Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 15 ~ Dunia Baru yang Menakutkan


__ADS_3

Masa orientasi atau pengenalan antara aku, dia, dan mereka berlangsung selama tiga hari. Selama itu juga aku menemukan banyak kejadian yang mampu membuat diriku jadi serba salah. Ada suatu kejadian yang bisa menumbuhkan senyum manisku, ada juga kejadian yang selalu mendorong diriku untuk bisa protes dengan kebijakan otoriter itu, dan sering juga ada kejadian yang menyayat hatiku hingga membuat mataku ingin untuk meneteskan sesuatu yang bernama air mata. Entah siapa yang sudi memberi nama cairan tersebut sebagai air mata, namun yang jelas mungkin karena ia bersumber dari mata.


Tanpa aku sadari, ternyata sekarang adalah hari terakhir bagiku untuk mengikuti proses kebijakan senior yang terkadang menyiksa bathin. Tepat pukul 17:00, para monster telah berubah wujud menjadi manusia kembali seperti asal mulanya. Mereka pun tidak lupa untuk menyampaikan pesan-pesan terakhirnya sebelum perubahan wujud itu bersifat permanen.


“ Adik-adik kakak sekalian!! Kakak berdiri disini untuk mewakili teman-teman kakak yang mungkin selama tiga hari ini telah banyak membuat kalian muak dengan keberadan kami… jadi, kakak dan teman-teman kakak sebelumnya mau minta maaf kepada kalian semua jika sikap dan ucapan kami sempat membuat kalian tersinggung serta kami juga mau bilang terima kasih banyak atas perhatiannya selama ini” ucap senior kami yang ternyata ia adalah seorang ketua Osis.


Mendengar kakak senior kami yang bernama Kak Rangga itu berbicara, membuat kami menjadi terharu dan langsung mengeluarkan air mata yang cukup deras. Walaupun terkadang, para senior itu suka membuat kami kesal, tetapi sedih juga jika harus mengakhiri kebersamaan ini.


Setelah acara nangis-nangisnya selesai, kami pun juga bersalam-salaman dengan para senior dan teman-teman lainnya. Kemudian kami bersiap-siap untuk meninggalkan tempat yang cukup mengukir cerita selama tiga hari ini.


“ Fel… aku sedih banget lah mendengar ucapan kak Rangga tadi” ucap Devi sambil ngelap air matanya yang tak henti-hentinya keluar.


“ Iya nih Dev… aku juga ngerasa sedih banget kalau momentnya udah kayak gini” ucapku yang ternyata juga sudah meneteskan air mata dari tadi.


“ Padahal kita berpisah bukan untuk selamanya loh, bahkan besok, besok, dan besoknya lagi kita masih bisa ketemu” ucap Devi sedikit heran.


“ Iya sih kapanpun kita masih bisa ketemu lagi, tapi kebersamaan yang seperti ini mungkin tidak akan ada lagi dan mungkin kita besok akan bersikap cuek satu sama lain” ucap ku menjelaskan seperti bagaikan seorang guru.


“ Benar juga ya apa yang kamu katakan Fel…“ ucap Devi yang hanya bisa mengangguk mendengar penjelasanku.


“ Jujur… kok aku jadi kagum ya sama sosok kak Rangga itu” ucapku seperti merasakan rasa aneh itu hadir lagi.


“ Cieee ada yang diam-diam jadi pengagum rahasia nih” ucap Devi seakan ngeledek aku.


“ Apaan sih kamu… kagum sama seseorang itu kan hal yang biasa” ucapku yang berhasil tersenyum ulah ledekan Devi.


“ Semua berawal dari rasa kagum loh Fel… setelah itu tunggu aja rasa yang menyusul selanjutnya” ucap Devi yang bersikap sok tau.


“ Idiiih lagak kamu kayak orang yang udah pengalaman aja soal beginian” ucapku ketawa sambil mengambil tasku.

__ADS_1


“ Emang iya kan bakalan seperti itu nanti akhirnya!!” ucap Devi yang benar-benar serius menanggapi ucapanku tentang kak Rangga.


“ Gak tau ah… kita liat nanti aja, aku juga gak mau terlalu berharap dengan sebuah rasa” ucapku menggeleng dan seakan tidak tau dengan hal itu.


“ Iya deh… aku cuma bisa do’a in yang terbaik aja buat kamu” ucap Devi yang belajar untuk bijak.


“ Haha kamu lucu deh, aku kan tadi cuma kagum aja” ucapku sambil tertawa.


“ Sekarang emang cuma kagum aja, besok kan kita gak tau” ucap Devi yang kata bijak nya makin keluar.


“ Hmmm udah lah, aku lagi gak mau bahas yang begituan… lagian kita kan baru mulai sekolah” ucapku yang berjalan menuju gerbang sekolah dan diikuti oleh Devi.


“ Iya… iya aku gak akan bahas itu lagi, mending kita fokus belajar aja dulu ya!!” ucap Devi menunduk dan berusaha untuk meyakinkan aku.


“ Gitu dong… itu baru aku suka.. ya udah,,, aku pulang dulu ya. Udah capek banget nih” ucapku yang begitu lesu dan sudah merindukan kasur untuk tidur.


