
"Argh!! "
"A-ampun!! "
"Krek!
" Akh!! "
"Su-sudah!! Cu-cukup!! "
"Ti-tidak!! "
"Hiks! Hiks! "
"L-lebih baik kau langsung bunuh saja kami!! J-jangan siksa kami seperti ini!! "
"K-kami mohon!! Ampun!! Arghh!!"
"Apa? Bunuh? Kematian terlalu mudah untuk manusia penghianat seperti kalian! "
"Teruslah memohon ampun! Karna aku suka dengan rintihan kalian yang memohon kepadaku! Hahaha!! Aku senang bermain main dengan nyawa seorang penghianat seperti kalian! "
"Cu-cukup, sudah! Ampuni kami, Arya! " Racau Tomi dan Indri meminta ampun
Ya, hampir satu jam lamanya Arya menyiksa kedua suami istri itu dengan kejam. Entahlah mengingat bagaimana gevandra yang menghamili kekasihnya dengan sadis, dan juga penghianat yang Tomi dan Indri lakukan padanya membuat Arya benar benar murka.
Arya marah sekaligus kecewa pada pria yang sialnya adalah paman dan juga bibinya sendiri. Mengingat tentang lolita yang memohon untuk tidak membunuh kedua orang tuanya, Arya mana sudi bermain main seperti ini.
Flashback on
Waktu itu lolita sempat pulang ke Indonesia untuk mengambil beberapa bukunya yang tertinggal dikamar miliknya. Namun begitu sampai rumah dirinya justru tak mendapati kedua orang tuanya disana.
Lolita yang berpikir bahwa kedua orang tuanya berada di kediaman utama milik keluarga Dwipangga, mau tak mau harus menuju kesana untuk menemui kedua orang tuanya.
"Jadi mama dan papa nggak ada tan? " Tanya lolita pada mega
Mereka saat ini tengah berada diruang keluarga hanya ada lolita, mega, dan juga bramantyo. Sedangkan fasyin? Entahlah, mega mengatakan tengah pergi berbelanja kebutuhan dapur bersama bik yem dan juga bik surti
Mega memandang kearah bramantyo, meminta agar suaminya saja yang menjelaskan nya.
"Nggak ada nak, kedua orang tuamu saat ini tengah berada di Bangkok bersama Arya. "
__ADS_1
"Bangkok? Maksudnya papa dan mama liburan? " Tanya lolita tak mengerti
Bramantyo dan mega saling menghela nafas dengan pelan. Lolita melihat itu mendadak perasaan nya menjadi tidak enak
"Apa kalian menyembunyikan sesuatu dari ku, paman, tante? " Tanya lolita melirik meha dan juga bramantyo secara bergantian
"Huft! Jadi sebenarnya seperti ini. Papa dan juga mamamu suda membawa kabur uang perusahaan cabang, bahkan mereka juga membocorkan rahasia kantor dan menjual nya kepara saingan bisnis. Arya yang mengetahui itu pergi menyusul dan, yaa kamu pasti tau apa yang akan terjadi setelah nya. " Ucap bramantyo menceritakan kebenarannya
Deg!
Tubuh lolita menegang ditempatnya. Meski bramantyo tidak menceritakan semuanya secara detail, tapi lolita paham dan mengerti dengan maksud yang bramantyo katakan. Ya, lolita mengerti bahkan sangat mengerti. Ia yakin bahwa saat ini kedua orang tuanya sedang dalam keadaan yang tidak baik baik saja.
Lolita yakin jika Arya sudah melakukan penyiksaan yang begitu kejam kepada kedua orang tuanya. Tentu lolita sudah hapal dengan sifat sang kakak sepupu mengingat Arya bukanlah orang yang dengan mudahnya memaafkan orang yang telah dengan beraninya bermain api dibelakang nya.
Bruk!
"Ta-tante! Apa tidak bisa kak Arya melepaskan dan memaafkan mama dan papa, hiks! Ka-kalo mama dan papa disiksa seperti itu, lalu bagaimana dengan Lolita tante, " Lolita berujar sambil bersujud dikedua kaki Tomi dan Indri
Lolita tau meminta maaf dengan seorang Arya bukanlah hal mudah dan gampang untuk dilakukan. Tapi ini adalah demi hidupnya dan orang yang ia kasihi. Dirinya sudah kehilangan adik tercinta nya, Lolita tidak ingin kembali kehilangan kedua orang tuanya.
Apapun akan ia lakukan asalkan kedua orang tuanya selamat. Bila perlu dirinya saja yang menggantikan posisi kedua orang tuanya, tak apa asalkan orang tuanya selamat.
