
Kejutan demi kejutan benar-benar hadir silih berganti mengiringi perjalanan level 5 ku. Dari mulai aku terlambat bangun tidur di hari pertamaku, kemudian aku tertabrak oleh benda asing yang bernama sepeda, selanjutnya yang tidak sengaja menabrakku itu ternyata adalah teman sekelasku dulu, lalu aku tidak menyangka bahwa aku kembali sekelas dengan si penabrak aku yang bernama Haris, serta wali kelas yang aku dapatkan di level 5 ini adalah buk Fitria yang terkenal dengan killernya.
Dan...dan...dan... kejutan untukku selanjutnya adalah aku kembali sekelas dengan makhluk super sok dulu waktu aku duduk di level 1. Makhluk super sok yang bernama Sisi itu sekarang kembali hadir di penglihatanku. Dulu waktu di level 1 atau kelas 1, aku tidak terlalu membahas si ratu yang kehilangan istananya karena telah dicuri oleh para marmut kecil itu. Aku hanya lebih membahas mengenai kekosongan hatiku akan sebuah rasa yang aku kenal aneh dulu. Jadi, mungkin kalian tidak begitu kenal dengan seorang Sisi.
Nah, di level 5 inilah kalian akan bisa mengenal si ratu sok itu karena sepertinya kejutan lain telah dipersiapkan oleh Sisi untukku.
Semua teman-temanku juga tau bahwa Sisi memang tidak menyukaiku. Mungkin, ia takut kalau aku bisa mengalahkan kecantikannya kali ya. Hingga pada suatu hari ketika jam istirahat tiba, Sisi dengan sengaja mengulurkan kakinya ketika aku lewat di depannya. Sikapnya itu hampir saja membuat aku terjatuh.
" Rasain kamu Fel.." ucap Sisi pelan sambil mengulurkan kakinya.
Dengan rasa senang aku berjalan hendak menuju kantin. Aku berjalan di depan Sisi yang sedang duduk di bangkunya dan tiba-tiba adegan yang sangat diinginkan oleh si ratu sok itu hampir saja terjadi. Aku tersandung oleh benda asing lagi yang ternyata adalah kaki mungil Sisi. Kemudian aku terasa melayang di awang-awang, namun adegan itu cepat berakhir karena kehadiran pahlawanku yaitu Haris yang segera menolongku. Haris dengan sigap dan cepat langsung memegangi bahuku sehingga aku tidak jadi mencium lantai.
" Hati-hati Fel..." ucap Haris sambil tiba-tiba datang dan memegangi bahuku.
Aku segera tersadar dari peristiwa melayang itu, dan kembali kepada realita yang sedang berlangsung.
" Kamu apa-apaan sih Si...kok kamu jahat banget" ucap Haris dengan nada tinggi.
" Kok kamu nyalahin aku Ris.. emangnya aku ngapain Felly?" tanya Sisi pura-pura lugu.
" Pura-pura gak tau pula kamu Si.. ini pasti kerjaan kamu kan?" ucap Haris marah.
" Enak aja main nuduh aku... Felly nya kali tuh yang jalan gak hati-hati.." ucap Sisi ngeles.
" Aku tau kalau kamu itu pasti sengaja kan bikin Felly terjatuh?" ucap Haris semakin marah.
" Kamu jangan fitnah aku kayak gitu dong... aku aja gak tau kalau Felly jalan di depan aku" ucap Sisi yang semakin sok polos.
Melihat realita yang terjadi, aku pun langsung menghentikan peristiwa yang hampir membuat Haris mengeluarkan asap dari telinganya. Aku melihat Haris yang mati-matian membelaku, hingga membuat aku yakin bahwa rasa aneh itu memang telah hadir kembali.
" Udah...udah... kalian jangan ribut lagi.. aku gak apa-apa kok" ucapku sambil berdiri di tengah mereka dan sok jadi wasit.
" Beneran kamu gak apa-apa Fel...aku khawatir banget sama kamu tadi.." ucap Haris dengan perhatiannya yang tulus.
" Sok perhatian kamu Ris..bikin aku muak aja sama kalian berdua" ucap Sisi sambil pergi meninggalkan kami.
" Pergi sana jauh-jauh, jangan buat keributan lagi" ucap Haris sangat kesal.
__ADS_1
" Udah Haris... jangan marah-marah lagi...mungkin benar kata Sisi tadi..aku nya yang jalan kurang hati-hati" ucapku sambil menenangkan hati Haris.
" Iya deh nona..aku gak akan marah-marah lagi" ucap Haris sedikit tenang.
" Gitu dong... itu baru namanya Haris yang aku kenal" ucapku tersenyum lebar.
Haris pun juga membalas senyumku dengan begitu manisnya. Senyum darinya mampu membuat hatiku terasa bahagia saat ini. Tanpa tersadar kami berdua telah terhanyut oleh senyuman masing-masing, hingga kami tidak mengetahui bahwa Nita yang merupakan teman sebangkuku datang menghampiri.
" Cieee...cieee ada yang lagi bahagia nih" ucap Nita menertawakan kami.
