Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 55


__ADS_3

"Mamaaaa! " Teriak seorang gadis dari dalam kamarnya


Wanita yang dipanggil mama itu pun segera berlari ketika telinganya mendengar teriak sang anak yang begitu nyaring.


Ceklek!


"Sesil! Kamu dimana, ini mama nak! " Ucap ziah mencari keberadaan sesil


Yang berteriak barusan adalah sesil. Entah apa yang membuatnya hingga menjerit sebegitu kuatnya.


"Hiks! Hiks! Hiks! Ma- mama, " Panggil sesil terisak


"Iya ini mama. Kamu dimana, sesil. " Panggil ziah lagi


Mencari setiap sudut ruang kamar yang kecil itu tak juga menemukan sesil.


Hiks!


Hiks!


Hiks!


"Nak keluar lah, dimana kamu! " Panggil ziah lagi


Sesil pun akhirnya keluar dari tempat persembunyian, yaitu dibawah kolong tempat tidur ziah yang melihat kondisi sang anak tak tahan hingga meneteskan air mata.


Sudah satu minggu ini sesil diberhentikan dari sekolah, dan sekarang kondisinya sedang tidak baik baik saja. Badan yang semakin kurus. Kulit semakin dekil dan juga perut yang kian membesar.


"Sini nak, ini mama! Kenapa kamu teriak teriak seperti itu. " Ucap ziah memeluk sang putri


Sesil hanya diam sembari terus menangis. Entah apa yang membuatnya menangis ziah juga tidak tau.


"Katakan, ada apa nak! " Ucap ziah lagi namun lagi lagi sesil hanya diam tanpa menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut sang ibu


Ziah pun hanya bisa menghela nafas dan membawa sesil untuk duduk diranjang miliknya.


"Ini diminum dulu. " Ucap ziah memberikan segelas air yang langsung diterima oleh sesil


Sesil menenggang habis air tersebut dengan tangan yang bergetar hebat. Ziah hanya menatap prihatin pada putri kesayangan nya itu.


Setelah dirasa sesil sudah membaik. Ziah pun membaringkan sesil dan menepuk pelanggan pundak putri kesayangan nya.


"Kenapa nasib mu harus seperti ini nak, mama nggak kuat lihat kamu seperti ini terus. Tapi mama juga nggak bisa berbuat apa apa selain hanya bisa menjaga mu. Jika mama bisa, mungkin mama akan mencari pria yang sudah dengan beraninya membuatmu hamil seperti ini, " Ucap ziah menatap sendu sang putri


Jika kalian berpikir sesil hamil! Maka jawaban nya benar. Sesil hamil entah anak siapa waktu itu dirinya pulang sudah dengan keadaan yang benar benar amat kasihan


Baju compang camping. Penuh luka disekujur tubuhnya rambut yang acak acakan. Ketika ditanya sesil hanya diam tanpa menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh ziah. Sedangkan Diki? Entah kemana hilangnya pria itu hingga detik ini tak juga menampakkan diri.


Flashback on


Plak!


"Shh! L-lo nampar gue? " Tanya sesil menatap tak percaya kepada kedua sahabat nya

__ADS_1


"Iya! Kenapa? Masih kurang? " Jawab Gita


"Tapi git, salah gue apa? Gue nemuin lo cuma mau minta maaf atas segala sikap gue selama ini. Gue benar benar udah menyesal karna sudah menjadi orang ketika dirumah tangga kedua orang tua kalian. Apa nggak bisa kalian maafin gue? " Ucap sesil dengan mata yang berkaca kaca


"Apa lo bilang, maaf? Lo pikir dengan kata maaf lo itu kedua orang tua gue bakal baikan begitu? Asal lo tau ya, gara gara lo yang menjadi Pelakor sampai detik ini kedua orang tua gue masih perang Dingin. Mereka hanya akan berbicara ketika dihadapan gue, tapi dibelakang gue? Mereka nggak saling tegur sapa. Dan itu semua gara gara lo. Lo kalo mau ngejalang silahkan. tapi nggak harus bokap gue juga kan yang jadi sasaran lo! Dan dengan bangganya lo pamerin semua harta yang lo milikin itu ke kita, padahal lo tau sendiri kalo orang yang lo porotin uangnya itu adalah bokap gue dan zahra. " Ucap Gita menggebu gebu dengan dada yang naik turun menahan emosi


"Ta-tapi_"


Plak!


