Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 33 ~ Melupakan Lagi


__ADS_3

Hari kembali berlalu, bulan dan tahun selalu ikut berganti untuk mengiringi. Level penentuan di masa ini juga telah hadir di depan mata. Sekarang, aku sudah tiba di level paling atas di dunia SMP ini. Aku pun sudah mulai perlahan-lahan untuk melupakan semua tentang laki-laki itu.


Aku sadar bahwa ini bukanlah kali pertamaku untuk mencoba melupakan sosok laki-laki yang pernah singgah di dalam kehidupanku. Kalau aku hitung-hitung rasanya sudah banyak sosok laki-laki yang hanya sekedar bertamu di dalam hatiku, dan itu hanya berlangsung dalam waktu yang sebentar saja.


Seiring waktu berjalan meninggalkanku, maka seiring itu juga aku harus rela melepaskan sosok laki-laki itu dari hidupku. Masa depanku kembali menampakkan sinarnya. Aku harus bisa untuk segera melupakan Adit, dan mengejar masa depanku itu sebelum ia benar-benar pergi jauh meninggalkanku.


*************************


Sudah seminggu lebih aku kembali bergelut dengan mata-mata, guru-guru, dan teman-teman baru di kelas penentu itu. Mata-mata dan guru-guru selalu ingin melihatku sukses. Tetapi kalau bicara tentang teman-teman, kalian pasti sudah tau seperti apa suka dan dukanya mempunyai teman.


Sekarang, aku tidak akan menceritakan mengenai kehidupanku di sekolah karena hari ini bertepatan dengan hari Minggu. Pada hari ini, ada beberapa informasi yang mau aku sebutkan kepada readers semua.


Informasi yang pertama, 70 % aku sudah bisa perlahan melupakan Adit, informasi yang kedua Adit juga sudah makin menjauh dari kehidupanku, kemudian informasi ketiga yang tidak kalah pentingnya yang harus readers ketahui adalah… aku dan keluargaku kembali nomaden lagi loh!!. Itu berarti semakin besar peluangku untuk bisa kabur dari dunianya.


Kabur dari dunia Adit saja ya readers… bukan dari dunia semua orang!!. Kalau dunia semua orang sih, berarti… aku masuk ke dunia mana lagi dong???. Ih sereeeem…!!


“ Udah siap berkemasnya anak-anak?” tanya ayahku.


“ Udah yah!!” ucap kedua malaikat kecilku yaitu Melly dan Fandi.


“ Kalau aku belum yah… ada beberapa barang lagi yang mau aku kemas yah” ucapku sambil terus mengemasi barang-barangku agar tidak ada yang ketinggalan.


“ Cepat berkemasnya ya Fel, sebentar lagi mobil angkutannya datang!!” ucap ayahku sedikit agak keras.


“ Iya ayah…” ucapku sambil melihat ke arah ayahku sebentar.


“ Ayah… aku gak mau pindah yah!! aku udah senang tinggal disini yah, teman-temanku juga udah banyak” ucap Fandi yang terlihat tidak rela meninggalkan rumah ini.

__ADS_1


“ Kamu jangan khawatir nak… nanti di tempat tinggal yang baru, kamu juga pasti akan cepat mendapatkan teman baru” ucap ayahku membujuk Fandi.


“ Tapi… aku maunya teman-teman yang disini ayah… lagian belum tentu juga ada anak disana yang seumuran denganku” ucap Fandi sambil ragu-ragu mengemasi mainannya.


“ Kamu jangan gitu dong nak… kita hari ini harus pindah” ucap ayahku dengan wajah yang begitu serius.


“ Aku gak mau ayah… aku takut nanti ayah juga bakalan pindahin aku sekolah. Aku udah nyaman di sekolahku yah” ucap Fandi sambil berlari kesana kemari yang sepertinya perangainya lagi kambuh.


“ Kamu gak akan ayah pindahin sekolahnya kok Fandi… tenang aja, kamu masih tetap bersekolah di sekolah itu” ucap ayahku sambil tersenyum agar Fandi bisa menghentikan tingkahnya itu.


“ Beneran yah? aku gak akan dipindahin sekolahnya?” tanya Fandi yang begitu senang.


“ Iya… gak ada satupun yang akan pindah sekolah. Kamu dan kakak-kakakmu tetap bersekolah di sekolah yang biasa” ucap ayah menjelaskan.


