
Aku langsung terdiam mendengar ucapan Adit yang sepertinya sangat serius. Pikiran dan hatiku pun mulai bertarung untuk memikirkan apakah yang dikatakan oleh Adit itu benar atau tidak. Apakah ia berkata jujur atau hanya ingin mempermainkan hatiku yang tengah menunggu kehadirannya.
“ Fellyyy…!! kok kamu diam aja, kamu masih tetap gak percaya sama aku???” tanya Adit yang sangat mengharapkan jawabanku.
“ Entahlah Dit… hatiku bingung harus jawab apa. Mungkin dia sudah terlalu kecewa dengan sikapmu itu” ucapku lirih dan menahan kesedihanku.
“ Aku beneran gak ada niat sedikitpun untuk jauh dari kamu Fel… malahan yang aku inginkan aku bisa dekat terus sama kamu sampai kapanpun” ucap Adit yang selalu berani membuat hatiku jadi luluh.
“ Alaaaah… itu pasti cuma omong kosong kamu aja kan… iya kan?” ucapku yang menebak-nebak.
“ Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa percaya lagi sama aku hah?” tanya Adit yang benar-benar berusaha untuk meyakinkan aku.
“ Gak ada yang perlu kamu lakukan kok…” ucap ku yang sepertinya sudah mulai luluh dengan sosok laki-laki yang bernama Adit.
“ Terus sekarang gimana… apakah kamu udah percaya sama aku dan apakah kamu udah maafin aku?” tanya Adit yang sudah mulai tidak sabar lagi menunggu maaf dariku.
“ Kalau seandainya aku belum bisa maafin kamu, apa yang akan kamu lakukan?” tanyaku yang mencoba untuk menguji keseriusan perkataan Adit.
“ Aku akan terus mencoba untuk mendapatkan maaf dari kamu, bagaimanapun itu caranya…” ucap Adit yang sungguh yakin dengan perkataannya.
“ Hmmm, oke aku akan ngasih kamu kesempatan kedua untuk membuktikan omongan kamu itu” ucapku yang begitu tenang.
“ Beneran nih Fel,,, kamu serius kan???” tanya Adit yang terlihat sangat senang.
“ Emang wajah aku nampak sedang bercanda apa?” tanyaku sambil memperlihatkan wajahku yang sedang serius.
“ Enggak kok manis, kamu terlihat lagi serius sekali… sampai-sampai aku jadi takuuuuut” ucap Adit dengan tingkahnya yang sengaja membuat aku tertawa.
“ Hahahahaha… apaan sih kamu, gak lucu tau” ucapku sambil menahan tertawa.
“ Bilangnya gak lucu, tapi tertawa juga” ucap Adit pelan tapi kedengaran juga oleh ku.
__ADS_1
“ Kamu bilang apa?” tanyaku yang pura-pura tidak tau.
“ Gak kok, aku tadi bilang kalau kamu itu maniiiiiis banget…banget… banget… dan banget!!” ucap Adit yang begitu lebbay hingga ia tidak memperhatikan kalau ada batu yang menyandungnya dan hampir membuat dirinya terjatuh.
“ Boong… kamu tadi gak bilang gitu” ucapku sambil tertawa melihat Adit yang hampir terjatuh karena kelebbay-an nya.
“ Iya deeh, aku tadi gak bilang gitu… ya udah lah lupain aja” ucap Adit yang sekarang terlihat berjalan dengan penuh hati-hati.
“ Makasih ya karena kamu udah ngasih aku kesempatan lagi untuk bisa dekat sama kamu” ucap Adit yang spontan berhenti dan memegang tangan ku dengan rasa bahagia.
Tingkah Adit yang seperti itu, ternyata bisa membuat aku terhipnotis. Aku seolah membiarkan saja Adit memegang tanganku. Walaupun adegan itu hanya berlangsung beberapa detik tapi jujur cukup membuat hatiku bahagia.
“ Iya,,, iya… tapi awas aja kalau kamu besok kayak gitu lagi, gak akan ada lagi maaf bagimu!!!” ucapku tegas.
“ Iya manis, aku janji gak akan kayak gitu lagi” ucap Adit sambil mempersilahkan aku masuk ke dalam rumahku.
“ Gak kerasa aja ya udah nyampe, aku masuk dulu ya” ucapku sambil pamit kepada Adit.
“ Silahkan aja kalau kamu mau dekat lagi sama aku” ucapku pelan dan mungkin tidak terdengar oleh Adit.
