Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 29 ~ Menunggu Penjelasanmu


__ADS_3

Setelah lama aku terbaring di UKS, akhirnya kepalaku sudah mulai membaik. Beberapa paku yang terasa menusuk kepalaku tadi sepertinya mulai berkurang. Aku masih ditemani oleh Rindu sang malaikat penolongku yang selalu setia. Ia juga terlihat terlelap di sofa yang berada tidak jauh dari tempatku terbaring.


“ Rin!!! Rinduuuu…. bangun!!” ucapku membangunkan Rindu yang masih nyenyak tidur.


“ Hoooooooh…. uuuuh, ada apa Fel?” ucap Rindu yang masih menguap ketika terbangun dari tidurnya.


“ Kita cuci muka kita, trus kita ke kelas yuk!!” ucapku mengajak Rindu, hingga membuat Rindu sedikit bingung.


“ Kamu serius Fel? emangnya kepalamu udah gak sakit lagi??” tanya Rindu yang seakan ia sedang mimpi kalau aku mengajaknya.


“ Iya, aku serius… kepalaku kayaknya udah mulai membaik deh. Ayok kita ke kelas, biar gak terlalu ketinggala pelajarannya” ucapku sambil memperlihatkan kondisiku yang sudah membaik.


“ Kalau menurut aku… mendingan kamu istirahat dulu aja disini Fel. Takutnya kalau kita ke kelas, kepalamu jadi sakit lagi” ucap Rindu yang terlihat mengkhawatirkanku.


“ Hmmm… ya udahlah kalau menurut kamu itu yang terbaik, aku nurut aja deh!!” ucapku pasrah.


“ Gitu dong… lagian kalau sekarang kita ke kelas, nanggung juga Fel. Sebentar lagi juga mau pulang” ucap Rindu sambil melihat jam tangannya.


“ Oke deh buk boss!!” ucapku yang seakan jadi prajurit yang patuh kepada komandannya.


“ Hahaha… kamu nih ada-ada aja deh, pakai bilang aku buk boss segala!!” ucap Rindu yang tertawa cekikik dengan panggilan itu.


“ Gak apa-apa juga kan aku manggil buk boss… iseng-iseng aja gitu..!!” ucapku sambil tersenyum lebar.


“ Iya deh… gak apa-apa!! Oh iya… aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu?” ucap Rindu dengan tatapan serius.


“ Kamu mau nanya apa? tanya aja… aku akan usahain untuk jawab kok” ucapku yang sedikit penasaran dengan pertanyaan Rindu.


“ Kalau aku boleh tau, kamu tuh lagi mikirin apaan sih sebenarnya? sampai-sampai kepalamu jadi sakit gitu” tanya Rindu yang sangat heran dan begitu mengkhawatirkanku.


“ Gak ada!! aku gak lagi mikirin apa-apa kok…” ucapku yang bersikap menyembunyikan sesuatu.


“ Kamu pasti bohong kan…? udahlah… mending kamu cerita aja biar kamu jadi tenang gitu” ucap Rindu seperti sedikit memaksaku untuk aku cerita.

__ADS_1


“ Hmmm… kamu kok bisa berpikir seperti itu sih?” tanyaku yang gak kalah serius dengan Rindu.


“ Emangnya gak boleh kalau aku berpikiran seperti itu? aku kan cuma pengen tau aja penyebab kepalamu sakit” ucap Rindu dengan nada agak tinggi.


“ Ya… gak apa-apa sih kalau kamu pengen tau. Tapi kok kamu bisa tau ya kalau aku sakit karena lagi mikirin sesuatu?” ucapku sambil merapikan bajuku yang rada kusut.


“ Yaiyalah aku tau… biasanya kan emang kayak gitu” ucap Rindu dengan PD nya.


“ Iya deh… aku ngaku!! aku emang lagi mikirin sesuatu nih” ucapku malu-malu.


“ Benar kan apa yang aku bilang… emang kamu lagi mikirin apaan sih sampai sakit kayak gitu?” ucap Rindu heran.


“ Hmmm cerita gak ya??” ucapku ragu-ragu.


“ Cerita ajalah!! aku bisa jaga rahasia kok” ucap Rindu meyakinkanku.


“ Hmmm… kamu janji ya gak bakalan cerita sama siapa-siapa!!” ucapku dengan nada pelan.


