Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 16 ~ Semakin Lengkap


__ADS_3

Dunia baru ini akan terus aku ikuti, sampai ia sendiri yang memohon kepadaku untuk berhenti. Aku ingin ia memohon agar aku tidak kesepian, jika ia memutuskan langkahku untuk mengikutinya. Mungkin inilah fase yang sesungguhnya yang harus aku tau tentang sebuah kehidupan. Fase dimana aku harus tau bahwa dunia ini akan terus berjalan, sehingga apapun yang ada di dalamnya juga ikut berjalan seperti aku saat ini.


Aku saat ini sudah tumbuh begitu cepat. Aku tidak menyangka bahwa kehidupan menuju dewasa itu benar-benar nyata. Ketika aku mengingat usiaku saat ini, aku langsung terkejut bahwa aku ternyata tahun ini menginjak usia 13 tahun. Aku pun baru menyadari bahwa sudah berjalan dua minggu aku berusaha untuk tetap tenang berada di kelas pintar ini.


Meskipun waktu sudah memasuki dua minggu, namun hubunganku dengan teman-teman belum begitu akrab. Aku masih butuh berbagai cara untuk bisa masuk ke dalam lingkunganku sekarang. Mungkin hari ini adalah hari bagiku untuk bisa saling berkenalan dengan mereka lebih dekat.


“ Felly!! kamu udah sarapan belum?” tanya Devi yang begitu serius.


“ Udah kok… aku udah biasa kalau mau berangkat harus sarapan dulu” jawabku sambil tersenyum.


“ Ooh gitu ya..!! yaaah… aku belum sarapan nih Fel.. perutku udah keroncongan” ucap Devi lesu.


“ Kalau gitu, kamu sarapan aja dulu… nanti bisa gak konsen belajarnya loh” ucapku memberi perhatian.


Aku melihat kalau Devi seakan berbisik dan mengatakan sesuatu di dalam hatinya, tetapi aku tidak tau pasti apa yang sedang menjadi topik pembicaraan antara Devi dengan lentera hatinya. Aku pun langsung mencari tau tentang hal yang membuatku penasaran.


“ Hei!! Kamu kok kayak cemberut gitu Dev?” tanyaku penasaran.


“ Aku lagi sedih aja... soalnya kamu gak bisa sarapan bareng aku” ucap Devi lirih dan menunduk.


“ Ya ampun Dev… aku minta maaf banget, aku bukannya gak mau sarapan bareng kamu. Aku beneran udah sarapan tadi” ucapku memohon maaf kepada Devi.


“ Iya deh… gak apa-apa kok kalau kamu udah sarapan, aku cuma malas aja pergi sarapan sendirian” ucap Devi yang masih cemberut.


“ Ooh kamu mau aku temenin?” tanyaku spontan yang baru mengerti maksud Devi.


“ Uuh” ucap Devi mengangguk dengan malu.


Aku benar-benar menahan tawa melihat ekspresi wajah Devi yang selalu berubah-ubah. Aku merasakan bahwa Devi ingin sekali bisa bersahabat denganku. Dengan senang hati aku memberi peluang dan kesempatan kepada siapapun untuk bisa bersahabat denganku.


*************

__ADS_1


“ Kamu udah pesan makanannya Dev?” tanyaku sambil menuangkan air ke gelas dan kemudian meminunya.


“ Udah dong… aku tadi mesan bubur ayam” ucap Devi begitu senang.


“ Ooh… enak dong.. aku juga mau” ucapku yang sebenarnya juga pengen makan bubur ayam.


“ Kalau mau juga, tinggal pesan aja lagi Fel” ucap Devi mencoba meluluhkan hatiku.


“ Gak bisa Dev… aku udah kenyang” ucapku menahan keinginan aku.


“ Ya udah deh kalau kamu udah kenyang… aku makan dulu ya” ucap Devi yang makin senang karena makanannya udah sampai ke mejanya dengan selamat.


“ Iyaa… makannya jangan sampai terlalu kenyang ya Dev!! nanti ketiduran pula saat jam pelajaran” ucapku mengingatkan.


“ Oke boss… “ ucap Devi yang sudah dari tadi menyuap makanannya.


“ Waduuh nih anak.. kalau makan tuh hati-hati dong, masa sampai belepotan kayak gini” ucapku sambil mengambilkan tisu untuk Devi.


“ Makan kok semangat banget. Udah cepetan makannya ya, nanti kita bisa terlambat ke kelas loh” ucapku sambil melihat jam yang ada di pergelangan tanganku.


Devi begitu menikmati makanannya, hingga ia tidak mendengar perkataan aku lagi. Aku mencoba memakluminya, dan berharap agar Devi bisa menghabiskan makanan itu tepat waktu. Sembari Devi menghabiskan makanannya itu, aku pun mengobrol dengan beberapa temanku yang aku jumpai di kantin.


“ Kamu gak makan Fel?” tanya salah seorang temanku yang bernama Dian.


“ Gak kok Dian, aku udah kenyang” jawabku sambil tersenyum.


“ Jadi… kamu kesini cuma mau menemani Devi aja?” ucap temanku yang lain yang bernama Vivi.


“ Yaaa,, begitulah” ucapku dengan ekpresi yang seakan pasrah dengan keadaan.


“ Kamu baik banget ya Fel… jarang loh ada orang yang rela mengorbankan waktunya cuma untuk menemani orang lain” ucap Dian yang seakan kagum dengan sikapku.

__ADS_1


“ Haha… kamu terlalu berlebihan memuji aku… lagian kan yang aku temani makan kan teman kita juga” ucapku yang tidak terima dengan perkataan Dian.


“ Iya tuh Dian… biasa aja kali kalau kita menemani teman kita yang lagi makan” ucap Vivi yang peduli dan membela aku.


“ Iya gak apa-apa juga kalau Felly mau menemani Devi makan… aku kan gak ada memberi pernyataan sebuah larangan” ucap Dian dengan lagaknya yang pamer kalau ia pintar.


“ Iyaa… iyaaa.. udah lupain aja” ucapku yang langsung menjadi wasit untuk menghentikan perdebatan sengit itu.


Aku sungguh bersyukur karena telah dikelilingi oleh makhuk-makhluk manis. Walaupun mereka memiliki sifat yang berbeda, tetapi aku yakin bahwa mereka adalah teman terbaik yang dikirimkan Tuhan untuk melengkapi hari-hariku.


Harapan yang aku ucapkan dalam hati tadi akhirnnya menjadi kenyataan. Aku melihat Devi meloloskan suapan terakhirnya ke dalam mulut, dan ia lanjutkan dengan meminum air putih yang sedari tadi siap siaga di atas mejanya. Setelah jelang beberapa detik kemudian, suara bel masuk terdengar mengikuti suara air minum yang telah lolos mengalir di dalam mulut Devi.


Teeeeeeeeeeet…. Teeeeeeet… teeeeeet!!!!


Suara bel masuk memang terdengar tiga kali lantunan, kalau bel istirahat satu kali, sedangkan bel pulang begitu unik karena suara bel nya tidak ada terdengar. Tanda yang menunjukkan kalau waktunya untuk pulang adalah suara jam dinding yang begitu kencang karena dipengaruhi oleh ukuran jamnya yang juga sangat besar.


Suara jam yang terdengar ketika mau pulang sebenarnya memang disengajakan dan diatur sedemikian rupa. Tujuannya, agar dapat mengejutkan seisi sekolah dan apabila ada yang tertidur saat PBM bisa juga terselamatkan untuk segera bangun dari mimpi buruknya.


Hari ini memang terasa semakin lengkap dengan kedekatan antara aku dengan teman-teman. Kedekatan ini mampu menciptakan hubungan yang begitu harmonis. Aku hanya bisa berdoa semoga kedekatan ini bersifat selamanya, walaupun mungkin tahun besok kami jarang bertemu seperti ini lagi.



🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀



**Author sungguh minta maaf kalau seminggu kemaren author menghilang. Begitulah keadaan yang memang membuat kisah ini harus terhenti dulu sejenak, keadaan yang tidak diduga sama sekali**.



**Author masih berharap untuk tetap setia, vote, like dan koment nya ya** 😊😊😊😊🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2