
"Hueek! Tempat apa ini! Kenapa bau sekali, " Ucap indri yang ingin muntah mencium aroma yang amat sangat busuk sekali.
Indri dan juga Tomi sudah tiba di markas black hold milik Arya. Mereka diseret secara brutal oleh para mafios tanpa memperdulikan teriakan sakit yang keluar dari mulut sepasang suami istri itu.
"Ikat mereka!! " Titah Arya datar dan dingin
"Tidak! Lepaskan! Apa apaan ini Arya! " Teriak Tomi. Namun sama sekali tak digubris oleh Arya
Para Mafios itu mengikat Tomi dan juga Indri dengan rantai besi yang cukup besar. Mereka mendudukan sepasang suami istri itu dengan posisi yang saling membelakangi satu sama lainnya.
"Arya! Apa yang ingin kau lakukan dengan kami, "
"Arya! Lepaskan kami! " Teriak Indri dengan suara seraknya
Suaranya sudah hampir habis akibat terlalu lama berteriak dijalan menuju markas tadi. Berharap para mafios itu merasa iba dan membebaskan nya. Namun alih alih merasa iba, para mafios itu justru semakin senang membuat sepasang suami-istri itu berteriak meminta untuk dilepaskan. Karna bagi mereka teriakan demi teriakan yang keluar dari mulut tahanan mereka itu adalah seperti alunan musik dari neraka yang begitu merdu ditelinga mereka.
"Lepaskan? Oho tidak semudah itu aunty! Sepertinya kalian memang ingin bermain main terhadapku. Apakah kalian lupa jika aku ini adalah tipe orang yang tidak suka diajak bermain? Tapi berhubung aku sudah lama tidak bermain maka aku akan dengan senang hati bermain bersama kalian. Hahaha, " Ucap Arya tertawa jahat.
Meski sedang tertawa. Tak membuat wajah Arya berubah, justru semakin datar dan lebih menyeramkan apalagi jika dirinya tersenyum smirks persis seperti seorang iblis yang ingin mencabut nyawa seseorang.
Tomi dan Indri yang melihat itu meneguk ludahnya dengan kasar. Mereka kira kebusukan yang mereka buat tidak akan disadari oleh Arya, mengingat bahwa Arya sangat jarang datang ke kantor cabang dan memeriksa segalanya. Tapi lihatlah? Mereka salah perkiraan dan akhirnya berakhir seperti ini.
Tomi menyesal karna telah begitu percaya dengan perkataan Indri beberapa waktu lalu. Saat itu Indri yang menyuruh nya untuk mengambil uang perusahaan dan membocorkan rahasia bisnis kepada musuh. Dan mengambil keuntungan dengan cara menjualnya, setelah semua yang lakukan berhasil indripun meracuni pikiran Tomi agar kabur dan meninggalkan kota bandung.
Jika akan terjadi seperti ini. Tomi tidak akan mau terhasut oleh kata kata sang indri. Lalu sekarang? Nasi sudah menjadi bubur mereka akan habis ditangan Arya detik ini juga.
"Arya maafkan paman! Tolong lepaskan paman Arya, paman janji akan mengembalikan semua uang yang telah paman curi. Tapi tolong lepaskan paman Arya, jika paman mati ditanganmu lalu bagaimana dengan lolita Arya, " Ucap Tomi penuh dengan permohonan
Namun sayangnya yang mereka hadapi ini adalah Arya yang tidak akan dengan mudahnya memberi ampun kepada orang telah berkhianat meski itu adalah keluarganya sendiri. Arya paling benci dengan seseorang yang berani berkhianat.
"Sorry paman! Aku tidak akan melepaskan kalian. Mungkin uang bisa kalian kembalikan tapi tidak dengan rahasia kantor yang sudah kalian jual kepada musuh! Apa kau tau paman? Dari perbuatan kau itu Kantor cabang milikku hampir bangkrut. Meski itu tidak seberapa tapi tetap saja kau telah berkhianat dari ku. Tak menutup kemungkinan jika seseorang yang telah dengan berani nya berkhianat todak akan mengulangi lagi. Jadi nikmati saja sisa sisa akhir hidup ini. "Desis arya panjang lebar dengan intonasi rendah
Deg!
Indri dan Tomi membelalakan mata dengan sempurna. Apakah todak ada kesempatan kedua bagi mereka. Haruskah mereka mati ditangan keponakan mereka sendiri.
" A-arya, maafkan paman. Paman mohon lepaskan paman Arya, paman janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, " Pinta Tomi memohon dengan wajah yang memelas
"Permohonan maaf mu tidak ku Terima! " Jawab Arya datar
__ADS_1
"Enaknya benda apa dulu yang pantas kalian Terima? Apakah harus yang tajam atau tumpul terlebih dahulu? " Tanya Arya dengan seringaian iblis di wajahnya
"Gue rasa benda tumpul yang harus terlebih dahulu lo gunakan! Karna biar ada sensasi yang luar biasa dari karat karat besi itu. " Jawab Edwin tersenyum tipis
"Ide bagus! Ambilkan aku satu buah pisau, oh tidak tidak! Aku rasa pisau terlalu kecil, bagaimana celurit saja? " Ucap Arya yang langsung dipatuhi oleh para mafios
"Ini king! " Ucap seorang mafios memberikan satu buah celurit yang banyak sekali karat disetiap sisinya
Arya menyeringai melihat itu. Sementara tomi dan juga Indri melorot tak percaya. "A-arya ma-mau apa kau dengan benda itu, " Ucap Indri terbata bata
"Bukankah kalian mengajak ku bermain? Sekarang ayo kita bermain, " Ucap Arya tersenyum smirk dan berjalan mendekati sepasang suami-istri itu.
