Alunan Melodi Romantikaku

Alunan Melodi Romantikaku
Bab 32 ~ Kenapa???


__ADS_3

Di dalam kamar aku hanya bisa merenungi nasibku yang sungguh malang ini. Kenapa bisa aku percaya dengan mulut manisnya Adit. Kenapa bisa aku luluh dengan gombalan Adit?. Kenapa bisa aku berharap dengan sosok laki-laki seperti Adit?. Kenapa bisa aku masih memberi kesempatan lagi untuk Adit?. Kenapa…?? Kenapa…???


“ Felly… Fellyyy!! bangun!! kamu kenapa nak??” ucap ibuku yang membangunkanku masih dengan kata kenapa?.


“ Astaghfirullah… aku ketiduran ya bu?” ucapku yang baru tersadar ternyata hari sudah mulai gelap.


“ Iya… kamu kok bisa ketiduran selama itu sih Fel? kamu tadi udah shalat Zuhur?” ucap ibuku heran.


“ Gak tau nih bu…!! hmm… kalau shalat Zuhur aku udah tadi bu, shalat Asyar yang belum kayaknya” ucapku sambil mengusap mataku.


“ Oh gitu, ya udah ayok cepat shalat Asyar nanti keburu magrib” ucap ibuku lagi.


“ O…ooh” ucapku yang masih agak menguap.


Ibuku segera keluar dari kamarku, sedangkan aku masih berusaha untuk menyadarkan mataku dan ingatanku dari mimpi buruk yang tadi sempat menghantuiku. Pikiranku dipenuhi dengan sebuah misteri yang objeknya masih sekilas tentang Adit.


***********************


Setelah aku selesai shalat dan mandi, aku melihat raut wajah ibuku yang seperti heran menatapku. Sepertinya ada beberapa pertanyaan yang sudah dipersiapkan oleh ibuku saat ini tentang keanehanku ketika bangun tidur tadi.


“ Ada apa bu…? kok lihat Felly kayak gitu kali??” tanyaku kepada ibuku.


“ Kamu sini dulu… ada yang mau ibu tanyakan sama kamu” ucap ibuku dengan tatapan tajam.


Aku berjalan menuju tempat ibuku yang sedang duduk di ruang tamu. Aku duduk di sebelah ibuku dengan perasaan harap-harap cemas.


“ Coba kamu ceritakan sama ibu, apa yang sedang kamu pikirkan akhir-akhir ini?” ucap ibuku dengan wajah yang serius.


“ Hmm… kok ibu bisa nanya kayak gitu sama Felly?” ucapku yang tidak kalah serius menatap ibuku.

__ADS_1


“ Ibu nanya kayak gitu… karena ibu memperhatikan kamu akhir-akhir ini, kamu tuh seperti orang yang sedang ada banyak masalah” ucap ibuku lagi.


“ Aku gak apa-apa kok bu… ibu gak usah cemasin aku kayak gitu” ucapku sambil menenangkan hati ibuku yang nampak cemas.


“ Kamu pasti bohong sama ibu kan? Mending kamu cerita aja sama ibu nak!!” ucap ibuku yang sungguh perhatian.


Mendengar ucapan ibuku yang seperti itu, aku sungguh tidak sanggup untuk membohongi ibuku. Tapi, harus bagaaimana lagi karena tidak mungkin juga aku menceritakan masalahku sama ibu. Ini masalah hati, betapa malunya aku kalau ibuku sampai tau tentang ini semua.


“ Gak kok bu, Felly gak bohong sama ibu… ibu gak usah mikir yang macam-macam tentang Felly ya!!” ucapku dengan ekspresi wajah yang merasa bersalah karena telah membohongi ibuku.


“ Lalu tadi kamu mimpi apa? sampai kamu teriak histeris kayak gitu” ucap ibuku meminta kejelasan.


“ Oh tadi Felly teriak-teriak ya bu? Felly gak ingat mimpi apa tadi bu” ucapku yang benar-benar berani sumpah kalau aku memang tidak ingat akan mimpi tadi. Aku cuma ingat kalau aku tadi teriak menyebut kata kenapa???


