
"Jadi begitu nak ceritanya, " Ucap ziah pada fasyin
Sementara itu fasyin hanya diam sambil terus menyimak apa yang dikatakan oleh bu mega calon mertuanya.
"Lalu, setelah tuan pergi. Apakah anak buah tuan menghajar pelaku itu hingga tewas? " Tanya fasyin pada bramantyo
Bramantyo hanya mengangguk saja sebagai jawabannya. Hal itu mampu membuat fasyin membulatkan mata dengan lebar. "Bener sampai tewas? " Tanyanya lagi memastikan
"Iya," Jawab bramantyo singkat
"Lalu bagaimana dengan istri atau keluarga nya tuan? Apa mereka tidak mencari kemana perginya wili, " Ucap fasyin
"Dia hanya sebatang kara didunia Ini. Jadi tidak akan ada yang mencari kemana dirinya pergi, tapi entahlah! Saya juga mengetahui itu dari anak buah saya, mengenai benar apa tidaknya. Saya sama sekali tidak tau, tapi mengingat ini sudah beberapa tahun lamanya tak seorang pun ada yang mencari dirinya. Jikalau ada pun berita itu sudah pasti akan heboh, tapi ini? Tidak ada sama sekali, "jawab bramantyo apa adanya
Bramantyo justru selalu menunggu kabar dari pihak keluarga willi. Meski selama ini tidak pernah muncul sama sekali, namun bramantyo selalu waspada dan berjaga jaga siapa tau saja mereka akan muncul dan akan bertindak diluar batasannya.
"Udah udah. Jangan dibahas lagi masalah yang sudah lewat itu. Yang jelas kita hanya perlu waspada saja siapa tau mereka akan muncul secara tiba tiba hanya untuk membalaskan dendamnya. Lebih baik sekarang kita ke meja makan saja, mengingat Arya sebentar lagi akan berangkat. " Ucap mega melirik jam pada dinding
Fasyin tak lagi berucap. Ia dengan segera berdiri dan menggendong baby balqis untuk menuju kamarnya. Entah sejak kapan putrinya itu tertidur yang jelas bayi itu sangat nyenyak sekali.
~*~
"Aaaa" Teriak seorang gadis, ekhem wanita maksudnya, memenuhi kamar yang berukuran sedang itu
"Ada apa sesil? Kenapa kamu teriak teriak, " Ucap ziah panik
Kamar dirinya yang letaknya hanya bersebelahan dengan putrinya itu membuat dirinya mendengar jeritan sang putri
"Mama, it-itu. siapa yang sudah meletakkan boneka dengan banyak darah disekitarnya. " Tunjuk sesil pada sebuah kotak
Sesil yang baru saja selesai mandi tanpa sengaja matanya melihat satu buah kotak berukuran sedang tepat diatas kasurnya. Sesil yang penasaran tentu mempercepat langkahnya untuk melihat isi dari kado tersebut.
Namun saat dirinya sudah melihat isi dari kotak itu. Ia langsung menjerit ketakutan, bagaimana tidak? Isi dari kado itu adalah kepala boneka tanpa badan. Dan juga berlumuran darah, bukan hanya itu saja. Selain boneka didalamnya juga terdapat beberapa foto sesil dengan lubang dibagian kening foto itu.
Dan setiap dari foto itu berisikan tulisan. 'Hanya balasan kecil, dari semua kesalahan yang udah lo lakuin'
'Bagaimana dengan kado yang udah gue berikan? Bagus bukan, hahaha ini belum seberapa, ke depannya gue pastikan akan banyak lagi kejutan yang gue beri. '
__ADS_1
Begitu lah isi pesan yang tertera dibelakang foto milik sesil. "Kenapa bisa ada disini? Siapa yang udah dengan beraninya memberikan teror seperti ini ma, " Ucap sesil
Ziah juga bingung, dari mana datangnya kado yang sangat menyeramkan seperti itu? Karena sedari tadi dirinya berada diluar cukup lama, dan tak melihat seorang pun masuk kedalam rumahnya. Saat hendak kembali masuk kekamar miliknya tiba tiba saja dirinya mendengar teriakan sesil yang begitu nyaring.
"Mama nggak tau sil. Mama dari tadi diluar tapi nggak lihat siapa siapa yang masuk kerumah kita, " Jawab ziah bingung
"Lalu, dari mana datangnya Ini semua ma? Mana mungkin kado ini berjalan dengan sendirinya. " Jawab sesil dengan nada sedikit tinggi
"Mama nggak tau sama sekali. Kenapa bisa ada barang itu dikamar mu. Apa kau memiliki musuh? Siapa tau saja salah satu dari musuhmu mengetahui tempat tinggal mu dan dengan sengaja memberikan kado yang menyeramkan seperti ini. " Ucap ziah yakin
Pasalnya, jika hanya orang iseng tidak akan mungkin mampu berlaku seperti itu. Memangnya apa untung nya bagi dirinya? Yang jelas ziah berpikir orang yang melakukan tindakan seperti ini adalah orang yang benar benar ahli.
Buktinya bisa menaruh barang itu kedalam rumah mereka tanpa ketahuan sama sekali. Sesil yang mendengar kalimat sang mama terdiam sambil berpikir, ia sama sekali tak merasa memiliki musuh. Namun hanya dua nama yang teringat dengan jelas didalam otaknya.
