Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 20 ~ Salahkah diriku?


__ADS_3

Hatiku masih berduka atas hilangnya sosok laki-laki yang bernama Adit itu. Dia seakan mulai pergi menjauhiku setelah berani masuk ke dalam kehidupan aku. Aku sungguh tidak tau maksud dan tujuan dari sikapnya itu. Aku kira yang terjadi kemaren adalah sebuah mimpi buruk, dan aku berharap ketika aku bangun tidur tadi mimpi itu bisa hilang dari ingatanku. Tetapi, hari ini aku segera menyadari bahwa yang terjadi kemaren sungguh memang nyata.


Aku sejenak melupakan kisah pilu yang melanda hatiku itu. Aku mencoba untuk berpikir positif tentang semua yang terjadi kemaren. Mungkin saja, ia bukan bermaksud untuk pergi menjauhiku. Namun, ada beberapa hal yang tidak bisa ia tinggalkan sehingga kemaren ia memang sibuk sekali dan tidak ada waktu untuk melihatku.


**********************


Seperti biasa, pagi ini aku telah selesai bersiap-siap menuju sekolah. Peristiwa kemaren tidak akan bisa menghambat langkahku untuk terus berprestasi. Meski, hatiku saat ini memang sedikit terluka dengan kejadian itu. Tapi, ya sudahlah… mungkin ini adalah ujian hidup yang diberikan Tuhan untukku.


“ Kakak ini selalu ngelamun aja tiap pagi” ucap adik laki-laki ku yang bernama Fandi.


“ Kakak gak ngelamun kok dek, kakak cuma lagi mikirin sesuatu aja” ucapku yang berusaha tegar.


“ Kalau aku boleh tau, emangnya kakak lagi mikirin apa?” tanya Fandi dengan tingkah lucunya.


“ Iiiiih adek kakak yang ganteng ini udah mulai ada rasa ingin tau ya?” ucapku sambil mencubit pipi Fandi.


“ Emang gak boleh ya kak kalau aku juga ingin tau dengan apa yang kakak pikirkan itu?”tanya Fandi yang sudah seperti orang dewasa.


“ Boleh kok sayang… masa iya gak boleh!!” ucapku sambil membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.


“ Beneran nih kak boleh? Kalau gitu kakak lagi mikirin apa??” tanya Fandi yang begitu senang.


“ Kakak… lagi mikirin… hmmm… apa ya??” ucapku yang mencoba ngusilin Fandi.


“ Iiiiiih kakak… apaan sih kak…?” tanya Fandi yang begitu penasaran.


“ Oke… oke… kakak bakalan ngasih tau kalau kakak tadi lagi mikirin adek kakak yang ganteng dan imut ini” ucapku yang kembali mencubit pipi Fandi pelan dan kemudian mencium pipinya.

__ADS_1


Mendengar ucapanku itu, wajah Fandi langsung berubah menjadi berwarna merah. Aku tau kalau ia pasti lagi senang karena telah aku puji, hingga ia langsung berlari dengan girang menemui ibuku yang sedang memberi susu kepada adikku yang paling kecil.


Hatiku kini sudah mulai membaik ketika melihat senyuman dari malaikat-malaikat kecilku dan bidadariku. Setelah aku selesai sarapan, aku segera pamit dengan kedua orang tuaku dan tidak lupa mencium kedua malaikat kecilku itu. Saat kaki ku tiba di halaman rumah, aku langsung mengarahkan pandanganku menuju rumah sosok laki-laki yang kemaren telah mengecewakan aku. Namun, aku kembali tidak bisa melihat kehadirannya lagi seperti biasanya.


Aku kembali menghela nafas dan berusaha menenangkan hatiku yang berduka. “ Kamu udah biasa seperti ini Fellyyy… ini bukan kali pertama kamu diginiin oleh laki-laki. Stop!! untuk menangis hanya karena laki-laki seperti dia” ucapku dalam hati dan mencoba untuk tegar.


