Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 3 ~ Kekosongan Pembawa Rindu


__ADS_3

Tidak terasa sudah seminggu setelah kejadian itu. Sikap kesal kepada Vira masih saja selalu ada dan kini makin bertambah. Aku mengira bahwa semua orang telah mengetahui tentang rasaku kepada Riyan. Tetapi, dengan adanya peristiwa seminggu lalu membuat aku sadar bahwa bagi mereka yang juga memiliki rasa yang aku sebut aneh itu ternyata tidak peduli jika ada orang lain yang ingin berebut sesuatu yang mereka suka. Berbagai carapun pasti dilakukan agar tidak mau kalah dengan saingannya.


Aku sempat berpikir sebelumnya kalau Vira tidak salah jika mau mendekati Riyan, karena aku tidak pernah bercerita dengannya tentang perasaanku. Namun, sekarang aku malah benar-benar semakin menyalahkan Vira, ia tidak pernah mau tau lagi dengan alasanku untuk menjauhinya dan ia seakan malas untuk menanyakan hal itu kepadaku lagi.


Pagi itu, seorang guru memberitahukan bahwa besok akan diadakan lomba menggambar antar sekolah taman kanak-kanak. Lomba itu diadakan di sebuah lapangan yang berada di pusat kota. Guru itu juga menyebutkan siapa saja yang akan mewakili sekolah pada lomba tersebut.


" Dengar ya anak-anak ibuk semua, yang akan diutus untuk mewakili sekolah kita pada lomba tersebut adalah... Vira, Felly, Naomi, dan Nadin" ucap ibuk guru dengan lantang.


" Senangnya dalam hati, bila ikut lomba lagi..." ucap Nadin sambil menyanyi menggunakan iringan musik lagu Ahmad Dhani


(maaf ya om Dhani udah diambil irama lagunya, hehe)


" Apaan sih kamu,,, biasa aja keleees" ucap Naomi ngegas.


" Aku kan cuma mau mengungkapkan kalau aku lagi senang,,, gak boleh ya?" tanya Nadin sedikit sedih.


" Udah...udah kok kalian jadi berantem kayak gini sih?" tanya Vira sambil melerai.


Mendengar Vira yang berusaha untuk melerai kedua temannya yang rusuh itu, aku menjadi semakin geram kepada Vira yang sok jadi pahlawan kesiangan. Wajah imutku berubah menjadi kusut dan cemberut, hingga membuat Riyan bingung melihatku.


" Kamu kenapa Felly...kok kayak gak ada semangat gitu?" tanya Riyan bingung.


" Masa sih Riyan? aku baik-baik aja kok" ucapku menutupi kondisi hatiku.


" Kamu kelihatan beda aja Minggu ini...biasanya kan kamu selalu tersenyum, tapi kok akhir-akhir ini aku kayak kehilangan senyum kamu..." ucap Riyan makin bingung dan agak sedih.


Kesedihan yang terlihat dari wajah Riyan begitu jelas dan membuat hatiku jadi tidak rela melihat Riyan sedih.


" Jangan sedih gitu dong Yan...aku gak apa-apa kok..." ucapku sambil tersenyum dan mengobati kesedihan Riyan.


" Gitu dong...kalau kamu senyum kan aku jadi senang, jujur aku udah rindu dengan senyum manismu itu" ucap Riyan sambil bersikap menggoda ku.


" Iya...iya aku gak bakalan cemberut lagi kok" ucapku meyakinkan Riyan.


" Kamu harus janji untuk selalu tersenyum lagi...ok?" ucap Riyan sambil memperlihatkan senyumnya.


" Iya....iya" jawabku lesu.


" Senyumnya mana? langit jadi gelap tau kalau kamu gak senyum" ucap Riyan sambil terus menggodaku.


Mendengar perkataan Riyan yang barusan ternyata mampu membuatku tersenyum lebar, dan bahkan tertawa melihat tingkah Riyan yang menurutku sangat lucu.


" Aku masih boleh gak pulang bareng kamu dan ayahmu?" tanya Riyan menghentikan tawaku yang makin lebar.


" Ya pasti boleh lah...aku malah senang kalau kamu mau pulang bareng aku dan ayahku lagi" ucapku dengan penuh semangat.