Yaitu Gita dan zahra, tapi apakah mungkin mereka yang melakukan ini semua? Tapi bagaimana caranya. Bukankah mereka tidak mengetahui dimana tempat tinggalnya saat ini, jika mereka membuntuti nya saat pulang sekolah tadi, sesil pasti akan merasakan bahwa sedang diikuti.
Namun dari awal pulang sekolah hingga tiba dirumahnya, ia sama sekali tak merasakan kecurigaan apapun itu.
"Kenapa kamu malah diam? Apa kamu memang memiliki musuh? " Tanya ziah dengan tatapan penuh selidik
"Nggak mah, aku nggak punya musuh sama sekali. Tapi akhir akhir ini hubunganku dengan Gita dan zahra memang renggang. Apa jangan Jangan ini perbuatan mereka? " Tanya sesil penuh dengan rasa curiga
Sesil diam dengan mencerna kalimat yang dilontarkan oleh ziah mamanya. Haruskah ia menceritakan semuanya pada ziah? Bahwa hubungan mereka renggang akibat dirinya yang ketahuan karna telah menjadi selingkuhan kedua bokap mereka.
Bahkan karna dirinyalah hubungan rumah tangga mereka diujung tanduk. Jika sesil memberi tau segalanya, ziah pasti akan marah dan akan mengomel sepanjang tiada henti.
Sesil menggeleng pelan. Tidak tidak tidak. Jangan sampai dirinya menceritakan semua masalah yang menimpanya ke pada ziah. Bisa bisa kupingnya akan serasa panas karna mendengarkan omelannya.
Ziah menatap sesil dengan pandangan rumit, entah apa yang sedang dipikirkan oleh sesil hingga harus menggeleng seperti itu. "Kamu mikirin apa sil? " Tanya ziah
"Enggak, nggak papa. Bisa tolong buangkan kotak itu jauh jauh mah? Sesil nggak kuat ngelihatnya." Ucapnya mengalihkan pembicaraan
"Iya akan mama buang, tapi kamu yakin kalo kamu beneran nggak ada musuh? Coba kamu ingat ingat lagi siapa musuh kamu yang udah demgan beraninya berlaku seperti ini dengan mu. Oh, atau jangan jangan! " Ziah memicingkan mata menatap sang putri dengan curiga
"Ja-jangan jangan apa mah? Mama jangan mikir yang aneh aneh ya, " Ucap sesil dengan gugup
"Jawab mama sesil! Jangan bilang kalo kamu, selain bekerja di tempat haram, kamu juga menjadi simpanan suami orang? Apa jangan jangan kado ini ada sangkut pautnya dengan kamu yang menjadi simpanan om om. Sesil jawab mama! apa kamu menjadi simpanan om om? Dan karna ketahuan akhirnya kamu diteror seperti ini, " Tanya ziah tetap sasaran
__ADS_1
Deg!
"Semua udah beres mas? Coba dicek dulu, siapa tau ada yang tertinggal. " Ucap fasyin yang di balas gelengan kepala oleh Arya
Jam makan malam telah lewat. Dan kini waktunya Arya untuk berangkat menuju Bangkok. Hanya tinggal menunggu jemputan dari Edwin saja.
"Nggak ada yang tertinggal. Lagian kenapa harus membawa sesuatu? Mas kesana bukan untuk liburan sayang, " Jawab Arya lembut sambil mengusap surai panjang milik fasyin
"Do'a kan saja agar mas selamat sampai tujuan dan cepat kembali. Mas udah nggak sabar ingin memiliki mu seutuhnya. " Lanjut Arya dengan berbisik ditelinga fasyin
Yang membuat telinga sang empunya memerah karna malu. "Jangan berpikir kesana dulu. Intinya kamu harus hati hati. Aku dan ibu akan mendoakan mas agar selamat tiba di sana, dan pulang dengan kondisi yang selamat juga. " Ucap fasyin memukul pelan lengan kekar Arya
"Benar apa yang dikatakan oleh nia Arya, ini memang bukan untuk pertama kalinya kamu akan pergi dengan urusan yang seperti ini. Tapi mommy hanya khawatir kejadian beberapa tahun lalu akan terulang kembali. " Jawab mommy mega nimbrung
"Ya mom. Arya janji akan pulang dengan keadaan baik baik saja. " Jawab Arya
Brum!
Brum!
Brum!
"Edwin sudah tiba, Arya berangkat dulu mom, dad. " Pamit Arya seraya mencium kedua tangan orang tuanya.
"Ingat pesan mommy Arya, " Peringat mega sekali lagi.
"Iya mom. Sayang, aku berangkat dulu jaga baby Balqis dengan baik ya. Kalo kamu ingin pergi kemanapun itu ingat selalu memberitahu mommy, dan bawalah beberapa para bodyguard. " Ucap Arya yang dibalas anggukan kepala oleh fasyin.
"Iya mas, hati hati! " Jawabnya
Arya mengangguk seraya mencium kening fasyin, "assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Arya pergi dengan mobil yang melaju dengan kecepatan sedang. Sementara itu fasyin masih setia berdiri sambil menatap mobil yang ditumpangi oleh Arya kian menjauh. Entahlah fasyin benar benar cemas saat ini, ia berharap Arya akan pulang dengan selamat sesuai janji yang Arya katakan padanya.
"Nia, ayo masuk! Ngapain kamu malah berdiri di sana, " Ucap mega membuyarkan lamunan fasyin
__ADS_1
"Iya bu, " Jawabnya kemudian menyusul mega masuk kedalam rumah.