
'Huhuhu, pantesan aja gayanya selama ini hedon banget. ternyata simpanan om - om.'
'Cih dasar! apa nggak malu tuh jadi simpanannya om - om,'
'Iya, mana bokap sahabatnya sendiri lagi. kok mau ya gita waktu itu berteman sama dia,'
'Kan itu dulu, sekarang udah nggak lagi. tega banget sih dia hianatin sahabatnya sendiri,'
'Tau tuh. bergaya elit tapi ekonomi sulit. gue pikir cuma bokapnya gita doang, eh tau taunya bokapnya zahra juga jadi sugar daddy nya tau.'
'Ah masa sih? lo tau dari mana emang.'
'Gue nggak sengaja dengar, tadi pagi pas mau naruh tas dikelas.'
'Ya ampun, kalian semua jagain bokap kalian ya guys. ntar diembat juga sama jal*ng murahan kaya dia,'
"DIAM! tau apa kalian tentang gue ha. lancang sekali mulut kalian dalam berbicara,"Teriak sesil kesemua murid
Ya, pagi ini seluruh siswa siswi SMA negeri dihebohkan dengan berita yang membuat mereka syok. bagaimana tidak? saat mereka tiba disekolahan mereka sudah disuguhkan dengan pemandangan yang membuat mereka kaget.
Beberapa foto sesil sudah tertempel dimading, foto dirinya sedang makan disalah satu resto yang berada dipusat perbelanja'an. foto keluar masuk hotel. foto sedang shoping, foto bermesra'an dengan burhan bokap sesil, dan juga bersama abraham bokap dari zahra.
Dan zahra juga baru mengetahui ternyata bokapnya bermain api dibelakang mami nya. pantas saja hubungan mereka akhir akhir ini merenggang bahkan kerap sekali zahra meihat papi dan mami nya bertengkar didepan dirinya.
Waktu kejadian dimana sesil kepergok, zahra menyarankan untuk melihat CCTV ditempat mereka makan bersama. setelah diselidiki ternyata bukan hanya sekali saja mereka kerap bertemu, melainkan sering dan dalam waktu satu minggu sesil datang dengan pria yang selalu berganti.
"Kita emang nggak tau. tapi itu dulu, dan sekarang satu sekolah sudah tau kalo lo itu lon*e. bahkan kita semua tau kalo bisnis bokap lo itu bangkrut makanya lo ngejual tubuh lo itu ke om - om agar dapat uang dan bisa menuhin kebutuhan llo itu kan." ledek aulia dengan nada rendah nya.
"Jangan ngadi ngadi lo ya, kata siapa bokap gue jatuh miskin? hidup gue masih sama kaya dulu dengan harta yang melimpah." elak sesil tak terima dikatakan miskin namun batinnya merutuki mulut aulia, tau dari mana dia kalo bisnis bokapnya sudah bangkrut
"Gue tau dari bokap gue, mau apa lo? bokap gue sendiri yang bilang kalo bisnis milik bokap lo itu udah bangkrut sejak lama. jadi pantesan aja waktu itu lo lama nggak masuk karna itu, dan masuk masuk udah pamer harta lagi." jawab aulia lantang hingga sluruh murid mendengarnnya
"Cantik cantik tapi udah nggak perawan," sambung mawar sahabat aulia
__ADS_1
sesil semakin ketar ketir dibuatnya. apalagi dengan seluruh murid yang terus saja membicarakan nya. Karna sudah tidak tahan dengan cibiran para murid sesil melanjutkan langkahnya menuju kelasnya, meski sepanjang jalan ia masih dapat mendengar cibiran cibiran para murid.
Sementara tak jauh dari sana dua pasang mata tengah menatap semua kejadian itu dengan senyum yang mengembang. Ini baru awal permulaan masih akan ada banyak lagi kejutan kejutan yang akan mereka berikan pada wanita yang sudah dengan beraninya membuat pernikahan orang tua mereka diambang perceraian.
"Ini baru permulaan sil. Gue pastiin akan ada banyak kejutan yang akan menanti. " Ucap Gita dengan senyum jahat miliknya.
"Lo benar. Gue juga nggak akan tinggal diam, akan gue pastiin kehidupannya bakal lebih sengsara lagi. " Jawab zahra juga tak kalah geram. Bahkan kilatan yang terpancar dari matanya menandakan tidak akan ada ampunan dan juga kata maaf.
