
Hatiku mulai tenang lagi, pikiranku mulai jernih lagi, dan air mataku pada masa merah putih akan berganti dengan senyum manisku lagi. Setelah aku mengetahui bahwa namaku kini tercantum dalam deretan nama di sekolah impianku, aku sangat bahagia dan merasa sangat bersyukur. Sekolah yang telah mau menerimaku itu adalah salah satu sekolah unggul dan favorit di kotaku.
Sebenarnya, aku memang memiliki hak untuk bisa sekolah disana. Karena nilai hasil ujian akhirku di masa merah putih kemaren sungguh sangat memuaskan, dan Alhamdulillah aku mendapatkan predikat juara umum di sekolahku dulu. Dengan hasil yang aku dapatkan itu, aku berjanji dan akan bertekad di dalam diriku untuk selalu bisa menjadi lebih baik lagi dan selalu mempertahankan keberhasilanku itu.
**************
Dunia baru selanjutnya memang telah ada di depan mataku. Aku akan bertemu dengan lingkungan baru, suasana baru, dan makhluk-makhluk baru. Makhluk lama yang pernah aku kenal dulu masih ada satu per satu yang aku jumpai di lingkungan baru ini, namun tiga makhluk kesayanganku yaitu Haris, Nita, dan Fikri sudah tidak satu sekolah lagu denganku.
Haris dan keluarganya pulang kampung, Fikri ikut ayah dan ibunya ke luar kota karena ayahnya pindah tugas, sedangkan posisi Nita sebenarnya masih berdekatan dengan posisiku dan masih berada di kota yang sama. Hanya saja, jaraknya yang sungguh jauh karena keluargaku sekarang pindah rumah lagi. Aku dan keluargaku memang belum memiliki rumah sendiri, jadi kami harus melakukan proses nomaden atau selalu berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain.
Ketika aku terbangun dari dunia mimpiku, barulah aku menyadari bahwa itu bukanlah duniaku. Duniaku yang sesungguhnya adalah dunia nyata yang sedang dijalani. Setelah aku mandi, kemudian aku bersiap-siap dan memakai baju seragam yang sudah berbeda lagi dari sebelumnya. Sebelumnya selama enam tahun aku memakai seragam merah putih yang selalu menumbuhkan semangat bagiku, laksana aku sedang menggenggam sang bendera kebangsaan negaraku yaitu bendera Indonesia yang berwarna merah putih. Aku terus tersenyum melihat seragam baruku yang kini berwarna putih dongker. Aku tak henti-hentinya melihat diriku di depan carmin yang ternyata sudah tumbuh besar hingga membuat diriku berbicara sendiri.
“ Ini beneran aku ya?? Kok aku makin imut aja” ucapku sambil tersenyum melihat diriku di depan cermin dan membelai pipiku yang mulus.
Melihat tingkahku yang begitu lama di depan cermin, membuat salah seorang malaikat kecilku yang bernama Melly memulai aksi usilnya. Sebelumnya mungkin aku tidak begitu menceritakan ketiga malaikat kecil ku ini, karena aku terlalu sibuk dengan masalah hatiku yang tidak jelas. Nah, sekarang lah mungkin waktunya aku menceritakan mereka di dalam perjalanan hidupku memainkan melodi romantika ku ini.
Aku ingin bercerita kalau sekarang anggota keluargaku berjumlah enam orang dan aku memiliki tiga orang malaikat kecil. Mereka diberi nama oleh orang tuaku yaitu Melly, Fandi, dan Sindi. Sesuai dengan urutannya, Melly adalah anak kedua yang berumur 11 tahun dan sekarang duduk di kelas lima SD. Fandi anak nomor tiga yang berumur 6 tahun, dan ia masih menunggu giliran untuk bisa masuk sekolah. Fandi adalah satu-satunya jagoan di keluargaku, dan ia tidak mau masuk TK tetapi langsung SD katanya. Sedangkan si bungsu yang bernama Sindi, ia berumur 2 tahun dan masih imut-imutnya.
Melly berjalan menghampiriku dengan tingkah yang cukup aneh. Begitu asyiknya aku bercermin, aku sampai tidak menyadari bahwa Melly tertawa sendiri melihat ke arahku.
“ Kamu kenapa dek… kok ketawa melihat kakak?” tanyaku heran dan sedikit curiga.
“ Gak apa-apa kok kak, cuma lagi pengen ketawa aja” ucap Melly yang berusaha menahan ketawanya.
“ Kamu gak sakit kan dek? Pagi-pagi udah aneh gitu” ucapku yang benar-benar tidak tau kalau penyakit usil Melly lagi kambuh.
“ Enak aja aku dibilang sakit… aku sehat-sehat aja tauuk” ucap Melly yang wajahnya agak berubah menjadi angker menatapku.
__ADS_1
“ Kamu udah siap kan beres-beres nya… ayo kita sarapan dulu sebelum pergi ke sekolah” ucapku sambil mencari dasi SMP ku.
“ Iya deh… aku sarapan dulu ya kak” ucap Melly yang bergegas keluar kamar.
