Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 28 ~ Aku Sakit Karnamu


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin siang, semangatku hari ini mulai pudar. Tidak ada waktu yang aku jalani tanpa wajah murung. Aku seperti kehilangan senyumanku lagi. Harapan adik-adikku agar aku selalu tersenyum, ternyata kini seakan sirna. Aku tidak akan mungkin sesedih ini, kalau laki-laki itu tidak memberikan sebuah harapan kepadaku.


Baru sebentar aku bisa menikmati rasa aneh itu lagi setelah sekian lama aku menunggu. Tapi, setelah ia hadir kemabali, mengapa pengkhianatan selalu aku rasakan. Aku kini mulai bertanya apakah aku belum pantas merasakan indahnya jatuh cinta di usiaku sekarang?. Aku hanya ingin merasakannya, merasakan mencinta dan dicinta.


Lagian keinginanku hanya sebatas itu saja, tidak lebih dan tidak kurang. Hanya ingin ditemani oleh sosok laki-laki dalam menjalani hari-hariku, hanya ingin ada yang menyemangatiku saat aku mulai letih, hanya ingin selalu tertawa dan lupa akan air mata, hanya itu kok!!.


Aku juga tidak akan menuntut lebih seperti layaknya orang dewasa yang sedang jatuh cinta. Aku masih tau dengan batas-batas yang harus aku pedomani. Entah kapan aku bisa berada di posisi cewek itu, ya cewek itu… cewek yang mampu membuat hatiku menjerit seketika.


*****************************


TEEEEEEEEET… TEEEEEEEEEEEEEEET…


Jam istirahat tiba…


“ Aaaaaaaaaaaah, kepalaku sakiiiit…..” ucapku yang menjerit kesakitan.


“ Kamu kenapa Fel?” tanya Rindu yang sontak terkejut mendengar jeritanku.


“ Kepalaku sakit Rin, sakiiiit banget!!” ucapku merintih sambil terus memegangi kepalaku yang rasanya mau pecah.


“ Kita… kita… ke UKS yuk, bair aku obatin kamu disana” ucap Rindu yang begitu takut dan langsung memapahku ke UKS.


Tanpa menjawab ucapan Rindu, aku hanya menurut saja ketika Rindu membawaku ke UKS. Kepalaku sungguh sakit rasanya. Mungkin aku terlalu memikirkan tragedi kemarin siang yang belum ada penjelasannya sampai sekarang.


Adit biasanya tidak pernah absen main ke rumahku lagi, setelah ia mengaku atas kesalahannya dulu yang pernah menghilang seminggu. Tapi, kemarin sore kenapa ia tidak datang ke rumahku lagi untuk menjelaskan itu semua kepadaku??


“ Aduuuuuuh…. kepalaku makin sakiiiit…!!” ucapku yang terus menjerit.


“ Aduuh kamu kenapa sih Fel? aku jadi cemas nih…ayo kamu minum obatnya dulu” ucap Rindu yang kebingungan dengan penyakitku.


“ Aku harus makan dulu Rin, baru bisa minum obat” ucapku yang masih memegangi kepalaku.


“ Ooh iya, aku lupa… ya udah kamu tunggu disini dulu ya, aku mau beliin bubur ayam dulu buat kamu” ucap Rindu yang begitu perhatiannya kepadaku.

__ADS_1


“ Iya… iya… makasih ya Rin!!” ucapku yang berusaha tersenyum kepada Rindu.


Rindu membalas ucapan terima kasih dan senyumanku dengan senyuman juga. Ia langsung berlari menuju kantin untuk membelikan bubur ayam untukku. Di kantin, ternyata Rindu bertemu dengan Dian dan Devi ( Rindu yang cerita ke aku loh readers).


“ Kok bubur ayamnya dibungkus, emangnya untuk siapa Rin?” tanya Devi penasaran.


“ Untuk Felly!!” ucap Rindu yang tidak memperhatikan Devi yang sedang berbicara dengannya.


“ Emang Felly nya kemana? kok kamu yang beliin makanannya??” tanya Dian yang juga ikut penasaran.


“ Cepat dong bang… kok lama banget sih?? aku pesannya kan cuma satu” ucap Rindu kepada penjual bubur ayam dan tidak menghiraukan dua makhluk itu yang sedang ada di hadapannya.


Setelah pesanan bubur ayamnya siap, Rindu segera berlari kembali menuju UKS tempat aku terbaring. Aku hampir terlelap menunggu Rindu datang membawa bubur ayam yang mungkin hari ini sudah tidak enak lagi di lidahku. Padahal, bubur ayam itu adalah salah satu makanan favoritku di sekolah.


