
"sayang," panggil arya ketika sudah sampai
arya langsung saja mendekat dan fasyin yang melihat itu langsung memeluk arya dengan erat. "cup cup cup, tenanglah. ceritakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya arya dengan lembut
fasyin melerai pelukannya dan mendongak menatap arya," aku tadi ketaman komplek bersama bibi, terus aku izin ketoilet, ta-tapi saat aku kembali bibi dan juga balqis sudah disandera oleh kak rehan dan kak bayu, mereka menodongkan pisau pada bibi. tak ada yang menolong ku disana, semuanya hanya diam tanpa berniat membantu." ucap fasyin tergugu
arya menggeram marah rahangnya mengeras saat mendengar cerita dari fasyin. terlebih lagi tak ada yang membantunya, dimana para bodyguard yang telah ia bayar? mengapa bisa kecolongan seperti ini? bahkan ini sudah yang kedua kalinya.
"pak rahmaatt." pekik arya nyaring, tak berselang lama pak rahmat datang dengan tergesa-gesa
"Ya den! " Jawabnya menunduk
"Dimana para bodyguard yang aku tugaskan untuk menjaga keselamatan fasyin? Mengapa bisa kecolongan lagi. " Ucap Arya dengan bariton yang tinggi
"Seperti nya mereka tengah berada di taman belakang den. Biar saya panggilkan. " Ucap pak rahmat yang langsung memanggil para bodyguard
"Bodyguard macam apa ini! Kenapa daddy mencari bodyguard yang tidak becus sama sekali. Kita sudah dua kali kecolongan dad, " Ucap Arya dingin pada bramantyo
"Daddy mencarikan bodyguard yang terbaik untuk menjaga nia Arya. Tapi daddy juga nggak tau kenapa hal seperti ini terjadi lagi, " Jawab bramantyo merasa bersalah
Bersalah karna telah mencari bodyguard yang bekerja dengan nya tidak becus. Tak lama 6 bodyguard pun berkumpul dan menghadap kepada Arya
Arya yang melihat itu langsung saja memberikan bogeman mentah kepada para bodyguard itu. "Apa yang kalian lakukan, ha! Saya membayar kalian untuk memantau kemana perginya calon istri saya. Tapi kalian malah enak enakkan bersantai, sementara bibi dan anak saya diculik. Apa gunanya kalian disini! Badan saja yang besar tapi tidak memiliki otak sama sekali, ini sudah yang kedua kalinya kalian mengalami kecolongan seperti ini. "
Para bodyguard itu terdiam dengan bibir yang mengeluarkan darah. Mereka juga tercengang mendengar penuturan Arya yang mengatakan anaknya diculik. Mereka merasa bersalah karna telah bersantai santai. Mereka pikir fasyin tidak keluar seperti hari hari biasanya. Tapi hari ini fasyin justru keluar, meski tidak jauh tapi tetap saja bahaya mengincar mereka.
"Maaf tuan. Kami mengaku salah! Lalu apa yang harus kami lakukan. " Ujar bodyguard yang memiliki badan lebih besar dari yang lainnya.
Arya berdecak kesal. " Dasar bodoh! Disaat situasi seperti ini kalian masih bertanya apa yang seharusnya kalian lakukan? Kalian semua saya pecat! Saya tidak sudi memperkerjakan kalian lagi. "Ujar Arya dingin lalu Menggandeng tangan fasyin untuk menuju mobilnya
Yang lain juga mengekori kemana Arya pergi. " Apa kamu sudah menelpon polisi? "Tanya Arya lembut
" Aku sudah menyuruh pak rahmat untuk menelpon polisi mas, tapi kak rehan mengatakan kita tidak boleh membawa polisi untuk menemui mereka, "jawab fasyin yang masih dengan deraian air mata
Mereka saat ini tengah berada didalam mobil dengan Edwin yang menyetir. Sementara Arya dan fasyin duduk di belakang bersama kedua orang tua Arya.
