
Kala mentari pagi keluar dari persembunyiannya, dan hembusan angin ikut menyertai pergantian hari demi hari. Disini aku mulai mengawali kisah romantika yang tak bertepi. Kisah ini hadir tanpa diketahui, dan menuai beribu bahkan berjuta harapan pada akhirnya nanti. Semoga semua harapan yang telah terucap dapat terwujud dan membuktikan sebuah pernyataan bahwa semua akan indah pada waktunya itu memang benar.
Seperti namanya, "Alunan Melodi Romantikaku" ini berkisah tentang perjalanan cinta yang dialami oleh si aku dari mula mengenal akan dunia sampai sekarang. Aku lahir pada tanggal 21 April 1996. Bisa readers perkirakan berapa umur aku sekarang kan??.
Aku adalah tokoh utama yang akan menjadi subjek di dalam helaian kisah ini. Author berharap untuk jangan bosan mengikuti proses panjang yang entah kapan menemukan titik ujungnya. Bayangkan saja, selama 24 tahun ini aku masih bergelut dan berharap akan kata CINTA yang sesungguhnya.
Aku ini adalah seorang gadis sederhana, yang memiliki banyak impian yang ingin diwujudkan suatu saat nanti. Aku terlahir dari keluarga yang juga sederhana. Aku pun dibesarkan dengan penuh rasa kasih sayang.
Tokoh-tokoh selanjutnya.. akan dibahas lebih lanjut di dalam novel ini. Banyak sosok tokoh laki-laki yang dijumpai oleh si aku sepanjang menjalani kehidupan ini. Seperti Riyan, Rino, Dodi, Agus, Haris, Adit, dan lain-lain.
Selain itu, juga ada tokoh-tokoh para cewek yang disajikan sebagai pelengkap di dalam novel ini. Ada yang sebagai sahabat, teman, dan bahkan ada yang sebagai musuh si aku yang seperti tidak suka dengan akunya.
Watak mengenai tokoh-tokoh tersebut akan membuat para readers tercengang. Ada kalanya si aku hanya mencintai saja, ada kalanya juga si aku merasa dicintai, dan mungkin nanti ada saatnya untuk aku merasakan yang namanya saling mencintai dan dicintai.
Note:
Aku adalah insan yang beruntung karena telah dijebak dengan jebakan yang membuat diriku mudah masuk ke dalamnya. Jadi, tidak akan aku biarkan insan manapun yang boleh menarik aku keluar dan menggantikan posisiku. Jangan berpikir kalau aku kejam dengan persoalan ini. Tiada maksud untuk tidak membolehkan insan lainnya mencoba masuk, hanya saja caranya harus bijak dan tidak curang. Kalian pasti juga tidak akan mau dipaksa untuk keluar dari suatu hal yang membuat kalian senang?. Nah, begitu juga aku yang hanya insan biasa yang telah larut di dalam alunan melodi itu.
*****************
Aku berjalan di sebuah alur yang menghantarkan aku menuju cahaya yang kata orang dewasa adalah cahaya akan masa depan. Tepat hari ini aku akan diperbolehkan untuk mengenal lebih dekat tentang arti dunia. Mengenal dunianya memang pada saat aku baru lahir. Namun, waktu yang begitu cocok untuk aku bisa lebih dekat untuk mengenal dunia itu adalah pada saat aku sudah berakal.
Hari ini aku mulai bersekolah di sebuah Taman Kanak-Kanak yang berada agak jauh dari rumahku. Aku sudah selesai bersiap-siap dari tadi pagi sekali. Aku juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan teman-temanku yang pasti imut sepertiku.
" Ayah... cepatlah ayah, aku udah siap nih!!" ucapku sambil menata tasku.
" Iya... iya!! tunggu bentar ya... ayah panasin motornya dulu" ucap ayahku sambil menyisir rambut ayah yang begitu tertata.
" Cepatlah yah... nanti aku bisa telat loh di hari pertama ini ayah!!" ucapku mendesak ayah.
__ADS_1
" Anak ayah gak bakalan telat kok...tenang aja, ayah jamin" ucap ayahku yang begitu santai.