“ Fel!! ini bubur ayamnya… ayok kamu makan dulu” ucap Rindu menyerahkan bubur ayam kepadaku.


“ Iya, makasih ya Rin!!” ucapku terduduk sambil mengambil bubur ayam dari tangan Rindu.


“ Iya sama-sama… sekarang kepalamu masih sakit Fel?” ucap Rindu yang langsung memegangi kepalaku.


“ Aduuh, ya ampun… sejak kapan kepalamu sakit Fel?” tanya Rindu yang begitu perhatian.


“ Sebenarnya dari pulang sekolah kemarin, tapi… tadi pagi udah mulai membaik, makanya aku tetap sekolah hari ini” ucapku lesu.


“ Ooh,, trus kamu ada minum obat kemarin?” tanya Rindu lagi.


“ Enggak, aku cuma gosok pakai minyak angin aja sih. Biasanya kalau udah dikasih minyak angin pasti langsung sembuh” ucapku sambil mencoba menghabiskan bubur ayamnya.


“ Ooh gitu… eh kok udahan makannya, kan belum habis?” ucap Rindu yang terkejut melihatku.


“ Aku udah gak mau lagi Rin… udah gak selera” ucapku sambil merengek.


“ Ya udahlah kalau gitu, sekarang kamu minum obatnya lagi ya” ucap Rindu sambil memberikan obat sakit kepala.

__ADS_1


“ Iya, makasih banyak ya Rin… kamu memang baik deh” ucapku tersenyum sambil meminum obat dari Rindu.


“ Iya sama-sama… kalau udah selesai minum obatnya, kamu istirahat ya… gak usah mikirin apa-apa dulu” ucap Rindu sambil berdiri dan membantu merebahkan badanku di tempat tidur UKS.


TEEEEEET….TEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET….


“ Bel masuk udah bunyi tuh, kita ke kelas lagi yuk!!” ucapku mengajak Rindu yang lagi asyik bersandar di sofa.


“ Kepalamu masih sakit kan? Mendingan kamu istirahat aja disini dulu” ucap Rindu yang langsung menahanku yang hendak pergi ke kelas.


“ Sekarang udah mendingan kok… aku gak mau ketinggalan pelajaran” ucapku yang terus memaksa Rindu.


“ Beneran kamu sanggup pergi ke kelas?” tanya Rindu serius menatapku.


“ Iya… aku udah gak apa-apa kok” ucapku yang mencoba berjalan. “ Aduuuuuuh… awwww…” ucapku yang kembali menjerit kesakitan dan memegang kepalaku.


“ Benar kan… kamu belum bisa ke kelas… ya udah, kamu disini aja dulu ya!! biar aku temenin” ucap Rindu sambil kembali memapahku menuju tempat tidur dan merebahkan badanku.


“ Gak usah… kamu ke kelas aja. Nanti kamu ketinggalan pelajaran loh gara-gara aku” ucapku memohon.


“ Aku gak bisa ninggalin kamu dalam keadaan kayak gini. Biar aku mintak izin dulu ke guru yang ngajar dan ke guru piket ya!!. Kamu disini dulu aja…” ucap Rindu yang langsung keluar menemui guru.


Aku hanya bisa terbaring di tempat tidur. Masih terlintas di fikiranku kejadian yang menusuk hatiku kemarin. Semakin ingin otakku untuk memikirkannya, maka akan semakin sakit kepalaku rasanya. Kali ini aku lebih memilih untuk istirahat dan tidak memikirkan masalah itu dulu.


“ Aku udah mintak izin sama guru yang ngajar dan guru piket, jadi aku bisa temenin kamu disini dulu” ucap Rindu yang datang memberi kabar.


“ Oh syukurlah… makasih ya Rindu!! Kamu udah mau nolongin aku” ucapku sambil tersenyum melihat Rindu.


“ Kamu dari tadi bilang makasih teruslah… gak apa-apa kok, aku ikhlas nolongin kamu” ucap Rindu dengan tingkah lucunya.


“ Hahahaha… iya deh…” ucapku yang ternyata bisa tertawa melihat tingkah lucu Rindu.


Kamu berhasil Rindu… telah buat aku tertawa. Padahal dari pagi, aku belum ada tertawa sedikitpun. Thank you very much my friend…

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Selalu tinggalkan jejak ya readers!!🥰🥰🙏🙏


__ADS_2