Ibuku hanya terheran-heran memandangi aku yang kini sudah mulai menginjak masa remaja. Sepertinya ibuku sudah tau kalau anaknya ini tengah mengalami rasa aneh yang bisa merasuki hati dan jiwa. Sikapku yang seakan menyembunyikan itu semua, ternyata inilah saat bagi ibuku untuk bersikap pura-pura tidak tau saja dulu.


Aku sungguh tidak tau kalau ibuku sebenarnya sudah tau dengan sikap anehku belakangan ini. Aku mencoba untuk mengingat kembali tentang mimpiku yang terjadi di siang bolong tadi. Ketika aku mulai mencoba untuk mengingatnya, aku baru menyadari bahwa ini semua pasti tentang Adit lagi. Males ah!!!


**************************


Pagi ini, aku kembali pergi ke sekolah. Hari libur yang cuma hari Minggu saja sungguh aku manfaatkan untuk beristirahat sejenak. Meskipin pikiran ini masih selalu membayangkan kejadian yang sempat menyiksa batinku, namun aku akan berusaha untuk bisa fokus lagi dengan impian dan masa depanku.


Ketika sampai di kelas…


“ Fel, bagaimana perasaanmu pagi ini? udah mulai membaik kan?” tanya Rindu yang datang menghampiriku.


“ Oh Alhamdulillah pagi ini aku udah enakan, makasih ya Rin udah perhatian sama aku” ucapku sambil tersenyum.


“ Syukurlah kalau gitu… Oh iya, kamu… masih mikirin tentang kejadian waktu itu?”ucap Rindu menebak-nebak.

__ADS_1


“ Sebenarnya… aku udah berusaha untuk tidak mengingatnya lagi. Tetapi… kejadian itu kembali menghantuiku!!” ucapku yang menunduk sedih.


“ Udahlah Fel… kamu gak boleh terlalu berlarut-larut dalam kesedihan!!” ucap Rindu sambil mengelus bahuku.


“ Gimana aku gak sedih Rin… dia yang udah nyakitin aku, trus dia juga yang udah sering bikin aku nangis… tapi, dia seakan merasa tidak bersalah atas sikapnya itu” ucapku yang ingin curhat dengan Rindu.


“ Ya ampuun… yang sabar aja ya Fel!! mungkin dia itu cuma mau mainin kamu aja” ucap Rindu menenangkan hatiku.


“ Mungkin iya Rin. Betapa bodohnya aku dulu ya… yang begitu percaya dengan mulut manisnya itu” ucapku sambil mengusap air mataku yang ternyata menetes.


“ Kamu gak usah nangisin dia lagi Fel… dia itu gak penting buat kamu tangisin” ucap Rindu sambil memelukku.


“ Iya Rin… kamu benar!! untuk apa juga aku nangisin dia yang jelas-jelas udah buat aku sakit…” ucapku yang berusaha tegar.


“ Gitu dong… itu baru namanya Felly Aprillia yang aku kenal” ucap Rindu sambil tersenyum.


“ Hmm iya makasih ya Rin!! tapi… aku masih gak habis pikir, kenapa dia buat aku seperti ini, kenapa dia tega buat aku berharap kayak gini, kenapa dia sekarang kembali mendekatiku setelah sekian banyak kekecewaan yang dia berikan kepadaku, kenapa??? Apa salahku Rin???” ucapku yang terisak-isak menahan tangis.


“ Udahlah Fel, kamu lupain aja dia!! apa kamu gak malu karena udah nangisin dia seperti itu?” ucap Rindu sambil berbisik kepadaku agar tidak didengar oleh yang lain.


“ Kamu emang benar Rin… aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk segera melupakan dia” ucapku sambil meyakinkan Rindu.


“ Ya udah… sekarang mana senyumnya??” ucap Rindu sambil memperlihatkan senyuman manisnya kepadaku.


Aku langsung memperlihatkan senyumanku juga kepada Rindu agar ia tidak kecewa denganku. Hari ini aku akan bertekad untuk segera melupakan semua yang berhubungan dengan Adit. Aku juga berusaha untuk tetap menjadi Felly yang bisa membanggakan bagi kedua orang tuaku dan keluarga besarku.


💕💮💕💮💕💮💕💮💕💮💕💮💕💮💕


Mampir terus yaa!! 🙏🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2