Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 25


__ADS_3

****


"Lho? Jadi Naura bener nggak salah denger? Kapan Arya tunangan nya tante? Kok Naura nggak tau sama sekali ya? Terus terus, kok Arya juga nggak ngasih tau ke Naura dulu, kalo mau tunangan? Kalo boleh tau, siapa calon istrinya Arya tan? Apakah cantik? Apakah kaya raya? Apakah seksi? Atau justru lebih cantikan Naura? " Cecar Naura dengan beberapa pertanyaan yang membuat mega semakin pusing.


"Duh stop! Pertanyaan kamu ini ya, benar benar membuat saya pusing. Oke saya akan jawab dengan satu persatu dulu. Mohon kamu dengarkan ini baik baik ya..


"Yang pertama! Arya tunangan nya kemarin. Yang kedua! Kenapa Arya harus kasih tau ke kamu kalo mau tunangan? Memangnya kamu siapa. Orang tua nya? Yang ketiga! Siapapun itu calon tunangan nya Arya. Yang jelas dia perempuan baik baik. Kaya raya atau nggak nya? Jawabanya nggak! Karna keluarga kami itu tidak memandang hartanya. Dan yang pasti, dia itu cantik wajah. Cantik hati. Dan sopan juga. Dan saya mohon banget sama kamu. Tolong jauhi anak saya dan calon tunangan nya. Saya nggak mau, adanya kamu malah menghancurkan masa depan anak saya. Oke! Sudah saya jawab semuakan? Kalo nggak ada urusan lagi, silahkan pergi dari sini. " Ucap mega yang langsung menutup pintu tersebut


Sementara Naura? Jangan ditanya lagi. Saat ini wajahnya sudah benar benar tidak terbaca lagi. Wajah yang merah padam dengan mulut yang sedikit terbuka. Belum lagi dengan sikap mega yang mengusir secara halus. Bahkan mega langsung menutup pintunya tanpa berniatan untuk menyuruh masuk terlebih dahulu..


"Nggak! Ini nggak bisa dibiarin! Gue harus cari tau siapa perempuan yang udah dengan beraninya merebut Arya dari gue. Nggak ada yang boleh milikin arya selain gue sendiri. " Ucap Naura kesal dan langsung pergi dari sana dengan menghentakan kaki.


"Siapa mom? " Tanya dady bramantyo ketika melihat istrinya dengan wajah masam.


"Itu loh dad! Si Naura itu. Mommy gedeq aja sama dia, masa pagi pagi buta seperti ini. Sudah datang bertamu, kaya nggak ada kerjaan aja dia tuh! " Sungut mega kesal.


"Naura? Maksud mommy, Naura yang model di Paris itu? " Tanya daddy bramantyo


"Iya dia. Memangnya Naura siapa lagi. Kan dari jaman dulu Naura dia yang selalu jauhin Arya dari perempuan perempuan. Gara gara dia kan jadi nggak ada perempuan yang mau deket sama anak kita. " Jawab mommy mega


Mega memang tau tabiat dari Naura, yang suka sekali mengganggu perempuan mana pun yang hendak dekat dengan Arya. Apalagi Arya pernah cerita dengan temennya semasa SMA dulu, yang dibuat bangkrut oleh Naura. Hanya karna Naura tidak suka dengan perempuan lain mendekati Arya selain dirinya.


"Oh iya iya! Daddy ingat. Kalo gitu kita harus waspada mom. Jangan sampai Naura berbuat nekat sama fasyin. Daddy khawatir, apalagi fasyin kan lagi hamil besar! " Jawab daddy bramantyo ketika ia sudah ingat dengan Naura


"Nah itu maksud mommy dad! Kita harus lebih waspada," Jawab mommy mega

__ADS_1


Bramantyo hanya diam sambil mengangguk saja. Ia berpikir ada baiknya jika menaruh beberapa anak buah, untuk memantau fasyin jika berada diluar.


**


**


"Gimana? enak makanannya? " Tanya Arya


Fasyin mengangguk. "Enak banget mas! Oh iya, mau sampai kapan kita berada disini? "


"Kenapa memangnya? " Tanya Arya dengan alis yang bertaut


"Nggak ada niatan mau balik? Kita belum mandi loh! Lagian aku juga harus kerja dirumah kamu. " Jawab fasyin


"Kerja? Ngapain harus kerja. Kamu kan calon istri aku, jadi nggak perlu lagi kerja. Mulai sekarang semua kebutuhan kamu aku yang nanggung. " Ucap Arya


Yang benar saja. Bagaimana mungkin ia bisa menerima uang dari Arya. Sedangkan status nya saat ini masih menjadi calon. Jadi menurut fasyin dirinya masih belum pantas menerima uang apapun itu dari Arya.