"Hei bangunlah sayang, jangan seperti ini. " Ucap Indri tak tega dengan Lolita yang bersujud dikakinya dan juga bramantyo
"Baiklah baik. Kita coba untuk telpon Arya dan membicarakan hal ini dengan nya, "
Lolita mendongak menatap sepasang kedua paruh baya yang masih terlihat gagah dan juga cantik di usianya yang memasuki senja itu.
Ia tau betul bahwa ini adalah kesalahan ke-dua orang tuanya, tapi apa boleh buat? Dari pada ia harus kehilangan kedua orang tuanya.
"Yang benar tan? Tante akan membicarakan hal ini dengan kak Arya? " Tanya Lolita sambil mengusap air matanya dengan kasar
"Iya, akan kita coba. Ayo naik jangan duduk dibawah seperti itu, " Pinta mega yang diangguki kepala oleh Lolita
"Dad, coba telfon Arya. Kasih tau kedia siapa tau aja Arya bisa ngasih sedikit keringanan. " Ucap mega, bramantyo pun mau tak mau menelpon Arya
Tut!
Tut!
Tut!
__ADS_1
"Ya Halo dad, ada apa? " Terdengar suara Arya dari sebrang telfon
Ponsel yang Diloudspeaker kan oleh bramantyo membuat mega dan juga Lolita dapat mendengarnya.
"Bukan daddy yang ingin berbicara. Tapi Lolita, " Kata bramantyo memberikan ponsel miliknya
"Lolita? " Gumam Arya dari sebrang telfon
"Ha-halo kak. " Ucap Lolita terbata
"Ya loli. Ada apa hm? Apa kau sudah pulang dari Korea?" Tanya Arya lembut menjawab panggilan dari adik sepupunya itu
Lolita terlihat menarik nafasnya dengan dalam sambil melirik mega dan juga bramantyo
"Halo, Lolita! Apa kau bisa mendengar suara ku? " Tanya Arya saat tak mendapati jawaban
"Y-ya aku bisa mendengar mu kak. Ada yang ingin aku katakan. "
"Apa itu? "
"Kak! Apa bisa kau melepaskan mama dan papa? Aku tau mereka sudah melakukan hal yang fatal denganmu kak. Tapi aku mohon lepaskan mama dan papa, kalo mereka mati ditanganmu lalu aku bagaimana kak? Aku sudah mengetahui semua kejadiannya dari paman, jadi aku mohon bebaskan mama dan papa kak. Atau bila perlu biar aku saja yang menggantikan posisi mama dan papa kak, hiks! Ak-aku nggak bisa jika harus kehilangan mereka berdua. Jadi izinkan aku saja yang menggantikan posisi mereka. "Pinta Lolita dengan air mata yang kembali menetes dengan deras
Mega dan bramantyo yang melihat itu merasa tak tega dan juga kasihan. Lolita paham betul jika ini adalah kesalahan fatal yang sudah dilakukan oleh Tomi dan juga Indri. Tapi lihatlah, dirinya justru memohon dan mengemis pada Arya agar Tomi dan juga Indri dilepaskan, dan meminta agar dirinya saja yang menggantikan nya
"Apa! Kau gila, Lolita! " Teriak Arya tak Terima
Ya dirinya tak Terima karena Lolita meminta agar Tomi dan juga Indri dilepaskan dari siksaan yang saat ini tengah mereka jalani. Bahkan Lolita dengan beraninya memintanya agar dirinya saja yang menggantikan posisi kedua orang tua nya.
Tidak, tidak! Arya tidak mungkin membiarkan Lolita adik sepupu yang paling ia sayangi itu untuk menggantikan posisi kedua orang tuanya.
"Kak, aku mohon hiks! Pikirkan bagaimana nasibku ke depan jika kedua orang tuaku tiada, " Mohon Lolita terisak
"Tapi kau tau bukan, ini adalah kesalahan fatal yang sudah mereka lakukan, Lolita! Kau bahkan paham bagaimana aku. " Ucap Arya dengan nada tegasnya
"Yasudah, kalo begitu biar aku saja yang menggantikan posisi mereka. Biar aku saja yang kau siksa kak, asalkan bebaskan mereka, " Ucap Lolita kekeuh
Terdengar helaan nafas dari sebrang sana. "Baiklah! Aku tidak akan membunuh mereka, tapi aku harus memberikan pelajaran yang impas agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. " Ucapa rya pada akhirnya
"Baiklah, kak. Terimakasih, " Jawab Lolita sambil mematikan telfon tersebut, tak lupa senyum cantik juga terukir diwajahnya
Flashback off
__ADS_1
Dan dari itulah mengapa Arya hanya menyiksa Tomi serta Indri tanpa berniat membunuhnya. Arya berharap siksaan demi siksaan yang Arya berikan pada mereka akan membuat mereka jera dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama