Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 27


__ADS_3

" Ada apa mom? Siapa yang menelpon? " Tanya bramantyo


"Arya dad! Dia nyuruh kita buat ngumpulin semua keluarga hari ini juga. Katanya kalo sampe ada yang nggak hadir, tanggung sendiri akibatnya. " Ucap mega memberi tau


"Arya bilang begitu? Pasti ada sesuatu yang membuat Arya jadi mengumpulkan seluruh keluarga. Ya sudah, kalo gitu kumpulin seluruh keluarga sesuai perintah Arya mom. Ingat jangan sampai ada yang tertinggal satupun. " Peringat bramantyo yang dibalas anggukan kepala oleh mega..


**


**


"Gimana mom? Udah ngasih kabar belum, ke keluarga kita? " Tanya bramantyo


"Sudah dad. Mereka semua lagi berada dijalan. " Jawab mega seadanya


"Sebenarnya ada apa sih ini? Kenapa Arya mendadak ngumpulin keluarga seperti ini ya dad? "Tanya mega heran


Pasalnya Arya jarang sekali menghubungi atau mengumpulkan keluarga secara tiba tiba seperti ini. Biasanya jika ingin berkumpul bersama akan diberi tau jauh jauh hari terlebih dahulu.


" Entah lah mom! Daddy juga tidak tau. Kalo udah kaya gini, pasti ada sesuatu yang besar hingga membuat Arya mengumpulkan seluruh keluarga. "Jawab bramantyo


Dirinya paham betul dengan watak sang putra tunggal nya itu. Arya tidak akan mengumpulkan keluarga secara mendadak seperti ini. Bramantyo yakin ada masalah dibalik kumpul keluarga mendadak ini


Arya adalah anak pertama dan cucu pertama dikeluarga besar Dwipangga. Jadi Arya adalah anak dan cucu yang paling disegani oleh keluarga besarnya. Selain itu, Arya juga adalah pembisnis terbesar dikotanya. Jadi, baik keluarga ataupun orang lain, tak ada yang berani padanya. Terlebih lagi seluruh keluarga Arya, bergantung hidup dinaungan milik Arya. Adik beradik dari daddy nya bramantyo, banyak yang bekerja di perusahaan cabang milik Arya. Jadi jika mereka berani melawan atau bertindak jauh. Maka dapat dipastikan kehidupan nya tidak akan aman tujuh turunan. Dan sejauh ini terpantau mereka bekerja dengan baik dan jujur. Tapi dengan adanya perkumpulan keluarga secara mendadak seperti ini. Tentu saja membuat mereka cemas dan hanya bisa menebak nebak nya saja..


**


**


"Apaa! Jadi perempuan yang menjadi tunangan arya, sipembantu itu? " Teriak Naura syok


Bagaimana mungkin, perempuan yang statusnya hanya seorang pembantu bisa menjadi tunangan Arya?  Apakah dia menggunakan pelet? Ah ini tidak bisa dibiarkan. Eh tapi tunggu? Bukannya pembantu Itu sudah memiliki suami? Begitulah pikir Naura


"Apa kau yakin dengan info ini? Kau tidak salah orang? " Tanya Naura pada preman yang ia suruh tempo lalu


"Ya. Mana mungkin aku salah. Apa kau meragukan kinerja kami. " Tanya pria tersebut dengan wajah garang

__ADS_1


"Tidak! Maksud ku apa hanya ini yang kau dapat kan? Bukankah wanita ini sudah bersuami? " Tanya Naura


Pria tersebut berdecih sinis. "Wanita itu belum bersuami sama sekali!! Dia hamil diluar nikah. Untuk penyebab nya aku tidak tau. " Jelas pria tersebut


Naura menganga tak percaya. Apakah benar info yang dia dengar ini? Benar benar tidak bisa dipercaya. Dirinya harus bisa membatalkan acara pernikahan mereka nanti. Apapun itu pokoknya harus. Pikir Naura


"Baiklah. Ini bayaran untuk kerja kalian. " Ucap Naura memberikan sebuah amplop


Pria tersebut menerima nya. Lalu pergi dari sana. " Sialan! Gue nggak bisa biarin ini. Pokoknya gue harus ngelakuin sesuatu, "ucap Naura bersungguh sungguh.


**


**


"Ada apa ni mbak? Kenapa kita semua dikumpulin seperti ini? " Tanya siti adik ipar mega.


Bramantyo memiliki empat orang adik. Yaitu anak pertama dirinya, bramantyo Dwipangga! Anak kedua bernama putri cahyu Dwipangga! Anak ketiga bernama Tomi  Dwipangga! Dan yang ke empat Nur siti Dwipangga. Mereka merasa heran, ada apa? Kenapa mereka dikumpulkan seperti ini.


"Saya juga tidak tau. Kita tunggu saja Arya tiba disini. " Bukan mega yang menjawab melain bramantyo


"Saya bilang tunggu saja Arya. Karna saya juga tidak tau ada apa dengan ini semua! " Sarkas bramantyo dengan wajah datarnya.


