Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 42


__ADS_3

Usai perbincangan panas dilantai bawah tadi. Arya sudah lebih dulu meninggalkan mereka semua, dan memilih untuk menyusul ke kamar fasyin.


Karna Arya sadar fasyin pasti memiliki banyak sekali pertanyaan yang mengarah padanya. Untuk itu Arya lebih baik segera menyusul nya.


Sebelum masuk Arya menyempatkan diri mengetuk pintu terlebih dahulu lalu membukanya.


Tok!


Tok!


Tok!


Ceklek!


"Apa balqis udah tidur? " Tanya Arya ber'basa basi


"Iya,mas! Baru aja. Apa semuanya sudah beristirahat? " Tanya fasyin menoleh pada Arya


Arya mendekat dan duduk di tepi ranjang. "Seperti nya sudah. " Ucap Arya pelan


Usai menjawab seperti itu. Tak ada lagi kalimat yang keluar dari mulut fasyin. Fasyin lebih memilih untuk menyibukan diri dengan merapikan pakaian milik balqis


Dari acara tadi. Para tamu undangan yang datang, memberikan kado yang isinya perlengkapan bayi. Ada juga beberapa mainan jadi Arya memerintahkan para pekerja rumahnya untuk meletakan semua kado itu dikamar milik balqis.


Berbeda dengan fasyin. Arya justru mengira diam'nya fasyin adalah kemarahan'nya Kepada dirinya. Tiba tiba rasa bersalah menyelusup masuk kedalam hatinya.


"Maaf, " Satu kata itu keluar begitu saja dari mulutnya

__ADS_1


Fasyin yang tengah melipat pakaian menghentikan aktivitasnya, ia menatap Arya dengan alis yang berkerut. "Maaf? Maaf untuk apa, mas? " Tanya fasyin bingung


"Maaf karna aku telah menceritakan semuanya kepada para tamu undangan kita. Sejujurnya aku tidak bermaksud untuk menceritakan semuanya, tapi aku kesal melihat tante Indri yang seolah menyudutkan mu. Apalagi dengan bisik bisik para tamu undangan yang memandang mu dengan sebelah mata. Aku nggak suka dengan itu. Itu sebabnya aku menceritakan semuanya agar mereka paham akan kondisi mu. Ak-aku tidak suka jika wanita yang aku sayangi dipandangin dengan tatapan remeh dari mereka. Aku benci itu, jadi.. Maafkan aku! "Lirih Arya menundukkan kepalanya


Fasyin terdiam dengan semua yang kalimat yang Arya katakan. Apakah sesayang itu dan secinta itu Arya pada kepada dirinya? Bahkan Arya membelanya dihadapan orang lain demi menjaga nama baiknya agar orang lain tak merendahkannya.


"Nggak papa kok mas, kalo hanya dengan cara bisa itu membuka dan penglihatan mereka tentang aku, aku nggak masalah. Lagian mau kamu ceritakan ke orang lain tentang masalah aku, ataupun nggak kamu ceritakan. Bagi ku nggak masalah sama sekali, biarkan saja orang lain mau menilai dan melihatnya seperti apa. Toh itu sudah menjadi urusan mereka sendiri. Aku nggak akan ambil pusing apalagi masukin ke hati. Yang tau hanya aku, kita, dan orang terdekat saja yang mengerti bagaimana kejadian yang sebenarnya. Tentang pandangan orang lain terhadap ku biarlah itu menjadi hak mereka. Tapi aku mau ngucapin Terima kasih sama kamu, karna kamu sudah rela menjaga nama baik aku didepan semua orang. Aku benar benar Terima kasih dan bersyukur dipertemukan dengan mu mas, "ucap fasyin panjang lebar dengan menatap Arya penuh kehangatan dan kelembutan didalam bola matanya.


Arya mendongak dan menatap fasyin dengan mata yang penuh cinta. Dirinya sama sekali tak mengira jika fasyin akan menjawab seperti ini. Yang Arya bayangkan adalah fasyin akan memarahinya habis habisan karna sudah dengan beraninya menceritakan semua nasibnya pada orang lain. Tapi ternyata.. Tidak sama sekali.


Arya menghamburkan pelukan ketubuh fasyin sambil terisak kecil diceruk leher fasyin. Fasyin hanya tersenyum kecil ketika telinganya menangkap isakan kecil dilehernya. Fasyin mengusap rambut Arya dengan pelan seraya berkata.


"Udah dong, masa udah punya anak gini masih aja nangis, " Ledek fasyin menenangkan Arya


Arya melerai pelukannya dari fasyin. "Iya, iya nggak lagi. Tapi, masih ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. " Ucap Arya


Arya diam sambil mengatur nafasnya. Akankah Arya mampu untuk menceritakan hal ini? Bagaimana kalau fasyin akan marah padanya ketika Arya menceritakan hal ini dengannya? Kalau hanya marah saja, mungkin Arya masih bisa untuk membujuknya, tapi.. Jika fasyin meminta pisah dan membatalkan pertunangan ini bagaimana? Apakah ia akan mampu menerima ini semua? Tapi, jika tidak diceritakan mau sampai kapan Arya memendam ini semua sendiri. Bukankah ada baiknya ia langsung saja menceritakan nya sendiri, dari pada suatu saat nanti fasyin mengetahui nya dari orang lain.