“ Yeee… asyiiik….!!” ucap Fandi yang kegirangan.


Aku berbicara begitu, karena tahun ini Melly sudah masuk di dunia SMP. Sedangkan Fandi sekarang sudah kelas 2 SD. Fandi berhubung dapat bersekolah di sekolah SD aku dan Melly dulu. Jauh kan?? sedangkan Melly bisa dapat bersekolah di SMP dekat rumah kami yang baru. Melly beruntung kan??.


Mobil angkutan sudah tiga kali bolak balik menghantarkan semua barang ke tempat tinggal kami yang baru ini. Untuk hantaran yang terakhir aku, ibu, dan adik-adikku juga ikut naik mobil tersebut menuju lokasi tempat tinggal kami itu. Ayahku mengiringi kami dengan motor yang sekaligus juga ada beberapa barang yang diangkut dengan motor.


Ada suatu hal yang perlu readers ketahui juga, bahwa setiap saat keluargaku melakukan proses nomaden, pasti tidak hanya aku dan keluargaku saja yang mengangkut semua barang-barang kami. Keluargaku yang lain, seperti adik-adik ayahku juga turut membantu kami.


Adik-adik ayahku bisa ikut membantu kami karena ada beberapa adik dari ayahku yang juga mempunyai tempat tinggal di kota yang sama dengan keluargaku. Jadi, beliau-beliau akan selalu membantu kami dengan senang hati.


***********************


Akhirnya kami sampai juga di tempat tinggal baru kami ini. Kami semua turun dari kendaraan masing-masing. Ketika aku sudah turun, aku mencoba memandangi tempat tinggal baru itu dengan seksama. Aku mulai memandangi dari depan rumah, samping, dan belakangnya. Aku juga tidak lupa melihat keadaan di dalamnya, sambil membawa semua barang masuk ke dalamnya.

__ADS_1


“ Hati-hati membawa barang-barangnya ya Felly… Melly!!” ucap ayahku lembut.


“ Iya yah, ini aku lagi hati-hati kok yah” ucapku sambil penuh perhatian membawa barang-barang itu masuk.


“ Oke ayah… ayah tenang aja” ucap Melly yang tidak mau kalah denganku.


“ Kalian angkat barangnya yang ringan-ringan aja ya, terutama sekali barang-barang punya kalian… silahkan langsung kalian masukkan aja ke kamar kalian!!” ucap ayahku yang sudah seperti seorang mandor proyek bangunan yang tengah memberikan aba-aba kepada para pekerjanya.


“ Baik ayaaah!!... oh iya yah, kamar kami yang mana yah?” ucapku sambil melihat yang ternyata ada dua kamar di dalamnya.


“ Kamar kalian ada di dekat ruang makan ya…seperti biasa, kalian bertiga akan tidur di kamar itu” ucap ayahku sambil menunjuk ke arah kamar kami.


“ Fandi bakalan tidur di kamar aku dan Melly lagi yah? Fandi kan udah makin besar yah” ucapku yang agak marah dengan kondisi ini.


“ Untuk saat ini masih Fel, soalnya kamarnya cuma ada dua. Lagian adikmu belum berani untuk tidur di luar sendirian…” ucap ayahku menjelaskan.


“ Tapi kan yah….” ucapku yang belum selesai ngomong namun telah dipotong oleh ayahku.


“ Gak ada tapi…tapi ya Fel… kamu tenang aja, Fandi kan nanti akan tidur di bawah dengan kasurnya. Sedangkan kamu dan Melly bisa tidur di tempat tidur yang di atas” ucap ayahku yang terlihat sangat bijak menyelesaikan suatu masalah.


Kami segera membenahi dan membereskan semua barang yang telah diangkut dari kediaman lama ke kediaman yang baru. Sambil terus berberes, aku juga tidak lupa untuk selalu berdoa semoga kami sekeluarga bisa tenang dan nyaman tinggal disini. Sekaligus, aku juga menyisipkan doa semoga di lingkungan baru ini, aku bisa melupakan Adit sepenuhnya… Amiin ya Rabb..


💕💕🌸🌸🌸🌸🌸🌸💕💕💮💮💮💮💕💕


Bismillah...mudah-mudahan novel ini segera berkembang dan dikontrak..


Mohon bantuannya readers!! ,,🙏🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2