Mereka pun kembali menuju kelas karna bell pertanda masuk telah berbunyi.
~*~
"Bagaimana, apa sudah ada titik terang? " Tanya Arya pada Edwin
"Sudah, dari info yang gue dapatkan dia kabur ke Bangkok bersama istrinya. Sementara itu anaknya masih berada di Korea, karna anaknya tidak tau sama sekali tentang masalah yang menimpa kedua orang tuanya. " Jawab Edwin
Arya bedecih sinis. "Dasar bodoh! Apakah dia lupa, jika daerah bangkok itu masih area kekuasaan ku? Sangat gampang sekali untuk menemukan nya, " Ujar Arya tersenyum smirk
"Jadi bagaimana? Apa kita harus bertindak sekarang, " Tanya Edwin
"Baiklah! " Jawabnya lalu Edwin pun mengundurkan diri dari ruangan Arya untuk mempersiapkan segala kebutuhan mereka nanti
Sementara itu. Arya memilih untuk pulang terlebih dahulu. Arya melirik jam dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul 17: 20 menit.
Sepanjang kantor Arya disapa oleh beberapa para karyawan nya dan hanya ditanggapi dengan anggukan kepala, jangan lupakan dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi itu.
~*~
Beberapa saat kemudian Arya tiba di rumahnya dengan cepat karna dirinya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Arya harus dengan segera memberitahukan keluarganya tentang masalah ini.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsallam" Jawab fasyin yang memang berada diruang keluarga bersama baby balqis
__ADS_1
Fasyin berdiri dan mencium punggung tangan Arya. "Tumben kamu pulang cepat mas. Nggak lembur? " Tanya fasyin
"Mommy dimana? " Tanya Arya tanpa menjawab kalimat fasyin
"Ibu, kalo nggak salah sih tadi di taman belakang. Mau aku panggilin? " Tawar fasyin
Arya mengangguk. "Iya. Biar baby balqis sama aku dulu, " Jawabnya
Fasyin beranjak dari sana, dan segera memanggil kedua orang tua Arya. Sementara itu Arya terus saja bermain bersama malaikat kecilnya, dan membuat bayi cantik itu tak berhenti untuk terus tertawa
"Wah, sungguh pemandangan yang menyejukan. " Ujar seorang wanita yang amat sangat Arya kenal dan juga ia sayangi
"Mommy, " Panggilnya.
Arya bangkit dan memperbaiki posisi tubuhny agar menjadi duduk. "Ya, ada apa Arya? Kata nia kamu mencari mommy dan daddy, "
"Benar mom. Ada hal penting yang Ingin Arya katakan, " Ucapnya dengan wajah yang serius
"Apa itu? " Tanya mommy dengan penasaran
"Apa ini menyangkut dengan perusahaan mu boy? " Tanya daddy bramantyo
Arya mengangguk. "Benar dad. Pasti daddy tidak lupa bukan dengan apa yang aku katakan beberapa hari yang lalu? "
"Ya, daddy ingat! Lalu apa kau sudah menemukan dimana keberadaan mereka saat ini, " Tanya bramantyo
"Ya dad, kami sudah menemukan keberadaannya. Apa daddy tau kemana dia kabur? " Tanya Arya pada bramantyo dan dibalas gelengan kepala oleh bramantyo
Melihat itu Arya tersenyum sinis. " Bangkok! " Satu kalimat itu sukses membuat bramantyo tersenyum smirk
"Dasar bodoh! " Gumam bramantyo
"Lalu, apa yang akan kau lakukan boy? Kau pasti tidak akan membiarkan mangsa mu begitu saja bukan. " Lanjut nya
__ADS_1
"Tentu daddy paham apa yang akan aku lakukan bukan? Untuk itu, aku pulang cepat dari kantor dan ingin berpamitan pada kalian semua. " Ucap Arya
Sementara para wanita sedari tadi hanya diam menyimak semua pembicaraan lelaki yang berbeda usia itu. "Tunggu dulu, mommy tidak paham dengan apa yang kalian bicarakan. Apa maksud mu Arya? Lalu bangkok? Maksud nya bagaimana. " Tanya mommy mega membuat Arya dan bramantyo tersenyum penuh arti