Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 47


__ADS_3

"lho mas, kamu kok disini? baby balqis, ibu dan tuan mana?" tanya fasyin sambil membawakan secangkir kopi panas


"Baru aja masuk. Mommy dan daddy juga, kalo baby balqis tadi dibawa sama Edwin nggak tau kemana, " Jawab Arya sambil mengambil secangkir kopi yang dibawa oleh Fasyin.


"Tapi mas, apa nggak papa baby balqis sama kak Edwin? Kalo dia nangis gimana? Baby balqis kan belum tidur siang. " Khawatir Fasyin


"Udah nggak papa, sini duduk! Nggak perlu kamu khawatirin, yaaa.. Itung itung belajarlah si Edwin itu. Lagian tadi juga dia sendiri yang maksa buat bawa baby balqis, " Ujar Arya menarik lembut agar Fasyin duduk disebelah nya


"Aku ngantuk! " Lanjut Arya lagi


"Ya tidur kalo ngantuk mas, " Jawab Fasyin


Arya berdiri dan meluruskan kaki Fasyin. Lalu dirinya berbaring dengan berbantalan paha fasyin kepalanya ia selusupkan ke perut rata fasyin.


"Eh mas! " Ucap fasyin kaget sekaligus geli karna Arya menelusupkan kepalanya


"Biarkan aku seperti Ini. Tolong usap kepalaku, " Jawab Arya dengan nada yang berat


Fasyin mau tak mau menurutinya. Elusan lembut yang Arya rasakan membuat Arya semakin mengantuk saja. Dengkuran halus dapat fasyin dengar yang menandakan jika Arya sudah terlelap dan masuk kedalam mimpinya.


"Secepat itu dia tertidur? " Gumam fasyin pada dirinya sendiri.


Fasyin hanya menggeleng pelan sambil memainkan ponselnya yaitu untuk melanjutkan drakor nya yang sempat tertunda.


Brakk!


Brakk!


"Ziah! Buka pintunya! Aku memintamu untuk membuatkan ku makan, bukan malah berkurung diri dikamar. " Teriak Diki dari luar


Cukup lama ia berteriak dan menggedor pintu itu namun ziah tak kunjung membukakannya. "Akh! Sial! Katakan apa mau mu, apa yang kau lakukan didalam sana haa. Apa kau tega melihat suami mu ini mati kelaparan! " Teriaknya lagi


Namun lagi lagi ziah tak menanggapinya, ziah hanya diam sambil menutup kupingnya dengan bantal. Ia muak dengan Diki terlebih lagi bekas tamparan yang Diki layangkan padanya masih terasa.


"Yuhuu! Sesil pulang!" Teriak sesil dari bawah


Diki yang mendengar suara Anaknya langsung bergegas untuk turun. "Apa yang kamu bawa sesil? " Tanya Diki melihat tentengan yang dibawa oleh sesil


"Oh ini. Belanjaan sesil dan juga makanan, papa pilih aja mau makanan yang mana. Sesil mau kekamar dulu, " Jawabnya santai dan melenggang naik tangga menuju kamarnya.


"Wah pas banget. Tau aja ni anak kalo bokapnya laper. " Ucap Diki memeriksa paperbag yang terletak diatas meja

__ADS_1


Matanya berbinar ketika melihat makanan sangat lezat yang menggugah selera nya. Sudah lama ia tak makan makanan yang tampak lezat dan juga mahal ini.


Semenjak jatuh miskin, Diki sama sekali tak memiliki uang lebih untuk membeli makanan seperti dulu. Uang yang ia miliki selalu pas'pasan untuk bermain judi. Diki melahap dengan rakus makanan yang tersaji didepan matanya. Tentu ia tak ingin membuang kesempatan bukan?


***


Sementara itu dilain tempat lebih tepatnya di kediaman milik Arya Dwipangga, seorang pria yang memiliki kadar ketampanannya 11 12 dengan arya tengah mengalami kepusingan tujuh keliling.


bagaimana tidak? bayi yang sedari tadi anteng bermain bersamanya mendadak langsung menangis begitu saja.


"aduh,aduh,aduh. kok nangis sih, cup cup tenang dong cantik. olololo, nih mainan nya nih." ucap edwin frustasi


ya, pria yang tengah frustasi itu adalah edwin. ia panik karna baby balqis mendadak menangis begitu kuat. sementara ia tidak tau bagaimana caranya menenangkan bayi yang tengah menangis.


"oh apa gue tanya ke mbah G aja ya? atau cek ke apk berwarna merah?" gumam nya


edwin langsung mengeluarkan ponsel miliknya dan berseluncur ke apk berwarna merah. disitu memperlihatkan bagaimana caranya menenangkan bayi yang tengah menangis yaitu dengan cara bernyanyi.


