
Masa level penentu ini memang tidak begitu lama aku rasakan. Hanya dalam waktu singkat aku bisa menyelesaikan proses tiga tahun di masa SMP ini. Tidak sampai setahun aku dan teman-teman bergelut dengan mata-mata di kelas ini. Tidak sampai setahun juga aku bisa bersama dengan maskhluk-makhluk yang baru aku kenal.
Hari ini adalah hari dimana aku akan kembali menerima sepucuk surat yang kini aku telah tau pengirimnya siapa. Surat yang kali ini mungkin akan terasa begitu spesial, karena bukan aku dan teman-teman saja yang dapat menyaksikan keindahan tulisan yang ada di dalamnya. Tetapi, orang tua kami pun diperbolehkan untuk melihat secara langsung suasana mengahrukan itu.
Tulisannya sungguh terlihat begitu indah, meskipun semuanya nanti akan berlomba untuk mengeluarkan air mata. Apakah itu air mata bahagia ataupun air mata kesedihan karena isi surat itu yang bertuliskan “ TIDAK LULUS”.
*********************
Aku berjalan meratapi dasar lantai sekolah yang terlihat seakan ikut menangis untuk melapaskanku pergi. Aku memang belum tau pasti isi dari surat itu, namun hawa dingin ini seperti mau menceritakan kepadaku bahwa aku sebentar lagi tidak akan terlihat lagi di sekolah ini.
Tiga ruang yang semula kosong tak dihuni, kemudian aku dan teman-teman huni dalam waktu tiga tahun pula. Telah banyak sejarah yang terukir di masa ini. Meski alunan melodi romantika itu tidak aku lihat di sekolah, tapi auranya sudah pasti ikut menyaksikan hatiku yang kala itu tengah berbunga-bunga.
Masa ini mungkin terasa begitu panjang, dan tentu sudah banyak senyum tawa dan air mata yang tertuang seiring berjalannya waktu yang ternyata telah tiga tahun berlalu. Aku yang dulu menganggap bahwa semua orang itu baik, ternyata di masa inilah aku bisa belajar bahwa langit itu tidak selalu cerah.
“ Awwwwwww!!!”
Aku tersadar ketika suara menjerit itu semakin kencang aku dengar.
“ Kamu kalau punya mata itu dipasang baik-baik dong!!” ucap suara itu yang terdengar geram.
Apa yang terjadi??. Apa aku telah menabrak benda aneh atau bisa jadi makhluk aneh??. Kalau itu benda, sungguh tidak mungkin karena aku tidak pernah mendengar benda apapun yang bersuara seperti itu. Palingan benda kalau terjatuh pasti ia akan mengeluarkan suara nyaring atau braaakkkk!!. Tapi ini lain…
Rasanya ini sesosok makhluk lah, tapi makhluk apakah ini?. Makhluk ini bisa berbicara seperti aku. Aku masih bingung, sebenarnya aku ini makhluk apa?? dan siapa mahluk itu??.
“ Hei!! kamu budeg atau pura-pura gak dengar hah??” ucap makhluk yang aku pikirkan tadi.
“ Eh iya maaf…” ucapku yang langsung tersadar dan mengarahkan pandangan ke bawah.
“ Ayo bantuin aku berdiri…cepattt!!” ucap makhluk itu yang semakin marah.
Tanpa ragu, aku langsung mengulurkan tanganku untuk dijadikan oleh makhluk itu tumpuan untuk ia bisa berdiri. Setelah ia bisa meluruskan badannya tegak, kemudian ia berinisiatif mengibaskan baju dan roknya yang menurutku tidak kotor sama sekali.
“ Kamu murid sini juga?” tanyanya yang begitu aneh sembari melihat logo sekolah yang ada di pundak bajuku.
“ Iyaa aku murid sini, emangnya kenapa?” ucapku yang agak risih dan seperti pernah melihat ia sebelumnya.
“ Ooh… tapi kok aku kayak gak pernah lihat ya” ucap cewek itu sinis.
Ingatanku mulai terfokus pada suatu memori dimana ada dua sosok yang dulu pernah bermesaraan dihadapanku. Setelah ingatan itu mulai terekam jelas, barulah aku tau bahwa ternyata cewek ini adalah tokoh utama adegan mesra itu.
__ADS_1
“ Yaa tentunya kamu gak pernah lihat aku lah… akunya jarang keluar dari kelas kalau gak ada kepentingan. Emangnya kamu yang mungkin sering nongkrong diluar sama cook-cowok yang gak jelas” ucapku sembari melampiaskan rasa sakit hatiku dulu.
“ Kok kamu sekarang malah sewot sama aku sih, pakai nuduh-nuduh segala!!” ucap cewek itu yang gak sadar kalau dirinya yang dari tadi sewot.
“ Mana ada aku sewot… aku kan cuma berusaha jawab pertanyaan kamu aja. Emangnya salah ya??” ucapku dengan nada suara agak tinggi mengimbangi suaranya.
“ Eh kamu ini kelas berapa sih? berani banget sama aku” ucap cewek itu dengan mata melotot.
“ Aku kelas IX. B emangnya kenapa??” ucapku yang berhasil membuatnya malu.
Sepertinya ia menganggap kalau aku adalah adik kelasnya yang bisa ia injak-injak sesuka hatinya. Ia juga pasti akan memaki-maki aku karena telah bersikap kurang ajar pada kakak kelas. Tapi sayangnya takdir berkata lain, aku bukan adik kelasmu nonaaa…hahaha.