"Dan itu satu tamparan dari gue! Gara gara lo masuk dikehidupan bokap gue dan menjadi Pelakor. Nyokap gue jadi masuk rumah sakit dan itu semua gara gara lo. Gue bersumpah nggak akan pernah maafin lo kalo sempat nyokap gue kenapa kenapa. " Ucap zahra yang menampar sisi pipi sesil dengan kuat


Bahkan dirinya pun tak memberikan sesil waktu untuk berbicara. Semua perkelahian mereka disaksikan oleh seluruh para siswa dan siswi. Kabar tentang sesil yang menjadi Pelakor sudah menyebar luas dan menjadi trending topik di SMA negeri


"Rasain itu semua! Mulai detik ini dan seterusnya jangan pernah nunjukin muka busuk lo ke kita. " Ucap Gita dengan senyum sinisnya


"Dan akan gue pastiin, hari ini adalah hari terakhir lo sekolah! Sekolah mahal seperti ini nggak pantas banget tau menerima seorang siswi yang ****** kaya lo! " Sambung zahra dan pergi dari sana sambil menarik lengan Gita


Sementara sesil? Ia hanya mampu terdiam di tempat nya dengan air mata yang mengalir deras. Bisik bisik seluruh murid pun kian menguat membicarakan keburukan keburukan sesil. Ada yang turut kasihan dengannya. Dan ada juga yang menyumpah serapahi dirinya.


Sesil tak sanggup lagi mendengar bisik bisik seluruh murid memilih untuk pergi menjauh dari sana. Sepanjang ia keluar dari sekolahan sepanjang itu pula ia disoraki serta caci makian yang ia dengar.


"Hiks! Hiks! Ap-apa nggak ada kesempatan kedua buat gue, jujur gue nyesel udah ngelakuin ini semua. Gue nyesel karna nggak pernah dengerin omongan mama hiks! " Ucap sesil sembari terus menangis sepanjang jalan


Berjalan gontai entah kemana dengan pikiran yang tak karuan Sampai gelap pun tiba sesil masih saja berjalan tak tentu arah.


Sampai langkahnya terhenti ketika melihat beberapa orang preman menghadang jalannya.


Sesil mendongak menatap mereka semua dengan mata yang bengkak akibat terlalu lama menangis. Dengan mata yang masih di penuhi air sesil tak menjawab kalimat yang dilontarkan olrh para preman tersebut.


"Eits! Mau kemana? Mau abang anterin nggak, " Tawar preman satu


"Enggak makasih! " Jawab sesil cuek dan memilih pergi dari sana


Namun baru satu langkah ia melangkahkaj kakinya. Preman tersebut kembali mencegat sesil


"Lepasin! Udah gue bilang, gue bisa pulang sendiri nggak perlu kalian antar! " Teriak sesil meronta


"Nggak usah jual mahal! Mending lo layani kita kita sampai puas dulu! Ntar kita bayar deh. " Ucap preman dua


"Gue bilang nggak ya nggak! Kalian budek ya, minggir! Gue mau pulang! " Teriak sesil lagi


Namun sekuat apapun dirinya meminta untuk dilepaskan tenaganya tidak akan mampu melawan ketiga preman tersebut.


