Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 60


__ADS_3

"lho, udah telponan nya? "Tanya mega ketika melihat fasyin menghampirinya


Fasyin mengangguk, " Iya, sudah bu. Mas Arya cuma mau bilang, kalo dia akan pulang hari ini. "Ucap fasyin seraya mengambil alih baby balqis yang tengah tertidur.


" Yakin cuma bilang itu? "Tanya mega menggoda fasyin


Fasyin terdiam sambil menahan senyum, " Iya, bu. Hanya itu, "jawabnya pelan


"Ah, masa sih. Kok mommy nggak yakin ya, " Ucap mega menaik turunkan alisnya


Fasyin terkekeh geli melihat mega yang menggoda dirinya. "Iya bu, hanya itu. Sama bilangin kalo titipan yang nia mau udah dibeliin, mas Arya. "


"Titipan? Titipan apa emang, nia? " Tanya mega penasaran


"Cuma baju bu, nia pengen hijrah, dan memutuskan untuk menggunakan hijab. Sama rencana nya juga nia pengen pas hari H nanti nia pake bajunya yang langsung berhijab. " Tutur fasyin jujur apa adanya


Mega tercengang menatap fasyin dengan pandangan tak percaya. "K-kamu beneran mau pake hijab? WoW! Sungguh! Ini benar benar kabar yang mengejutkan. Kamu yakin dengan keputusan kamu itu, nia? " Ucap mega yang hampir saja berteriak namun ia tahan mengingat baby balqis yang tengah tertidur


Fasyin mengangguk. Sebelum menjawab fasyin memanggil babysitter nya yang kebetulan tengah lewat. "Bawain balqis kekamarnya, ya mbak. Jangan lupa kasih minyak telon biar nggak digigit nyamuk. "


"Iya, bu! " Jawab babysitter tersebut


"Iya bu, entah angin dari mana yang membuat nia pengen menggunakan hijab. " Jawabnya lembut menatap ke wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu mertuanya itu


"MasyaAllah! Apa Arya setuju nak? "


"Iya, mas Arya justru malah seneng. Katanya biar nggak ada cowok lain yang bisa ngeliatin nia. "Kata fasyin dengan kekehan pelan


Mega juga ikut tertawa pelan mendengar penuturan yang fasyin lontarkan. " Hahaha! Arya itu menuruni sifat daddy nya, yang cenderung posesif. Dulu awal awal mommy nikah sama daddy, daddy juga sempat nyuruh mommy pake hijab bahkan bila perlu pakai cadar sekalian. Karena waktu itu, banyak banget cowok cowok yang liatin mommy setiap kali mommy kekantor daddy nya Arya. Daddy Arya tuh paling gak bisa kalo liat mommy dilirik sama cowok lain. Cuma ya, karena mommy yang emang gak terbiasa pake hijab jadi sampai sekarang mommy nggak pakai hijab."ucap mega menceritakan sifat bramantyo yang sebelas dua belas dengan putranya


Seperti nya sifat gampang cemburu dan juga posesif yang bramantyo miliki menurun ke sifat Arya. Dan mega yakin Arya akan jauh lebih parah dari suaminya.


"Wah, itu serius bu? Tuan besar dulunya juga seperti itu, " Tanya fasyin


"Iya, kadang mommy sampe pusing. " Ucap mega memegang keningnya.


Mereka pun melanjutkan cerita hingga lupa waktu, bersenda gurau bersama.


~*~


Malam harinya


Ceklek!


Tik!


Seseorang masuk kedalam kamar, dan menyalakan lampu. Senyum sexy terukir di wajahnya yang tampan kala matanya melihat dua orang bidadari tengah tertidur dengan pulas.


"Anak papi yang cantik, malam ini gantian ya. Biar papi yang tidur sama mami mu, kamu ngalah dulu. " Ucap pria yang tak lain adalah Arya


Arya menggendong baby balqis dan membawa bayi gemuk itu ke dalam box dengan hati hati. Setelah memperbaiki posisi bayi tersebut, Arya dengan perlahan menuju kasur dan merebahkan tubuh nya tepat di samping fasyin.


Dirinya baru tiba pukul 1 dini hari tadi, dan langsung membersihkan diri dikamar miliknya. Setelahnya Arya menuju kamar dimana fasyin berada, Arya menepikan beberapa anak rambut yang menutupi wajah fasyin.


