Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 6 ~ Sepertinya Dia Kembali


__ADS_3

Langkahku kian pasti dan harapanku agar sang bunga yang dulunya masih kuncup, kemudian bisa tumbuh mekar dengan pesonanya. Tujuan hidupku hanyalah untuk mewujudkan cita-citaku, membuat bangga kedua orang tuaku, dan menjadi sampel untuk kedua malaikat kecilku.


Begitu penuh semangatnya aku melangkah menghadapi mata-mata yang siap menerkam aku jika aku lalai. Mata-mata itu yang selalu suka rela mengawasiku setiap saat. Aku menyebut mata pelajaran itu adalah sebagai mata-mata. Mereka yang mampu membuat aku terus semangat, jika mereka senang. Namun, jika mereka marah maka kegagalan bisa saja aku jumpai suatu hari nanti. Aku sungguh tidak mau mereka marah dan menerkamku saat kemarahannya sudah membara.


*******************


Setelah libur panjang usai, aku kembali pergi ke sekolah seperti biasa dan hari ini aku berada di level 5. Level 5 merupakan level yang mendekati level puncak kebebasan menuju dunia baru selanjutnya. Pada level 5 ini, ada banyak kejutan yang tak ku duga. Ketika hari pertama sekolah, kejutanku baru dimulai. Aku tidak menyangka bahwa di hari pertama sekolah, aku terlambat bangun tidur sehingga aku juga terlambat ke sekolah.


Aku berlari tergesa-gesa menuju sekolah, dan ketika sampai di gerbang sekolah tiba-tiba...


Bruuuuuk...!!


Tidak sengaja, ternyata ada benda asing yang menabrakku hingga membuat aku terjatuh.


"Aduuuh...sakit..." ucapku sambil terduduk.


" Maaf...maaf..aku gak sengaja..aku gak ngelihat kamu tadi..maaf ya!!" ucap makhluk itu merasa bersalah karena telah menabrakku dengan sepedanya.


Aku langsung melihat ke arah sumber suara yang tak henti-hentinya minta maaf kepadaku. Melihat sosoknya, aku pun kaget setengah mati. Ternyata...


" Eh ternyata kamu Ris, kirain aku siapa tadi.." ucapku sambil membersihkan rokku yang sedikit kotor.


" Ini beneran kamu ya Fel...aku gak mimpi kan bisa ketemu sama kamu?" tanya Haris seolah gak percaya.


" Gak kok..ini bukan Felly...tapi Prilly tepatnya Prilly Latuconsina" ucapku gemes.


" Itu mah nama artis bukan nama kamu..ngaku-ngaku aja sih kamu" ucap Haris sambil ketawa kecil.


" Udah...udah kita udah terlambat nih..obrolannya kita sambung nanti aja ya..ok?" ucap Felly sambil berusaha untuk berdiri..


" Ok deh..siiip...susah berdirinya ya? ayo sini aku bantuin" ucap Haris sambil memegangi tanganku untuk berdiri.


Aku berusaha berdiri dengan bantuan Haris, dan kami terus berjalan beriringan menuju sebuah kelas yang ternyata adalah kelas aku dan kelas Haris.


" Ini kelas kamu juga ya Fel?" tanya Haris kaget.


" Iyyyya....ini kelas aku" jawabku yang juga ikut kaget.


" Berarti... kita sekelas lagi dong" ucap Haris yang terlihat senang.


" Kayaknya begitu deh..." ucapku pura-pura heran.

__ADS_1


" Udah lama loh aku gak sekelas sama kamu..baru sekarang aku bisa sekelas sama kamu lagi Fel..." ucap Haris semakin senang.


" Iya Haris..aku juga gak menyangka kita bisa sekelas lagi...kita udah jarang ketemu juga ya..karena sibuk dengan urusan masing-masing" ucapku menjelaskan.


Haris hanya bisa mengangguk mendengar ucapanku. Ketika kami masuk kelas, ternyata buk guru belum datang dan pelajaran pun belum dimulai. Akhirnya, kami memutuskan untuk melanjutkan kembali pembicaraan temu kangen tadi yang sempat terputus.


" Jujur aku senang banget bisa sekelas lagi sama kamu Fel" ucap Haris sambil tersenyum bahagia.


" Aku juga senang Ris...bisa lihat kelucuan kamu lagi setiap hari.." ucapku membalas senyum Haris.


" Masa sih aku lucu...? perasaan aku biasa aja deh" tanya Haris sambil melihat wajahnya di kaca jendela kelas.


" Hehe..iya lucu...buktinya sekarang aku bisa ketawa ngelihat tingkahmu itu Ris" jawabku sambil tertawa lepas.


" Aku makin senang kalau kamu bisa ketawa gini ya..." ucap Haris yang membuat aku jadi malu.