Mendengar penuturan bramantyo, membuat mereka semua menjadi bungkam dengan perasaan yang was was.


Brum!


Brum!


Brum!


Terdengar suara deru mobil dari arah luar. Membuat ynag lainnya menjadi duduk dengan punggung yang berdiri kokoh. Mereka seolah olah melakukan kesalahan besar, yang padahal mereka sendiri tidak tau apa kesalahan dan kenapa mereka dikumpulkan seperti ini. Tapi yang jelas didalam pikiran mereka adalah, ini bukanlah sesuatu hal yang baik.


Braak!


Arya masuk dengan membanting pintu keras, membuat mereka semua terlonjak kaget. Bahkan jantung mereka bertalu talu dua kali lipat, dari biasanya.

__ADS_1


Arya masuk dengan langkah lebarnya. Dan menatap mereka semua satu persatu dengan pandangan sinis. Tak ada satupun diantara mereka yang berani membuka suara.  Benar benar atmosfer diruangan itu terasa lain sekali. Bahkan mereka merasa bernafas sedetik saja akan membuat Arya semakin murka. Jangankan untuk bernafas, menelan ludah saja mereka tidak sanggup.Dari raut wajahnya Arya, saja sudah gelap seperti itu. Yang menandakan bahwa Arya saat ini benar benar marah sekali.


Beberapa menit semua terdiam akhirnya Tomi sang paman membuka suara, untuk menanyakan ada apa dengan ini semua.


"Ekhem! Arya, ada apa ini? Kenapa kamu tiba tiba mengumpulkan kita semua seperti ini." Tanya Tomi membuat Arya menoleh padanya.


"Iya Arya. Kenapa? Apakah ini menyangkut kantor? Tapi yang mana? Karna menurut paman kantor sama sekali tidak ada masalah apapun. Kalau pun ada kita pasti akan memberitau mu dulu kan? " Sambung dipta suami dari siti yang hanya diam sedari tadi.


"Aku tau! Ini bukan permasalahan kantor sama sekali. " Ucap Arya dingin dengan mata tajam yang tertuju pada satu orang.


Namun. Nampaknya orang ditatap oleh mata tajam Arya sama sekali tidak mengerti apa arti dari tatapan menusuk dari Arya tersebut. Bramantyo yang paham kemana tujuan mata sang putra pun juga mengikutinya. Ternyata yang sedari tadi ditatap sengit oleh Arya adalah Gevandra putra, sang sepupu. Anak kedua dari pasangan Tomi dan juga Indri sang istri.


"Lalu? Jika ini bukan permasalahan kantor, ada apa kamu mrmanggil kita semua Arya? " Tanya Tomi menatap Arya


Arya tersenyum smirk "Ini memang bukan masalah kantor. Tapi ini adalah masalah dari putra kedua mu itu. " Ucap Arya masih dengan nada datar dan juga tatapan dingin.


Uhuk! Uhuk!


Gevandra yang tengah minum pun tersedak air minum nya sendiri. Tentu saja gevandra tau, kali ini kemana arah pembicaraan nya. Yang dia sebut putra kedua itu tentu saja dirinya, siapa lagi memang nya.


Semua yang berada diruang tamu itu mengerutkan alis pertanda bingung, terutama Tomi. Kenapa putranya tlyang memiliki masalah? Bukankah putra baru saja pulang dari luar negeri, karna baru saja menyelesaikan pendidikan nya.


"Aku? Ada apa dengan ku kak? " Tanya gevandra tak paham.


"Iya Arya. Kenapa dengan anak tante? Masalah apa yang gevandra lakukan? Bukan kah gevandra baru saja pulang dari luar negeri, dan bahkan gevandra sama sekali belum ada menemui mu arya. " Ucap Indri bingung yang diangguki kepala oleh Tomi.


"Kau ingin tau dimana letak kesalahan mu? " Tanya Arya datar


Gevandra menelan ludahnya dengan kasar. Entah kenapa ia yang semula merasa biasa saja. Kini mendadak menjadi panik yang berlebihan.


"Tentu kak. Seingat ku, aku sama sekali tidak membuat kesalahan apapun itu. " Jawab gevandra. Karna memang itu yang ia ingat, jadi seharusnya ia tak perlu panik berlebihan seperti ini.


"Begitukah? Oke! Aku akan memberikan mu satu kejutan, yang pastinya akan membantu mu untuk mengingat dimana letak kesalahan mu. " Terang Arya sambil memberi kode pada Edwin


Edwin yang memang sedari tadi setia berdiri disamping Arya pun dengan segera meninggalkan ruang keluarga tersebut. Sementara yang lain semakin dibuat penasaran saja oleh kejutan yang akan diberikan oleh Arya. Keluarga yang lain hanya bisa diam dan terus menyaksikan. Karena mereka sadar jika ini adalah bukan kawasan mereka untuk berbicara. Karena kali ini yang tertuduh bersalah adalah anak dari keluarga Tomi.

__ADS_1


__ADS_2