“ Mellyyyyyyyyyyyy….” teriakku kuat hingga membuat cicak di dinding kamarku ikut kabur mendengar teriakanku.
Aku terus mencari-cari dasiku yang telah berhasil dipindahkan posisinya oleh adikku yang usil. Posisi awalnya ada di atas meja belajarku, kemudian setelah beberapa menit aku mencarinya ternyata posisinya sekarang ada di atas lemari. Dengan begitu kesalnya aku berjalan keluar menuju meja makan yang sudah ditempati oleh keluargaku.
“ Kamu kan yang udah nyembunyikan dasi kakak tadi?” tanyaku geram sambil menjewer telinga Melly.
“ Aduh sakit kak… aku gak sengaja tadi kak” ucap Melly merintih kesakitan.
“ Usil kok pakai ada acara gak sengaja pula” ucapku yang telah melepaskan tanganku dari telinga Melly, yang kemudian segera berpindah menuju pipinya.
Melihat gerak-gerik tanganku yang sudah hafal oleh Melly, maka dengan cepat ia pun langsung berlari menuju tempat ayah dan ibu.
“ Iiiih dasaaaaar anak kecil” ucapku yang merasa sudah seperti orang dewasa.
“ Kalian ini gak ada hari kalau gak buat keributan ya” ucap ibuku yang juga ikut marah melihat kami.
“ Habisnya Melly duluan bu yang menyembunyikan dasiku… untung aja ketemu, kalau gak..siap-siap aku kena marah nanti bu” ucapku yang berusaha membela diri.
“ Ya udah cepat habisin sarapannya… nanti kamu bisa terlambat ke sekolah” ucap ibuku sambil membenahi piring-piring yang sudah kotor.
Tanpa menjawab perkataan ibuku lagi, aku segera bergegas menghabiskan nasi goreng buatan ibuku yang sungguh nikmat. Setelah nasi gorengnya habis, mataku langsung melihat ke arah jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 07:00. Bel sekolahku berbunyi pukul 07:20. Karena aku takut terlambat, maka aku meminta ayahku untuk mengantarkan aku ke sekolah. Padahal sekolahku tidak begitu jauh dari rumahku yang baru ini.
************
__ADS_1
Jam dinding di sekolahku menunjukkan pukul 07:20, itu artinya bel masuk pun segera berbunyi. Untung aja aku sudah sampai dari tadi, jadi aku tidak akan dihukum oleh para seniorku yang judes-judes itu.
Hari ini merupakan hari yang sangat menakutkan bagiku, karena aku harus berhadapan dengan para monster yang selalu siap untuk memakanku jika aku salah atau lalai. Inilah saatnya aku harus menemui dunia baruku dengan semangat yang baru pula. Aku pun mengetahui bahwa ini yang disebut dengan masa orientasi atau pengenalan pada dunia baru ini.
Ketika aku masih terdiam membayangkan tentang kehidupan yang baru aku alami ini, ternyata salah seorang temanku berusaha untuk bisa kenalan dengan ku. Ia berdiri tepat di samping ku, dan sepertinya telah memperhatikan aku cukup lama.
“ Hai teman… boleh kenalan gak?” sapa teman baruku itu sambil mengulurkan tangannya untuk bisa bersalaman denganku.
“ Hai juga… iya boleh dong, nama aku Felly Aprillia… kamu bisa panggil aku Felly aja. Kalau nama kamu siapa?” ucapku tersenyum sambil meraih tangannya untuk bersalaman.
“ Nama yang bagus ya!! kalau nama aku Devi Anggraini… aku biasa dipanggil Devi” ucap teman baruku yang ternyata memiliki nama yaitu Devi.
“ Makasih!! nama kamu juga bagus banget, senang aku bisa kenalan dengan kamu” ucapku lirih karena acara orientasinya mau dimulai.
“ Pagi semua pejuang-pejuang yang luar biasa!!!” ucap salah seorang senior laki-laki.
“ Pagi kak…!!!” ucap kami serentak.
“ Selamat datang buat kalian semua… semoga kalian bisa cepat menyesuaikan diri di sekolah ini, dan semoga kalian bisa berprestasi!!” ucap senior itu lagi dengan lantang dan sedikit tersenyum.
Senior yang aku katakan seperti monster itu pun mulai berceramah panjang lebar, membicarakan persoalan sekolah sampai ke inti-intinya. Berbagai macam respon yang ditunjukkan oleh kami sebagai anak baru di lingkungan baru ini. Ada yang serius memperhatikan, ada yang tertawa sendiri, ada yang sudah mulai bosan, ada yang mencuri kondisi untuk memejamkan mata, ada yang berusaha melirik ke segala arah, dan lain-lain sebagainya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌸🌸🌸🌸
Alhamdulillah author kembali hadir lagi nih readers… makasih udah setia menunggu kelanjutan kisah ini…
Alhamdulillah juga, kemalangan yang menimpa keluarga besar author sudah bisa diterima dengan lapang dada dan Insya Allah kisah ini akan author lanjutkan sampai sudah dinyatakan tamat.
__ADS_1
Mohon bantuannya untuk tetap selalu vote, like dan koment nya ya readers… Thank’s.🙏🙏🙏🙏👍👍👍