Aku masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang sungguh senang. Sikap aku yang bisa berubah seketika membuat seisi rumahku jadi terkejut. Sudah seminggu ini, aku memang seakan lupa untuk tersenyum dan bahkan mungkin aku tidak ingat lagi bagaimana caranya tersenyum. Aku selalu berharap semoga pertemanan aku denga Adit akan tetap seperti ini, dan semoga kembali harmonis lagi
“ Cieeee ada yang lagi senang nih!!” ucap Melly menggodaku.
“ Apaan sih kamu dek, minggir… kakak mau ke kamar dulu” ucapku yang berusaha menyembunyikan hatiku yang lagi senang.
“ Iya deh kakakku sayang!! moga senyumnya gak hilang lagi ya…” ucap Melly sambil mempersilahkan aku masuk ke kamar.
Aku segera ganti seragamku dengan baju rumah, kemudian aku cuci mukaku dulu. Readers jangan heran ya dan bilang kalau aku gak pernah shalat. Aku muslim dan pastinya aku juga shalat, tapi memang tidak terlalu disebutkan disini. Aku tadi di sekolah sudah mengerjakan shalat Zuhur sebelum aku pulang ke rumah. Jadi, ketika jam shalat tiba, kami dibolehkan untuk shalat dulu di mushalla sekolah.
Lanjut ya readers!!
__ADS_1
Aku sempat terdiam sejenak di atas tempat tidur sambil membayangkan semua yang terjadi hari ini. Aku seakan baru terbangun dari mimpi indahku yang begitu lama berlangsung. Ketika aku membayangkannya, aku sungguh tidak sadar kalau aku telah senyum-senyum sendiri sambil terus bertanya kepada diriku. Apakah keputusan yang aku ambil tadi tidak salah untuk memberikan ia kesempatan kedua???.
Lamunan aku terhenti ketika ada suara benda jatuh dari meja belajarku yang mengejutkan. Aku langsung mencari tau tentang benda yang jatuh itu, sambil berkata “ aku ini mikir apaan sih? dia kan bukan siapa-siapa aku juga… aku dan Adit cuma sekedar teman ajjaa… gak lebih!!.
Ternyata benda yang berani mengejutkan aku tadi adalah sebuah kotak pensil yang memang terbuat dari besi, sehingga bisa menciptakan suara yang cukup keras. Apalagi suara itu terdengar di dalam ruangan tertutup, sungguh tidak akan bisa dibayangkan lagi seperti apa kerasnya suara yang ia ciptakan kalau terjatuh ke lantai.
“ Suara apa itu Fel… benda apa yang jatuh itu?” tanya ibu yang menghampiriku di dalam kamar dan diikuti oleh kedua adikku dari belakang. Sedangkan adikku yang paling kecil sedang asyik makan roti di ruang makan.
“ Gak ada apa-apa kok bu, cuma kotak pensil aja yang jatuh tadi… mungkin ada kucing yang nyenggol” ucapku menjelaskan.
“ Ooh gitu… kirain ibu apaan tadi. Ya udah, kamu belum makan kan, ayok makan dulu” ucap ibuku yang sungguh perhatian kepada anaknya.
“ Iya ibuku sayang… nanti aku langsung ke meja makan” ucapku sambil membereskan meja belajarku yang berantakan.
Mendengar perkataanku, ibu hanya diam dan segera keluar dari kamarku. Kemudian menghampiri adik-adikku lagi yang sudah kembali duluan ke meja makan. Setelah aku membereskan meja belajar ku, aku langsung keluar dan bergabung dengan anggota keluargaku yang tengah menikmati menu makan siang hari ini.
*************************
Suapan terakhir telah berhasil meluncur ke dalam mulutku dengan selamat. Kini Alhamdulillah, lambungku sudah terisi cukup penuh, hingga membuat aku sedikit susah untuk berdiri. Begitu nikmatnya menu makan siang yang telah di masak oleh ibuku hari ini. Aku sampai tidak rela untuk menyelesaikan suapan aku itu.
Setelah aku selesai makan, kemudian aku istirahat dulu di ruang tamu sambil menikmati suasana sore yang menyenangkan. Hembusan angin ikut menampakkan kehadirannya dengan cara meniup helaian rambutku yang tidak terlalu panjang.
Aku bersandar di sofa dengan perut yang begitu kenyang. Sandaran itu hampir saja membuat mataku terlelap seketika, tapi untung saja hal itu belum terjadi karena aku bisa saja menahan malu jika peristiwa itu sempat berlangsung saat ini juga. Why?????....
Tetap tungguin ya readers!!
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Mohon kerja samanya ya readers… selalu vote, like dan koment…!!
Trim’s 🥰🥰☺️☺️☺️☺️
__ADS_1