"Aelah kalo cuma nyanyi aja mah gampang." ujarnya dengan senyum remeh


"hai baby balqis. jangan nangis lagi ya, uncle akan nyanyi kusus buat kamu. ini perdana lho uncle ngeluarin suara emas uncle cuma buat kamu." ucap nya dengan percaya diri


sejenak baby balqis terdiam memperhatikan edwin yang tengah memasang ancang ancang ingin segera bernyanyi.


Ooek! Ooek! Ooek!


setelah mendengar nyanyian dari edwin kembali membuat baby balqis menangis. kali ini tangisan bayi itu semakin kencang, bahkan lebih kencang dari pada tadi..


sungguh membuat edwin semakin tambah panik. entahlah ia juga heran sendiri, tadi sebelum ia bernyanyi baby balqis sempat terdiam untuk sesaat. namun ketika mendengar suaranya bayi itu justru kembali menangis.


"aduh eh, kok malah makin kencang sih nangisnya." ucap edwin menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali


tangisan baby balqis yang begitu kuat membuat seluruh manusia yang berada disana menjadi kaget dan terburu buru menghampiri edwin yang memang berada diruang tengah khusus keluarga.


"ada apa ini? kenapa baby balqis nangisnya kenceng begini," ujar mommy mega yang datang dari arah belakang bersama suaminya dan juga bik surti


"edwin nggak tau tan. tadi pas lagi diajak main tiba tiba langsung nangis, edwin juga udah nyanyiin lagu buat baby balqis diem, bukannya diem eh malah makin kencang nangisnya," jawab edwin seadanya


"emang lo nyanyiin apaan anak gue?" tanya arya heran


"ikan dalam got." jawabnya santai

__ADS_1


"versi apa?" tanya arya lagi


"versi dangdut, dan versi gue lah." jawabnya


semua yang  ada disana kompak menepuk jidat mendengar penuturan yang edwin katakan. " yaiyalah anak gue nangis. dia itu nggak biasa dengan lagu lo. apalagi dengan suara lo yang kaya kaleng rombeng itu," ledek arya dengan senyum mengejek


edwin mendengus sebal," ck! lagian gue juga nggak tau, gue kan cuma ngikutin saran dari apk merah aja. katanya kalo bayi nangis ya harus dinyanyiin biar diem." jawabnya


bik surti mendekat pada baby balqis yang masih setia menangis itu. dengan pelan bik surti menggendongnya sambil bernyanyi kecil sembari menepuk punggung bayi kecil itu dengan pelan.


'Bila ingin melihat nabi, didalam surgaaa senangkan dulu hatinya dengan sholawat'


'Bila ingin selamat nanti dari nerakaa minta pertolongan pada Nabi Muhammad' 


'Allahumma Sholli Ala Muhammdin Ya Robbi Sholli,'


Allahumma Sholli Ala Muhammdin Ya Robbi Sholli,'


Allahumma Sholli Ala Muhammdin Ya Robbi Sholli,'


bik surti terus bernyanyi dengan pelan sambil mengayun baby balqis perlahan dengan tangannya. benar saja tak butuh waktu yang lama bayi itu sudah anteng dan tertidur dengan nyenyak.


"tuh kan tidur. berarti tadi itu cuma ngantuk aja den," ujar bik surti


edwin yang memang belum pernah melihat pemandangan yang berada didepan matanya ini memandang dengan tatapan tidak percaya.


hanya dengan lagu sholawat dan sentuhan lembut bayi itu sudah tidur dengan nyenyak begitu saja.


"bagaimana bisa?" ucapnya masih tak percaya


segampang itukah mendiamkan seorang bayi yang tengah menangis? gila gila gila! ini pertama kalinya ia melihat seperti ini


arya tersenyum miring melihat wajah edwin yang terlihat syok. "bisalah, anak gue itu keturunan hal yang baik baik. jadi cukup sholawatin dah tidur dengan nyenyaknya. nggak kaya lo yang keturunan setan sampai sampai anak gue nggak mau diem sama lo." ejek arya


"heh apa lo bilang, enak aja ngatain gue setan." jawab edwin tak terima


"lah emang iya. bukti nya__"


"aduh udah! kenapa malah ribut sih? mending kemeja makan sana, ini udah waktunya jam makan siang." lerai mega yang sudah jengah dengan pertengkaran anak dan juga sahabatnya.


"bibi bawa balqis kekamarnya ya, siap itu bibi gabung dengan kita makan bersama," titah mega yang diangguki oleh bik surti

__ADS_1


mereka semua pun menuju meja makan untuk makan siang bersama, sementara bik surti menuju kamar balqis untuk meletakan bayi cantik itu dikamarnya tak lupa juga seorang baby sitter berada didalam kamar itu yang ternyata baru saja membereskan kamar milik baby balqis..


__ADS_2