" Iiiiih... ayaaaah!! sebeeeeel..." ucapku ngambek.
" Anak ayah yang manis ini kok malah ngambek? nanti jadi jelek loh" ucap ayahku ketawa.
" Biarin jelek... habisnya ayah bikin aku kesel, sebel!!" ucapku sambil memalingkan muka dari ayah.
" Beneran nih mukanya dibiarin jelek? nanti gak ada yang mau berteman loh kalau jelek" ucap ayahku ngeledek.
" Ibuuuu.... ayah jahat!!" ucapku yang langsung merengek mengadu kepada ibuku yang baru muncul.
" Kenapa nak?? kamu diapain sama ayah?" tanya ibuku sambil terduduk mendekatiku.
Di umurku yang baru menginjak lima tahun ini, aku memang imut loh readers... hehe..
Lanjut ya readers!!
" Ayah lama kali nganterin aku bu... udah jam berapa ini? aku takut telat bu..." ucapku yang masih ngambek.
" Ngadu lah sana sama ibu... ayah gak takut!!" ucap ayahku sambil mematikan mesin motor.
" Sabar aja dulu ya nak.. kamu gak akan telat kok. Oh iya, bekalnya udah kamu masukin ke dalam tas?" ucap ibuku yang berusaha menenangkan hatiku.
" Iya deh bu... hmm udah kok bu, bekal dari ibu gak akan aku tinggalin di rumah. Nanti keburu dihabisin sama ayah..." ucapku sambil ketawa melihat ayah.
" Enak aja nuduh-nuduh ayah yang ngabisin... adik kamu kali tuh si Melly..." ucap ayah yang tidak terima dengan dugaan itu.
" Udah... udah... mending sekarang anak ibu berangkat lagi ya. Nanti beneran telat loh!!" ucap ibuku menakutkan aku.
__ADS_1
" Ibu kok malah nakut-nakutin aku siiih...??" ucapku yang langsung ketakutan.
" Ayok nak... kita berangkat!!" ucap ayahku yang menghidupkan mesin motor lagi.
" Oke ayah... bu, aku pamit dulu ya!!" ucapku sambil mencium tangan ibuku.
" Iyaa... hati-hati di jalan ya... ayah jangan ngebut bawa motornya!!" ucap ibuku memperingatkan ayah.
" Baik ibu sayaaaaang!!" ucapku dan ayah sambil agak teriak karena motornya sudah mulai jalan.
Aku sekarang hanya bisa melihat raut wajah ibuku yang tersenyum begitu cantik dari kejauhan. Betapa beruntungnya ayahku yang bisa mendapatkan sosok bidadari seperti ibuku. Apa aku nanti juga akan mendapatkan sang pangeran pujaanku ya??
Kok aku jadi bisa kepikiran kayak gitu sih...??
Hatiku seraya berkata "ingin sekali aku memiliki anugerah Tuhan itu sepanjang hidupku". Begitulah harapan yang selalu aku lantunkan dalam doa. Anugerah yang dimaksud disini adalah rasa cinta yang abadi dan dikenal pula dengan cinta sejati.
Amiin,🥰
" Ingat dong...kamu itu masih kecil...!!" ucap sosok makhluk yang tidak aku kenal yang bersumber dari dalam hatiku itu lagi.
Perjalananku menuju sekolah memang terasa begitu lama. Padahal sebenarnya jarak antara rumah dengan sekolahku tidak begitu jauh. Mungkin, karena kondisi jalan yang selalu macet lah yang membuat aku dan ayah terasa lama sampai di sekolah.
Selang beberapa menit kemudian, akhirnya aku dan ayah bisa sampai di tempat tujuan dengan selamat. Aku pun juga segera memulai kegiatan pertamaku di sekolah ini.
*********************
Hari ini, dengan penuh rasa syukur telah aku jalani. Aku telah banyak kenal dengan makhluk-makhluk manis di ruangan ini. Belajar sambil bermain itu sungguh asyik ya.. Aku bisa berekspresi sebanyak mungkin, aku juga bisa menonjolkan kemampuanku di masa ini.
🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺🌼
__ADS_1