Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 33


__ADS_3

"Keluarga dari nona fasyin syafania! " Ucap wanita yang berprofesi sebagai dokter itu.


Arya mendongak, lalu berdiri dengan tegap. "Saya! Saya calon suaminya dok, gimana keadaan calon istri saya? " Ucap Arya harap harap cemas. Begitupun dengan yang lainnya.


Dokter tersebut menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Begini tuan! Nona fasyin mengalami pendarahan yang cukup hebat. Apalagi dengan bayi yang ia kandung. Kami akan melakukan operasi agar, bayi yang tengah dikandung oleh nona fasyin bisa kami selamat kan. Namun kami membutuhkan golongan darah O negatif, karna saat ini pihak rumah sakit sedang kehabisan stok darah langka tersebut. Mungkin dari tuan dan nyonya ada yang memiliki golongan darah yang sama? "Terang dokter cantik tersebut panjang lebar.


Sejenak Arya dan yang lainnya saling pandang. Tidak ada diantara mereka yang memiliki golongan darah O negatif. "Apa benar benar, sudah tidak memiliki stok lagi dok?" Tanya Arya


Sang dokter hanya menggeleng. "Jika kami memiliki stok golongan darah O negative, saya tidak akan mungkin bertanya pada tuan semua disini. Mohon  untuk segera mencari nya tuan. Karna kita sangat sangat membutuhkan golongan darah tersebut! "


"Baiklah dok! Saya akan berusaha untuk mendapatkan golongan darah itu. Saya mohon tolong lakukan yang terbaik nya, untuk calon istri saya dok." Ucap arya bersungguh-sungguh


"Baiklah kalo gitu, saya permisi. Jika sudah menemukannya tolong segera untuk memberi tau saya. " Ucap dokter cantik itu yang dibalas anggukan kepala oleh Arya


Setelah kepergian dokter itu. Arya kembali duduk dikursinya. "Kemana kita mencari golongan darah O negative. " Ucap Arya yang sudah terlihat putus asa


Entahlah! Jika sudah menyangkut fasyin, pikiran Arya menjadi buntu dan seolah berhenti berpikir. Karena yang ia pikirkan saat ini hanyalah keselamatan fasyin saja.


"Coba kamu hubungin para karyawan kamu Arya. Katakan dengan mereka, kalo salah satu dari mereka ada yang memiliki golongan darah O negative. Daddy akan membayar mereka satu milyar. " Ucap bramantyo memberi usul


"Daddy benar! Edwin tolong kasih pengumuman pada karyawan kantor kita, dan katakan dengan mereka jika kita akan memberinya imbalan berupa uang lima ratus milyar. Dan aku minta mereka cepat. " Perintah Arya pada Edwin yang langsung dituruti oleh Edwin


Bagi keluarga Arya uang segitu tidaklah ada artinya. Uang atau harta, bisa dicari kembali. Tapi jika fasyin  tidak akan bisa mencari gantinya. Karna Yang terpenting saat ini fasyin selamat,


**


**


"Gila ya loh! Bisa bisanya lo berbuat hal kaya gini. Nggak habis pikir gue. Eh tapi.. Lo nggak takut ya kalo nanti Arya tau kalo ini semua perbuatan lo? " Tanya wanita itu


Mereka saat ini tengah menikmati Secangkir beer untuk berpesta, merayakan karna sudah berhasil membuat fasyin masuk rumah sakit.


"Ya nggak lah! Gue main aman, jadi nggak ada yang bakal ganggu gue lagi. Dan yang pasti, perempuan ******* itu sudah tidak akan mungkin mampu mengalahkan gue. Gue juga yakin dia pasti udah K'O. Secara gue nabraknya bener bener kenceng banget. " Jawab wanita tersebut sambil terus meneguk minuman yang berada ditangannya.


**


**


Lain hal nya dengan si pelaku yang merasa bahagia, karna sudah membuat fasyin masuk rumah sakit. Saat ini justru seorang gadis sedang merasakan pusing harus mencari uang kemana lagi.

