
"Begitukah? Oke! Aku akan memberikan mu satu kejutan, yang pastinya akan membantu mu untuk mengingat dimana letak kesalahan mu. " Terang Arya sambil memberi kode pada Edwin
Edwin yang memang sedari tadi setia berdiri disamping Arya pun dengan segera meninggalkan ruang keluarga tersebut. Sementara yang lain semakin dibuat penasaran saja oleh kejutan yang akan diberikan oleh Arya. Keluarga yang lain hanya bisa diam dan terus menyaksikan. Karena mereka sadar jika ini adalah bukan kawasan mereka untuk berbicara. Karena kali ini yang tertuduh bersalah adalah anak dari keluarga Tomi.
Deg!
Semua orang yang disana menatap bingung dengan siapa perempuan yang datang bersama Edwin. Berbeda dengan mereka semua, gevandra justru terkejut dengan perempuan yang datang tersebut. Selain dengan perempuan itu matanya juga tertuju pada perutnya yang besar!
Siapa wanita itu? Siapa lagi kalo bukan fasyin syafania yang datanya bersama Edwin. Sebelum Arya pulang, Arya terlebih dahulu memberitahu fasyin. Mengingat kalimat yang dilontar kan oleh Edwin membuatnya berpikir.
Flashback on
"Brengsek! Tarik semua dana yang sudah kita berikan pada perusahaan Diki sialan itu. Dan buat perusahaan nya menjadi bangkrut. " Ucap Arya murka
"Lo yakin bakal lakuin itu? Lo lupa kalo Diki itu bokap kandungnya fasyin? " Tanya Edwin. Pasalnya jika Arya nekat melakukan itu, jika fasyin mengetahui nya maka dapat dipastikan hubungan Arya dan fasyin juga akan berakhir.
"Lakukan saja perintahku. Urusan nia biar jadi urusan gue. " Ucap Arya teriak membuat Edwin menutup mulutnya rapat rapat.
Jika Arya sudah semarah ini. Siapapun tidak akan berani membantahnya. " Ba-baik. Gue lakukan sekarang juga. " Ucap Edwin yang langsung pamit undurkan diri.
Edwin merasa sulit sekali bernafas didalam ruangan tersebut. Bahkan dirinya juga berkeringat padahal ruangan Arya memiliki AC tapi tetap saja tidak berpengaruh padanya.
Arya duduk di bangku kebesarannya. Ia mengutak atik telpon genggam nya dan mulai menghubungi seseorang.
"Kumpulkan semua keluarga dirumah hari ini juga. Seluruh nya harus hadir, jangan sampai ada yang tidak hadir. Jika ada di antaranya yang tidak hadir. Maka tanggung sendiri akibatnya. " Ucap Arya mematikan sambungan secara sepihak.
Seusai dirinya menelpon sang ibu. Arya langsung saja menuju apartemen dimana fasyin berada, setelah menimbang perkataan edwin. Ada benar nya juga, pasti akan berpengaruh pada hubungannya dimasa yang akan. Sebelum itu terjadi, Arya tentu tidak ingin hubungannya yang baru saja terjalin, harus berakhir secepat itu.
**
**
"Ada apa mas? Kenapa kamu ngajakin aku ketemu? " Tanya fasyin heran.
Bukankah beberapa saat lalu Arya mengatakan jika dirinya ada urusan kantor? Lalu kenapa dirinya malah balik lagi ke apartemen, hanya untuk menemuinya.
__ADS_1
Arya menarik nafasnya dengan kasar. Sejujurnya ini adalah suatu tantangan baginya, untuk mengatakan kebenaran ini. Sejak awal Arya berniat ingin menyimpannya sendiri, namun jika dipikir ulang lagi sepertinya fasyin berhak tau untuk masalah ini.
"Huft! Aku ingin mengatakan sesuatu. Tapi aku mohon setelah aku mengatakan ini, kau tidak akan meninggalkan ku. " Ucap Arya menatap fasyin dengan lekat.
"Ma-maksudnya? Meninggalkan mas? Apa ini, bicara yang jelas mas. Aku sama sekali tidak mengerti. " Jawab fasyin dengan alis yang bertaut
"Apa kau sudah tau, siapa ayah dari bayi yang kandung itu? Maaf jika aku mengatakan hal ini, tapi... Aku hanya ingin tau saja. " Terang Arya yang membuat fasyin semakin bingung.
Deg!
"Ap-apa maksudmu mas? "
"Aku tidak memiliki maksud apapun itu. Yang jelas, kau hanya perlu menjawabnya saja. Kau sudah tau atau belum? Atau mungkin, kau ingat dengan kejadian, atau wajah pria yang sudah menghamili mu waktu itu? " Tanya Arya dengan mata yang berhenti menatap fasyin dengan lekat
Tes!
Setetes cairan bening lolos jatuh dipipi mulus fasyin. Arya yang melihatnya langsung saja memeluk erat fasyin didalam dekapannya. Melihat fasyin menangis, sungguh adalah sebuah pukulan hebat yang ia dapat. Dirinya paling tidak bisa melihat orang yang dia kasihi harus menangis dan menanggung ini semua.
