
Rasa ngantuk yang dibuai oleh sepoian angin ternyata bisa terkalahkan oleh rasa bahagia saat didatangi oleh sang pangeran. Adit adalah pangeran bagiku saat ini. Ia mampu menyulap hatiku yang sebelumnya benci, dan sekarang berubah menjadi sayang kembali.
“ Assalamu’alaikum” ucap Adit memberi salam kepadaku yang sedang duduk bersandar.
“ Wa’alaikum salam… eh Adit, silahkan masuk” ucapku membalas salam dari Adit dan langsung menghampirinya.
“ Kamu kelihatannya lagi asyik bersandar ya, dan tadi aku lihat kamu hampir terlelap” ucap Adit sambil ketawa kecil menatapku.
“ Mana ada aku terlelap tadi… aku cuma duduk aja kok” ucapku yang sedikit menahan malu karena sempat dilihat oleh Adit tadi.
“ Terlelap sih belum, tapi kan udah hampir terlelap… kalau aku gak datang, mungkin kamu udah nyenyak tidurnya dan udah mimpiin aku” ucap Adit yang begitu PD.
“ Eeeeeh enak aja, siapa juga yang mau mimpiin kamu!!” ucapku yang sok-sok tidak mau padahal sih mau, hehe..
“ Beneran nih gak mau mimpiin aku…? nanti bisa nyesal loh…” ucap Adit sambil ngeledek aku.
“ Gak tau ah, aku malas buat jawab” ucapku yang tersipu malu oleh sosok Adit.
“ Ya udah kalau gak mau mimpiin aku, aku juga gak maksa kok” ucap Adit pasrah menerima ucapanku.
“ Hmmm… ngomong-ngomong kamu mau ngapain kesini?” tanyaku yang sok lugu di depan Adit.
“ Oooh itu… aku mau ngintipin kucing tetangga yang lagi tidur, kucingnya imut banget deh” ucap Adit yang terlihat tertawa begitu lepas hingga membuat hatiku senang.
“ Oh ya??? mana kucingnya?” tanyaku yang sok tidak tau dengan maksud pembicaraan Adit.
“ Nih kucingnya!! yang ada di hadapanku dan yang lagi bicara sama aku” ucap Adit lembut sambil menunjuk ke arahku.
“ Kamu bilang aku kucingnya gitu?? enak aja!!” ucapku yang pura-pura ngambek.
“ Bagiku kamu itu kucing kesayangan ku yang sungguh manis dan imut” ucap Adit yang sontak membuat aku tersenyum bahagia.
“ Terserah kamu ajalah enaknya gimana, asalkan aku jangan diperlakukan kayak kucing aja” ucapku sambil mengalihkan pandanganku keluar.
__ADS_1
“ Emangnya kamu gak mau aku peluk-peluk, aku sayang-sayang, dan aku cium” ucap Adit yang ketawa hingga membuatku marah.
“ Apaan sih kamu!!! Aku gak suka ya kamu kayak gitu…” ucapku yang begitu marah mendengar perkataan Adit yang barusan.
“ Cieee marah,,, aku cuma bercanda kok Fel. Mana mungkin aku berani kayak gitu sama kamu” ucap Adit yang langsung terdiam melihat ekspresiku.
“ Iya deeh, aku maafin kamu lagi… lain kali jangan ngomong kayak gitu ya!! gak baik tauuuk…” ucapku yang spontan mengajari Adit.
“ Oke siap buk guru… makasih ya udah nasehatin aku” ucap Adit sambil tersenyum menatapku.
Perkataan Adit yang kali ini, hanya bisa aku jawab dengan anggukkan saja. Anggukkan aku itu ternyata mendapat respon yang sangat baik dari Adit. Ia kembali mengeluarkan senyuman termanisnya, hingga membuat aku benar-benar tersipu malu.
Ingin sekali rasanya aku menyuruh waktu untuk berhenti saat ini juga, agar aku bisa berlama-lama memandangi wajah Adit yang begitu mempesona. Entah perasaan apa yang kini tengah menjelma di hatiku, yang jelas aku sungguh bahagia dengan sikap yang ditunjukkan Adit kepadaku. Ia benar-benar telah menepati janjinya tadi siang, semoga sikapnya terhadapku tidak akan pernah berubah sampai kapanpun.
************************
Sungguh tidak terasa setahun sudah aku menjalani hari-hari yang begitu penuh dengan warna. Memang sangat banyak warna yang menghiasi hari-hariku selama setahun ini. Ada warna terang, dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa warna gelap juga menyelimuti.
Warna terang menyimbolkan tentang suatu kebahagiaan yang aku rasakan, dan warna gelap menyimbolkan suatu kesedihan yang juga pernah aku rasakan. Kesedihan yang sampai kini masih aku rasakan adalah kesedihan akan kehilangan sosok-sosok yang telah aku anggap sebagai sahabat. Mereka masih saja belum mau untuk kembali dekat denganku. Perkataan merekapun masih sering melukai hatiku.
Perasaan yang terjadi antara aku dan Adit tidak akan bisa menjadi penghalang bagiku untuk terus berprestasi. Aku kali ini memang tidak bisa meraih juara 1 lagi karena aku duduk di kelas para juara, namun peringkat 10 besar masih bisa aku kejar sampai titik darah penghabisan dan aku perjuangkan walaupun nyawa taruhannya. Hehe… lebbay!!