"Cantik sekali! Tidur yang nyenyak, sayang. Besok adalah hari dimana kau sudah akan resmi menjadi milikku seutuhnya. " Gumam Arya pelan bahkan nyaris berbisik.


Cup!


Arya mengecup puncak kepala fasyin dan ikut tidur memasuki alam mimpi,menyusul wanitanya.

__ADS_1


~*~


Tring!


Tring!


Tring!


Suara alarm berbunyi dengan nyaring, mengusik tidur seorang wanita cantik. Dengan perlahan ia membuka mata dan menyesuaikan cahaya yang masuk melalui celah jendela.


"Pagi, sayang. " Ucap Arya dengan senyum yang merekah


"Astaghfirullah, mas! Kamu ngagetin aku aja, " Jawab fasyin kaget sambil mengusap dadanya


"Hehe, nggak papa. Buruan mandi habis itu sarapan, para MUA udah nungguin kamu dari tadi. " Kata Arya sambil memperbaiki rambut fasyin yang berantakan.


Fasyin mendongak menatap Arya dengan pandangan bingung. "MUA? " beonya


Arya mengangguk. "Iya, MUA! Kamu lupa kalo hari ini kita bakal nikah? "


Fasyin melotot, "a-apa! Ni-nikah? " Ucapnya kaget


"Iya, kenapa? Kamu nggak seneng? " Tanya Arya dengan nada sedikit kecewa


"Eh! Bu-bukan nggak seneng, mas. Aku hanya kaget, kenapa secepat itu. Lalu kamu kapan sampainya? "Jawab fasyin kelimpungan


" Aku sampai tadi malam, kan sesuai dengan yang aku katakan. Begitu aku pulang, kita langsung nikah. Jadi buruan sana mandi. Atau, "ucap Arya dengan menyipitkan mata


" Atau? Atau apa? "Tanyanya tak paham


" Atau, kamu ingin aku yang mandikan. "Goda Arya dengan alis yang turun naik


Pipi fasyin mendadak menjadi blushing akibat Arya yang menggombali nya. " Ja-jangan! Aku bisa mandi sendiri. Sekarang keluarlah, aku akan segera mandi. "Ucapnya


Arya tertawa terbahak bahak melihat pipi fasyin yang merah merona. " Cup! Baiklah. Segera mandi lalu turun untuk sarapan, oke! "Ucap Arya setelah mencium sekilas kepala fasyin


Sedangkan fasyin? Ia hanya terdiam di tempat memandang Arya yang sudah hilang di balik pintu. " Huh! Selalu saja begini. Kenapa mendadak seperti ini? Aku kira, menikahnya akan satu atau dua minggu lagi, "gumam fasyin menepuk jidatnya


Tak ingin membuat yang lain lama menunggu, fasyin dengan cepat menyambar handuk dan berlari kecil menuju kamar mandi. Ngomong ngomong soal baby balqis, kemana anak itu? Fasyin tidak melihatnya sedari tadi. Apakah anaknya sudah dibawa oleh babysitter nya? Atau justru tengah bermain bersama oma? Entahlah, fasyin juga tidak tahu. Nanti akan dia tanyakan pada Arya atau siapapun itu nanti.


Yang jelas saat ini, ia harus dengan segera mandi agar yang lain tak menunggu terlalu lama.


~*~


Tap!


Tap!


Tap!


Suara langkah kaki menuruni tangga mengalihkan beberapa atensi orang yang berada disana. Mereka tersenyum kala melihat fasyin sudah turun. Sementara fasyin dibuat terpaku dan takjub. Bagaimana tidak? Jika keadaan rumah saat ini benar benar ramai sekali.


Mereka semua bekerja mendekor setiap sudut ruangan, begitu banyak sekali para bekerja berkeliaran didalam rumah milik Arya itu.


"Ya ampun, bu. Ini kenapa ramai sekali,? " Tanya fasyin dengan mata yang masih memperhatikan para pekerja


"Iya sayang, mommy sengaja. Kita bikin acaranya sekalian aja. Selesai akad nikah, kamu langsung bersanding disana. Jadi nggak perlu nunggu lagi, gimana kamu suka? " Tanya mega


"Suka bu, tapi apa ini nggak terlalu berlebihan? Maksud nia, kita bisa bikin pesta pernikahan nya sederhana aja. Nggak harus mewah dan semegah ini bu. " Kata fasyin tidak enak