" Makasih ya Felly...kamu memang sahabatku yang paling baik...dan juga imut" ucap Riyan yang membuat ku makin terasa melayang-layang di udara.


" Aaah kamu bisa aja" ucapku dengan sedikit malu-malu.


" Emang benar kok kalau kamu itu imut...aku gak bohong" ucap Riyan lagi.


" Hmmm iya deh...makasih...kita udah boleh pulang kan?" tanyaku lirih.

__ADS_1


" Udah Fel...kata buk guru tadi kita hari ini pulang cepat karena mau mempersiapkan lomba besok. Cieee yang besok ikut lomba!" ucap Riyan dengan tingkah lucunya.


" Apaan sih kamu...biasa aja kali" ucapku sambil tersenyum melihat tingkah Riyan.


Ayahku yang dari tadi melihat kami begitu asyik ngobrol..segera mengajak kami pulang seperti biasa. Akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing dan saling tersenyum bahagia dengan kejadian yang begitu indah yang terjadi hari ini.


**********************


Keesokan harinya, aku dan 3 orang temanku mengikuti lomba menggambar yang diadakan di sebuah lapangan. Lomba itu diikuti oleh banyak anak di seluruh sekolah taman kanak-kanak di kotaku. Hari ini, aku masih belum mau untuk berbicara dengan Vira hingga membuat Nadin dan Naomi penasaran dengan masalah aku dan Vira.


" Kamu ngerasa gak Nad, kalau Felly dan Vira kayak orang musuhan gitu?" tanya Naomi sambil berbisik kepada Nadin.


" Kayaknya iya tuh mi..udah semingguan ini mereka dingin gitu" jawab Nadin sambil melirik ke arah Vira dan aku yang lagi asyik menggambar.


"Hmm sebenarnya mereka itu kenapa sih? aku jadi penasaran nih" ucap Naomi dengan nada makin pelan karena sedang mengikuti lomba.


"Ya udahlah nanti kita tanya sama mereka, apa ada angin ribut yang gangguin mereka" ucap Nadin dengan kata-kata super tingginya yang membuat Naomi tidak mengerti.


" Ok..ok lah" ucap Naomi mengangguk.


***********************


Perlombaan menggambar tidak terasa sudah berakhir, dan para peserta segera mengemaskan alat-alat menggambar yang dibawa. Ketika aku tengah mengemaskan alat-alat punyaku, tiba-tiba terdengar suara hentaman yang begitu keras.


Braaaaaaaak!!!!!


" Aduuuuh...." jerit Vira yang terjatuh.


" Sini aku bantuin, ayo coba berdiri pelan-pelan" ucapku sambil memapah Vira berdiri.


" Makasih ya,,, udah bantuin aku Fel..." ucap Vira sambil terus menahan rasa sakit.


" Udah gak usah bilang makasih juga, mana yang sakit sini aku obatin?" ucapku dengan sikap yang masih agak dingin.


" Lututku kayaknya yang agak luka sedikit...tapi gak apa-apa kok..nanti juga sembuh" ucap Vira sambil memegangi lututnya.


" Ya udahlah kalau kamu gak mau aku obatin lukanya..lain kali kalau jalan harus lebih hati-hati ya" ucapku dengan penuh perhatian.


" Iya...makasih ya udah bantuin aku" ucap Vira sambil tersenyum.


" Ok sama-sama" ucapku mencoba tersenyum tapi masih agak sulit.


Vira mencoba berjalan pelan-pelan, kemudian pergi meninggalkanku. Aku kira setelah aku menjauhi Vira, ia berusaha untuk terus mencari tau dan mencoba untuk memperbaiki pertemanan kita yang pernah harmonis sebelumnya. Dengan begitukan, ia juga bisa mengetahui bahwa aku tidak mau kalau ia terlalu dekat dengan Riyan. Egois memang yang aku rasakan, tetapi seperti itu adanya. Biarlah aku berkata jujur tentang ini, daripada aku harus berbohong demi menjaga perasaan orang lain dan membiarkan orang lain menyakiti perasaanku.


Kedua orang tuaku pernah marah dengan sikapku yang terlalu peduli dengan teman-temanku, hingga aku rela mengorbankan perasaanku sendiri. Aku rela tersakiti agar teman-temanku bisa senang dan bahagia. Namun, dalam kondisi masalah hati ini aku sungguh tidak mau terluka.


