Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 17~ Pendekatan (PDKT) part 1


__ADS_3

Siang kemaren, kembali terjadi suatu proses yang merupakan tradisi bagi keluargaku. Proses yang aku katakan tradisi itu adalah proses dimana kami mulai merasa bosan dengan tempat tinggal kami, kemudian berusaha mencari jalan keluarnya yaitu pindah. Ini yang sering aku sebut dengan proses nomaden, yaitu berpindah-pindah.


Sebenarnya, kami itu bukannya bosan dengan tempat tinggal kami yang lama. Namun, lebih tepatnya karena ada sebuah keadaan yang memang memaksa kami harus pindah. Walaupun terkadang aku merasa sedih karena harus berpisah dengan tembok, atap, dan lantai yang telah berhasil merekam kebiasaan aku di kediaman-kediamanku yang lama. Tapi… apa boleh buat, garis hidupku mungkin memang seperti ini dan aku hanya bisa mengikutinya tanpa harus protes kepada siapapun.


Tempat tinggal keluargaku yang baru ini terletak tidak jauh dari tempat tinggal lama, dan masih berada di sebuah komplek yang sama. Hanya saja, gangnya yang berbeda dan jalannya agak sedikit mendaki.


******************


Di lingkungan tempat tinggal ku yang baru ini, aku sempat merasakan bahwa tubuhku kembali melayang-layang ke udara. Itu terjadi, karena mataku seperti melihat sesosok laki-laki yang mampu membuat aku terpesona. Dan ternyata rumah sosok laki-laki itu berada persis di samping rumahku. Kalau diukur sih jaraknya dari depan pintu rumahku ada sekitar sepuluh langkah orang dewasa. Dengan kata lain, aku bisa melihat keberadaannya setiap hari karena kami bertetangga.


“ Assalamu’alaikum om… tante…” ucap sosok laki-laki itu menyalami kedua orang tuaku.


“ Wa’alaikum salam nak..” ucap kedua orang tuaku serentak.


“ Om dan tante baru pindah kesini ya?” tanya sosok laki-laki itu.


“ Iya nak, kami baru pindah kesini kemaren siang” ucap ayahku tersenyum sambil masih terus membereskan beberapa yang belum beres di rumah ini.


“ Nama kamu siapa nak?” tanya ibuku begitu penasaran.


“ Ooh iya om, tante… perkenalkan nama aku Adit Maulana, aku biasa dipanggil Adit om, tante” ucap sosok laki-laki itu memperkenalkan dirinya yang ternyata bernama Adit.


“ Nama yang bagus ya!! kalau rumah kamu dimana nak?” tanya ibuku lagi yang seperti kelihatan telah akrab.


“ Rumah aku yang ini tante… yang berada di sebelah rumah tante ini” ucap Adit sambil menunjuk ke arah rumahnya.

__ADS_1


“ Ooh,, berarti kita tetanggaan dong… tante senang bisa tetanggaan sama kamu dan keluarga kamu Adit” ucap ibuku sambil tersenyum.


“ Iya tante… aku juga senang banget bisa tetanggaan sama tante dan keluarga tante” ucap Adit yang seperti melirik ke arah aku yang sedang asyik menyapu lantai rumahku.


“ Semoga kita bisa lebih dekat ya Adit!! Oh iya… orang tua kamu dimana?” ucap ibuku yang melihat rumah Adit begitu sepi.


“ Iya tante, semoga!! Ooh… mama sama papaku lagi gak di rumah tante, lagi pergi keluar tadi” ucap Adit meyakinkan ibuku.


“ Ooh gitu… terus adik atau kakak kamu pergi juga?” ucap ibuku yang sungguh ingin tau dengan keluarga Adit.


“ Aku gak punya kakak tante, tapi kalau adik sih ada dua orang. Adik aku yang pertama masih di sekolah karena ia tadi masuk siang, dan yang satunya lagi ikut sama mama dan papa” ucap Adit menjelaskan panjang lebar.


