Aku tak pantas untuk mu

Aku tak pantas untuk mu
chapter 62


__ADS_3

"Selamat pagi sayang, " Sapa mega pada menantu nya


"Pagi bu. Eh mom, " Jawab fasyin terkekeh


"Hehe, cantik banget pagi ini. Arya mana nia? " Kata mega memuji fasyin


Ya jelas terlihat cantik. Pagi ini fasyin sudah menjalankan hijrahnya untuk menggunakan hijab. Fasyin memakai gamis berwarna mocca yang sepadan dengan hijabnya yang menjuntai panjang kebawah.


Gamis itu adalah pemberian Arya saat di Bangkok beberapa hari yang lalu. Sangking mendukungnya hijrah sang istri, Arya sampai membelikannya banyak sekali. Mungkin bisa dikatakan satu lemari penuh dengan pakaian gamis dengan bermacam model dan brand nya.


"Masih mandi mom, oh iya daddy sama kak Edwin mana? Kok nggak keliatan, " Tanya fasyin mencari keberadaan mereka


"Oh mereka lagi ada di taman belakang, main sama baby balqis. Ada suster nya juga kok, " Jawabnya


Fasyin hanya manggut-manggut saja. Seraya membantu mega mempersiapkan sarapan pagi.


"Kamu kok, kaya lemas begitu? Kenapa sakitkah? " Kata mega memperhatikan fasyin yang memang sedikit lemas dari biasanya


"Enggak kok mom, cuma lagi datang bulan aja. Sakit perut banget, biasanya kalo mau datang bulan itu sebelum datang bakal sakit duluan. Tapi ini datangnya barengan sama sakit, " Jawab fasyin


"Oh, yaudah ntar mommy suruh bik yem buatin kamu ya, untuk ngurangin rasa sakitnya. Atau kamu istirahat aja sana, nggak usah tolongin mommy. " Kata mega lembut


"Nggak usah mom, cuma sakit gini aja masa iya harus malas malasan sih, ntar biar nia minum jamu buatan bik yem aja nanti juga bakal sembuh, " Tolak nya halus


"Yasudah kalo begitu. "


"Pada ngobrolin apa nih, kayanya seru banget, " Tiba tiba suara bramantyo terdengar


"Kepo banget sih dad, urusan perempuan laki laki dilarang tau. " Kata mommy mega


"Ceilah! Gitu doang rahasia rahasiaan"


"Oh jelas dong! Daddy mau sarapan pakai apa? " Tanya mega


Bramantyo dan Edwin sama sama menarik kursinya dan duduk dengan tenang "daddy mau jadi goreng aja mom. "


"Oke, "


"Kak Edwin mau sarapan pake apa? Biar sekalian nia ambilin, " Tawar nia pada Edwin


Memang dari acara mengurus pesta pernikahan Arya dan fasyin. Edwin memutuskan untuk menginap dirumah milik Arya, sedangkan ibunya tetap berada di rumahnya karena sakit jadi Edwin tidak bisa membawa serta merta ibunya untuk ikut dan menghadiri acara pernikahan Arya.


Tentunya tidak sendiri ya guys! Ada para suster dan pelayan yang Edwin tugaskan untuk menjaga ibunya. Edwin hanya tinggal berdua sama sang ibu, yang lumpuh dan hanya bisa terbaring lemah di kasur. Semua terjadi saat pulang dari pemakaman sang ayah. Tiara yang saat itu ngotot untuk menyetir sendiri akibat kurang konsentrasi membuatnya harus kecelakaan dan lumpuh hingga detik ini.

__ADS_1


"Boleh emang? " Kata Edwin memastikan


"Boleh kok, sesekali kan nggak papa kak. Lagian kak Edwin udah nia anggap seperti kakak nia sendiri. " Jawab fasyin


"Wah Oke deh. Kakak mau jadi goreng juga, yang banyak ya biar kenyangnya lama " Cengir Edwin


Fasyin pun mulai mengambilkan dua piring nasi goreng satu untuk Edwin, dan satu lagi untuk Arya.


"Oh iya mom, kok nia belum ada ngeliat bik surti ya? Kemana bibi mom, " Kata nia sambil menyodorkan satu piring berisi penuh dengan nasi goreng


"Makasih, " Kata Edwin


"Bik surti pulang ke apart! Katanya ada barang yang ketinggalan. " Jelas mommy mega


"Oh gitu, yaudah nia tinggal ke atas ya mom. Mau nganterin nasi goreng ini buat mas Arya, "


"Kenapa diantar nak? Kan Arya bisa makan disini, " Heran bramantyo


"Nggak tau dad, katanya lagi pengen makan dikamar, "


"Manja banget. Yakin cuma makan aja? " Goda Edwin


"Hus! Kamu ini jangan ngomong gitu. Namanya juga pengantin baru pengen tu berduaan mulu. " Celetuk mega yang dapat kekehan kecil dari mereka semua


Ada baiknya iya langsung pergi saja dari pada harus meladeni omongan mereka. Fasyin mengerti kemana arah pembicaraan mereka semua. Fasyin merasa sedikit malu karena selalu digoda oleh ibu mertua nya sendiri.


~*~


Ceklek!


