
Tak terasa sudah satu minggu fasyin berada dirumah sakit. hari ini mereka akan bersiap untuk pulang, dari pagi arya sudah sibuk menyiapkan segala perlengkapan fasyin.
sedangkan fasyin hanya berdiam diri saja memperhatikan, arya yang bergerak kesana kemari. bahkan fasyin sampai pusing sendiri dibuatnya.
"aku bantu ya mas, nggak enak kalo aku cuma liatin kamu aja." ucap fasyin membuka suara
arya menoleh sejenak. "nggak perlu sayang, kamu cukup duduk manis sambil gendong dede bayi. nanti kalo dia bangun, terus nangis gimana? lagian ini juga bentar lagi selesai kok." jawab arya penuh perhatian
"tapi mas,_"
"udah nggak papa, kamu diam aja disitu." potong arya cepat
fasyin hanya bisa menghela nafas dengan sabar. sembari menunggu arya yang berkemas, fasin menyempatkan diri menatap wajah cantik sang putri.
ya. beberapa hari yang lalu fasyin sudah diajarkan bagaimana caranya mengendong bayi yang baru lahir dengan benar. dan juga fasyin sudah belajar caranya, menyusui anak dengan baik.
untungnya fasyin adalah orang yang cepat tanggap. jadi tak perlu bersusah payah untuk mengajarinya, tapi tetap saja fasyin akan terus belajar lebih giat lagi pada mommy mega ataupun bik surti.
"udah beres mas?" tanya fasyin
"iya sudah. kita hanya tinggal menunggu edwin sampai saja," jawab arya mendekat sambil menyentuh gemas pipi sang dede bayi
"oh iya, sayang! umur dede bayi kan udah satu minggu nih, kamu belum ada kepikiran mau ngasih nama apa gitu? masa harus dipanggil dede bayi terus." ucap arya yang membuat fasyin berpikir
benar juga apa yang dikatakan oleh arya. mau sampai kapan anaknya ini akan dipanggil dede bayi terus? entahlah,fasyin belum ada kepikiran hingga kesana
"belum tau mau ngasih nama apa mas. ntar kita coba tanya dengan mommy atau bibi. bagus nya diberi nama apa, atau mungkin kamu punya nama yang bagus untuk dede bayi?" ucap fasyin menatap arya
"hmm! sepertinya belum, nanti saja kita bahas bersama orang tua," jawab arya
setelahnya tak ada lagi pembahasan diantara mereka, sampai pintu ruangan pun terbuka.
ceklek!
"yuk, berangkat!"ucap Edwin yang baru sampai
__ADS_1
malam tadi edwin memang berpamitan untuk pulang saja, karna mendadak ibunya sakit yang membuat edwin mau tak mau, harus pulang dan menjenguk ibunya.
"yaudah ayuk. hati hati,"ucap arya menuntun fasyin
mereka semua pun berjalan menuju parkiran, dengan arya yang membawa koper begitu'pun dengan edwin
beberapa menit diperjalanan mereka'pun tiba dikediaman rumah arya. beruntung disepanjang perjalanan, dede bayi tidak rewel sama sekali.
"ayo masuk," ajak arya menuntun fasyin
sebelumnya arya sudah mengatakan pada fasyin,jika tujuan mereka kali ini adalah kerumah miliknya. dengan alasan bibi surti berada dirumahnya, karna menolong beberapa pekerja dirumah miliknya.
ceklek!
"kejutaaannn!" teriak seisi rumah begitu pintu terbuka
fasyin terkejut begitu'pun dengan dede bayi yang langsung menangis kuat akibat teriakan beberapa orag dewasa, dan juga suara letusan.
"aduh aduh, cucu oma kaget ya? maafin oma ya sayang." ucap mommy mega mengambil alih dede bayi."
beberapa saat'pun akhirnya tangisan sang dede bayi mereda, dan kembali tertidur dengan nyenyaknya.
"bu, apa ini kalian semua yang membuatnya?" tanya fasyin bingung
pasalnya kejutan yang sudah disiapkan oleh mereka, benar benar meriah dan juga luar biasa. ruangan yang luas dan dominan berwarna putih, kini sudah berubah dengan warna yang serba pink.
belum lagi dengan dekor yang berada disetiap sudut ruangan. menurut fasyin ini terlalu berlebihan, dan juga dapat dipastikan semua dekor ini sangatlah mahal.
"iya sayang, ini mommy dan yang lainnya yang sudah mempersiapkan segalanya. gimana, kamu suka?" tanya arya pada fasyin
fasyin mengangguk." iya suka, tapi kenapa harus semewah ini mas? ini terlalu berlebihan sekali," ujar fasyin tidak enak
"sstt! nggak ada berlebihan untuk kamu sayang, apalagi ini tuh cucu pertama mommy, pas banget mommy memang pengen punya cucu cewe, biar bisa mommy ajak shoping." jawab mega yang mendengar percakapan antara arya dan juga fasyin calon menantunya.