Adit dan Ibuku terlihat semakin asyik ngobrol di halaman rumah ku, sedangkan aku, ayah dan kedua malaikat kecilku juga asyik membenahi perabotan di dalam rumah. Kemudian Adikku yang paling kecil yaitu Sindi sepertinya ingin membantu juga, ia begitu asyik memainkan dan memindahkan sepatu-sepatu ke rak.


Mataku kembali melihat moment antara ibuku dan Adit yang merupakan tetangga baruku masih terpampang nyata di hadapan aku. Ketika aku melihat ke arahnya, Ia pun juga langsung melihat ke arahku dan akhirnya terciptalah suatu pemandangan seperti yang sering terjadi di sinetron. Yupss… aku dan dirinya saling berpandangan sekitar beberapa detik. Pemandangan tersebut ikut disaksikan oleh si ratu usil yaitu Melly yang langsung kembali kambuh penyakitnya.


“ Apaan sih kamu dek…” ucapku sedikit malu-malu.


“ Cieee kakak… lagi senang kayaknya” ucap Melly yang ketawanya makin keras.


“ Husssstt!!! Jangan keras-keras ketawanya, nanti kedengeran sama dia” ucapku yang spontan menutup mulut Melly dengan tanganku.


“ Kakak pasti malu ya??” tanya Melly yang berusaha membuka tanganku yang menutupi mulutnya.


“ Siapa juga yang malu… kakak gak mau aja kamu tuh bikin suasana jadi berisik” ucapku yang seakan menutupi gejolak hatiku saat memandang Adit.

__ADS_1


“ Gak percaaya tuh… kakak pasti naksir ya sama bang Adit?” ucap Melly langsung menebak dengan cepat.


“ Mulut tuh bisa dikontrol dikit gak…??? Anak kecil sok tau pula” ucapku kesal dan begitu takut kalau Adit sampai dengar pembicaraan aku dengan Melly.


“ Iya deh kak… aku minta maaf” ucap Melly yang merasa bersalah.


“ Ya udah gak apa-apa, sana lanjutin beres-beres nya” ucapku berusaha mengusir adikku yang usil itu.


Usiranku akhirnya mampu membuat Melly segera pergi ke dalam, kemudian melanjutkan pekerjaannya tadi yang sempat terhenti. Sedangkan aku kembali melihat ke luar, dengan maksud untuk memastikan apakah sosok laki-laki yang mampu membuat aku terpesona itu masih ada atau sudah pergi. Ternyata, ia masih ada dan sepertinya ia akan pamit kepada ibuku.


“ Tante, aku permisi mau ke rumah dulu ya… sepertinya mama, papa dan adik-adik aku sudah pulang” ucap Adit yang begitu sopan dan ramah.


“ Iya Adit… salam buat mama, papa dan adik-adik nya ya!!” ucap ibuku yang juga tidak ketinggalan untuk ramah.


“ Oke tante, salam juga untuk om dan anak-anak tante ya” ucap Adit sambil memulai langkahnya untuk berjalan pulang.


“ Iya Adit, nanti tante sampaikan” ucap ibuku dengan terus tersenyum melihat Adit.


Aku juga ikut tersenyum mengiringi langkah Adit pulang ke rumahnya. Entah aku yang ke PD an atau memang itu sungguh nyata, aku seperti melihat kalau Adit dari tadi curi-curi pandang melihat ke arahku. Sekarang pun ketika ia berjalan pulang, aku merasakan bahwa ia masih diam-diam melihat aku sambil tersenyum. Sikapnya yang begitu kepadaku, sungguh membuat jantungku kembali berdetak kencang untuk kesekian kalinya ketika ada laki-laki yang mampu menghipnotisku.


Pemandangan yang cukup indah itu dapat aku saksikan, meski ia melakukannya secara diam-diam. Aku mulai terhanyut kembali dengan sebuah rasa yang dulu aku kenal aneh. Sekarang, aku sudah tidak tau lagi tentang posisi rasa ini, apakah masih aneh atau telah berganti dengan suatu kepastian???.


Semoga aja ya readers…


/////////////////////////////////~~

__ADS_1


Stay in “Alunan Melodi Romantikaku” ya readers!!!


Masih ditunggu vote, like dan komentnya biar author juga tetap semangat…🙏💕


__ADS_2