" Kamu nih apa-apaan sih Nit.. aku hampir terjatuh tadi, kok malah dibilang bahagia?" tanyaku pura-pura bingung.
" Tau tuh Nita... teman nya tadi hampir kaget karena mau mendarat ke lantai, kok malah diketawain..?" ucap Haris yang menambah pertanyaan baru.
" Kan gak jadi Felly nya mendarat ke lantai...dan kayak nya pendaratannya di pindahkan ke hati kamu deh Ris" ucap Nita yang ketawanya semakin keras.
" Ada...ada aja deh kamu Nit...gak usah terlalu didengerin kata-kata Nita ya Ris" ucapku malu.
" Kalau iya pun gak apa-apa kok Fel.." ucap Haris sambil tersenyum melihatku dan berlalu keluar kelas.
" Kan Haris nya jadi pergi gara-gara kamu" ucapku sedih.
" Tanya sama meja tuh... mungkin dia tau apa jawabannya" ucapku sedikit kesal.
" Iiiiih... apaan sih kamu Fel..." ucap Nita menggelitikku hingga membuat aku tertawa geli.
Fikri yang dari tadi menonton drama kami hanya bisa menggeleng. Fikri adalah teman dekat Haris yang selalu sekelas dengan Haris dari kelas 2. Jadi, mungkin ia lebih tau dengan Haris dibandingkan kami. Ingin rasanya aku menanyakan kepada Fikri tentang perasaan Haris terhadapku. Apakah Haris juga memiliki rasa aneh yang sama denganku itu atau tidak. Tapi, aku sungguh memohon kepada Tuhan agar gayungnya bisa bersambut dan tidak hanya bertepuk sebelah tangan.
Sambil senyum-senyum Fikri berjalan menghampiri aku dan Nita.
" Aku juga mau dong digelitikin..." ucap Fikri manja.
" Ooh kamu mau juga ya digelitikin? gelitikin tuh sama monyet" ucap Nita sinis yang membuatku tertawa.
" Jangan gitu dong Nita... gak baik kayak gitu" ucapku menjelaskan sambil menahan tawa.
" Iya tuh Fel.. masa iya monyet yang gelitikin aku" ucap Fikri agak sedih.
__ADS_1
" Iya deh... maaf" ucap Nita lesu karena merasa dihakimi oleh aku dan Fikri.
" Sebentar lagi bel masuk bunyi loh, kita ke kantin yuk...aku lapar nih" ajakku sambil memegangi perutku yang mungkin udah bunyi-bunyi dari tadi.
" Ok lah... aku juga mau ke kantin..kita barengan aja yuk ke kantinnya" ucap Fikri membalas.
" Iya deh...ayook!!" ucap Nita seakan terpaksa.
Kami berjalan menuju kantin, dan sesampainya di kantin kami pun langsung memesan makanan. Setelah makanan yang kami pesan datang... aku segera menyantapnya. Ketika aku dan teman-teman tengah asyik makan, tiba-tiba Sisi berjalan ke arah kami dan sepertinya ada kejutan lagi nih readers...Sisi kembali mendekati ku dengan mengumbar senyum liciknya.
" Felly... aku mau minta maaf nih sama kamu atas kejadian tadi" ucap Sisi yang membuat aku bingung.
" Ooh iya gak apa-apa kok Si... mungkin aku yang salah karena jalannya gak hati-hati" ucapku sambil tersenyum.
" Hahahaha... akhirnya kamu ngaku sendiri kan.." ucap Sisi ketawa yang membuat semua orang jadi heran.
" Kok kamu ngomong gitu sih... maksud kamu apa?" ucap Nita dengan nada tinggi.
" Emang benar kan kata aku tadi.. aku tuh gak salah tapi Felly nya yang kurang hati-hati" ucap Sisi mencemooh".
" Kamu ngomong kayak gitu apa gak malu Si?" tanya Fikri geram.
" Kenapa aku harus malu... kan emang benar yang aku katakan" jawab Sisi dengan percaya diri.
" Andaikan bangku kamu bisa ngomong tadi, pasti dia akan membuka rahasia yang sebenarnya" ucap Fikri dengan tenang.
Aku hanya bisa terdiam dan hampir mengeluarkan air mata atas sikap Sisi kepadaku. Tapi, untung saja aku masih ada orang-orang yang menyayangiku dan siap membela aku kapan pun. Nita tak henti-hentinya menghibur dan menenangkan hatiku yang telah terluka karena ulah Sisi. Sedangkan, Fikri terus berusaha mengajari Sisi dan mengembalikan Sisi ke jalan yang benar.
Ketika Aku masih terdiam sedih, ternyata sang pahlawanku yang lama aku tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Apa yang akan dilakukan oleh Haris???
π«πΌπ«πΌπ«βΊοΈπ«βΊοΈπ«πΌπ«πΌπ«πΌπ«πΌ
__ADS_1
**Nantikan episode selanjutnya ya readers**...
**Segera menyusul kok... jangan lupa vote, like dan koment nya ya**ππ