Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 30 ~ Kemesraan itu Hadir Lagi


__ADS_3

Aku masih melihat langit dimana aku dan Adit juga selalu melihatnya. Aku juga masih berdiri di tempat ini, tempat yang akan menjadi saksi sejarah antara aku, Adit, dan cewek itu. Aku tidak tau pasti bahwa siapa yang duluan mengenal sosok Adit. Apakah itu aku atau cewek itu??.


Aku tidak mau untuk terus berlarut-larut membayangkan kejadian itu. Semakin aku mencoba untuk membayangkannya, maka akan semakin deras air mata ini untuk keluar. Kini, aku hanya bisa pasrah dengan keaadaan dan melupakan sejenak permasalahan ini.


Ketika tiba di depan rumah, mataku spontan melihat ke sebuah rumah dimana Adit dan keluarganya tinggal. Sorotan mataku ini, ternyata mampu menarik perhatian orang untuk ingin tau tentang kejadian itu. Orang itu adalah salah satu orang yang sangat berharga bagi Adit, yaitu mamanya.


“ Eh tante!! lagi apa disitu tante?” ucapku yang terkejut melihat keberadaan mama Adit.


“ Oh ini… tante lagi bersihin rumpu-rumput liar nih Fel” ucap mama Adit sambil menunjuk rumput-rumput itu.


“ Waaah tante rajin kali ya… emangnya Adit kemana tante? kenapa gak dia aja yang bersihin rumput-rumput itu…” ucapku dengan volume agak keras menyebutkan nama Adit, yang bertujuan agar Adit bisa mendengarnya.


“ Adit belum pulang Fel!! udah dua hari belakangan ini, dia sering pulang telat. Katanya sih dia ada pelajaran tambahan gitu di sekolah” ucap mama Adit yang seakan percaya dengan kata-kata Adit.


“ Oh gitu ya tante!! emang udah tante selidikin dia ke sekolah?” ucapku sambil berjalan menghampiri mama Adit yang ternyata membuat mama Adit langsung terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu.


“ Kok kamu bisa ngomong kayak gitu Fel? kamu bikin tante takut aja deh!!” ucap mama Adit yang menatapku dengan tajam.


“ Felly bukannya mau nakut-nakutin tante… tapi Felly cuma mau cek kebenaran omongan Adit aja gitu!!” ucapku sambil menenangkan hati mama Adit yang cemas karenaku.


“ Iya juga ya Fel… mendengar omongan kamu tante jadi curiga sama Adit lah” ucap mama Adit sambil berjalan mondar mandir.


“ Gini aja tante… tante pura-pura percaya aja dulu dengan apa yang dikatakan Adit. Besok-besok kalau Adit masih suka pulang telat, baru deh tante selidikin dia ke sekolah” ucapku sambil mengelus bahu mamanya Adit.


“ Oke lah Fel… tante akan lakukan apa yang kamu katakan” ucap mama Adit yang seperti sudah tidak berminat untuk memegang rumput-rumput liar itu.


“ Gitu dong tan… ya udah tante, Felly masuk ke rumah dulu ya!!” ucapku sambil mencium tangan mama Adit.


“ Oh iya deh Fel…!!” ucap mama Adit sambil tersenyum kepadaku.


Aku langsung berbalik arah menuju rumah. Aku berjalan sambil terus tersenyum karena adanya respon baik dari mama Adit kepadaku. Hatiku sungguh senang saat ini, hingga aku bisa sejenak melupakan kisah pilu yang baru saja aku alami.

__ADS_1


Ketika pintu rumah aku bukak, dan mau mengucapkan salam… tiba-tiba ketiga malaikat kecilku langsung datang mengejutkanku.


“ Baaaaaaaaaaaaaaaaaa…. dooooor” ucap ketiga malaikat kecilku yang berusaha mengejutkanku.


Aku sungguh tidak menyangka bahwa adikku yang paling kecil sudah bisa mengejutkanku. Teriak mereka yang tiba-tiba terdengar memang sontak membuatku terkejut.


“ Astaghfirullah… kalian ini sengaja ya buat kakak terkejut” ucap ku sambil mau mencubit pipi mereka satu persatu.


Cubitan itu hampir saja gagal, karena mereka segera berlari menjauhiku. Tapi adikku yaitu Fandi dan Sindi bisa aku kejar dan langsung aku cubit pipi mereka pelan-pelan. Hanya saja Melly si ratu usil susah kali aku kejar. Ia selalu bsa berlari dariku ketika aku hendak mencubit pipinya.


“ Melly!! Ayok sini kamu… kakak mau cubit pipi kamu itu” ucapku yang kewalahan mengejar Melly yang berlari begitu kencang.


“ Gak mau, kalau bisa… ayok kejar aku!!” ucap Melly yang terus berlari sekeliling rumahku yang tidak begitu besar.


“ Udah…. Kakak udah capek nih ngejar kamu!! kakak udah gak kuat lagi” ucapku sambil terduduk di sofa.


Aku langsung punya rencana untuk mengkelabui Melly, agar pipinya bisa aku cubit. Aku tau kalau Melly adalah anak yang tidak tegaan. Jadi, pasti ia tidak akan tega melihatku terkapar kelelahan.