Nadin dan Naomi ternyata sudah lama melihat adegan ku dengan Vira yang berlangsung tadi. Mereka juga melihat ekspresi ku yang sedang melamun sendiri.


" Fellyyyy..." ucap Naomi mengagetkanku


" Eh iyaa...ada apa mi?" tanyaku sedikit kaget.


" Kamu tadi dipanggil sama buk guru tuh" ucap Naomi agak tertawa.

__ADS_1


" Beneran nih...ngapain buk guru panggil aku?" tanyaku penasaran.


" Hahahaha....gak ada kok buk guru manggil kamu, gak usah terlalu didengerin kata Naomi itu Fel" ucap Nadin sambil tertawa lepas.


" Dasaaaaar...kamu bikin aku takut ajalah mi" ucap ku sedikit kesal.


" Habisnya kamu pakai ngelamun segala di siang bolong. Emangnya apa yang kamu pikirin Fel?" ucap Naomi serius.


" Aku mikirin kapan kalian berdua nikah, punya anak terus tua sama-sama?" ucapku sambil ikut menertawai mereka.


" Wuuuuiiih... sok jadi orang dewasa kamu Fel...mikirin hal-hal kayak gitu pula" ucap Nadin sambil mencubit pipiku yang imut.


" Aduh..sakit tau pipiku..." ucapku kesakitan dan memegang pipiku.


" Oh iya Fel, ada yang mau kami tanyakan nih sama kamu" ucap Naomi berlagak menghakimi.


" Ada apa? cepatlah aku mau pulang nih...ayahku pasti udah lama nunggu aku di luar." ucapku tergesa-gesa.


" Kamu ada masalah apa sih sebenarnya sama Vira? kok kalian jadi dingin gitu..." tanya Nadin penasaran.


" Oh itu...gak ada apa-apa kok, cuma masalah sepele aja" jawabku menjelaskan.


" Kita udah lama berteman loh Fel...jadi kami tau kalau kamu pasti lagi menyembunyikan sesuatu..iya kan?" ucap Naomi sok tau.


" Iya Fel...mending kamu jujur aja sama kami dan menjelaskan angin ribut apa yang bikin kalian jadi kayak gini?" ucap Nadin dengan mengeluarkan kata-kata tingginya tadi.


" Udah lupain aja...aku benaran gak ada apa-apa kok sama Vira...kami baik-baik aja" ucapku tenang dan tersenyum.


" Terserah kamu ajalah Fel...kami hanya gak mau kalau kalian itu berantem" ucap Naomi sedih.


" Iya, makasih kalau kalian udah peduli sama persahabatan kita...aku jadi terharu" ucapku sedikit manja.


"Syukurlah kalau kalian berdua gak ada masalah..sini peluk" ucap Nadin sambil memeluk aku dan Naomi.


Aku masih belum bisa mengatakan kepada siapapun tentang perasaan anehku itu. Pemikiran aku yang seperti inilah yang dulu pernah aku katakan bahwa aku adalah gadis kecil yang seakan dewasa sebelum waktunya. Kalian sebelumnya pasti agak terkejut dengan pernyataan ini, dan mungkin kalian menganggap diriku sebagai gadis yang nakal karena diumur yang baru menginjak lima tahun tetapi sudah bisa merasakan jatuh cinta. Kalian tidak perlu menganggapku seperti itu.


Masa kecil di taman kanak-kanak yang aku alami sebenarnya sama saja dengan yang dialami oleh anak lainnya. Pemikiran kalian tentang aku sungguh salah, sebab pada masa kecil itu aku benar-benar tidak tau dengan itu semua. Tuhan memberikan rasa aneh itu sebenarnya sebagai pertanda bahwa aku adalah gadis kecil yang mulai beranjak remaja. Jadi, seharusnya aku sungguh bahagia karena telah dibolehkan memiliki rasa aneh yang suci itu. Thank’s God!!!




🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌺🌼🌺🌼



**Terima kasih buat para reader yang udah mau mampir dan memberikan waktunya untuk membaca novel perdanaku ini.πŸ™**



**Author sangat memerlukan komentar dari para reader semua agar bisa menciptakan tulisan yang lebih baik lagi kedepannya. Serta bisa membuat author jadi makin semangat**!!


**Jangan lupa like nya juga yaaa**...😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2