"Ti-tidak Arya! Ja-jangan lakukan itu. Ka-kami moh_"
Sreek!
"Aaaa" Desis Indri menahan perih dipahanya
Ya, Arya langsung saja menggoreskan celurit tumpul itu ke ujung paha Indri dan hal itu sukses membuat Indri menjerik merasakan perih dipahanya dengan darah yang mengalir deras.
"Wah! Aku tidak menyangka ternyata celurit yang banyak memiliki karat ini mampu menembus paha mulus milik istrimu paman, " Ucap Arya dengan senyuman iblis nya
"Akh! Ini pedih sekali. " Rintih Indri menatap miris pada pahanya
"Keterlaluan? Bagi ku itu biasa saja, memang dasarnya istrimu saja yang lemah, cih! " Sudut bibir Arya terangkat sebelah
"Ambilkan aku cambuk! " Titah Arya melempar celurit itu kesembarang arah
Sang mafios kembali memberikan satu buah cambuk yang berlapis emas dan memiliki gagang kepala naga. Itu adalah cambuk khas milik Arya yang dibuat secara pribadi dan hanya ada satu didunia.
Siapa yang tidak tau dengan cambuk kematian milik Arya yang satu ini? Semua musuh tau tentang cambuk itu dan tak ada yang berani dengan cambuk kematian itu.
Karna sekali saja merasa hempasan dari cambuk itu. Maka dapat dipastikan kulit korban akan langsung mengelupas dan tulang tulang akan terlihat jelas.
Arya mendekat kearah Tomi sambil menyeringai. "Tidak ada kata pengampunan bagi seorang pengkhianat seperti mu!? " Desis Arya tajam
"A-arya! Paman mohon jangan laku_"
Ctasss!
__ADS_1
Ctasss!
Ctasss!
"Arghh! Hentikan Arya, ampun! " Teriak Tomi meminta ampun
Namun Arya sama sekali berhenti dan terus menyiksa sepasang suami-istri itu secara bergantian. Arya sudah terlanjur kesal dan sangat dikuasai oleh amarah saat ini.
Yang pertama adalah perbuatan menjijikan gevandra, lalu sekarang pengkhianatan Tomi terhadap dirinya. Arya tidak akan memberikan keringanan apapun itu pada sepasang suami-istri ini.
Gagal untuk menyiksa gevandra, maka kedua orang tuanya yang akan menanggung akibat nya
Ctasss!!
Ctasss
Ctasss!
Arya membabi buta mencambuk sepasang suami-istri itu tanpa henti. Rintihan demi rintihan terus keluar dari mulut suami istri itu, namun sama sekali tak diperdulikan oleh Arya.
Edwin dan para mafios yang lain merasakan ngilu di setiap ti dalam yang Arya lakukan. Selama ini baru kali ini Arya melakukan penghukuman hingga seganas itu.
Semua hanya mampu terdiam sambil mematung ditempat. Tak bisa mereka bayangkan jika mereka lah yang berada diposisi Tomi dan juga Indri
"A-ampun hiks! Arya he-hentikan, " Tangis Indri memohon ampun
Sekujur tubuhnya benar benar dipenuhi dengan luka yang cukup parah. Bahkan tulang tulang ditubuhnya pun terlihat dengan jelas. Sementara Arya sendiri sudah dipenuhi dengan darah yang muncrat dari tubuh kedua manusia penghianat seperti Indri dan Tomi
Ctasss!
Ctasss!
"Baiklah! Itu cambukan terakhir dari ku. Kalian! Obati seluruh luka yang ditubuhnya mereka! Aku masih ingin bermain main, " Perintah Arya yang langsung dilaksanakan oleh para mafios
Arya keluar dari ruang penyiksaan dan kembali menuju kamarnya yang berada di lantai atas, tak lupa Edwin juga mengikutinya dari belakang.
Ceklek!
Arya masuk kekamarnya dan langsung menuju kamarandi untuk membersihkan diri dari kotoran darah yang menempel di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Buang baju ini dan bakar!! " Perintah Arya melempar baju tersebut pada Edwin
Edwin mengangguk dan melakukan tugasnya. Hal seperti ini akan selalu terjadi. Setiap kali Arya menyiksa seseorang maka Arya akan memerintahkan Edwin untuk membakar pakaian yang ia kenakakan. Tak perduli berapa harga dari baju itu yang terpenting semua sudah dibakar tanpa sisa sedikitpun.