Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 61


__ADS_3

Usai melaksanakan akad serta pesta tadi. Kini pasangan yang sudah resmi menjadi suami istri itu tengah berada di kamar milik Arya. Untuk pertama kalinya fasyin masuk dan berada di kamar Arya.


Kamar yang dominan berwarna hitam dan aroma maskulin, serta tak banyak dipenuhi peralatan membuat kamar itu seperti tidak hidup sama sekali. Hanya ada meja kerja, rak buku dan beberapa barang yang hanya diperlukan saja.


Ceklek!


"Apa yang kau lihat, sayang. " Ucap Arya berjalan mendekati fasyin


Fasyin menoleh tatkala Arya sudah keluar dari kamar mandi. Sungguh ini adalah pemandangan indah dan luar biasa yang fasyin lihat. Arya keluar hanya dengan celana pendek dan bertela***ng dada.


Perut dipenuhi dengan kotak kotak yang amat sangat menggoda iman. Jangan lupakan lengan Arya yang juga dipenuhi oleh otot otot kekar, punggung yang lebar. Fasyin tak mengira jika tubuh Arya akan sesexsy dan se hot ini, selama ini ia mengira bahwa badan Arya hanya sekedar berotot saja. Namun perkiraan nya justru salah besar bahkan dada Arya jauh terlihat lebih bidang daripada ketika ia menggunakan pakaian.


Tanpa sadar fasyin menelan ludahnya dengan kasar. Pantas saja selama ini dirinya merasa begitu nyaman ketika bersandar di dada bidang milik Arya, ternyata penampakan aslinya sungguh benar benar menggoda imannya. Arya yang melihat fasyin menatap nya tanpa berkedip hanya bisa menggeleng seraya terkekeh kecil.


"Sudah pu*s melihat tubuhku, hmm. " Ucap Arya mengagetkan fasyin


Fasyin tersentak karena kaget, "nggak.ma-mana ada jangan kegeeran ya kamu mas. Aku nggak merhatiin kamu kok, " Kilah fasyin karena ketahuan sudah menatap Arya. Namun hati ia juga merutuki kebodohan dan juga malu karena ketahuan telah menatap ciptaan Tuhan yang sempurna itu


"Jangan berbohong, sayang! Aku tau kau tengah menatap ku, " Ucap Arya sambil mencubit pelanggan hidung mancung fasyin


"Aku bilang nggak, ya nggak mas. " Jawabnya masih tak ingin jujur


"Ngaku aja udah, lagian nggak ada yang salah juga kok. Kamu kan sekarang udah jadi istri aku, jadi apapun yang ada di tubuhku maka juga akan menjadi milikmu. Kamu bebas dan berhak atas segalanya, "


Fasyin memalingkan wajahnya dan menatap kearah lain. Mendengar kata istri yang keluar dari mulut Arya membuatnya malu dan dapat ia pastikan jika saat ini pipinya sudah merah bak kepiting rebus saat ini.

__ADS_1


"Udah ah, aku mau mandi. " Katanya yang langsung ngacir menuju kamar mandi


Arya yang melihat tingkah fasyin menggeleng pelan seraya terkekeh. "Benar benar menggemaskan" Gumamnya pelan


Berbeda dengan Arya yang tengah menahan gemasnya terhadap fasyin. Fasyin justru saat ini tengah menormalkan degup jantungnya. Ia berdiri di hadapan cermin sambil sesekali menghembuskan nafasnya secara perlahan.


"Huh! Mas Arya benar benar keterlaluan. Mentang mentang aku sudah menjadi istrinya, dia malah sesuka hatinya menampakan diri dihadapan ku tanpa memakai baju terlebih dahulu, huft! Untung aku tidak memiliki riwayat sakit jantung. Kalau ada mungkin aku udah langsung modar duluan. "


"Gila! Ini benar benar gila sih. Ternyata yang selama ini aku lihat kecil justru sebaliknya. Dadanya mas Arya benar benar bidang banget, ya ampun, ternyata menilai sesuatu dari segi pandang aja nggak menjamin kalau penglihatan kita itu sama dengan aslinya. Buktinya mas Arya, kalo dia pake baju justru nggak keliatan banget tu otot otot, tapi sekali ngeliat mas Arya tanpa baju. Beuh! Bidang banget" Gumam fasyin tanpa sadar memuji Arya, namun sedetik kemudian ia melototkan mata karena kaget seolah baru sadar dengan kalimat yang ia ucapkan tadi.


