
Perjalanan level pertengahan ini baru saja dimulai. Aku sekarang berada di level selanjutnya yang penuh dengan misteri. Misteri akan kejadian apa saja yang akan aku alami kedepannya. Mungkinkah aku akan menikmati masa-masa bahagia lagi, atau malah sebaliknya?.
Ketika hendak memasuki kelas baru, aku sempat berdoa terlebih dahulu agar lingkungan kecil yang baru itu bersedia menerimaku. Itu memang masih dalam lingkungan besar yang sama, tetapi lingkungan kecilnya berbeda. Makhluk penghuninya pun ada beberapa yang telah diganti. Jadi, aku akan mendapatkan teman baru lagi.
Aku kembali mengayunkan tanganku dan melangkahkan kakiku ke dalam kelas. Kemudian aku langsung duduk di bangku kosong yang ada pada barisan paling belakang deretan nomor dua. Dengan perasaan harap-harap cemas, aku mencoba melihat ke sekelilingku.
“ Hai…!! boleh aku tau nama kamu siapa??” sapa seorang teman yang sedang duduk di sebelahku.
“ Hai juga!! tentu boleh dong… perkenalkan nama aku Felly Aprillia. Kamu bisa panggil aku Felly aja, kalau nama kamu siapa?” ucapku tersenyum sambil mengulurkan tangan.
“ Ooh kalau nama aku Rindu Ningtyas, kamu bisa panggil aku Rindu” ucap teman baruku itu yang ternyata bernama Rindu sambil meraih uluran tanganku untuk bersalaman denganku.
“ Senang bisa berkenalan denganmu Rindu, moga kita bisa berteman ya!!” ucapku yang begitu senang mendapatkan teman baru.
“ Iya Felly, aku juga senang bisa berkenalan denganmu… oh iya, kamu dulu kelas berapa?” ucap Rindu yang sungguh penasaran.
“ Aku berasal dari kelas VII. A… kalau kamu?” ucapku sambil terus tersenyum.
“ Wuuih berarti kamu sudah biasa duduk di kelas unggul ya…? kalau aku baru ini yang pertama kalinya bisa kesasar di kelas yang menakutkan ini. Aku berasal dari kelas VII. E” ucap Rindu dengan perasaan kagumnya.
“ Kamu jangan ngomong kayak gitu dong… gak ada yang namanya kesasar. Kalau kamu udah ditakdirkan bisa duduk di kelas ini, berarti kamu juga termasuk anak yang pintar” ucapku sambil memberi semangat kepada Rindu.
“ Gak kok, kamu salah… aku bukan anak yang pintar, mungkin aku cuma beruntung aja bisa duduk di kelas ini” ucap Rindu yang sangat tidak percaya diri dengan kemampuannya.
“ Rindu… aku percaya kok kalau kamu itu sebenarnya anak yang pintar, kamu hanya butuh untuk meyakinkan diri kamu dan rajin-rajin lah belajar” ucapku yang terus membakar semangat Rindu agar selalu menyala.
__ADS_1
“ Kamu kok bisa seyakin itu sih dengan kemampuanku, padahal kamu baru kenal sama aku??” tanya Rindu sambil menatap penuh heran kepadaku.
“ Aku memang baru kenal sama kamu, tapi ketika aku udah melihat kamu… aku jadi yakin kalau kamu itu sebenarnya bisa. Mungkin, hanya saja kamu sekarang masih merasa minder sama teman-teman kamu” ucapku yang kelihatan bijaksana, cieee elah hehe!!.
“ Wah makasih ya kalau kamu udah yakin dengan kemampuanku, padahal aku sendiri gak benar-benar yakin loh” ucap Rindu yang begitu senang aku beri pujian.
“ Iya santai aja… aku bicara sesuai dengan yang aku lihat kok. Yang penting sekarang kamu tetap semangat dan buktikan kalau kamu itu bisa!!” ucapku tersenyum hingga membuat Rindu menjadi lebih percaya diri.
