Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 19 ~ Ada yang Hilang


__ADS_3

Hari-hari bersama Adit memang sungguh terasa menyenangkan. Hampir sebulan ini, ia selalu hadir menemani kesendirianku. Selalu ada saja canda dan tawanya yang bisa membuat aku terhibur saat aku merasa sepi. Kedekatan kami pun semakin hari, terasa semakin seperti dua insan yang meridukan kasih sayang. Entah itu sebagai dua orang sahabat atau lebih. I don’t know. Kita lihat aja ya!!!.


Kedekatan itu bukan hanya terjadi antara aku dan Adit saja, tetapi sudah melibatkan dua keluarga. Meskipun kami baru saling mengenal selama sebulan ini, namun keramahan sikap yang dimiliki oleh Adit ternyata mampu membuat keluarganya juga ikut ramah dengan aku dan keluargaku.


******************


Ketika suara jam berbunyi, aku segera melangkahkan kaki ku dan bermaksud untuk bisa pulang cepat. Kalian pasti tau apa alasan aku berbuat demikian. Memang belakangan ini setelah aku mengenal sosok laki-laki yang bisa membuatku tak pernah lupa untuk tersenyum, aku malah selalu meminta diri pamit kepada ketiga temanku itu jika sudah waktunya pulang. Aku juga selalu berharap agar bisa terus bertemu dengan Adit seperti ramalannya waktu itu.


“ Semuanya!!! aku permisi pulang dulu ya…” ucapku sambil melihat ke arah Dian, Devi, dan Vivi.


Ketiga temanku itu hanya bisa mengangguk dan heran melihatku. Mereka diam seribu bahasa, tanpa berbicara sepatah kata pun. Melihat mereka yang seperti itu, aku malah bersikap acuh dan berpikir bahwa semua kan baik-baik saja. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk berlalu meninggalkan mereka.


Pada saat aku dinyatakan hilang dari penglihatan mereka, ternyata tanpa aku ketahui mereka asyik membicarakan aku.


“ Kalian ngerasa ada yang aneh gak sama sikap Felly akhir-akhir ini?” tanya Devi menatap Dian dan Vivi dengan begitu serius.


“ Kalau aku sih iya, dia itu seperti orang yang lagi jatuh cinta gitu… atau dia udah gak mau lagi temenan sama kita ya?” ucap Dian yang seperti lagi main tebak-tebakan dengan dirinya sendiri.


“ Perasaan kalian aja kali. Kalau menurut aku dia kayak gitu mungkin emang ibunya yang nyuruh dia pulang cepat” ucap Vivi yang merasa sok benar dengan dugaannya.


“ Kalau emang seperti itu, masa iya ibunya nyuruh pulang cepat terus… kan bisa aja kan kita keluarnya lambat” ucap Devi yang semakin curiga dengan sikapku.


“ Hmmm… kalian berani gak nanya sama Felly besok biar kita gak penasaran kayak gini?” tanya Dian yang kelihatan begitu penasaran.

__ADS_1


“ Kalau nanyanya barengan, aku berani-berani aja tuh” ucap Vivi dengan sikapnya yang masih polos.


“ Oke.. biar kita gak penasaran lagi, besok pagi kalau Felly nya udah datang… langsung kita tanyain aja gimana?” ucap Dian menyimpulkan akhir dari pembicaraan singkat ini.


“ Oke…oke” jawab Devi dan Vivi serentak.


“ Aku udah capek juga hari ini, mending kita langsung pulang aja yuk!!” ucap Vivi lesu dan membujuk kedua temannya untuk pulang.


“ Aduuuh,,, Vivi udah capek ya? ayok kita pulang sayang…” ucap Devi sambil menggoda Vivi yang begitu manja.


Semuanya langsung tertawa melihat ekspresi Devi yang ikut memanjakan Vivi. Mereka tertawa sambil mulai melangkahkan kaki untuk pulang ke rumah masing-masing. Ketika sudah sampai di gerbang sekolah, mereka pun tak lupa saling melambaikan tangan dan berniat pamit pulang.


