Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 59


__ADS_3

"Apa kalian sudah mengurus segalanya? " Tanya Arya dingin pada para mafios


"Siap, sudah king. " Jawab Hendra ketua dari mafios yang dipimpin oleh Arya


"Hmm, " Gumam Arya


Mereka saat ini tengah mempersiapkan segala keperluan seperti perhiasan, pakaian syar'i dan perlengkapan lainnya. Mengapa ada pakaian syar'i? Itu karna fasyin sendiri yang meminta agar Arya membelikannya pakaian seperti itu.


Fasyin mengatakan bahwa ia ingin hijrah dan memutuskan untuk menggunakan hijab, entah mengapa mendadak fasyin ingin merubah penampilan nya. Arya? Tentu ia senang dan dengan senang hati Arya akan membelikan calon istrinya itu baju baju gamis dengan banyak. Karna apa? Agar tak ada pria lain yang bisa memandang kecantikan calon istrinya itu karna hanya dirinya sendiri lah yang boleh melihat nya.


"Bagaimana dengan kedua manusia penghianat itu! " Tanya Arya lagi


"Mereka sudah kami tangani. Mereka juga sudah kami datangkan dokter sesuai yang king minta. " Jawab Hendra yang dibalas anggukan kepala oleh Arya


Ya, mereka yang dimaksud oleh Hendra ketua mafios adalah Tomi dan juga Indri. Kemarin adalah siksaan terakhir yang Arya berikan pada mereka dan kini sepasang suami-istri istri itu Tengah ditangani oleh dokter khusus dari Bangkok yang Arya minta.


"Gimana dengan para pemegang perusahaan kecil itu, " Tanya Arya pada Edwin


"Sesuai perintah, yang lo katakan sama gue! Semua berjalan sesuai rencana, dan saat ini mereka tengaj kelimpungan mencari suntikan dana, " Jawab Edwin tersenyum jahat


"Bagus! Mereka kira kita bodoh? Tentu tidak! Meski rahasia perusahaan kota telah bocor, tidak semudah itu mereka menguasai semuanya dengan cepat. Biarkan saja mereka kesusahan mencari suntikan dana, bikin perusahaan mana pun tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan miliknya. Agar ia bisa hancur secara perlahan. " Ucap Arya puas dengan tugas yang ia berikan pada Edwin


Tak sia sia ia mempercayakan segalanya pada Edwin. Karna Edwin bisa diandalkan dan bisa bekerja dengan cepat dan juga cekatan. Oh ayolah tidak ada yang bisa dengan beraninya melawan seorang Arya Dwipangga, jika berani maka mereka akan menanggung akibat dan konsekuensi nya,


Drrt!


Drrt!


Drrt!

__ADS_1


"Ya, Arya ada apa? " Terdengar suara seseorang dari sebrang telfon


"Bukan apa apa mom, aku hanya ingin memberi tau jika hari ini aku akan pulang. Aku ingin memberi tau nia tapi kenapa dia tidak mengangkat trlfon ku, mom? Apa nia baik baik aja? " Cecar Arya pada mega


Mega terkekeh pelan mendengar penuturan yang terlontar dari mulut sang putra. Terlihat dengan jelas jika Arya benar benar mengkhawatirkan keadaan fasyin. "Ya, Arya. Nia baik baik aja, nia sedang bermain bersama baby balqis ditaman, dengan mommy. Apa kamu mau berbicara dengan nia? " Tanya mega pada Arya


Dapat mega dengar jika Arya menghela nafas dengan lega dari balik telfon. "Ya mom, tolong berikan ponsel milik mommy pada nia, " Pinta Arya yang langsung dituruti oleh mega


"Arya ingin berbicara dengan mu, nia. " Ucap mega


Fasyin pun langsung mengambil ponsel yang disodorkan oleh mega. Mega yang melihat itu mengambil alih balqis dan memberikan ruang agar fasyin lebih leluasa berbicara dengan Arya


"Iya Halo, mas Arya. Ada apa? " Tanya fasyin lembut


"Kenapa ponselmu tidak bisa aku hubungi, sayang. " Panggil Arya menyematkan kata sayang yang membuat pipi fasyin merah merona