" Apa kamu tau kemana mereka membawa bibi dan balqis? "Ucap mega yang bersuara
" Kalo nggak salah tadi, kak rehan mengatakan kita harus datang ke jalan x sambil membawa uang tebusan bu. "Jawab fasyin
" Jalan xx? Gue tau jalan itu, kalo gitu kita langsung kesana aja. "Jawab Edwin
Kebetulan dirinya memang tau letak jalan tersebut, dan langsung saja membawa mobilnya mengarah kesana. Sementara Arya menelpon polisi untuk menuju jalan x tentu dengan ancang ancang agar mereka percaya jika fasyin datang kesana tanpa polisi.
***
"Tuan muda, tolong lepaskan kami. " Ujar bik surti yang tak henti hentinya menangis
Belum lagi balqis yang juga menangis sedari tadi. Bik surti merasa kasihan dengan balqis yang menangis tak berkesudahan. Sementara dirinya tak dapat berbuat apa apa dengan kaki dan tangan yang terikat kuat
Rehan dan bayu membawa mereka ke satu rumah kosong yang sudah lama tak berpenghuni. Rumah itu mereka jadikan sebagai tempat persembunyian mereka, yang sudah pasti akan aman.
Karna rumah tersebut terletak jauh dari keramaian dan juga terpencil, jadi dapat dipastikan akan jarang sekali orang melalui jalan tersebut.
Plaakk!
"Diamlah!! Apa kau tidak lelah sedari tadi meminta untuk dilepaskan! Kau tidak akan kami lepaskan sebelum anak pembawa sial yang kau banggakan itu datang, jadi.. Simpan saja suaramu itu. " Bentak rehan yang membuat bik surti terkejut
"Kak, kita sudah menunggu sangat lama sekali! Tapi sudah gelap seperti ini mereka belum datang datang juga, kupingku sudah sakit mendengarkan tangisan bayi itu terus. " Keluh bayu
Rasanya ingin sekali ia membunuh bayi itu agar berhenti menangis, namun rehan mencegahnya. Karna tujuan mereka hanya menculik dan mendapatkan uang bukan untuk menjadi seorang pembunuh.
"Lo pikir kuping lo doang? Gue juga kali, tapi tenang aja gue yakin nggak lama lagi, mereka akan datang dengan uang sangat banyak. " Ujar rehan mengatakan dengan tersenyum tipis
__ADS_1
Dibayangannya kali Ini hanya fasyin datang dengan memberikannya sekoper uang yang berjumlah milyaran atau bahkan ratusan milyar. Mereka tidak tau saja jika Arya datang membawa polisi untuk menangkap mereka. Dapat dipastikan hukuman mereka akan bertambah berat mengingat kesalahan mereka bukan hanya ini saja, tentu juga dengan kesalahan mereka yang sudah merencanakan pemerkosaan berencana pada fasyin.
Apalagi dengan penculikan dadakan seperti ini, mereka tidak mempersiapkan semuanya. Hanya bermodalkan satu buah pisau kecil saja. Tentu akan mempermudah polisi meringkus mereka.
"Lo yakin ini tempatnya? " Tanya Arya pada Edwin
Mobil mereka saat ini sudah tiba dijalan yang dimaksud oleh rehan dan juga bayu. Pastinya dengan keberadaan polisi yang tak jauh dari tempat mereka saat ini
"Iya, gue yakin ini tempatnya. Karna cuma jalan ini yang sepi dari orang yang berlalu lalang, dan juga rumah disini tempatnya sangat berjauhan. Berbeda dengan komplek perumahan, " Jawab Edwin
"Baiklah. Mommy dan fasyin kalian tunggulah disini. Biar aku, Edwin, dan juga daddy yang akan keluar. " Ucap Arya memberitahu
"Tapi. Apa aku tidak bisa ikut saja mas? Aku khawatir dengan baby balqis. " Ucap fasyin
"Sayang, didalam sangat berbahaya. Percaya denganku, aku akan kembali dengan selamat bersama baby kita. " Jawab Arya lembut
"Tapi mas__" Ucapan fasyin dipotong cepat oleh arya
"Sudah, jangan khawatir! Mom titip nia, aku dan yang lainnya yang akan mengurus masalah ini. " Ucap Arya
"Iya Arya! Pergilah mommy akan menemani nia disini. " Jawab mommy mega
Arya, Edwin dan juga sang daddy turun dari dalam mobil tak lupa juga satu koper uang yang Edwin bawa. Dari kejauhan Arya dapat melihat jika para polisi sudah diposisinya untuk berjaga jaga.