Aku hari ini masih ditemani oleh Adit ketika aku berjalan pulang ke rumah. Ia nampak setia mengiringi langkahku yang berjalan di sampingnya, dengan terus bercanda tawa sampai kami dinyatakan tiba di halaman rumah.
“ Dit,,, ada sesuatu yang saat ini masih mengganjal di pikiraku” ucapku yang berjalan sampil memetik beberapa daun yang aku jumpai.
“ Apa itu Fel? ayo katakan aja padaku… gak apa-apa kok!!” ucap Adit yang begitu penasaran.
“ Hmmm… gini Dit, maaf sebelumnya kalau aku lancang nanyain ini sama kamu. Aku pengen kamu lebih terbuka aja sama aku” ucapku yang menarik nafas panjang sebelum memulai pembicaraan.
“ Iya apa itu Fel? katakan aja, jangan buat aku penasaran dong!!” ucap Adit yang berusaha memaksaku untuk menceritakan semuanya.
“ Hmmm… kamu dulu pernah bilang kan sama aku bahwa alasan kamu yang sempat menjauh dari aku sebentar itu… karena kamu lagi ada suatu masalah penting yang harus kamu selesaikan. Apa benar??” ucapku sambil menata kata-kataku yang keluar agar Adit tidak tersinggung.
__ADS_1
“ Ooh itu… emang benar, aku pada saat itu sedang ada suatu masalah yang harus aku selesaikan, emangnya kenapa?” ucap Adit yang berhenti untuk memperbaiki tali sepatunya.
“ Kalau aku boleh tau… sebenarnya masalah kamu itu apa??” tanyaku yang langsung menembak dengan tepat ke arah sasaran.
Mendengar pertanyaanku yang spontan itu, langsung membuat Adit terlihat kebingungan untuk menjawabnya. Mungkin ia ragu apakah mau membocorkan rahasianya itu kepadaku atau ia takut kalau aku nanti tidak bisa dipercaya jika sudah tau masalahnya apa. Entahlah!!
“ Hmmm kok kamu malah nanya kayak gitu sama aku? kamu masih gak percaya kalau aku memang ada masalah saat itu?? tanya Adit yang langsung terlihat kecewa dengan ucapanku.
“ Bukannya aku gak percaya sama omongan kamu dulu, tapi aku cuma pengen tau aja gitu apa masalahnya” ucapku yang berusaha menenangkan Adit.
“ Hmmm,,, oke lah aku akan ceritain sama kamu tentang masalah yang aku alami dulu. Tapi kamu harus janji untuk jangan pernah ceritain ini ke orang lain!!!” ucap Adit yang kembali berhenti dan mencoba menatapku dengan tatapan serius.
“ Iya deeh,,, aku akan janji sama kamu untuk bisa menjaga rahasia kamu… janji!!” ucapku sambil mengulurkan jari kelingking tangan kananku seperti sedang membuat janji jari kelingking.
“ Makasih, kalau kamu mau jaga rahasia ini” ucap Adit sambil meraih jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya dan akhirnya terciptalah sebuah janji suci.
“ Sekarang ayo ceritakan apa itu masalahnya” ucapku yang begitu penasaran sekali dengan rahasia yang sudah terpendam cukup lama itu.
“ Sebenarnya waktu itu aku sedang ada masalah dengan wali kelasku. Jadi, aku dihukum karena telah ketahuan berantem dengan teman sekelasku” ucap Adit menjelaskan dengan begitu serius.
Aku mendengarkan curhatan Adit dengan begitu antusias. Melihat ekspresiku yang ingin tau dengan masalah yang menimpanya, ia pun menjadi percaya diri untuk melanjutkan ceritanya yang sempat terhenti itu.
“ Hukuman yang diberikan kepadaku dan teman ku itu tidaklah main-main. Aku di skors oleh guru ku selama 5 hari. Makanya, aku sudah hampir seminggu ini seperti kelihatan manjauh dari kamu dan gak ada kabar. Aku waktu itu benar-benar hancur rasanya karena gak bisa sekolah seperti biasa” ucap Adit yang terlihat begitu sedih ketika menceritakan itu.
“ Ya ampun Adit… aku ikut sedih mendengarnya. Sekarang masalahnya udah selesai kan?” tanyaku yang memberikan perhatian penuh kepada Adit.
“ Alhamdulillah udah Fel. Oh iya… waktu kemu kehilangan aku, kenapa gak kamu cari aja aku ke rumah atau tanya ke orang tuaku?” ucap Adit yang heran melihatku.
“ Oh waktu itu aku gak kepikiran aja untuk nyari kamu ke rumah. Aku kira kamu emang beneran gak mau lagi dekat sama aku” ucapku yang menahan rasa malu ketika ditanya seperti itu.
Obrolan aku dan Adit seperti biasa terhenti di depan rumahku. Kami pun masuk ke dalam rumah masing-masing dengan perasaan yang sangat bahagia.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
__ADS_1
Sampai disini dulu ya readers…
Tetap selalu vote, like, dan koment….!!👍👍👍👍😊