__ADS_1


"Nggak ada yang namanya, Berlebihan untuk hari pernikahan kita, sayang! Pernikahan itu sekali seumur hidup. Makanya aku mau pesta kita di adakan semeriah mungkin, biar ada kenang kenangannya. " Sambung Arya tiba tiba nimbrung entah dari mana


"Iya, mas. Tapi_"


"Ssst! Nggak ada tapi tapi. Ayo kita sarapan dulu. Kesian lho itu, MUA nya nungguin. " Tunjuk Arya pada MUA yang tengah duduk diruang tamu sambil menikmati cemilan


Fasyin ikut memandang kemana jari telunjuk Arya, dirinya hanya bisa tertawa kikuk kala matanya bertubrukan oleh salah satu perias disana.


Fasyin, Arya serta mega pun. Duduk di meja makan untuk sarapan bersama. Jangan tanya yang lain kemana. Tentu semua sibuk dengan urusan mereka masing masing.


~*~


Usai sarapan tadi. Fasyin langsung dibawa oleh para MUA itu menuju kamarnya untuk segera didandani. Tak butuh waktu yang lama. Fasyin sudah siap dengan pakaian yang bagus dan selaras dengan kulitnya.


Kebaya berwarna putih yang dipadukan dengan rok batik. Tak lupa juga dengan hijab putih yang melekat di kepalanya. Semua itu adalah pilihan Arya yang benar benar begitu pas dan sesuai dengan fasyin.


Dengan make up yang tipis dan natural. Fasyin melihat dirinya di depan cermin. Sungguh ia merasa benar benar cantik hari ini.


"Gimana mbak. Cantik bukan? " Tanya MUA itu pada fasyin


"Cantik. Mbak pinter banget dandanin nya. " Puji fasyin tulus yang membuat MUA itu terkekeh


"Bukan saya yang pinter. Tapi emang udah dasarnya mbak yang cantik! Lagian ini belum seberapa mbak. Ini masih terbilang cukup sederhana, karena ini hanya make up untuk akad. Masih akan ada sesi make up kedua yang pastikan akan jauh lebih woW dari ini. " Kata MUA tersebut


"Yaudah. Ayo mbak, kita turun pasti mereka sudah pada nungguin. " Kata MUA itu membimbing fasyin untuk berdiri


Ceklek!


"Udah siap, nduk? " Tanya bik surti


"Sudah bik. Ayo kita turun. "Ajak fasyin


Bik surti pun mengapit lengan fasyin sedangkan para MUA itu memegang ujung kebaya yang menjuntai tersebut agar fasyin tidak kesandung ketika berjalan.


Fasyin yang baru keluar dan turun membuat seluruh pasang mata menatap nya. Semua terpaku dengan kecantikan fasyin, begitupun dengan Arya.


Karena terlalu lama memperhatikan, Arya sampai tidak sadar jika fasyin sudah berada disampingnya saat ini.


"Jangan diliatin terus mas, aku malu. " Cicit fasyin berbisik membuat Arya terkejut


"Hehe maaf, habisnya kamu cantik banget. " Puji Arya


"Ekhem baiklah! Berhubung mempelai wanita sudah datang, kita akan langsung mulai saja. " Ucap si pak penghulu


Berhubung Diki ayah dari fasyin tidak turut hadir. Edwin yang akan menjadi wali saksi fasyin. Karna fasyin yang sudah menganggap Edwin sebagai kakaknya.


Sebelum ijab dilantunkan semua membaca doa terlebih dahulu. Fasyin juga turut membaca doa, namun pikirannya melalang buana. Entahlah antara sedih dan juga bahagia menjadi satu.


Sedih karna sang ayah tidak turut hadir dihari pernikahan nya. Dan bahagia karna sudah resmi menjadi istri dari seorang Arya Dwipangga. Fasyin tak henti hentinya mengucap syukur atas jalan yang ditakdirkan untuk nya.


Benar kata orang akan ada pelangi setelah turun nya hujan badai. Fasyin berharap ini adalah awal mula jalan bahagia nya. Fasyin yang tengah melamun dengan pikirannya sendiri sampai tidak sadar Jika kata ijab kabul sudah terlaksana dengan lancar.


"Bagaimana saksi, SAH. "


"SAH! "


"SAH! "


"SAH! "

__ADS_1


"alhamdulillah, sekarang kalian sudah resmi menjadi suami dan istri. Semoga pernikahan kalian Sakinah Mawaddah dan juga Warohmah,  amiin, "


__ADS_2