Braak!
Arya langsung saja menendang pintu rumah yang terbuat dari kayu itu dengan kuat. Mendengar tendangan pintu yang begitu nyaring, tentu saja membuat beberapa orang di dalamnya terkejut.
Dapat terdengar jelas indra pendengaran mereka semua tangisan pilu seorang bayi. Arya merasa sakit sekali mendengar suara tangisan bayi yang sudah ia anggap sebagai anak itu.
"Ohoho, akhirnya kalian datang juga. Tadinya gue pikir kalian tidak akan datang tapi dugaan gue salah. " Ucap rehan berdiri dengan tangan yang berlipat didepan dada
"Lepasin anak gue dan juga bik surti. " Ucap Arya dingin
"Hei kak.. Apa kau lupa jika pria yang berada di hadapan kita ini telah melamar saudara tiri kita. Jadi anak itu sudah pasti dianggap sebagai anaknya bukan, " Bayu menimpali ucapan sang kakak
"Ah, kau benar adikku. Aku sampai lupa dengan hal itu. " Rehan menjawab dengan kekehan sinis nya, "apa lo sudah membawa uang tebusan yang kami minta? Eh, tunggu dulu. Gue sampai lupa untuk memperkenalkan diri. Kenalin gue rehan dan dia, adik gue bayu. selamat atas pertunangan mu dengan saudara tiriku. Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga bukan, tuan Arya Dwipangga yang terhormat. " Lanjut rehan lagi berbasa basi
"Cuih! Gue nggak sudi memiliki keluarga seperti kalian ini." Arya menjawab dengan meludahi wajah rehan
Rehan yang merasa dirinya direndahkan tentu tak Terima. "Sialan! Berani beraninya lo ngeludahin gue. " Ucap rehan menggeram marah
Rehan maju dan ingin memberikan pukulan pada Arya, namun sayangnya itu semua sudah terbaca oleh Arya. Dengan mudahnya Arya mengelak dari setiap pukulan yang rehan layangkan untuknya
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Perkelahian sengit diantara mereka pun terjadi. Arya memberikan pukulan telak pada rehan. Melihat pertarungan sengit putranya. Bramantyo memanfaatkan keadaan untuk melepaskan bik surti dari ikatan nya.
Namun bayu yang melihat itu, segera mendekat dan hendak memukul bramantyo dengan balik kayu yang biasa pegang sedari tadi. Akan tetapi sebelumnya dirinya berhasil memukul bramantyo, Edwin sudah lebih dulu menerjang bayu hingga terjurungkup ke lantai.
"Hadapi gue. " Ujar Edwin datar
Bayu yang tak Terima langsung bangkit dan menghajar Edwin. Akhirnya pertarungan one bye one pun terjadi. Sementara itu bramantyo masih berusaha untuk melepaskan ikatan dari tubuh bik surti.
Setelah ikatan itu terlepas. Bik surti langsung saja mengucapkan terimakasih kepada tuan nya itu. "Terima kasih tuan. " Ucapnya sopan
"Sama sama. Ayo bawa baby balqis keluar dari sini, sebelum keadaan semakin kacau. " Jawab bramantyo
Bik surti langsung saja berlari kearah baby balqis yang terus saja menangis. Setelah berhasil membawa baby balqis keluar dari rumah itu. Beberapa anggota kepolisian datang dan langsung memberikan tembakan peringatan
__ADS_1
Dor!
Satu tembakan nyaring membuat perkelahian mereka berhenti. Rehan dan bayu yang melihat polisi langsung panik. Ia tak mengira jika Arya akan datang membawa polisi, padahal dirinya sudah memperingati untuk tak membawa polisi kemari.
"Jangan bergerak! Atau saya akan kembali menembak. " Ucap seorang kepala Polisi
Rehan dan bayu yang memang sudah kualahan melawan Arya dan juga Edwin hanya mampu terkapar lemah dilantai. "Ringkus mereka, dan berikan hukuman yang berat atas dua pasal kasus yang mereka rencana kan. " Ucap Arya datar
"Baik tuan Arya! Kami akan membawa dan menangani kasus mereka, " Jawab polisi tersebut.