“ Oke… sekali lagi makasih ya!! aku juga mohon bantuan dari kamu untuk bisa bersaing di kelas ini” ucap Rindu yang begitu memohon kepadaku.
“ Iya tenang aja… kita bakalan jadi teman yang solid dan bisa saling membantu” ucapku dengan wajah yang penuh dengan rasa syukur.
Pembicaraan antara aku dan Rindu yang baru pertama kali berlangsung, mampu menciptakan sebuah keakraban yang luar biasa. Aku selalu berdoa semoga Rindu bisa menjadi teman dekatku dalam mengiringi langkahku menghadapi level ini, dan semoga kami bisa berteman baik serta saling membantu satu sama lain.
Suara bel pun berbunyi, menandakan bahwa pelajaran pada jam pertama akan dimulai. Kami segera mempersiapkan mental untuk bisa bersaing di kelas ini dengan baik. Kami juga berusaha untuk bisa menciptakan keharmonisan agar proses pembelajaran terasa menyenangkan.
*************************
Ketika jam istirahat tiba, aku diajak oleh Rindu untuk pergi makan ke kantin. Kami berjalan melewati meja dan kursi yang diduduki oleh Dian dan Devi. Tanpa aku sadari, ternyata terjadi suatu keajaiban yang tidak pernah aku duga sama sekali.
“ Eh ada Felly… ternyata kita bisa sekelas lagi ya Fel” ucap Devi yang tersenyum menatapku, tapi aku ragu apakah itu senyum yang tulus atau tidak.
“ Iyyya… kamu ada di kelas ini juga ternyata. Waaaah!!!” ucap Dian melanjutkan perkataan Devi.
Aku jadi bingung melihat ekspresi mereka berdua. Mereka seolah senang bisa sekelas lagi denganku. Aku sungguh tidak mengerti maksud mereka berdua. Apakah aku hanya mimpi atau gimana? atau mereka pura-pura senang dan akan menyiapkan seribu kata lagi yang menyakitkan??.
__ADS_1
“ Kok kamu hanya diam aja Fel… kamu gak senang kalau kita bisa sekelas lagi??” tanya Devi seperti mengharapkan jawabanku.
“ Hmmm… a…a…ku senang kok” ucapku yang tiba-tiba gugup.
“ Syukurlah kalau kamu juga senang” ucap Dian dan diiringi dengan anggukkan Devi yang makin membuat hatiku jadi tidak tenang.
Mereka benar-benar seperti dua orang yang akan menyajikan beberapa rencana jahat untukku. Emang benar sih kalau kita tidak boleh berprasangka buruk pada orang lain, namun keadaan yang seperti ini yang membuat hatiku jadi curiga. Meskipun belum ada kemungkinan rencana itu terjadi, tapi yang jelas aku harus lebih waspada dengan mereka berdua.
“ Fel!!! kok kamu jadi ngelamun gini?” ucap Rindu yang sontak membuat aku terkejut.
“ Eh sorry… sorry… mungkin aku lagi gak fokus aja hari ini Rin” ucapku yang agak terkejut dan berusaha tenang.
“ Kita jadi kan ke kantin? nanti keburu bel pula loh…” ucap Rindu yang sepertinya sudah begitu lapar.
“ Iya… iya… kita jadi kok ke kantin, tunggu bentar ya!!. Aku permisi dulu ya Dev, Yan!!” ucapku menjawab pertanyaan Rindu sambil permisi dulu kepada mereka berdua yaitu Dian dan Devi.
Dian dan Devi tidak merespon ucapanku. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Sikap yang dulu seperti kembali ditunjukkan oleh mereka berdua. Aku tidak begitu peduli lagi dengan sikap mereka terhadapku, karena mungkin aku sudah terbiasa dengan ini semua yang bersumber dari mereka.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Readers pasti bingung kan dengan semua sikap Dian dan Devi terhadap Felly??
Bukan hanya kalian aja yang bingung kok… author juga bingung sendiri nih!!
Kita berharap aja moga semua kan baik-baik saja ya…
__ADS_1
Ayooo buruan vote, like, dan koment nya!!🙏🙏😊😊