"Heii.. Jangan menangis! Cup cup cup, maafkan aku yang sudah membuat mu menangis. Aku tau ini semua berat untuk mu. Tapi aku butuh penjelasan yang pasti dari mu, agar aku bisa membongkar ini semua. " Ucap Arya lembut sambil terus mencium puncak kepala fasyin dengan sayang.
Arya mengepalkan tangannya dengan erat. Benar benar situasi yang sangat sulit yang fasyin hadapi. Diumurnya yang masih muda, dirinya harus menjalani dan mengalami hal seperti ini. Kekerasan fisik. Kekerasan mental. Batin. Dan juga pelecahan. Fasyin setiap harinya hidup menderita. Sementara sang pelaku malah hidup dengan enak seolah tak memiliki salah, atau masalah dalam hidupnya.
"Udah udah. Sekarang kamu diam, dan ayo ikut aku. Aku akan memberi tau mu semua kejadian yang sudah menimpa mu. " Ajak Arya membawa fasyin menuju mobil nya.
"Ki-kita mau kemana mas? " Tanya fasyin sambil terus mengusap air matanya.
"Aku akan membawa mu kerumah ku. Disana kamu akan mendapatkan semua jawaban yang kamu cari selama ini. " Ucap Arya. Meski bingung maksud yang Arya katakan, tapi fasyin tetap mengikuti Arya menuju mobilnya.
Selama perjalanan, tak ada yang berbicara diantara mereka. Fasyin diam dengan pikiran yang terus mencerna semua kalimat yang Arya katakan. Sedangkan Arya diam, dengan menahan emosi yang membara sedari tadi.
Beberapa menit perjalanan. Mereka pun tiba dirumah Arya yang langsung disambut oleh Edwin. Edwin membawa fasyin melalui pintu samping, agar tak seorang pun tau kedatangan dirinya.
Flashback off
"Siapa wanita ini Arya? " Tanya siti mewakili yang lainnya.
__ADS_1
Ini adalah kali pertama, bagi mereka semua bertemu dengan fasyin. Begitupun dengan fasyin yang baru hari ini bertemu dengan keluarga Arya.
"Aku akan memberi taunya nanti. Yang jelas saat ini.. Gevandra! Apa kau tau dengan wanita ini? " Tanya Arya dingin.
Gevandra diam! Dirinya bingung harus menjawab apa. Terlebih lagi pandangan nya yang terus saja terfokus pada perut fasyin yang besar. Berbagai pikiran beberapa bulan lalu, kembali memenuhi pikirannya.
"Gevandra! Jawab pertanyaanku! Apa kau kenal dengan wanita yang berada di samping ku ini. " Teriak Arya dengan suara baritonnya.
Teriakan Arya yang begitu keras membuat mereka semua terlonjak karna kaget. Terutama mega dan bramantyo. Mereka bingung kenapa harus ada fasyin juga dirapat keluarga mereka kali ini. Dan apa hubungannya gevandra dengan fasyin? Mengapa Arya terlihat mendesak gevandra sekali.
"Ak-aku.... " Mendadak lidah gevandra menjadi kelu
Semua yang berada disana, semakin dibuat penasaran dengan jawaban gevandra. Terutama kedua orang tuanya.
"Jawab pertanyaan, Arya nak.Apa kamu mengenal siapa wanita itu. " Tunjuk Indri yang semakin was was untuk mendengar jawaban dari putra nya itu.
Dirinya saja tidak mengenal fasyin, lalu apakah anaknya mengenal wanita ini? Tapi Indri rasa mana mungkin gevandra memiliki teman wanita selama ia kembali ke indonesia. Karna gevandra sama sekali tidak pernah mengenalkan teman perempuannya pada dirinya
"Ak-aku, "
"Aku.. Aku.. Jangan terlalu bertele tele! Apa kau kenal dengan wanita ini! . " Teriak Arya lagi kembali membuat mereka semua menutup kuping dan matanya.
Gevandra semakin menundukkan kepalanya. Dan mengangguk dengan pelan. "Iy-iya kak. Aku kenal dengannya, aku juga sudah bertemu dengan nya sebanyak tiga kali. " Jawab gevandra pelan
Membuat semua yang berada disana menatap gevandra dengan pandangan bingung.
Arya tersenyum smirk. " Bagus! Apa kau ingat dengan semua kelakuan kotor mu itu. " Ucap Arya dengan suara rendah namun dingin. Bahkan beberapa diantara mereka saja sampai merinding dibuat nya, tak terkecuali fasyin sendiri
Gevandra sekarang mengerti, dengan ini semua. Inilah kenapa Arya mengumpulkan seluruh keluarga yang sudah pasti dengan tujuan mendesaknya untuk mengakui kesalahannya, yang pasti akan membuat dirinya malu dihadapan semua keluarga!!
"Jawab gevandraaaa!!!!! " Teriak Arya semakin kesal
Dirinya sedari tadi sudah berusaha menahan emosinua agar tidak meledak. Namun gevandra justru bertele tele, yang membuat Arya semakin geram saja.
"Aku ingat kak! Beberapa bulan lalu aku melakukan kesalahan yang besar. Aku... Aku sudah menghamili nya kak. " Jawab gevandra jujur pada akhirnya
__ADS_1
Deg!