“ Kak Mellyyy!! lihat tuh… gara-gara kak Melly, kak Felly nya pingsan” ucap Fandi yang begitu takut melihat kondisiku.


“ Beneran tuh dek kak Felly nya pingsan? kamu gak nakut-nakutin kakak kan??” tanya Melly yang terkejut mendengar ucapam Fandi.


“ Iya kak… coba kakak lihat sendiri” ucap Fandi sambil memegangi wajahku.


“ Kamu pasti sekongkolkan sama kak Felly buat ngerjain kakak? Ayok ngaku!!” ucap Melly yang awalnya tidak percaya dengan ucapan Fandi.


“ Kalau kakak gak percaya… yaudah!!’ ucap Fandi yang kemudian berlari mengejar Sindi yang lagi asyik main sendiri.


Melly terlihat begitu ketakutan sekali setelah Fandi berbicara seperti itu. Dengan perasaan cemas, Melly mencoba untuk mendekatiku dan langsung melihat kondisiku. Ketika Melly sudah berada didekatku, aku segera terbangun dan menyelesaikan rencanaku. Pipi Melly akhirnya bisa aku cubit, hingga sontak membuat Melly jadi geger.


“ Aduuuuh kakaaaaaaaaak!!!” ucap Melly teriak begitu keras.

__ADS_1


“Yeeee…akhirnya dapat juga…makasih ya dek!!” ucapku yang tertawa dan langsung kabur masuk kamar.


Aku menghempaskan tubuhku ke atas kasur yang begitu empuk. Keusilanku tadi yang membalas keusilan dari adikku berhasil membuat bibirku tidak henti-hentinya untuk tersenyum. Aku sungguh bahagia karena telah dihadirkan tiga malaikat kecil yang selalu setia menemani hari-hariku.


Kebahagiaan itu hampir saja membuatku lupa untuk berganti pakaian. Tubuhku sebenarnya terasa begitu lelah sekali, hingga membuat kedua mataku langsung berinisiatif untuk terpejam. Kedua mataku memang sangat mengerti dengan kondisi tubuhku saat ini. Ia seperti tau bahwa hatiku memang sedang butuh dihibur.


**************************


Aku terbangun ketika ibuku memanggilku untuk segera makan. Aku pun langsung tersadar bahwa aku ternyata telah terlelap selama setengah jam. Untungnya kedua mataku ini masih mengizinkanku untuk melihat dunia, jadi ia tidak melawan ketika hati kecilku menyuruhnya untuk terbuka.


Setelah aku selesai berganti pakaian, kemudian aku keluar kamar dan berjalan menemui ayah, ibu, dan adik-adikku yang telah selesai makan. Kali ini hanya aku sendiri yang belum makan, jadi aku langsung mengambil nasi dan sambal nya untuk aku makan.


Kalian pernah membayangkan seekor keong yang berjalan?. Kalian pasti tau betapa leletnya sang keong itu berjalan, nah begitulah aku yang saat ini sedang berjuang untuk menelan makanan. Super duper leleeeeeeet…..


Alhamdulillah nih readers, akhirnya kegiatan makan siang hari ini berhasil aku jalani dengan sukses tanpa ada secuil nasi atau lauk yang tersisa. Setelah piring-piring, gelas-gelas, dan sendok-sendoknya dinyatakan bersih oleh buk bos yaitu ibuku, kemudian aku menaruh dan merapikannya di tas rak.


Semua pekerjaan di rumah telah aku selesaikan, mulai dari cuci piring, menyapu rumah, hingga memberekan meja makan. Kemudian, aku berjalan keluar untuk bersantai di teras depan rumahku. Tiba-tiba ada kejadian yang mengejutkan lagi yang tengah aku lihat…


“ Sayang!! ini rumahku… silahkan masuk” ucap Adit kepada cewek yang kemaren.


“ Oh ini rumah kamu ya… ternyata gak begitu jauh dari rumahku” ucap cewek itu yang terlihat begitu manja dengan Adit.


“ Iya… berarti kamu bisa sering main ke rumahku kan, masa aku terus yang main ke rumah kamu” ucap Adit tersenyum sambil mencubit hidung cewek gatal itu.


Aku melihat bahwa betapa bahagianya cewek itu saat Adit mencubit hidung dan pipinya dengan lembut. Peristiwa itu sungguh membuatku muak seketika. Aku seperti sedang menonton drama korea, dimana sang cowok yang sedang asyik bermanja manja dengan selingkuhannya. Aku hanya bisa kabur dan memutuskan untuk keluar dari bioskop yang menyeramkan itu. Aku langsung menangis ketika tiba di rumah, karena ternyata sang cowok berkhianat dengan pacarnya.


💫❤️💫❤️💫❤️💫❤️💫❤️💫❤️💫❤️💫❤️


Nyesek kali ya readers... kisah romantikanya masih banyak sedih-sedihnya nih😭😭


Meskipun lagi sedih, tetap tinggalkan jejak ya readers tersayang🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2