
Semuanya masih sama. Aku masih saja dijauhi oleh ketiga temanku itu, atas kesalahan yang tidak pernah aku ketahui sama sekali. Masa iya hanya karena hal konyol itu, mereka mau menjauhiku dan tidak pernah bersedia mendengarkan penjelasan aku. Aku sungguh tidak menyangka semua ini terjadi padaku.
Hari-hari yang aku jalani sekarang terasa sungguh membosankan dan menyedihkan. Keceriaan itu memang hampir sudah hilang dari wajahku. Aku tidak lagi dapat melihat senyum manisku itu di depan cermin. Ia seperti tidak mau lagi memperlihatkan kehadirannya untukku. Apa yang harus aku lakukan agar ia kembali hadir untuk menghibur hatiku yang lara ini???.
***************************
Di sekolah, mereka masih saja enggan untuk berbicara denganku. Mereka yang merupakan teman-teman dekatku itu sekarang seakan tidak peduli denganku lagi. Mereka asyik dengan dunia mereka, tanpa membolehkan aku masuk ke dalamnya.
“ Kalian udah ngerjain PR bahasa Inggris belum?” tanya Vivi yang begitu takut karena belum mengerjakan PR.
“ Udah dong… emangnya kamu belum ya?” tanya Dian dan Devi yang begitu kompak.
“ Belum nih, aku boleh pinjam bentar kan??” ucap Vivi membujuk Dian dan Devi.
“ Iya, iya… kamu lihat aja punya aku…nih!!” ucap Devi sambil menyerahkan buku tulisnya yang berisi PR bahasa Inggris.
“ Yeeeee… makasih Devi sayang… kamu memang baik deh” ucap Vivi yang begitu senang dan sepertinya ia mau mencium pipi Devi, namun Devi langsung mengelak.
“ Ya ampun… senang banget kayaknya nih anak, kayak orang baru menang undian aja” ucap Dian sambil tertawa cekikikan.
“ Biarin!! yang penting kan aku dapat contekan” ucap Vivi yang seakan tidak peduli dengan perkataan Dian dan bergegas mengerjakan PR nya itu.
Vivi begitu ngebut mengerjakan PR bahasa Inggris nya. Ia sungguh takut kalau ia kena marah dan kena hukum sama miss Hellen.
Dari jarak jauh, aku hanya bisa melihat keasyikan mereka ngobrol. Hatiku sebenarnya masih sedih dengan sikap mereka kepadaku, tapi harus bagaimana lagi mungkin ini adalah takdir yang harus aku jalani. Aku selalu berdoa semoga mereka menyesal karena telah memperlakukan aku seperti ini.
Lamunanku dikejutkan oleh suara dari sosok makhluk asing yang belum aku kenali. Ia begitu sempurna memanggil namaku dengan keras, hingga membuat hampir semua yang hadir di kelas itu juga ikut terkejut. Akhirnya, aku langsung spontan melihat ke arah sumber suara, yang ternyata telah berdiri kokoh di belakang aku.
“ Felly Aprilliaaa!!!...” ucap sosok makhluk asing itu dengan lantang.
“ Iya… sayaaa hadir buk” ucapku spontan dan begitu takut.
Hampir semua yang melihat adegan ini, menjadi tertawa cekikikan. Untung saja, sepertinya rombongan tiga sirkus itu tidak melihat kekonyolanku. Ternyata eh ternyata yang memanggil nama ku itu adalah salah seorang temanku yang bernama Andin. Andin memang suka sekali membuat kami terkejut dengan tingkahnya, jadi semua sudah maklum akan adegan ini.
__ADS_1
“ Kamu ini bikin aku terkejut aja deh… aku kira tadi yang memanggil aku itu miss Hellen. Eh ternyata kamu!!” ucapku sambil menarik nafas panjang.
“ Hahaha,,, sorry, sorry..!! habisnya kamu dari tadi aku lihat ngelamun aja. Kamu lagi ngelamunin apaan sih?” ucap Andin yang tertawanya begitu lepas.
“ Ada deeh, kamu gak perlu tau aku ngelamunin apa” ucapku sambil tersenyum.
“ Ciee elah, main rahasia-rahasiaan pula sama aku ya!!” ucap Andin yang terlihat sedikit ngambek.
“ Gak kok, apa juga yang mau aku rahasiain dari kamu Andin… aku tadi cuma ngelamunin tentang masa depanku nanti kayak gimana gitu!!” ucapku tertawa sambil mencari alasan.
“ Gaya kamu Feeel!! sok mikirin masa depan pula…” ucap Andin yang tertawa ngeledek ku.
“ Apa salahnya aku mikirin masa depan, lagian kan kita udah besar” ucapku sambil terus tersenyum melihat temanku itu.