"Balqis, " Teriak fasyin memeluk anaknya dengan air mata yang kembali jatuh.
Sedari tadi dirinya mengkhawatirkan mereka yang berada didalam sana. Tapi kekhawatiran itu langsung sirna ketika melihat bik surti dan juga calon mertua nya keluar bersamaan.
"Bibi nggak papa kan bi. " Ucap fasyin
"Bibi nggak papa nduk. Baby balqis juga nggak apa apa, kamu tenang saja. Lagian baby balqis juga sudah berhenti menangis nya ketika sudah berada didalam gendongan mu. " Ucap bik surti tersenyum
Sejujurnya. Bik surti merasakan badannya sangat sakit akibat ikatan yang terlilit ditubuhnya dengan erat. Namun ia berusaha untuk menutupinya.
"Kalo begitu kami permisi. " Ucap Arya langsung keluar dari dalam rumah kecil itu.
Para polisi mengangguk. Dan dengan segera membawa bayu dan juga rehan ke mobil mereka. Dengan kondisi tangan yang Terborgol mereka mengikuti langkah para anggota polisi menuju mobil mereka berada.
Arya langsung masuk kedalam mobil disusul oleh Edwin. "Mas, kamu nggak papakan. Nggak ada yang terlukakan? " Ucap fasyin melihat arya.
"Aku nggak papa, gimana keadaan baby balqis? Apa kita harus kerumah sakit? " Ucap Arya
"Nggak perlu mas, baby balqis sudah tenang. Hanya badannya saja sedikit panas. Nanti obatin dirumah saja. Mungkin efek menangis yang terlalu lama. " Jawab fasyin sambil melirik putrinya yang masih sesenggukan digendonganya
"Yakin nggak papa? " Ucap Arya memastikan
"Iya mas, nggak papa. Ibu bilang juga nggak papa kok, " Jawab fasyin tenang
"Yasudah, sekarang kita pulang saja. " Ucap Arya yang dibalas anggukan kepala oleh mereka semua.
Mobil mereka pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan tempat dimana kejadian mengerikan itu menurut fasyin.
***
"Sekarang istirahat lah, ini sudah larut malam. " Ucap Arya
Fasyin hanya mengangguk saja. Ia sudah lelah seharian ini menangisi putrinya dan juga bik surti. Selama perjalanan pulang tadi, Arya dan juga mommy mega memberinya peringatan untuk lebih berhati hati lagi.
Terutama Arya akan mencari bodyguard baru untuk menjaga fasyin kemana pun ia pergi. Yang jelas jangan sampai ada yang namanya kecolongan lagi untuk yang ketiga kalinya.
Pagi harinya seperti biasa, rumah Arya sudah di penuhi dengan orang yang sibuk dengan para pekerja untuk melakukan tugasnya. Sementara itu mommy mega dan juga fasyin saat ini tengah berada di taman belakang bersama keluarga yang lainnya.
"Apa malam tadi cucu oma rewel? " Tanya mega pada fasyin dengan baby balqis yang berada digendonganya
"Nggak bu, Alhamdulillah baby balqis tidur nya nyenyak banget. Nggak ngigau ataupun bangun, "jawab fasyin apa adanya
" Wah pinter ya, cucu oma nggak rewel. Pasti besarnya nanti jadi wanita yang kuat. "Ucap mega membuat baby balqis tertawa
" Tentu dong! Liat aja mamanya seperti apa, besarnya nanti juga bakal sama persis seperti mamanya. "Bramantyo ikut menimpali obrolan mereka.
" Lho daddy. Arya mana? "Ucap mega melihat kearah suaminya
" Di depan. Lagi menginterogasi para bodyguard baru. "Jawabnya setelah menyeruput opi
" Bodyguard? Secepat itu nyari nya dan langsung dapat? "Heran fasyin
" Kamu kaya nggak tau gimana Arya aja nak. Udah jelaslah dia menggunakan kekuasaannya, "jawab bramantyo.
__ADS_1
Sementara itu fasyin dan mega hanya manggut-manggut saja.