“ DIBERITAHUKAN KEPADA PARA SISWA SEKALIAN…
BERHUBUNG SEBENTAR LAGI HASIL KELULUSAN KELUAR, MAKA DIHARAPKAN UNTUK SEGERA MENUJU KELAS MASING-MASING. SILAHKAN ORANG TUA IKUT MENDAMPINGI ANAK-ANAKNYA MENUJU KELAS, TERIMA KASIH”.
Mendengar pengumuman itu, aku baru tersadar kalau ayahku telah menungguku di lobi sekolah. Dengan langkah begitu cepat seperti kilat, aku segera menuju tempat ayahku berada dan aku meninggalkan cewek jahat pada masa laluku itu.
Dunia ini sungguh begitu kecil. Aku tidak menyangka sama sekali bahwa aku ternyata satu sekolah dengan cewek yang telah berhasil merebut Adit dariku. Sudah tiga tahun lamanya aku bersekolah disini, tapi baru kali ini aku bisa melihatnya dan bahkan berbincang hangat dengannya secara ekslusif.
Ingin rasanya aku mengintrogasinya habis-habis, dan menanyakan tentang hubungannya dengan Adit saat ini. Apakah masih berjalan mesra seperti dulu atau sudah ada lagi orang keempat yang masuk tanpa izin.
*****************
Sungguh aku tidak menyangka, ternyata aku melihat sosok Adit yang sekian lama sudah tidak pernah lagi aku jumpai. Setelah aku memutuskan untuk tidak mau berbicara dengannya, maka saat itu juga aku tidak melihat sosoknya lagi. Sekarang, ia hadir kembali dengan cara yang sama seperti dulu saat ia berhasil membuat hatiku sakit.
Aku melihat Adit dan cewek itu sedang asyik berbicara di taman sekolah dengan saling melontarkan senyum bahagia. Hanya mereka berdua yang aku lihat di tempat itu, dan sepertinya Adit lah yang ia bawa sebagai wakil dari orang tua cewek tersebut. Dasar aneh!!
“ Kok malah berhenti Fel…? bukannya kelas kamu ada disana??” tanya ayahku sambil menunjuk ke arah kelasku.
“ Oh iya yah, kelasku emang ada disana. Aku cuma pengen berhenti sebentar aja yah” ucapku tersenyum dan kembali melanjutkan langkahku.
Dengan rasa yang hambar, aku segera memalingkan wajahku untuk tidak melihat kejadian itu lagi. Memang saat ini, aku sudah mulai bisa melupakan sosok Adit dari ingatanku. Namun, yang namanya kenangan tentu masih saja membekas di sanubariku. Apalagi itu adalah kenangan termanis.
************************
Aku bersabar untuk menunggu giliran namaku dipanggil oleh wali kelasku. Dengan penuh harap-harap cemas, aku lontarkan doa di dalam hatiku agar masa ini bisa aku tinggalkan dengan indah.
“ Andina Umairah!!”
__ADS_1
“ Bayu Agustian Fernando!!”
“ Bella Ayu!!”
“ Diki Alamsyah Putra!!”
…………………….
“ Nama kamu kok belum dipanggil-panggil nak” ucap ayahku heran.
“ Belum yah,, ayah sabar aja dulu… bentar lagi namaku dipanggil” ucapku berbisik kepada ayah.
………….” Felly Aprillia”
“ Ayok yah kita ke depan!!” ucapku pelan.
Aku dan ayah langsung ke depan menemui wali kelasku yang telah mau repot-repot memanggil namaku. Ayahku langsung menerima sepucuk surat yang diberikan oleh wali kelasku itu. Kemudian kami kembali ke bangku tadi dan bersiap-siap untuk membuka surat tersebut.
Dengan tangan agak gemetar, aku mulai membuka surat. Sedangkan ayahku terlihat melantunkan doa. Aku pun juga ikut mengaminkan doa yang diucapkan oleh ayahku itu sembari menyaksikan isi surat yang telah aku buka.
Krik… krik… kriiiik…….
Dug… dug… dug….
“ Ayaaaah….. Alhamdulillah ayah…!! aku lulus yah…” ucapku yang sontak girang.
“ Alhamdulillaahirrabbil ‘alamiin… akhirnya anak ayah lulus juga” ucap ayahku yang terlihat sangat bersyukur.
Semua orang yang mengisi ruangan tempatku berada, tenyata pada teriak kegirangan. Tidak ada satupun yang terlihat muram atau bersedih. Sepertinya air mata kesedihan sedang tidak diperbolehkan untuk hadir di tengah-tengah kami. Jika memang ada air mata yang ikut andil pada momen ini adalah air mata haru tanda kebahagiaan yang sudah nampak di depan mata.
💐❤️💐❤️💐❤️💐❤️💐❤️💐❤️💐❤️💐
PENGUMUMAN:
Sekedar informasi nih readers...
Ada beberapa tulisan yang author edit biar kelihatan lebih bagus, dan memudahkan readers untuk membacanya..😊
Selain itu, author juga berencana mau ganti covernya... jadi, jangan heran ya kalau besok-besok covernya berbeda dari yang sebelumnya...!!🥰🙏
__ADS_1
Terima kasih buat readers yang selalu menantikan kisah selanjutnya, selalu tinggalkan jejak ya readers tersayang💕🥰🙏🙏