya tarjo. Apa kau sudah sampai diperusahaan Arya, " Tanyanya dengan nada datar


"Belum tuan. Dipertengahan jalan saya melihat mobil tuan Arya terparkir ditepi jalan, saat saya turun ingin melihat. Ternyata tuan Arya sudah tidak sadarkan diri dengan tubuh yang sudah berlumuran darah. Terutama bagian kepalanya tuan. Seperti nya tuan Arya baru saja mengalami begal tuan, " Jawab tarjo membuat mega dan juga bramantyo terkejut


Deg!


"Apaa! Jadi bagaimana keadaannya sekarang? Apa Arya sudah dibawa kerumah sakit tarjo? " Tanya mommy mega merampas ponsel milik sang suami.


"Sudah nyonya, saya sudah membawa tuan Arya kerumah sakit langganan tuan. Dan saat ini tuan Arya sedang ditangani oleh tim kedokteran. "Jawabnya lagi


" Baiklah. Saya akan segera kesana. "Ucap mommy mega memutuskan panggilan secara sepihak


" Dad, ayo kita kerumah sakit sekarang. "Ucap mommy mega dengan air mata yang sudah luruh


Tanpa berpikir panjang lagi. Bramantyo dan juga mega bergegas menuju rumah sakit tempat dimana anaknya dirawat. Sepanjang perjalanan mega tak henti henti menangis dan berdoa agar anaknya selamat.

__ADS_1


" Tenang lah mom. Arya pasti akan baik baik saja, "ucap daddy bramantyo


" Bagaimana mommy bisa tenang dad, anak kita saat ini tengah dirawat dirumah sakit. Bagaimana mommy bisa tenang. Lebih cepat lagi dad, kenapa daddy lambat sekali membawa mobil. "Ucap mommy mega


" Ini juga sudah kecepatan tinggi mom. Kita boleh khawatir tapi kita juga harus tetap hati hati dalam berkendara." Ujar daddy bramantyo


Mommy mega hanya diam tak lagi menanggapi perkataan suaminya. Saat Ini pikirannya hanya tertuju kepada sang putra yang tengah melawan takdir antara hidup dan mati.


Tak berselang lama. Mobil yang dikendarai oleh daddy bramantyo pun tiba di rumah sakit dan dengan segera mereka menuju dimana letak ruangan Arya. Setelah menanyakannya pada sang resepsionis mereka langsung mempercepat langkahnya.


"Tarjo, bagaimana keadaan putra saya, " Tanya mega


Tarjo yang melihat tuan dan nyonya nya tiba, langsung berdiri seraya membukuk hormat. "Belum ada keterangan tuan, nyonya. Tim dokter masih memeriksa keadaan tuan Arya." Jawabnya sopan


Mega langsung terduduk lemas dikursi mengetahui keadaan putranya. Mereka semua masih terdiam membisu sampai lampu ruangan padam.


Ceklek!


Begitu pintu terbuka mega dan yang lainnya langsung berdiri "bagaimana keadaan putra saya dok. Apa putra saya baik baik aja? " Tanya mega


"Ya, putra anda sudah melewati masa kritisnya. Dan saat ini pasien sedang tertidur akibat suntikan obat yang kami berikan. Mungkin putra kalian akan segera sadar beberapa jam kedepan. Saat ini pasien akan kami pindahakan keruangan rawat inap terlebih dahulu, agar kalian bisa menjenguknya. "Jawab dokter yang mereka ketahui bernama Andreas itu


"Baiklah dok. "Jawab mommy mega


Sepeninggal nya dokter, mega dan juga bramantyo menghembuskan nafas lega. Akhirnya keadaan putra nya baik baik saja.


" Tarjo. Tolong cari tau siapa dalang dibalik penyebab nya anak saya, lakukanlah dengan segera. "Perintahnya yang dibalas anggukan kepala oleh Tarjo


Beberapa jam berlalu dan Arya pun sudah sadar dari tidur panjangnya. " Bagaimana keadaan mu nak. "Tanya mommy mega lembut sambil mengusap surai hitam sang putra


" Seperti yang kalian lihat mom, dad. "Jawab nya lemah


" Bagaimana ini bisa terjadi boy? "Tanya daddy bramantyo


" Aku tidak tau dad. Saat diperjalanan pulang tiba tiba aku dihadang oleh segerombolan pria berpakaian hitam. Mereka langsung mengeroyok ku tanpa memberi cela untukku melawan. Saat diakhir tiba tiba kepala ku terasa sakit seperti ada benda yang menghantam, lama lama pandanganku menjadi buram dan aku tidak sadarkan diri. "Ucap Arya memberi tau


Daddy bramantyo dan juga sang istri hanya mengangguk pertanda mengerti. Tiba tiba ponsel milik daddy bramantyo berbunyi dan dengan segera diperiksa oleh pria itu


Setelah melihat isi dari pesan yang dikirimkan oleh Tarjo daddy bramantyo mengepalkan tangannya hingga urat urat tangannya terlihat jelas.


"Ada apa dad, siapa yang mengirimi mu pesan? " Tanya mommy mega

__ADS_1


"Kalian tunggulah disini. Daddy akan segera kembali. " Ucapnya tanpa mendengarkan jawaban dari Arya dan juga mommy mega.


__ADS_2