"Jadi lo suka yang kasar ya! Oke kalo gitu, sekarang ikut gue. " Ucap preman yang bertato tersebut menyeret sesil dengan kasar


"Kalian mau bawa gue kemana! Lepasin! Tolong! " Teriak sesil sambil meringis sesekali


"Silahkan teriak sesuka lo. Disini nggak bakal ada orang yang denger teriakan lo itu! " Ucap pria yang memiliki tatto


"Yuhuu! Akhirnya kita bisa berpesta! " Ucap preman dua dengan senyum mesum miliknya


Mereka terus saja membawa sesil dengan kasar tak memperdulikan ringisan sesil yang memgaduh kesakitan. Bagaimana tidak? Mereka menyeret sesil dari satu tempat ketempat lainnya dengan cara menarik tangan serta rambutnya.

__ADS_1


Sesil pun mau tak mau harus terseok-seok dijalan aspal.


Bruk!


Preman tersebut mendorong sesil ke atas meja kayu dengan kasar. Mereka membawa sesil kesatu buah gubuk kecil dan juga kumuh. Yang memang mereka tempati untuk dijadikan markas


"Lepasin gue! " Teriaknya namun sama sekali tak digubris oleh ketiga preman tersebut


"Nanti sayang! Kita bakal lepasin tapi setelah kita semua puas! " Jawab preman tersebut


Sesil menggeleng ribut "nggak! Gue nggak mau! Lepasin gue sekarang juga, "


Sesil yang terus saja memberontak membuat ketiga dari preman tersebut menjadi jengkel. Ia pun memukul sesil dengan ganas hingga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah


Plakk!


Plak!!


Krek!


"Lo bisa diam nggak! Gue udah bilang gue bakal lepasin lo setelah lo selesai buat kita bertiga puas! " Murka pria yang memiliki tatto


Sesil tak dapat lagi berkutik mengingat seluruh tubuhnya saat ini benar benar lemah. Ditampar oleh kedua sahabat nya sendiri lalu sekarang ditampar dan disiksa tanpa ampun oleh preman yang sesil tidak tau siapa.


Mereka menggauli sesil tanpa jeda dan tak memberikan ampun. Tak memperdulikan rintihan sesil yang memilukan para preman tersebut justru mendesah kenikmatan.


Bukan hanya sekali. Namun berkali kali mereka melakukan itu hingga membuat sesil pingsan tak sadarkan. Entah berapa lama mereka bermain yang jelas sesil merasa sekujur tubuhnya benar benar remuk


Pagi harinya ia terbangun masih ditempat yang sama. Ia menelisik kesetiap sudut rumah yang kecil itu. Tak menemukan siapa siapa hanya dirinya sendiri disana dengan pakaian yang berserakan dilantai.


Sesil menatap tubuhnya dengan pandangan miris. Banyak sekali tanda kepemilikan ditubuhnya. Sesil bangun dan memunguti seluruh pakaian nya dilantai dan kembali mengenakannya.


Meski baju tersebut sudah robek dimana mana. Sesil tetap memakainya dari pada harus pulang dengan keadaan telanjang.


Dengan langkah pelan sesil keluar dari rumah kecil tersebut sembari menahan sakit disekujur tubuhnya. Banyak pasang mata yang melihatnya dengan pandangan berbeda beda. Namun sesil tak mau ambil pusing dan memilih untuk melanjutkan jalan agar segera sampai dirumah.


Tok!


Tok!


Tok!


Ceklek!


"Ya allah sesil! Kamu kenapa bisa jadi begini nak, " Ucap ziah kaget melihat kondisi putrinya


Sepanjang malam ia memikirkan sesil yang tak kunjung kembali. Dan sekali kembali justru dengan keadaan yang entahlah. Entah kata apa yang pantas diucapkan untuk penampilan sesil kali ini


"Mama, " Ucapnya sembari menangis


"Ayo nak kita ke kamar dulu! Biar mama obatin seluruh luka yang ada ditubuhnya ini. " Ucao ziah menuntun sesil menuju kamarnya


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2