Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 37 ~ Rindu ini Membunuhku


__ADS_3

Aku masih santai mengistirahatkan seluruh anggota tubuhku di atas kasur. Sebenarnya mereka tidak begitu letih hari ini, namun mungkin mereka sedang ikut menghargai sang otak yang masih rela begadang untuk memikirkan sosok laki-laki itu.


Perlahan aku mulai merasakan sakit yang amat perih. Baru kali ini aku mengetahui bahwa kehilangan orang tersayang itu menyakitkan. Padahal, ini bukan kali pertama aku mengalami kejadian yang harus memaksa mereka untuk pergi. Mereka adalah para kumbang yang cepat bosan untuk mendekati bunga sepertiku. Mungkin karena bunganya masih belum begitu mekar denga semprna, sehingga kecantikannya juga belum kelihatan.


*FLASHBACK*


Hari ini aku masih menunggu kedatangan sang pujaan hatiku. Dengan langkah pasti, aku berjalan melewati alur yang selalu aku turuti setiap pulang sekolah. Alur itulah yang akan menuntunku bertemu dengan dirinya.


Tempat aku berdiri saat ini adalah tempat dimana Adit selalu berencana untuk mengejutkan aku. Setiap kali ia mau mengejutkanku, maka aku akan tau terlebih dahulu. Ia hanya dinyatakan berhasil dalam soal mengejutkan aku adalah ketika pertama kali aku dikenalkan dengan sosok dirinya.


Proses mengejutkan itu kayaknya akan berhasil lagi. Hari ini aku telah menunggu Adit di tempat ini. Sekian menit aku menunggu, ternyata bayangan Adit kini akhirnya menjadi wujud nyata. Aku dapat melihat ayunan langkah Adit dari kejauhan dengan senyumnya yang tidak pernah pudar ketika aku melihatnya.


“ Adiiiiiit…..!!” ucap cewek yang bernama Noni, hingga membuat Adit berhenti dan langsung menoleh ke belakang.


“ Hei sayang….!!” ucap Adit sambil memegang tangan Noni dan menoleh ke arah lain.


“ Ngapain kamu panggil-panggil aku sayang, hah??” tanya Noni dengan sikap juteknya.


“ Aku lagi latihan teater nih Non, untuk acara pensi di sekolahku. Jadi, izinin aku panggil kamu sayang untuk beberapa hari ke depan ya? biar aku bisa menghayati perannya” ucap Adit sedikit berbisik.


“ Ooh gitu… terus harus pakaai pegangan tangan segala??” ucap Noni yang ingin melepaskan genggaman tangan Adit tapi seperti ditahan oleh Adit.


“ Iya dong sayang, biar mesranya dapat gitu” ucap Adit sambil terus menggenggam tangan Noni berjalan.


“ Hmmm teaternya ada-ada aja deh!! seperti gak ada nilai moralnya aja” ucap Noni yang hampir bersuara keras, tapi langsung dicium tangannya oleh Adit hingga tidak bisa berkutik.


*ADEGAN SEKARANG*


Sesi mencium tangan ini memang tidak aku hadiri, mungkin kala itu hatiku sudah terasa hancur berkeping-keping. Seingat aku, ketika aku telah melihat kemesraan mereka berdua, aku segera membisikkan kepada kakiku untuk berjalan dengan cepat. Tujuanku yang sebenarnya waktu itu adalah agar mereka mengetahui keberadaanku, dan semoga adegan kejar-mengejar itu bisa segera terlaksana.


Tapi, apa daya yang ku dapatkan?. Hanya sekali itu saja ia mencoba mendekatiku lagi. Setelah aku memutuskan untuk berbicara dengannya saat itu untuk pergi menjauhiku. Ia yang aku lihat, malah ternyata benar-benar mengabulkan keputusanku itu.


Kini, aku masih terdiam dengan semua hal yang telah terjadi di dalam kehidupanku. Aku masih merindukan sosok dirinya yang dulu selalu ada untukku. Aku hanya tidak menyangka bahwa denga sekejap mata, hubunganku dengan Adit bisa rusak seketika.


“ Felly!! Sedang apa kamu disini nak?” tanya ibuku yang terkejut melihat keberadaanku disini.

__ADS_1


Tanpa aku sadari, ternyata kakiku telah menghantarkanku ke tempat ini. Tempat sepi yang berada di sisi belakang rumahku. Disinilah aku sering mencurahkan isi hatiku yang masih belum siap untuk kehilangan. Tempat ini hanya bisa mendengarkan dengan senang hati semua yang aku ceritakan tanpa mau ikut memberikan aku solusi atas semua yang telah terjadi.


“ Eh ibu… gak ada kok bu, Felly cuma mau lihat-lihat kondisi disini aja” ucapku yang kembali tersadar dengan keadaan.


“ Apa yang mau kamu lihat disini? gak ada apa-apa disini!!” ucap ibuku sambil melihat ke segala arah.


“ Disini suasananya sejuk bu… apalagi ada batang buah jambu air pula” ucapku tersenyum.