“ Oke… aku juga mau pulang dulu… kita udah boleh pulang kan?” ucap Devi sambil melihat apakah makhluk-makhluk yang banyak tadi masih ada atau tidak.


Devi juga segera pulang ke kediamannya dengan bantuan angkutan umum yang untungnya masih ada yang lewat di depan sekolah. Sedangkan aku, terus berjalan menikmati suasana sore yang dengan sekejap langsung berubah menjadi senja dan langit pun berwarna merah jingga.


****************


Beberapa hari kemudian, aku mulai kembali berada pada zona nyaman. Meskipun proses pembelajaran baru berlangsung beberapa hari ini, namun aku sudah mampu untuk bisa mengikuti proses tersebut dan semakin hari temanku juga semakin banyak.


Sebagai informasi, ternyata aku duduk di kelas unggul loh readers. Semuanya pasti tau seberapa beratnya kelas unggul itu jika ditimbang. Timbangannya bukan timbangan biasa ya, tetapi timbangannya adalah suatu kemampuan yang luar biasa yang harus selalu muncul di kelas ini jika tidak mau ketinggalan kereta super kencang.


Sudah satu Minggu pas aku berada di kelas yang sebenarnya aku idamkan selama ini, hanya saja alur yang terjadi di kelas ini memang sungguh cepat hingga aku hampir saja kehilangan kendali dalam mengontrol nya. Seperti yang terjadi saat ini, ketika guru ku yang bernama buk Dewi memberi tantangan kepada kami.


“ Semuanya sudah selesai mencatat materi yang ibuk jelaskan tadi kan? Sekarang silahkan kalian kerjakan soal yang ada di buku paketnya halaman 7 pada buku latihan ya… barangsiapa yang mengumpulkan lima orang tercepat, dan dinyatakan benar semuanya maka langsung ibuk beri point” ucap buk Dewi menjelaskan sejelas-jelasnya.

__ADS_1


“ Baik buk…” ucap kami serentak dan penuh semangat.


Keterangan yang disampaikan oleh buk Dewi cukup jelas, kami pun segera mengerjakan apa yang disuruh oleh buk guru kami. Jujur saat ini aku sungguh merasa agak cemas apabila aku tidak bisa masuk dalam lima orang tercepat itu.


“ Kamu udah selesai mengerjakan tugasnya Fel?” tanya Devi yang seperti sedang berharap bantuanku.


“ Belum lagi nih… kamu nya udah selesai?” ucap ku balik bertanya sambil tangan ku terus menulis dan jantungku yang rasanya berdetak begitu kencang.


(kayak orang yang lagi ketemu gebetannya aja ya!! hehe…)


“ Aku juga belum Fel… aku agak kesulitan menjawab soal nomor 3, kamu ngerti gak caranya?” ucap Devi yang begitu memohon kepadaku.


“ Ooh kalau itu sih Alhamdulillah aku tau caranya, lihat aja ya… aku gak bisa jelasin caranya sekarang” ucap ku yang bersikap agak cuek kepada Devi.


“ Ya udah, aku lihat ya punya kamu, cuma nomor 3 aja kok” ucap Devi yang semakin memohon kepada ku.


Aku dan teman-teman begitu asyik mengerjakan soal matematika yang hanya berjumlah 5 buah, namun memiliki tingkat kesulitan yang cukup besar. Kini waktu terus berjalan, dan tidak terasa sudah setengah jam kami bergelut dengan angka dan rumus yang begitu menakutkan. Tepat pukul 09:00 sudah ada dua orang yang mengumpulkan latihan nya ke depan.


Hatiku semakin terasa tidak karuan ketika aku melihat sudah makin bertambah panjang antrean yang memenuhi meja buk Dewi. Aku kembali memeriksa jawaban ku sebelum aku siap menghantarkan hasil pikiran ku ke tempat itu.


“ Dari sepuluh orang ini, hanya dua yang jawabannya sesuai dengan yang ibuk harapkan” ucap buk Dewi sambil menyebutkan nama-nama yang lulus dan tidak lulus.


Nama-nama yang terpanggil tidak lulus tadi diminta oleh buk Dewi untuk memperbaiki latihannya, dan kemudian aku langsung dengan rasa percaya diri maju ke depan menyerahkan latihanku. Setelah itu, aku kembali ke tempat dudukku denga perasaan yang harap-harap cemas. Dan akhirnya…


“ Felly Aprillia… selamat kamu menjadi orang nomor tiga yang jawabannya benar dan mendapatkan poin dari ibuk” ucap buk Dewi sambil tersenyum melihatku.


Mendengar ucapan buk Dewi yang memanggil namaku dan menyatakan bahwa aku beruntung masuk ke dalam lima orang tercepat itu, aku sungguh bahagia dan ingin rasanya aku meloncat girang. Tetapi, keinginanku untung saja tidak menjadi kenyataan karena sudah pasti akan banyak mata yang memandang aneh ke arahku.


🌼🌼🌺🌺🌺🌸🌸🌸🌸🌺🌺

__ADS_1


Selalu tinggalkan jejak ya readers sayang….!!! 🙏🙏🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍


__ADS_2