**********************


Setelah hampir 15 menit aku berjalan, akhirnya aku sampai juga di tempat tujuan. Walaupun pagi-pagi sekali hatiku kembali sedih, namun aku akan berusaha untuk tidak terlalu berlarut-larut dengan rasa ini. Aku percaya, bahwa semua akan baik-baik saja dan jika ia tulus dengan semua yang terjadi sebelumnya diantara kami, maka ia pasti akan mencoba untuk memperbaikinya lagi.


Pagi ini, aku sepertinya akan dihakimi atas perbuatan yang tidak aku ketahui. Yupps!! Ketika aku baru sampai di kelas, ternyata sudah ada tiga hakim yang siap menyayatku dengan pisau dapur.


“ Ini dia… akhirnya datang juga setelah dari tadi kita tunggu-tunggu” ucap Dian dengan tatapan yang begitu tajam kepada ku.


“ Hai semuanya… ada apa ini?. Kok kalian udah setia menunggu aku” ucapku mengeluarkan senyumanku.


“ Ini ada apa sih sebenarnya… kok aku dibilang sok baik, emang aku ada salah apa sama kalian?? tumben-tumbennya kalian bersikap kayak gini” ucapku yang semakin sedih dengan hari ini.


“ Kamu jangan sedih gitu dong Fel… aku juga jadi sedih nih” ucap Vivi yang sungguh tidak bisa membuat hatiku sedih.


“ Kamu kok juga ikutan sedih sih Vi… kita harus fokus dong dalam hal ini” ucap Dian dengan nada yang begitu tinggi.


“ Coba kalian jelaskan, sebenarnya ini ada apa?” ucapku yang mencoba menenangkan mereka.


“ Seharusnya kamu yang menjelaskan kepada kami, kenapa kamu akhir-akhir ini berubah?”ucap Devi dengan sikapnya yang sungguh tidak aku kenal.


“ Apa yang harus aku jelaskan pada kalian? aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini” ucapku yang akhirnya meneteskan air mata yang sudah tidak bisa aku tahan lagi.

__ADS_1


“ Udah Fel… jangan nangis gitu!! kami cuma pengen tau kenapa kamu belakangan ini cepat-cepat pulang?” tanya Vivi yang seperti menahan air matanya untuk keluar.


“ Oooh itu… emang gak boleh ya kalau aku pulang cepat?” tanyaku meminta penjelasan kepada mereka.


“ Kami bukannya melarang kamu untuk cepat-cepat pulang, tapi kan gak harus setiap hari juga” ucap Devi yang berbicara mulai tenang.


“ Iya Fel… kalau kamu seperti itu, kami jadi ngerasa kamu itu gak mau lagi temenan sama kami” ucap Dian yang masih tajam melihat kepadaku.


“ Ya Allah Dian!! kok kalian bisa berpikiran kayak gitu sih tentang aku?. Aku bukannya gak mau temenan sama kalian, tapi aku mungkin ada sesuatu yang harus aku kerjakan… makanya aku pamit untuk pulang” ucapku menjelaskan panjang lebar.


“ Kami masih belum percaya dengan omongan mu Fel,, kami sungguh kecewa dengan sikapmu itu” ucap Devi menggeleng dan menghela nafas.


“ Kalau kamu gimana Yan, Vi… kalian percaya kan sama aku?” tanyaku kepada Dian dan Vivi sambil berharap agar mereka percaya.


“ Kalau aku sih gimana ya Fel, antara percaya dan gak percaya deh” ucap Vivi dengan kelemotannya.


“ Kalau aku gak usah kamu tanya, sebelum semuanya jelas… aku masih belum percaya juga sama kamu Fel” ucap Dian yang setuju dengan Devi.


“ Ya udah lah, itu terserah kalian aja… yang jelas aku gak pernah berniat untuk menjauhi kalian. Kalian adalah teman dan bahkan sahabat terbaik yang dikirimkan Tuhan untukku” ucapku yang begitu pasrah dengan keadaan.


Semua langsung pergi meninggalkanku. Hari ini sungguh seperti hari paling buruk yang aku alami. Tidak pernah terpikirkan bagiku bahwa semua ini akan terjadi.


💮💮💮💮🌻🌻🌻🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Jangan ikutan nangis ya readers😢… kita doakan aja moga Felly bisa ceria lagi…😊😊


Tetap tinggalkan jejaknya ya!! Trim’s..🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2