“ Iya sih, tapi kan buah jambu airnya belum matang sayang… masih banyak putiknya” ucap ibuku yang terlihat menggeleng.


“ Hehe iya bu, bentar lagi juga pada matang buahnya kok bu… Felly jadi gak sabar!! pasti manis buahnya…” ucapku yang seperti ingin sekali memakan buah jambu air itu.


“ Sabar dulu dong, nanti kalau udah matang kamu bakalan bisa makan juga kok” ucap ibuku lagi.


“ Oke ibuku sayang..!! sayaaaaang ibu!!” ucapku tertawa kecil sambil memeluk ibu.


Aku dan ibuku memang begitu dekat. Ibuku adalah satu-satunya orang yang lebih tau tentang diriku dan keadaanku. Aku yakin bahwa ibuku sebenarnya tau tentang apa yang sedang aku alami dan aku rasakan, hanya saja ibuku belum mau untuk terlalu masuk ke dalam kondisi itu. Mungkin ibuku hanya bisa menunggu sampai waktu yang membuat aku untuk bercerita.


“ Ibu mau ke dalam dulu ya!! kamu jangan lama-lama disini..” ucap ibuku sambil melangkah ke dalam.


Raut wajah ibuku menggambarkan bahwa beliau sangat menyayangiku. Beliau pasti akan marah, jika tau tentang perangai Adit yang telah tega menyakiti hatiku. Aku masih belum bisa untuk terlalu terbuka dengan ibuku mengenai masalah ini. Aku takut kalau ibuku malah menertawakan sikapku yang telah berlaku selama ini.


Aku sadar, bahwa selama ini aku bersikap agak aneh dan tentunya lain dari biasanya. Aku belakangan ini lebih banyak terdiam dan menyendiri dengan banyak pemikiran.


***********************


“ Adiiit!! kenapa kamu buat aku seperti ini?” ucapku yang tidak sadar kalau air mata telah berlinang.


“ Maksud kamu apa Fel? aku benar-benar gak ngerti!!” ucap Adit dengan tampang polosnya.


“ Kenapa kamu menjauh dari aku?… kenapa kamu tidak mencari tau tentang aku??... kenapa kamu seakan tidak tau dengan semua ini???” tanyaku dengan ekspresi yang begitu semangat.


“ Maaafkan aku Fel… aku terpaksa untuk melakukan ini semua!!” ucap Adit menunduk sedih.


“ Maksud kamu apa Dit? terpaksa kenapa??” tanyaku penasaran.

__ADS_1


“ Kamu gak perlu tau Fel alasannya apa… pokoknya aku gak bisa untuk dekat lagi sama kamu!!” ucap Adit sambil membelakangiku.


“ Tolong jelaskan sama aku, sebenarnya ini ada apa? aku benar-benar gak ngerti!!” ucapku menghampiri adit sambil memohon penjelasan dengannya.


“ Udahlah Fel, aku gak mau untuk bahas ini lagi… kamu lupain aja aku, lupakan semua tentang kita!!” ucap Adit yang bersiap-siap untuk pergi.


“ Kamu mau kemana Dit? urusan kita belum selesai!!” ucapku dengan raut wajah kesal.


“ Aku mau pergi, pacarku udah nungguin aku disana…!!” ucap Adit cuek.


“ Sayaang… cepatlah!! tapi katanya kita mau jalan-jalan…” ucap Noni yang merengek manja.


“ Iya sayang… tunggu bentar ya!!” ucap Adit yang begitu manis.


Drama ini akhirnya berlangsung lagi. Drama yang membuat para penonton jadi marah-marah tidak menentu. Para penonton marah karena tokoh utamanya disakiti oleh pacarnya, kemudian selingkuh dengan orang lain di hadapannya sendiri.


“ Adiiiit!! jangan tinggalkan aku…”


“ Adiiit!!!!.... Adiiit!!!... Adiiiiit………….!!!!!”


“ Kak… kakak… bangun kak!!” ucap Melly terkejut.


Mendengar suara Melly yang membangunkanku membuatku langsung tersadar dan mengucapkan istighfar. Sungguh tidak aku sangka, ternyata drama yang terjadi tadi adalah hanya sebuah mimpi belaka. Aku jadi menyesal kenapa di dalam mimpi itu tidak terjadi adegan jambak-jambakan biar lebih seru kan?


Rasa rinduku kepada Adit mampu menghadirkannya di dalam mimpi. Tapi, yang aku inginkan adalah mimpi indah, bukannya mimpi buruk seperti tadi…!!!!


Tuhaan… rindu ini membunuhku!!


💮🌻💮🌻💮🌻💮🌻💮🌻💮🌻💮🌻💮🌻


Beribu kali maaf buat reader semua, karena akhir-akhir ini author jarang sekali up..🙏🙏🙏


Ini bukan kesengajaan dari author, tapi memang situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan...


I'm so sorry🙏🙏😢

__ADS_1


Mohon untuk tetap tinggalkan jejak ya readers.. vote, like, dan koment🙏🥰


__ADS_2