"Eh, astaghfirullah. "


"Eh, kok ngucap? Kan aku lagi ditoilet, kenapa mengucap. Ya allah, eh astagfirullah, eh, aduh. Anu, ish! Gimana sih ngomong nya. Ya pokoknya itulah maksud aku, Semoga aja allah mengerti dengan apa yang aku ucapkan ini. Tu kan, salah ngomong lagi. Ah capek, mending langsung mandi aja. " Gumamnya lagi dan dengan segera mandi karena tubuhnya saat ini benar benar sudah lengket sekali


Sambil sesekali ia menggeleng dan merutuki mulutnya yang asal main sebut tanpa tahu posisinya saat ini lagi dimana.


"Huh! Yaudahlah, dari mana harus berlama lama berada disini. Lebih baik aku keluar saja, lebih baik keluar dari pada harus masuk angin akibat terlalu lama berdiam diri dikamar mandi. " Fasyin terus saja bermonolog dengan dirinya sendiri


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka membuat seorang pria yang tengah fokus membaca novel mendongak dan menatap perempuan yang sudah resmi menjadi istri nya beberapa jam yang lalu. Dengan susah payah Arya menelan ludahnya akibat fasyin yang keluar hanya mengenakan bathrobe.


Sejujurnya fasyin malu namun sekuat tenaga ia tahan, meski Arya sudah melihat wajahnya yang bersemu merah.


"Ma-mas mau ngapain! " Tanya fasyin gugup ketika Arya mendekat dan menguncinya hingga tubuhnya menempel sempurna pada tembok dinding kamar

__ADS_1


Arya tak menjawab ucapan fasyin. Ia justru semakin mengikis jarak diantara mereka, dapat Arya rasakan aroma lavender memasuki indra penciuman nya.


Seketika bulu kudu fasyin meremang, saat wajahnya dan wajah Arya hanya berjarak beberapa senti saja. Fasyin memejamkan matanya guna menetralisir rasa gugup yang mendera.


Arya tersenyum melihat itu, rasanya senang saja menjahili fasyin. Namun tujuan utamanya bukan itu melainkan, "sayang, aku rasa malam ini tidak akan ada yang namanya berkeringat bersama. Karena kau sedang berdarah, " Ucap Arya dengan suaranya serak


Mendengar penuturan Arya fasyin Langsung membuka mata lebar lebar. "Apa tadi katanya? Berdarah? Apa maksudnya, " Batin fasyin masih tak paham


Arya menjauh satu langkah, lalu menunjuk ke bawah dengan matanya. Fasyin mengikuti kemana arah pandang mata Arya, ketika sudah melihat maksud yang Arya katakan mata fasyin membola sempurna.


"Ehm! Mas, hehe anu. A-aku lupa kalo hari ini aku akan mendapatkan tamu bulanan, bisa kau menolongku? " Cengir fasyin memperlihatkan deretan giginya yang putih


Arya menaikan sebelah alisnya. "Apa? "


"Tolong ambilkan stok pembalut milikku, dikamar ku yang lama, boleh? " Tanya fasyin


"Oh, tentu! Baiklah tunggu disini aku akan segera kembali, " Ucap Arya kemudian keluar dari kamarnya


Sementara fasyin menghembuskan nafas dengan lega, "astaghfirullah, kenapa bodoh banget sih, kamu nia. Kenapa pake acara datang bulan segala. Tapi kenapa nggak sakit ya? Biasanya kan pasti bakal sakit perut dulu, baru datang bulan. Tapi kok? Ah, sudahlah. Lebih baik sekarang aku balik ke kamar mandi, sambil nunggu mas Arya balik. " Monolog nya pada diri sendiri


Semua sudah terjadi dan kepalang tanggung juga. Hal ini benar benar memalukan untuk fasyin, tapi jika dipikir pikir tidak masalah bukan? Toh Arya sekarang adalah suaminya.


"Lho Arya, ngapain lo disini? Seharusnya lo itu lagi ekhem ekhem sama bini lo. " Heran Edwin yang kebetulan melihat Arya


"Ck! Apa Sih lo! Nggak ada ekhem ekhem, nih, " Ucap Arya malas sambil memperlihatkan pembalut yang ia bawa

__ADS_1


Seketika tawa Edwin pecah melihat wajah masam Arya, "bwahahaha! Mampus! Gagal belah duren, " Ucapnya sambil terpingkal pingkal


"Diem lo! Ntar kalo lo punya bini juga bakal ngerasain hal yang sama, kaya yang gue rasain sekarang! " Jawab Arya kemudian pergi meninggalkan Edwin yang masih tertawa di lantai


__ADS_2