Meski sudah sering Arya mengatakan hal seperti itu. Tak menutup kemungkinan bagi fasyin masih merasakan malu. "Ah i-iya, anu. Ponselku ada dikamar mas," Jawab fasyin terbata bata


"Bagaimana keadaanmu? " Tanya Arya mengalihkan pembicaraan


"Aku baik mas, bagaimana denganmu? Apa kamu makan dengan benar selama disana, " Tanya fasyin perhatian


Senyum Arya kian melebar saat satu kalimat itu keluar dari mulut fasyin. "Ekhem! Ya aku makan dengan benar. Memangnya kenapa? " Tanya Arya pura pura tak tau


"Ah, syukurlah. Tidak ada. aku hanya ingin memastikan kalau kamu makan dengan benar. " Jawab fasyin apa adanya


"Aku makan dengan benar disini. Tenang aja, aku tau kamu khawatir denganku, kamu takut kalau aku makan makanan sembarangan bukan? Tenang saja disini ada para pelayan yang menyiapkan makanan untukku dengan baik dan sehat tentunya. Jadi jangan khawatir kalo calon suami mu yang tampan ini akan jatuh sakit, "ucap Arya dengan bangga nya


Fasyin yang mendengar nada pede dari Arya hanya mampu mendengus dan memutar bola matanya dengan malas. Hei sejak kapan seorang Arya Dwipangga memiliki tingkat kepedean seperti ini? Memang tak dapat dipungkiri jika Arya memang tampan. Tapi tidak harus dengan cara mengakuinya sendiri bukan?

__ADS_1


"Apa tampan? Duh kata siapa, mohon maaf ya. Tuan Arya Dwipangga yang terhormat! Kadar ketampanan anda itu masih kalah dengan tuan muda Min Yoongi, jadi jangan terlalu pede sekali, " Ucap fasyin menjahili Arya


Meski fasyin tau Arya memanglah sangat tampan. Tapi tetap saja tidak ada yang bisa menandingi min Yoongi si kucing kesayangan para army. Termasuk dirinya


Arya mendengus dan berdecak sebal. "Huh! Ya ya ya, aku tau memang pria halumu itu sangat tampan aku akui itu. Tapi bisakah anda juga sadar wahai fasyin Syafania, kalo pria yang kamu idam idamkan itu hanyalah halu, dan nggak mungkin bisa kamu gapai. Sudah beda keyakinan beda negara juga. " Ucap Arya menohok membuat fasyin yang semula tersenyum mendadak senyum itu hilang begitu saja.


Ya, yang dikatakan Arya memang benar adanya jika itu semua hanya lah sebatas halu. Mana mungkin bisa dipaksakan untuk bisa dimiliki? Jika harus lewat jalur pelet sekalipun, iya kalo pelet tersebut sampai? Jika tidak? Maka semua hanya akan sia sia


"Hehe, iya sih apa yang kamu bilang emang bener, mas. Tapi kan tetap aja ketampanan kamu itu masih kalah. Titik! " Ucap fasyin bersikeras


"Huft! Terserah kamu saja. Oh iya, aku akan pulang hari ini, kemungkinan akan sampai malam. " Ucap Arya pasrah pada akhirnya


"Oh ya? Kamu pulang? Bagaimana dengan oleh oleh yang aku minta mas, " Tanya fasyin


"Aku sudah membelinya sesuai yang kamu minta. Aku juga sudah membelikan untuk bik surti dan baby balqis, " Jawab Arya


"Wah, seriusan mas? Makasih banget, maafin aku ya kalo udah bikin kamu repot, " Sesal fasyin merasa tidak nyaman


"Sst! Nggak papa. Apapun akan aku berikan untuk orang yang aku sayangi, oh iya telfonnya mas matiin dulu ya. Nanti kita lanjut lagi. " Ucap Arya mengakhiri panggilan tersebut


"Iya, hati hati dijalan pulang ya mas, assalamu'alaikum, "


"Iya, sayang. Waalaikumsalam"


Tut!


Tut!


Tut!

__ADS_1


fasyin pun dengan segera kembali masuk kerumah untuk mengembalikan ponsel milik mega


__ADS_2