********************


Sudah beberapa menit aku berjalan dengan membawa hati yang sangat bahagia. Aku pun mulai menata penampilanku sebelum aku bertemu dengan sosok laki-laki yang kembali menumbuhkan rasa yang dulu pernah hilang. Setelah sampai di persimpangan jalan menuju komplek sebelum komplek rumahku itu, aku langsung berhenti dan berniat untuk menuggu kedatangan Adit.


Ssssssssssssssssssstt…..sssssssssssssssssssssstttttt!!!


Suara angin ikut menemani aku yang masih berharap kedatangan Adit Maulana. Aku terus menunggu dan menunggu kedatangannya sampai tidak terasa bahwa jarum pendek jam tanganku telah bergerak ke angka 4, dan jarum panjangnya terus berjalan hingga berhenti tepat di angka 12. Itu berarti waktu sudak menunjukkan pukul 4:00 sore.


Begitu ingin rasanya aku berjumpa dengan Adit, membuat aku lupa dengan waktu yang selalu mencoba mengingatkan bahwa aku telah menunggu disini selama hampir 2 jam. Dengan perasaan sedih, aku memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat bisu yang bisa menjadi saksi bahwa aku pernah bertemu dengan Adit disini.


Aku berjalan dengan perasaan lesu dan tidak bersemangat, hingga membuat aku lama sampai di rumah. Setibanya aku di depan rumah, ibuku langsung menyambut kedatanganku dengan begitu cemas dan tidak henti-hentinya mengintrogasiku seperti seorang hakim di pengadilan.

__ADS_1


“ Kamu kok jam segini baru pulang nak?” tanya ibuku yang sungguh begitu cemas.


“ Iya bu, maafkan aku udah buat ibu cemas menunggu aku pulang” ucapku yang masih lesu.


“ Kamu gak ada masalah tadi di sekolah kan Fel… hingga membuat kamu terlambat pulang?” tanya ibuku lagi.


“ Gak ada kok bu, aku tadi mampir bentar di toko buku bu… trus aku jalannya tadi pelan-pelan aja makanya aku lama sampai di rumah” ucapku yang sedikit berbohong dan mencari alasan agar ibuku tidak cemas lagi.


“ Ooh gitu… terus Adit mana? Bukannya kamu hampir setiap hari pulang bareng Adit??” tanya ibuku bertubi-tubi, hingga membuat aku kehilangan akal untuk menjawab.


“ Gak tau bu,,mungkiiin…. dia udah sampai di rumah dari tadi” ucapku yang sedikit gugup.


“ Ya udah… mending sekarang kamu masuk, ganti baju dan langsung makan ya!!” ucap ibuku perhatian dan seakan percaya dengan perkataanku.


Sembari ibuku bertanya tadi, mataku ini terus melihat ke arah rumah Adit dan berharap semoga empat mata kembali bertemu pandang. Tapi, sungguh malang nasib diriku. Aku sungguh tidak melihat keberadaan dirinya di rumah. Hatiku pun langsung bertanya-tanya, kemanakah sosok dirinya?.


Hari ini, aku mulai merindukan sosok laki-laki yang bernama Adit padahal baru sehari aku kehilangan sosok dirinya. Biasanya, aku selalu beriringan dengan Adit ketika pulang. Ditambah lagi, ia juga hampir setiap sore main ke rumahku dan bercengkrama dengan orang tua dan adik-adikku. Tetapi… hari ini, ia benar-benar seperti hilang dari permukaan.


💫💫💫💫🌸🌸🌸🌺🌺🌺


Selalu vote, like dan koment ya readers…


Jejakmu author rindukan, moga makin jaya…Amiin!!🙏🙏🙏🥰

__ADS_1


Readers adalah sebuah tim yang sangat solid. Author sungguh menanti readers untuk mampir di karya ini. Ikutin terus ya!!🙏😊💕


__ADS_2