Pintu terbuka dan fasyin pun masuk ke kamar. Namun matanya hanya melihat kamar yang masih kosong tak ada orang di dalamnya. Akan tetapi telinga masih mendengar suara gemericik air dalam kamar mandi, yang fasyin duga jika Arya masih berada disana.


Fasyin pun berjalan menuju tempat tidur guna merapikan nya. Setelah selesai fasyin beralih menuju meja kerja Arya untuk merapikan buku dan beberapa dokumen penting yang masih berserakan di lantai.


Malam tadi entah pukul berapa Arya tidur karena sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya. Meskipun dirinya seorang bos tapi Arya tetap menjalankan tugasnya agar para karyawan dapat mengikuti jejaknya.


Fasyin yang tengah sibuk merapikan meja tiba tiba dikejutkan oleh lengan kekar seseorang yang melingkar di pinggang nya.


"Eh mas, suka banget sih ngagetin aku! Kalo aku jantungan gimana! " Ucap fasyin dengan nada sedikit kesal


Arya tersenyum dan hanya diam sambil membenam wajahnya di ceruk leher fasyin yang tertutupi oleh hijab panjang nya. "Iya maaf, lain kali nggak lagi kok." Kata Arya yang semakin mengerat pelukan nya


Ia memejamkan matanya sambil mencium aroma lavender yang sudah menjadi candu bagi dirinya. Entah sejak kapan, yang jelas ia baru menyadari hal itu sejak fasyin sudah resmi menjadi istri nya.

__ADS_1


"Duh, mas. Jangan erat banget meluknya, gimana caranya aku beresin meja kerja kamu, kalau kamunya nemplok kaya cicak begini. " Kata fasyin kesulitan


Arya melepas pelukannya seraya nyengir. "Hehe ntaran aja beresin itu. Perut kamu masih sakit? " Kata Arya sambil ikut merapikan meja kerjanya


Fasyin mengangguk, "masih. Tapi tadi kata mommy bik yem bakal bikinin aku jamu untuk pereda nyerinya,"


"Oh gitu, yaudah. " Jawab Arya


Tak ada lagi pembahasan diantara mereka. Mereka hanya fokus sambil merapikan meja kerja Arya, setelah beberapa menit akhirnya semua sudah beres dan meja itu sudah terlihat lebih rapi dan enak ketika dipandang.


"Mas, sini sarapan dulu. Tadi aku udah bawain kamu nasi goreng, susu sama air putih. " Kata fasyin yang duduk di tepi ranjang


Arya mendekati fasyin dan ikut duduk di sebelahnya. "Aku belum mau makan, kalo kamu nggak ngasih sesuatu ke aku. " Ucap Arya dengan wajah yang masam


Fasyin mengerutkan alisnya pertanda bingung, "ngasih apa mas? Hadiah? Nanti aja, ini dimakan dulu keburu dingin nggak enak lagi ntar. " Kata fasyin yang sudah siap ingin menyuapi Arya


"Hmm.nggak mau! Bukan hadiah lho, tapi morning kiss! Udahlah semalam nggak dapat jatah, masa pagi ini juga nggak dapet sih. Aku maunya setiap pagi itu selalu dapat morning kiss, " Rajuk Arya seperti anak kecil


"Hmm, jadi hanya itu? Yaudah, " Kata fasyin yang menaruh kembali piring itu ke atas nampan lalu mendekatkan wajahnya pada Arya


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Lima kecupan singkat Arya dapatkan dari fasyin. Kening, hidung, pipi kiri, pipi kanan, serta yang terakhir bibir. Arya yang semula memasang wajah cemberut seketika berubah dan senyum lebar ia perlihatkan.


Senyum yang tak pernah dilihat oleh orang lain selain fasyin seorang. "Makasih istriku. Cup! " Balas Arya mencium puncak kepala fasyin


Fasyin tersenyum. Tak ada lagi rasa canggung dari dalam dirinya ketika Arya menyuruh nya untuk mencium nya. Biasanya fasyin akan selalu menolak permintaan Arya dikarenakan ia malu, dan juga saat itu dirinya belum menjadi istri.


"Sama sama, sekarang makan dulu, " Kata fasyin sambil menyodorkan sendok ke mulut Arya


Arya menerima suapan dari fasyin dengan wajah yang masih setia mempertahankan senyum terbaik miliknya. "Kok cuma satu piring? Kamu nggak makan? " Ucap Arya dengan mulut yang penuh


"Belum. Aku nanti saja, yang jelas dulu yang makan. " Jawab fasyin seadanya


Dirinya memang belum merasa lapar sama sekali. Itu sebabnya ia hanya mengambil satu piring saja. Arya menelan sisa makanan nya lalu berujar. "Jangan gitu, nanti kalo kamu sakit gimana? Sini biar aku suapin kamu, kita satu piring berdua. Nggak ada bantahan" Ucap Arya ketika melihat fasyin ingin membuka suara.

__ADS_1


Fasyin pun mau tak mau mengalah dan terjadi lah aksi saling suap secara bergantian. Setelah satu piring nasi goreng habis, Arya meminum air putihnya setengah dan setengahnya lagi fasyin meminumnya. Dilanjutkan dengan susu satu gelas yang dibagi menjadi dua.


__ADS_2