__ADS_1


Sementara saat ini ibunya tengah dalam kondisi darurat. Dimana sang ibu yang mengalami kanker usus, dan harus dengan segera dioperasi.


Dirinya duduk di bangku dengan berselonjor kaki, tanpa sadar jika kakinya itu menghalangi seseorang yang tengah lewat.


Bruuk!


Karna berjalan yang tidak fokus membuat dirinya terjatuh karna kakinya tersangkut sesuatu.


"Aduh! Maafkan saya tuan. Gara gara saya selonjoran anda jadi terjatuh. " Ucap wanita itu membantu pria yang terjatuh tersebut berdiri.


"Tidak, tidak. Saya yang seharusnya meminta maaf bukan kamu. Karna saya berjalan fokus melihat ponsel akhirnya menabrak kakimu. " Jawab pria itu


"Tapi ini benar salah saya tuan. Karna sudah berselonjoran. "


"Tanpa kamu berselonjor pun. Saya akan tetap terjatuh, karna saya berjalan terlalu kepinggir dan fokus ponsel. " Ucap pria tersebut sambil mendongak.


Kini keduanya saling bertatapan, namun pria tersebut merasa tidak asing dengan wajah wanita yang berada dihadapan nya ini.


"Wait! Lo dea? Temen SMA gue dan Arya dulu nggak sih? " Ucap pria itu


Pria itu adalah Edwin yang tidak sengaja menabrak kaki wanita yang bernama dea itu. Tadinya dirinya habis dari toilet dan mengecek HP miliknya, apakah sudah ada orang yang bersedia mendonorkan darahnya.


"Oh, lo Edwin? Ya ampun nggak nyangka ya kita ketemu disini! " Jawab wanita itu


Kalian pasti merasa tidak asing dengan nama dari si wanita itu kan? Dia adalah dea teman SMA Arya dan juga Edwin. Dea adalah wanita yang dibuat jatuh miskin oleh Naura waktu itu.


"Iya ya, kebetulan banget kita ketemu disini! Gimana kabar lo de? Eh, Btw lo ngapain disini? Siapa yang sakit. "Ujar Edwin mencecar


" Yah! Seperti yang lo lihat. Gue baik. "Mendadak wajah yang semua senyum berubah menjadi sendu, dan Edwin dapat melihat itu.


" Nyokap gue sakit, dan harus dengan segera dioperasi. Cuma saat ini belum ditangani oleh dokter, karena gue belum bayar biayanya. "Ucap dea menunduk


Edwin langsung membawa dea duduk. " Sorry banget kalo gue udah nanya hal itu. Bokap lo mana? Nggak ikut kesini nemenin lo? "Tanya Edwin yang lagi lagi membuat dea semakin terlihat sendu


" Bokap gue udah lama meninggal semenjak usahanya bangkrut. Dia terkena serangan jantung waktu itu. "Jawab dea berusaha tersenyum


Meski dea tersenyum tapi Edwin dapat melihat jika senyum itu adalah palsu. " Oh sorry! Lagi lagi gue salah ngomong. "


Dea tersenyum getir. "Nggak papa! Oh iya, lo sendiri ngapain disini? Ada keluarga lo yang sakit? "


"Enggak ada. Tapi calon istri Arya yang lagi sakit. Dia mengalami kecelakaan, dan sekarang lagi butuh pendonor darah. " Ucap Edwin menundukkan kepala nya

__ADS_1


"Astaghfirullah! Gue ikut sedih ya win. Lo udah nyari orang buat donorin darahnya? Atau orang tuanya nggak ada yang cocok apa gimana? " Ucap dea


"Orang tuanya meninggal. Gue udah cari tau semuanya, yang cocok cuma almarhumah ibunya. Sedangkan bokapnya nggak. Gue juga udah nyoba ngasih tau ke karyawan yang ada dikantor, tapi nggak ada satupun yang memiliki golongan darah langka itu de. Bahkan gue juga udah mosting keseluruh sosmed gue, siapapun yang memiliki golongan darah langka itu Arya bakal ngasih imbalan yang gede buat orang itu. "Jawab Edwin panjang lebar