"Mas, " Panggil fasyin membuyarkan lamunan Arya


"Kamu kenapa? Apa yang mau kamu ceritakan? " Lanjut fasyin lagi


"Huft! Begini. Sebelum aku menceritakan ini, aku mau kamu berjanji terlebih dahulu dengan ku. Aku mau kamu janji, setelah aku menceritakan ini semua kamu tidak marah dengan ku. " Ujar Arya mewanti wanti


Meski deg'degan, tapi Arya harus menceritakan'nya saat ini juga. Sementara fasyin semakin mengkerutkan alisnya pertanda bahwa ia masih bingung.


"Ya, tergantung tentang cerita apa dulu. Kalo masalah wanita lain, tentu aku akan marah." Ucap fasyin santai.

__ADS_1


"Bukan, ini bukan perihal wanita lain. Aku itu setia sama kamu, nggak ada wanita lain suwer deh. " Pungkas Arya menggeleng ribut


"Lalu, apa yang ingin kamu bicarakan? " Tanya fasyin serius


"Sebenarnya, anu.. Ak-aku sudah membuat kantor milik papamu bangkrut, nia! Aku sudah membuat papa mu dan keluarga nya jatuh miskin, tapi aku melakukan itu karna aku memiliki alasan yang kuat. Mana mungkin aku melakukannya jika tanpa sebab, " Terang Arya menjelaskan


Fasyin Sama sekali tidak terkejut. Karna hal ini dirinya sudah lebih dulu mendengarnya, jadi fasyin tak mempermasalahkannya. Hanya saja fasyin tertarik dengan kata alasan yang Arya ucapkan tadi. Alasan apa itu yang membuat Arya melakukan nya.


"Alasan? Alasan apa? " Ucap fasyin tenang


Arya bingung. Kenapa setelah mengatakan hal ini fasyin sama sekali tak merubah raut wajahnya? Fasyin justru bertingkah seolah dirinya sudah mengetahui hal ini sebelum nya.


"Alasan nya simpel. Karna aku tidak suka calon istri ku disiksa seperti itu oleh ayahnya sendiri. Dan juga aku ingin memberi tau mu, bahwa semua rencana dibalik gevandra dan teman temannya berbuat hal menjijikkan seperti itu. Ada kedua kakak, dan adik Tiri mu yang sudah merencanakan ini semua.  Mereka sengaja melakukan ini agar bisa mengusirmu dari rumah, karna mereka sangat benci padamu. Benci karna ibu tiri mu selalu membanding bandingkan dirimu ke mereka, mereka takut jika kamu merebut kasih sayang ibunya. Itu lah kenapa mereka melakukan hal seperti itu pada mu. "Ucap Arya panjang lebar


Sementara fasyin? Jangan ditanya expresi wajahnya saat ini seperti apa, tentu syok dengan yang Arya katakan. Tak pernah terbesit di dalam kepalanya jika ini semua adalah rencana licik dari ketiga saudara tirinya. Apalagi terlintas jika ia akan merebut kasih sayang ibu mereka, lagian apa yang harus diiri kan? Bukankah selama ini yang fasyin lihat ziah membagi kasih sayangnya dengan adil? Tapi kenapa mereka berpikir seperti itu dan membuat rencana licik seperti ini.


Kurang puaskah mereka dengan dirinya yang selalu disiksa setiap harinya oleh Diki? Bahkan Diki selalu memberikan mereka kasih sayang dan fasilitas yang cukup. Dibandingkan dengan dirinya yang sama sekali tidak dianggap dan diperlakukan kasar oleh sang ayah kandung. Bahkan tak segan Diki memperlakukan nya sama seperti pembantu, lalu apa lagi yang kurang?


Pandangan fasyin perlahan memudar akibat genangan air mata yang menumpuk dipelupuk matanya. Karna sudah tidak kuat lagi membendung, air mata itupun luruh melalui pipinya yang mulus dengan isakan kecil yang lolos dari bibirnya yang mungil.


"Ke-kenapa mereka tega hiks, hiks, kenapa mereka tega melakukan ini dengan ku mas! Dimana salah ku, hiks hiks" Fasyin menangis tersedu-sedu dipelukan Arya


Ada rasa sesak yang ia rasakan diulu hatinya. Rasa kecewa, sedih, marah, dan benci menyatu didalam sana


Dengan tangan yang terkepal, fasyin bertekad akan bangkit dan melawan mereka semua. Sudah cukup selama ini ia hidup dengan jeritan tertahan, sekarang adalah waktunya untuk membalaskan rasa sakit yang ia rasakan atas penderitaan nya.


"Aku bersumpah! Aku akan membalas semua perbuatan mereka mas, aku tidak bisa seperti ini terus. Aku harus bangkit dan menjadi wanita yang kuat."ucap fasyin bersungguh-sungguh

__ADS_1


Mendengar penuturan yang fasyin katakan membuat senyum terbit dibibir sexy milik Arya. Inilah yang Arya mau, fasyin yang kuat dan tegas agar tak seorang pun mampu merendahkan nya. " Apapun itu aku mendukung mu sayang, tapi aku pinta jangan sekarang. Kau baru saja selesai melahirkan. Tunggu kau sudah pulih seperti sediakala baru kau akan bertindak. "Ujar Arya lembut yang dibalas anggukan kepala oleh fasyin


__ADS_2