“ Yaaa… gak apa-apa kalau kamu mau mikirin masa depan… cuma aku heran aja gitu melihat kamu sampai terlalu lama ngelamun tadi” ucap Andin menjelaskan keheranannya tentang diriku.
“ Haha,, kamu gak perlu heran juga Ndin, aku baik-baik aja kok… tenang aja, okey!!” ucapku sambil meyakinkan Andin kalau aku baik-baik saja.
“ Iya deeh, syukurlah” ucap Andin yang begitu lega.
**************************
Teng… teng…teng…teng…teng
Suara jam raksasa kembali berbunyi 5 kali tepat pada pulul 14:00. Sang meja pun kembali mengucapkan terima kasih karena telah membebaskan dirinya dari belenggu yang menyiksa tubuhnya. Semua mulai bersiap-siap ketika buk guru yang mengajar pada jam terakhir memberikan komando untuk berdoa dan kemudian pulang.
Setelah semuanya aku rapikan, dan telah bertemu di dalam tas, aku kemudian langsung memulai perjalananku menuju rumah tercinta. Kali ini aku sungguh tidak tertarik lagi untuk memandang ke arah teman-teman ku yang jahat itu. Aku hanya terdiam dan langsung berjalan ke luar kelas.
Aku berjalan dengan langkah yang kini kembali cepat seperti biasanya. Aku tidak akan memikirkan lagi tentang sosok laki-laki yang pernah hadir di dalam hidupku selama sebulan ini. Sekarang aku hanya ingin fokus dengan masa depanku yang telah menanti ku di hari esok.
“ Hai manis, kita akhirnya ketemu lagi” ucap sosok laki-laki yang suaranya aku kenal dan langsung menghentikan langkahku.
Sudahlah Felly!!! Stop untuk memikirkan dia lagiiii… dia tidak akan kembali ke dalam kehidupan kamu lagi. Mana mungkin dia ada disini sekarang, itu pasti hanya hayalan kamu saja.
__ADS_1
“ Berhentiiiiiii!!!!!” teriakku yang sontak mengagetkan semua orang yang ada di tempat ini. Baik itu orang yang sedang lewat ataupun orang yang berdiri di dekatku.
“ Kamu kenapa Fel… kok kamu teriak-teriak gitu?” tanya sosok laki-laki yang suaranya masih sama terdengar olehku.
Aku segera menarik nafas panjang, dan membuka mataku untuk sadar dengan keadaan sekitar. Ketika aku menoleh ke arah sumber suara tadi, alangkah sungguh terkejutnya aku saat aku tau bahwa yang aku rasakan tadi bukan lah sekedar hayalan aku semata. Dan ternyata ia benar-benar hadir kembali di hadapanku setelah hampir seminggu ini ia menghilang.
“ Kamu ngapain disini… emang kamu masih ingat sama aku hah??” tanyaku yang benar-benar mengungkapkan kekecewaanku.
“ Kok kamu ngomong kayak gitu Fel, aku pasti masih ingatlah sama kamu” ucap sosok laki-laki yang bernama Adit sambil menatapku dalam-dalam.
“ Kamu gak usah nanyain aku lagi, aku udah kecewa banget sama kamu” ucapku yang menahan air mataku untuk keluar.
“ Maafin aku Fel kalau udah buat kamu kecewa… aku gak ada niat buat ngecewain kamu” ucap Adit yang sangat memohon maaf dariku.
“ Kamu ngapain minta maaf sama aku, emang kamu tau kenapa aku kecewa hah?” tanyaku yang semakin lantang hingga membuat Adit takut.
“ Aku tau kalau aku salah yang udah hilang begitu saja, selama seminggu ini aku gak ada kabar karena aku lagi ada suatu masalah yang harus aku selesaikan dulu Fel” ucap Adit menjelaskan dengan sejelas-jelasnya agar aku tidak salah paham lagi.
“ Kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan omongan kamu… tidak akan!!” ucapku yang melotot menatap Adit.
“ Aku berani sumpah kalau aku berbohong sama kamu… aku akan ditabrak truk saat ini juga..!!” ucap Adit yang tidak main-main dengan perkataannya.
Udah dulu ya readers… kita sambung lagi kisahnya di episode berikutnya…
Tetap tungguin aja ya!!!
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Author tidak pernah berhenti untuk selalu mengingatkan readers…
Mohon vote karya author ya biar peringkat nya tidak terlalu jauh ketinggalan, author sadar ini mungkin efek dari keterlambatan author untuk up. Jadi, pliss vote, like dan koment nya agar author bisa selalu semangat!!!
🥰🥰🥰☺️☺️☺️
__ADS_1
Trim’s..🙏🙏