Dea diam mendengarkan dengan baik cerita dari Edwin. Namun fokusnya tertuju pada kata imbalan yang Edwin katakan. Apakah imbalan yang dimaksud oleh Edwin berupa uang? Jika iya, maka dirinya siap untuk mendonorkan darahnya pada fasyin, agar uang itu bisa ia gunakan untuk biaya oprasi ibunya.


"Kalo gue boleh tau, apa golongan darah dari calon istri nya Arya win? Dan maaf gue nanya ini. Apa imbalan yang akan dijanjikan oleh Arya? " Tanya dea lagi


"Uang de. Sekitar lima ratus milyar. Golongan darah yang dicari adalah O negative. "


Dea melotot dengan penuturan Arya. Sungguh ini benar benar rezekinya. "Edwin golongan darah gue O negative. Gue bisa bantu untuk donorin darah ke calon istrinya Arya. Tapi gue mohon, gue juga butuh bantuan dari kalian. " Jawab Dea


Jika dirinya berhasil mendonorkan darah untuk fasyin. Maka ia juga akan bisa membiayai oprasi ibunya. Dan sisa dari uang itu bisa ia gunakan untuk melanjutkan kehidupannya bersama sang ibu.


"Lo serius? Iya. Iya. Apapun yang lo butuhkan gue dan yang lainnya, pasti akan bantu lo. Asalkan lo bersedia untuk mendonorkan darah lo. " Jawab Edwin antusias


"Gue serius, dan gue bersedia. " Jawab Dea bersungguh-sungguh


"Baiklah. Kalo gitu ayo ikut gue ketemu Arya sekarang. Biar kita bisa langsung ngasih tau kedia. " Jawab Edwin dan Dea pun langsung menurutinya.


Suatu kebetulan sekali, karna ruangan dimana mama Dea dirawat tidaklah jauh dari ruangan tempat operasi fasyin.


"Arya! " Panggil Edwin


Arya dan yang lainnya menoleh pada Edwin. Namun fokus mereka adalah wanita yang berada disamping Edwin.


"Ini Dea, teman SMA kita dulu. Lo masih ingatkan? " Tanya edwin


Arya diam sebentar mencoba mengingat nya. "Oh iya gue inget. Ngapain lo disini de?" Tanyanya


"Nyokap nya sakit, dan butuh biaya untuk operasi nyokapnya. Dan dia gue bawa kesini, untuk nolong nia Arya. Gue udah cerita semua ke Dea yang kita alami sekarang. Dan kebetulan Dea memiliki golongan darah yang sama. Dan dia serius untuk membantu kita. " Bukan Dea yang menjawab melainkan Edwin


Arya langsung berdiri dan menatap kedua orang tuanya. Lalu pandangannya beralih pada Dea. "Lo serius? Golongan darah lo O negative? " Tanya rya


"Iya. Biar kalian lebih percaya lagi, boleh diperiksa dulu. " Ujar Dea


"Nggak, nggak! Nggak perlu. Gue percaya kok sama lo. Lagian kita juga nggak punya banyak waktu lagi. Gue makasih banget sama lo karna udah bersedia nolongin gue. Untuk biaya operasi nyokap lo, serahin aja kegue. Edwin tolong bawa Dea ke dokter yang tadi memeriksa fasyin. " Ucap Arya antusias


Dea terharu. Ternyata tak perlu menunggu nya untuk selesai mendonorkan darah agar Arya memberinya imbalan. "Gue juga makasih karna lo udah nolongin gue. " Jawab Dea yang dibalas anggukan kepala dan senyum tulus.


Dea pun pergi kemana Edwin membawanya untuk dengan segera melakukan pendonoran darah untuk fasyin.

__ADS_1


__ADS_2