" Masa sih? ya udah deh makasih ya Haris" ucapku sedikit malu-malu.


" Iya sama-sama nona" jawab Haris mengeluarkan panggilannya kepada ku dulu.


" Masih aja panggil aku nona..hmmm" ucapku yang begitu senang.


" Hehe, udah gak boleh ya...aku panggil kamu nona?" tanya Haris sambil sedikit ketawa.


" Makasih lagi kalau gitu...oh iya kita dulu sekelasnya waktu kelas berapa ya Fel...? aku udah gak ingat lagi" tanya Haris sambil mikir-mikir dan meletakkan tangannya di dagu.


Melihat Haris yang bertingkah seperti itu...aku benar-benar seperti merasakan bahwa rasa aneh itu kembali lagi. Sungguh makin ganteng dan lucunya Haris kalau lagi mikir seperti itu, hingga membuat aku terdiam memandangi wajah Haris.


" Felly... Fellyyy..." ucap Haris menepuk bahuku lembut.


" Eh iya Ris... ada apa?" tanyaku kaget.


" Kamu kok malah diam aku tanya" jawab Haris sedikit heran.


" Maaf...maaf.. emangnya kamu nanya apa?" tanyaku sambil tersenyum.


" Aku nanya...kita dulu sekelasnya waktu kelas berapa ya?" ucap Haris mengulangi pertanyaannya.


" Ooh... udah lama kita sekelas nya dulu Ris... waktu awal masuk SD..kelas 1..." jawabku menjelaskan.


" Waduuuh...iya juga ya...udah hampir lima tahun kita jarang ketemu" ucap Haris sedikit sedih.

__ADS_1


" Ya begitulah...tapi sekarang kita kan sekelas lagi" ucapku membujuk Haris agar tidak sedih lagi.


Karena begitu asyiknya kami ngobrol, kami sampai tidak mengetahui bahwa buk Fitria yang ternyata wali kelas kami telah berada di depan kelas. Semua siswa yang ada di kelas pun menjadi kaget, karena ternyata wali kelas kami adalah buk Fitria yang terkenal killer dan cuek. Kehadiran buk Fitria itu, membuat kami semua terdiam dan tidak ada yang berani untuk berbicara lagi.


" Kalau ada lagi yang masih mau berbicara, silahkan ke depan..." ucap buk Fitria lantang dengan wajah marahnya.


Tidak ada satu pun yang berani menjawab apa yang dikatakan oleh buk Fitria. Semua hanya bisa menunduk dan seakan takut melihat wajah buk Fitria.


" Kok semuanya diam? ayo bicara lagi...biar saya dengarkan" ucap buk Fitria sambil melotot.


" Baiklah, kalau gak ada yang mau bicara...buka buku MATEMATIKA halaman 5, baca dan kerjakan latihan nya" ucap Buk Fitria dengan sikap cueknya.


" Baik buk..." jawab kami serentak.


Semua siswa segera membuka buku matematika, dan mengerjakan apa yang disuruh oleh buk Fitria. Aku melihat Haris kesal dan seperti berbicara sendiri di dalam hati. Aku hanya bisa tersenyum melihat wajah Haris yang kusut tetapi tetap ganteng. Aaaah... apaan sih aku...kok aku jadi senyum-senyum sendiri gini.


Masih banyak kejutan yang aku temui di level 5 ini, kejutan lain nya adalah...aku juga kembali sekelas dengan seorang makhluk yang super sok dulu yang bernama "Sisi Ratu Cantika". Kalian pasti masih ingat kan siapa itu Sisi. Aku juga dulu sekelas dengannya waktu kelas 1, dan sekarang aku kembali sekelas dengan makhluk itu lagi.


**********************


Waktu istirahat tiba, kami segera mengumpulkan latihan matematika tadi yang telah selesai kami kerjakan. Buk Fitria pun mengakhiri pelajaran matematika dan langsung bergegas keluar kelas.


Di level 5 ini ada banyak kejutan lainnya yang telah menungguku. Apakah itu kejutannya?. Apakah kejutannya baik atau buruk??. Mungkinkah kejutan itu bisa buat aku bahagia atau malah akan mengeluarkan air mata???


Tunggu episode selanjutnya ya readers...😊




✨🌺✨🌺✨🌺✨🌺✨🌺✨🌺✨🌺✨🌺



**Drama kisah romantika author masih berlanjut loh...jujur kisah novel ini memang kisah nyata dari author sendiri**..



**Sekarang author udah berumur 24 tahun**.


**Sedangkan kisahnya masih ketika author kelas 5 SD... So, masih banyak lagi kejutan Alunan Melodi Romantikaku,,😊🥰**

__ADS_1



**Jangan lupa like dan koment nya ya**!!🙏🙏😊


__ADS_2