"tapi nia nggak enak bu," ucap fasyin
__ADS_1
"udah nggak papa. ini biar sekalian tepung tawar anak kamu, dan memberi nama. mommy dan yang lainnya udah nyiapin beberapa nama yang bagus untuk anak kamu. nanti kita juga bakal undang seluruh tamu dan kolega bisnis arya atau'pun daddy. jadi malam ini kamu harus dandan yang cantik, okee!" ucap mommy mega
"ta-tapi bu."
"udah sayang, jangan dipikirkan. kamu cuma tinggal diam,duduk manis sambil menerima tamu. mommy udah nyiapin segalanya buat kamu dan juga dede bayi. sekarang, aku antar kamu ke kamar dan beristirahatlah. agar nanti malam kamu nggak terlalu mengantuk."
"makan siang dan obatmu, akan diantarkan oleh bik yem. sekarang ayo aku antar ke kamar." ucap arya panjang lebar
sedangkan fasyin seperti biasa hanya menurut saja, toh ini juga demi kebaikannya dan juga sang putri. fasyin benar benar dibuat beruntung sekali, karna sudah dipertemukan oleh keluarga arya yang begitu baik padanya. fasyin benar benar mengucapkan kata syukur atas kebaikan tuhan yang sudah mempertemukannya pada keluarga arya,
jika dulu fasyin tidak bertemu dengan keluarga arya, mungkin dapat dipastikan, kehidupan fasyin akan selalu sama seperti dulu. penuh dengan tangisan tertahan,sakit hati, dan juga cibiran cibiran dari orang lain.
mungkin jika tidak dipertemukan seperti ini, maka fasyin pasti tidak akan pernah merasakan apa itu kebahagiaan yang sesungguhnya. meski belum sempurna tapi fasyin sudah merasa jauh lebih baik, ketimbang kehidupannya yang sebelumnya.
"istirahat lah, aku akan keluar dan berkumpul oleh yang lainnya." ucap arya lembut mencium puncak kepala fasyin
"terima kasih mas," jawab fasyin yang dibalas anggukan kepala oleh arya
sepeninggalnya arya, fasyin'pun memilih untuk tidur sejenak. sedangkan arya berkumpul dirruang keluarga bersama keluarga yang lainnya.
"apa nia sudah beristirahat boy?" tanya daddy bramantyo
"sudah dad. lalu apa yang kita lakukan?" tanya arya
"baiklah, karna kita sudah berkumpul sekarang ini maka daddy akan mulai membahasnya." ucap daddy bramantyo serius
saat ini semuanya sudah berkumpul diruang keluarga, begitu'pun dengan bik surti yang ikut bergabung. ya keluarga arya sudah menganggap bik surti bagian dari keluarga mereka. bahkan perlakuan mereka tidak sama seperti para pelayan yang dirumah mereka.
sedangkan dede bayi sudah mega letakan dikamar khusus untuknya,tak lupa juga seorang baby sitter terpercaya yang sudah mega siapkan dari jauh jauh hari.
"jadi gini! berhubung nia sudah pulang dari rumah sakit, dan kita juga akan mengadakan tepung tawar dirumah ini. maka kita harus menjaga nia sebaik mungkin, jangan biarkan nia menjadi tidak nyaman saat nanti ada yang menggunjingi dirinya."
"terlebih lagi, kita mengundang beberapa rekan bisnis kita, dan juga keluarga dekat! pasti akan banyak yang membicarakan latar belakang'nya, belum lagi dengan kondisinya saat ini. untuk mu arya, ini pasti akan berpengaruh pada status mu. pasti akan banyak yang bertanya 'mengapa seorang arya dwipangga mau dengan wanita seperti itu, ' dan ya, pasti akan ada banyak lagi. daddy harap kamu bisa mengatasinya setenang mungkin dan jangan membuat keributan apapun itu arya. apa kau paham dengan yang daddy katakan?" terang bramantyo panjang lebar
"ya aku paham dad, jauh sebelum daddy membahas hal ini akuu sudah memikirkannya terlebih dahulu." jawab arya mantap
__ADS_1
"good! bagus kalo kamu paham. sekarang ayo kita tulis satu nama dikertas ini, kemudian kita gulung dan akan kita masukan kedalam botol, setelah acara selesai maka kita akan mengeluarkan satu kertas dari botol ini, dan nama yang mana keluar, maka nama itu yang akan kita berikan kepada dede bayi, kalian paham?" ucap bramantyo yang dibalas anggukan kepala oleh arya dan juga yang lainnya..