"Memang nya kenapa? Ini kan aku yang nawarin. " Kekeuh Arya


Fasyin menggeleng. " Maaf mas. Tapi aku benar benar nggak bisa nerima uang dari kamu. Dan aku juga harus tetep bekerja, karna aku butuh uang untuk biaya persalinan ku nanti. "


Arya menangkup wajah fasyin dan menatapnya dengan lekat. " Aku nggak suka kamu berbicara seperti ini. Kamu itu calon istri aku, pokoknya semua kebutuhan kamu aku yang nanggung! Kenapa? Kamu berpikir kalo anak yang kamu kandung itu bukan tanggung jawab aku begitu? Dengarin aku baik baik nia! Kalo aku mau menikahi kamu, itu tandanya aku bersedia menerima semuanya. Aku juga harus siap untuk membiayai anak itu sampai dia lahir nanti. Bukan sampai dia lahir saja, aku akan membiayai hidupnya selama aku masih hidup, oke! Aku nggak mau ngeliat kamu bekerja lagi. Kamu cukup diam aja dirumah, kalo kamu bosan. Kamu bisa datang ke kantor aku. Untuk bi surti. Aku sudah nyuruh Edwin mencarikan apartemen untuk tempat tinggalnya. Jadi bi surti nggak perlu lagi jualan dipasar. " Terang Arya panjang lebar


Fasyin diam dengan seksama mencerna semua kalimat panjang Arya. " Tapi, mas! Bukan kah itu berlebihan? Seharusnya kamu nggak perlu sampe membeli apartemen seperti itu. Aku.. Aku ngerasa nggak enak sama kamu, belum apa apa tapi kamu udah__"

__ADS_1


"Suuut! Kamu nggak perlu merasa tidak enak seperti itu. Aku melakukan ini semua ikhlas, karna aku tidak ingin melihat calon istriku merasa kesulitan. " Ucap Arya memeluk fasyin dengan erat, yang dibalas lembut oleh fasyin.


Fasyin benar benar beruntung memiliki Arya. Bagaimana tidak beruntung? Belum menjadi istri saja fasyin merasa dibantu oleh Arya. Arya rela keluar uang banyak hanya untuk kehamilan fasyin yang sudah jelas itu bukanlah anaknya..


**


**


"Ada apa nona? Apa kau perlu bantuan dari kita? " Tanya seorang pria yang berpenampilan layaknya seorang preman.


Jaket kulit hitam. Rambut gondrong. Tato dimana mana, dengan mulut yang menggigiti tusuk gigi..


"Ya. Aku perlu bantuan dari kalian semua. " Jawab Naura dengan wajah serius


Sejujurnya Naura paling malas jika harus berurusan dengan pria seperti ini. Apalagi baginya penampilan nya itu yang membuat Naura sangat jijik, sangat tidak level dengan dirinya.  Namun mengingat ini bersangkutan oleh arya, mau tak mau ia harus turun tangan sendiri.


"Apa itu? Asalkan bayarannya lumayan. Kita akan bantu. " Ucap pria tersebut dengan tatapan mesum nya.


Naura tentu saja paham dengan tatapan itu. Benar benar menjijikkan. " Aku minta kalian semua selidiki pria ini. Tolong kalian cari tau siapa wanita yang sudah menjadi tunangannya. " Ucap Naura memberikan satu foto Arya


"Ingat! Kalian hanya perlu mencari tau siapa tunangan nya. Bukan untuk mencelakai pria yang ada difoto ini. " Lanjut Naura lagi.


Ketua dari preman itu mengambil foto dari Naura, dan bedecih sinis. " Hanya itu? Bukan hal yang sulit bagi kita. "


"Oke! Ini bayaran untuk kerja kalian. Jika kalian berhasil menemukan wanita itu. Maka aku akan membayar lebih. " Ucap Naura memberikan amplop berwarna coklat

__ADS_1


Pria itu menerimanya, memeriksa isi dari dalam amplop tersebut. " Oke baiklah. " Jawab pria itu mencium amplop tersebut lalu pergi dari sana


Sedangkan Naura tersenyum puas. "Lihat saja! Aku tak akan membiarkan hidup mu tenang. " Gumam Naura lalu pergi dari sana dengan mobil mewahnya.


__ADS_2