“ Iyaaa… aku janji. Monggo cerita!!” ucap Rindu memohon.


“ Kenapa harus malu?” tanya Rindu sambil lebih dekat duduknya dengan tempatku.


“ Ini masalah hati Rin… aku merasa dikhianati oleh seseorang” ucapku dengan nada agak sedih apalagi mengingat kejadian waktu itu.


“ Siapa orangnya Fel? ayo kasih tau aku!!” ucap Rindu yang seperti marah mendengar ceritaku.


“ Hmmm… orangnya itu tetanggaku yang pernah aku ceritain dulu ke kamu” ucapku dengan wajah serius.


“ Oh cowok itu… yang kamu taksir itu?” ucap Rindu spontan hingga tidak sadar kalau ia ngomong agak kencang.


“ Husst!!! agak pelankanlah suara kamu itu… nanti bisa kedengaran loh sama yang lain” ucapku agak cemas.


“ Iya deh sorry… sorry!! Emangnya kamu diapain sama cowok itu hah?” ucap Rindu yang raut wajahnya langsung berubah seketika.

__ADS_1


“ Aku gak diapa-apain kok, cuma aku sedih aja waktu aku lihat dia lagi mesra sama cewek lain” ucapku yang langsung membayangi kejadian itu.


“ Ya ampun… iya… aku udah paham kok sama perasaan kamu sekarang. Ya udahlah gak usah kamu pikirin lagi” ucap Rindu yang berusaha menenangkan hatiku.


“ Aku udah berusaha untuk gak mikirin itu lagi Rin… tapi aku gak bisa!! hatiku sakit banget…” ucapku yang seketika mengeluarkan air mata.


“ Udahlah Fel, gak usah kamu sedih cuma gara-gara cowok seperti itu. Lagian kalau dia gak bersalah pasti dia bakalan jelasin itu semua ke kamu… percaya deh!! ucap Rindu yang langsung bisa membuat hatiku jadi adem.


“ Iya juga ya… makasih ya Rin kamu udah peduli banget sama aku” ucapku sambil memeluk Rindu.


“ Iya sama-sama…” ucap Rindu sambil membalas pelukanku.


Adegan haru antara aku dan Rindu tidak berlangsung cukup lama. Suara jam dinding raksasa segera berbunyi, dan menandakan bahwa saatnya kita untuk bertemu lagi dengan keluarga di rumah.


Aku dan Rindu segera bergegas ke kelas untuk mengambil tas kami. Ternyata kelas kami telah kosong dan telah ditinggalkan oleh penghuninya tadi. Setelah mengambil tas, kami langsung saling pamit untuk pulang.


*************************************


Meskipun kepalaku belum terlalu membaik, tapi aku mencoba untuk tegar dan memutuskan pulang sendiri seperti biasa. Sebenarnya, Rindu masih khawatir sama kondisiku dan ia tadi berniat untuk mengantarkanku pulang tapi aku langsung menolak dengan senyuman agar ia yakin kalau aku sudah baik-baik saja.


Aku mencoba berjalan dengan begitu pelan dan berusaha untuk tidak memikirkan kejadian itu lagi. Tapi, siapa yang bisa menyangka… sekuat apapun aku mencoba untuk tidak memikirkannya, ternyata ia masih saja ingin singgah di ingatanku. Apalagi ketika aku telah berada di Tempat Kejadian Perkara ( TKP).


Tempat aku berdiri adalah tempat dimana Adit dan cewek itu bertemu dan langsung memperlihatkan kemesraannya. Ketika aku kembali mengingat kejadian itu, tiba-tiba kepalaku terasa sakit lagi, dan hatiku terasa diiris-iris.


Entah apa maksudnya melakukan ini kepadaku. Aku berharap dan masih menunggu penjelasan darinya tentang ini semua. Akankah ia menjelaskan kejadian itu?. Seharusnya ia sekarang ada disini kalau ia masih menganggapku ada… tapi ternyata aku sudah tidak melihatnya lagi. Sepertinya ia kembali menghilang sampai saat yang tidak ditentukan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Tunggu kelanjutannya ya readers… masih panjang Alunan Melodi Romantikaku loh!!


👍👍👍


Jangan lupa vote terus yaa….like dan koment juga…🙏🙏🙏🥰🥰

__ADS_1


Kisah ini real merupakan cerita romantika author sendiri 🤭🥰


__ADS_2