
"good! bagus kalo kamu paham. sekarang ayo kita tulis satu nama dikertas ini, kemudian kita gulung dan akan kita masukan kedalam botol, setelah acara selesai maka kita akan mengeluarkan satu kertas dari botol ini, dan nama yang mana keluar, maka nama itu yang akan kita berikan kepada dede bayi, kalian paham?" ucap bramantyo yang dibalas anggukan kepala oleh arya dan juga yang lainnya..
***
malam hari'pun tiba, dan sesuai yang dikata oleh daddy bramantyo tamu yang datang malam ini bukanlah dari kalangan orang biasa. semua tamu yang hadir begitu terlihat antusias sekali
namun belum ada diantara mereka yang berani membuka suara untuk sekedar bertanya anak siapa yang akan di tepung tawari? semua pertanyaan itu hanya mampu mereka pendam saja sampai nanti waktunya tiba.
selain para tamu, keluarga dari arya juga turut hadir untuk meramaikan acara ini, termasuk dengan indri dan suaminya yaitu tomi. lolita pun juga turut hadir mengikuti kedua orang tuanya, sejak kejadian dimana adiknya tewas gantung diri. lolita memutuskan untuk menetap dikota bandung untuk menemani ibunya agar tak merasa kesepian.
awalnya lolita juga merasa syok dengan kejadian yang menimpa adik waktu, namun jika dipikir ulang lagi semua itu adalah kesalahan dari gevandra sendiri bukan dari fasyin. jadi untuk itu lolita sudah tak memikirkannya lagi,dan berusaha ikhlas melepaskan adik satu satunya itu.
acara berlangsung dengan semestinya dan lancar jaya. semua tamu begitu menikmati acara itu dengan bersenang senang. arya bramantyo dan yang lainnya terlihat begitu sibuk menemani teman bisnisnya berbicara.
sementara dilain tempat yaitu didalam kamar. fasyin tengah didandani sedemikian rupa. tak perlu make up yang tebal, make up tipis dan natural saja sudah membuat fasyin semakin cantik.
dengan menggunakan dress selutut yang berwarna maroon tampak seleras dengan kulit putihnya yang mulus. rambut diikat satu memperlihatkan leher jenjangnya yang putih bersih dan beberapa hiasan kecil dirambutnya membuat penampilan fasyin semakin cantik.
sederhana namun terlihat elegan. fasyin turun dengan didampingi bik surti dan juga mommy mega dibagian kiri dan kanannya. semua pasang mata melihat dimana fasyin turun sambil mengendong seorang bayi mungil yang juga cantik,,
arya saja sampai terpana dibuatnya, sungguh penampilan fasyin malam ini benar benar cantik ketimbang waktu dirinya melamar fasyin, benar kata orang jika yang baru saja melahirkan itu, kadar kecantikannya akan bertambah.
dan arya mengakuinya saat ini.. berbeda dengan semua orang yang terpana dengan kecantikan fasyin. indri dan suaminya justru merasa marah dan juga benci. bagaimana tidak marah? wanita yang berada dihadapan mereka saat ini adalah seorang pembunuh.
karna dirinya, indri dan tomi kehilangan putra kebangga'an mereka. pokoknya indri bertekad akan membuat malu fasyin malam ini juga. ia masih belum terima atas perginya putra kesayangannya
Dimana seharusnya gevandra saat ini akan menggantikan posisi papanya diperusahaan dan akan menjadi putra kebanggan mereka dan juga saingannya arya, namun harapan tinggallah harapan. semua itu pupus bersama dengan perginya sang putra.
__ADS_1
Cek! Cek!
Suara mic yang begitu memekakkan telinga membuat seluruh pasang mata yang semula menatap fasyin kini beralih menatap MC yang berada diatas panggung.
"Baiklah, karna sang bintang utama kita sudah keluar dari kamarnya maka kita akan langsung saja, memulai acara yang sesungguhnya. Sudah cukup untuk kita menikmati makan dan minumannya. Sekarang saatnya kita memulai acara untuk perkenalan nama untuk bayinya. Silahkan para tetua diharapkan naik ke atas panggung. "Ucap MC tersebut
Bramantyo, mega, bik surti, edwin, Arya serta fasyin naik ke atas panggung sesuai arahan dari si MC.
" Baiklah, ada yang ingin maju untuk mengguncang botol ini hingga satu kertas keluar? "Tanya MC tersebut
" Saya aja pak. Berhubung ini mereka yang memberi nama, jadi biar saya aja yang akan menentukan nama mana yang nanti akan terpilih. " Ucap fasyin yang dibalas anggukan kepala oleh MC tersebut
"Baiklah. Silahkan maju. " Fasyin menitipkan dede bayi kepada bik surti yang langsung dengan sigap menerimanya.
Fasyin maju selangkah dan mulai mengguncang botol itu. Satu kertas keluar dari dalam botol tersebut membuat siapa'pun deg'degan menunggu nya.
"Hayo penasaran ya? Sama, saya juga. " Ucap MC itu yang membuat wajah mereka semua yang semula tegang kini berubah tersenyum kecil
"Baik nona fasyin, boleh langsung dibuka saja dimulai dari Satu.. Dua.. Ti... Ti.. Nungguin yaaa,, "gurau si MC yang lagi lagi membuat mereka semua tertawa kecil. Tigaaa. " Ucap MC tersebut yang langsung fasyin buka dan membaca tulisan yang ada dikertas itu.
"Boleh dibacakan siapa namanya nona fasyin. " Ucap MC memberikan mic nya pada fasyin.
Fasyin menerima nya sambil mengucap terima kasih. " Langsung sebut? Atau inisial dulu?"tanyanya
"Kayanya lebih seru inisial dulu ya. Inisial depannya yaitu huruf B. " Ucap fasyin yang membuat senyum Arya dan edwin mengembang.
Sementara para orang tua justru merosotkan bahu dengan sedih. Tentu saja jika huruf B bukanlah nama yang telah mereka tulis. Tapi apapun itu yang terpenting memiliki arti yang baik.
__ADS_1
"Semoga pilihan gue. Secara gue kan calon bapaknya. Tapi kenapa wajah edwin juga terlihat senang? Apa jangan jangan nama yang kami pilih sama? Ah tidak! Mungkin hanya awalan saja. Gue yakin pilihan gue lah yang terpilih. " Gumam Arya dalam hati
Namun lamunan Arya pudar saat nama yang fasyin katakan bukanlah pilihannya melainkan nama pilihan dari edwin. Berbeda dengan Arya yang terlihat lesu, edwin justru bersorak gembira.
" Namanya adalah, Balqis Khansa Alya yang memiliki arti Perempuan yang tinggi derajatnya dan baik laksana ratu Balqis."terang fasyin
Jujur ia juga senang dengan nama pilihan dari edwin. Ia suka dengan nama dan juga artinya.
"Wah nama yang bagus. Apapun itu semoga kelak menjadi anak yang sholehah. " Ucap MC tersebut bertepuk tangan yang di aminkan bersama oleh semua yang berada disana.
"Uhuyy! Nama dari gue yang kepilih, kasian deh lo. " Ledek edwin mencibir Arya yang memasang wajah suram
"Diem deh lo! Seharusnya lo nggak usah ikutan ngasih nama buat anak gue. " Ketus Arya yang hanya ditanggapi cekikikan kecil oleh edwin
Sementara yang lainnya geleng geleng kepala melihat tingkah Arya dan juga edwin. "Nama yang bagus untuk cucu oma. " Ucap mega
"Tentu! Kan edwin yang milih. " Jawab edwin pongah
Arya hanya mendengus saja. "Selamat ya nia. Maaf saya nggak sempat datang ke rumah sakit, untuk lihat kamu. Dan maaf juga atas tingkah adik saya, karna adik saya kamu harus menanggung beban ini. Tapi saya merasa bahagia karna kamu justru mempertahankan hingga ia lahir. " Ucap lolita yang ikut mendekat
Mendengar kalimat yang dikatakan oleh lolita dapat fasyin tangkap jika wanita itu adalah kakak dari gevandra. "Nggak papa kak. Namanya juga kakak nggak tau. " Jawab fasyin
"Boleh saya menggendong nya? " Tanya lolita yang langsung dapat pukulan kecil dari ibunya
"Ngapain kau mau gendong anak haram itu? Jangan mengotori tangan bersihmu dengan menyentuh anak haram itu. " Ucap Indri kuat yang membuat seluruh tamu memperhatikan nya
"Mama ngomong apa sih? Jangan berbicara seperti itu, apalagi mengatakan balqis anak haram. Bayi ini nggak bersalah mah, yang bersalah itu gevandra karna sudah berbuat tapi tidak mau bertanggung jawab. " Bela lolita garang
__ADS_1